Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 97. Baper ( Obat Kuat )


__ADS_3

Tiara terlihat baper ketika mendengarkan suaminya tidak bisa pulang cepat lantaran pekerjaan yang harus segera diselesaikan bersama kliennya.


''Sayang, jangan baper gitu dong? mas benar-benar tidak bisa pulang cepat hari ini. Mas tidak ingin gagal lagi dan mengecewakan mama Arla dan papa Reyhan. Sudah seringkali pekerjaan mas digantikan oleh Alex dan kali ini mas ingin menyelesaikan pekerjaan ini sendiri, ku mohon kau mengerti sayang!''


Abiseka merasa sangat bersalah karena terlalu lama meninggalkan istrinya sendirian di toko tanpa ada yang menemani wanita yang sedang berbadan dua itu.


''Iya, Tiara tidak baper cuma kesepian akhir-akhir ini sering ditinggal mas dalam waktu yang lama!'' protes Tiara sambil mencebikkan bibirnya dari seberang telfon.


''Iya sayang, sabar ya? ini demi calon bayi kita dan masa depan kita, berkorban di awal dulu tidak apa-apa. Nanti jika urusan pekerjaan mas sudah selesai, mas akan pulang secepatnya.'' Abiseka belum mengakhiri percakapannya lantaran ia bisa menangkap sinyal baper dari istrinya yang tidak bisa lama-lama ditinggalkannya.


''Iya Mas, silakan lanjutkan pekerjaannya! Tiara pun sedang ada customer yang hendak datang kemari,'' ucap Tiara dalam mode lesu.


''Assalamu'alaikum, anak daddy? tolong jaga mommimu ya? bujuk ia agar tidak ngambek lagi dengan deddy,'' gumam Abiseka seolah-olah berbicara dengan bayi mereka yang ada dalam kandungan Tiara.


''Wa'alaikumsalam warahmatullah, jangan dengarkan deddy nak! ia yang tidak tepat janji meninggalkan kita sendirian.'' Tiara terdengar manja sambil mengusap-ngusap perutnya yang sudah berusia 3 bulan.


Abiseka terkekeh pelan mendengar istrinya yang masih dalam mode merajuk akan tetapi terdengar sangat manja.


''Mas akhiri dulu ya percakapannya, sekarang sedang ada meeting lagi dengan klien dari perusahaan xx. Nanti mas bawakan oleh-oleh yang menjadi kesukaanmu dan calon bayi kita.'' Abiseka masih terus membujuk istrinya dengan hal-hal yang menyenangkan sebelum mengakhiri percakapan mereka.


Tiara pun menerbitkan senyumannya, setelah mendengarkan kata-kata suaminya yang begitu sangat menyenangkan hatinya. Setidaknya ada kata-kata manis yang bisa memberikan kedamaian untuknya agar tetap bersemangat menjalani aktivitas walau tanpa didampingi suaminya.


Toko herbal Tiara pun semakin ramai ketika menjelang sore, ia pun begitu semangat melayani para customernya.


Sampai menjelang magrib pun, pengunjung tiada hentinya berbelanja di tokonya untuk membelikan obat-obatan yang diperlukan.


Dua sejoli yang memang sudah seiring sejalan bersama pun sengaja menjabangi tempat di mana kini Tiara sedang beraktivitas. Keduanya terlihat sangat berbahagia seolah dunia hanya milik mereka berdua.


''Daniel, Stefanie, kaliannn?'' tanya Tiara dengan rasa tak percaya, apalagi kini Stefanie tampak telah menutup auratnya. Meskipun masih mengenakan kerudung gaul yang dipadukan dengan kemeja lengan panjang dan celana jeans setidaknya stefanie lebih menutup auratnya, sehingga lekuk tubuhnya yang biasa terlihat kini terlihat lebih tertutup dari biasanya.

__ADS_1


''Iya, aku kemari ingin mencarikan suplemen herbal untuk diriku dan juga calon suamiku. Kami akan menikah bulan depan, Alhamdulillah ... kedua orang tua kami sudah menyetujuinya. Kami akan mengucapkan janji suci di hotel xx, aku harap kalian bisa menjadi panitiaku sebagai penerima tamu ya? kita kan saudara,'' ujar Stefanie yang mulai ingin membangun kedekatan dengan Tiara, istri dari mantan kekasihnya Gala Abiseka Gyantara.


''Maa syaa Allah, alhamdulillah ... aku turut senang mendengarnya!'' ucap Tiara dengan wajah berbinar.


''Terima kasih, kita akan menjadi saudara!'' ujar Stefanie dengan seutas senyum kebahagiaan yang terlukis dari bibir mungilnya.


''Kau terlihat sangat cantik sekali seperti barbie,'' puji Tiara ketika melihat manik mata biru milik Stefanie.


''Kau juga cantik dan anggun. Wajahmu pun terlihat baby face seperti remaja yang baru berusia 17 tahun,'' puji Stefanie dengan pujian yang lebih baik untuk Tiara.


''Ehemmm, ini nih kalau sudah bertemu dengan sesama kaum hawa, mas dikacangin!'' protes Daniel seperti anak kecil yang berharap diperhatikan oleh orang tuanya.


''Maaf sayang, bukannya aku tidak peduli denganmu. Inikan ranah wanita, izinkan aku untuk sesaat saja menluahkan isi hatiku pada sesama kaum hawa. Bukankah Tiara akan menjadi saudara kita nantinya?'' ujar Stefanie sambil mencubit kecil area sekitar dada Daniel, sehingga membuat Tiara semakin baper dengan kemesraan yang ditampilkan oleh dua sejoli yang ada di hadapannya.


''Maa syaa Allah, yang sedang ingin menuju pelaminan. Di manapun selalu menunjukkan sisi romantis,'' goda Tiara.


''Tiara, andaikan dulu aku yang mempersuntingmu tentunya aku akan lebih bersikap manis dari ini padamu. Apalagi kau terlihat sangat menjaga dirimu, tentu akan membuatku semakin ingin terus di dekatmu. Sampai detik ini pun aku melihat dirimu begitu anggun dan mempesona. Akan tetapi, Stefanie ku lebih menggoda untukku karena dirinya lah aku bisa move on darimu!'' batin Daniel dengan sekilas menatap wajah Tiara yang begitu sangat meneduhkan bagi pandangan mata kaum Adam yang memandangnya.


Melihat tatapan Daniel yang tak biasa, membuat Tiara sedikit merasa tidak nyaman. Ia khawatir Stefanie akan salah paham padanya, Tiara pun buru-buru menundukkan pandangannya dan mengalihkan pembicaraannya.


''Tefa, kamu mau membeli suplemen apa? ini ada banyak macam suplemen untuk kesehatan kita.'' Tiara tampak menawarkan beberapa suplemen herbal untuk stefanie dan calon suaminya Daniel.


''Aku pilih suplemen untuk stamina dan juga suplemen untuk perawatan wanita,'' ucap Stefanie tanpa filter, hingga membuat Tiara menyunggingkan senyumannya.


''Suplemen herbal jintan hitam dan suplemen mustika dara ini bagus juga untuk wanita. Jintan hitam untuk stamina sedangkan mustika dara untuk menjaga **** ********** kita.'' Tiara memberikan penjelasan secara singkat untuk Stefanie tanpa berpikiran yang macam-macam, sebab sudah menjadi kewajibannya menjelaskan khasiat obat untuk para customernya.


''Kalau kopi romantis yang ini untuk apa?'' tanya Stefanie yang tanpa sengaja melirik pada kotak obat yang tampak dikemas dengan sedemikian apiknya yang diberi nama kopi romantis.


Tiara tersenyum sebelum melanjutkan kalimatnya, ''Oh yang ini untuk pasangan yang sudah halal mereka boleh mengkonsumsi ini. Kalau belum halal belum boleh untuk meminumnya sebab hanya diperuntukkan untuk mereka yang sudah menikah,'' jelas Tiara dengan bahasa sehalus mungkin agar tidak menimbulkan pikiran mesum pada kedua pasangan yang belum halal di hadapannya itu.

__ADS_1


''Berarti ini jenis obat kuat ya? tapi dalam bentuk kopi, kemasannya unik sekali!'' seloroh Stefanie yang berbicara semaunya tanpa memikirkan sebab akibatnya.


Wajah Daniel terlihat memerah seperti kepiting rebus mendengar ucapan calon istrinya yang tanpa filter.


''Tefa, kau? ini terlalu pribadi, kita kan belum menikah?'' protes Daniel sambil menekan rasa malunya kepada Tiara yang merangkap sebagai pemilik dan penjaga toko.


''Bertanya kan boleh mas, bukankah ada pepatah mengatakan malu bertanya sesat di jalan? dan aku tidak ingin tersesat ketika menjalani hidup rumah tangga denganmu.'' Stefanie menampakkan deretan gigi putihnya ketika melihat calon suaminya mati kutu mendengar ucapannya.


Tiara yang mendengarkan ucapan kedua pasangan yang baru akan merajut janji suci di hadapannya itu pun berusaha untuk menjadi penengah agar tidak terjadi kekacauan mengingat ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia katakan pada Stefanie selaku customernya.


''Tidak apa-apa, banyak juga para customer menanyakan khasiat obat-obatan herbal yang ada di sini sebagai penjaga toko sekaligus pemiliknya aku harus profesional dalam menjelaskan khasiat obat yang ada,'' terang Tiara sambil tersenyum pada kedua pasangan muda tersebut.


''Tuh kan, tidak apa-apa mas. Tiara juga bisa mengerti dan memahami akan hal ini, sebelum menikahkan harus banyak belajar dulu?'' ujar Stefanie sambil melihat obat-obatan yang lainnya.


''Apa kamu tinggal dulu di sini bersama Tiara, Mas hendak ke Mesjid dulu. sebentar lagi sudah waktu maghrib,'' ujar Daniel sambil melirik jam tangannya.


''Boleh, silakan mas! aku nanti shalat magrib bersama Tiara saja di toko. Ada banyak hal yang harus kuceritakan padanya, sekalian belajar menjadi istri yang baik untukmu!'' ujar Stefanie sambil melirik ke arah wajah calon suaminya yang tampak tersipu malu oleh tingkah absurdnya.


''Baiklah mas tinggal dulu, silakan lanjutkan pembicaraannya!'' ujar Daniel yang berusaha menahan malu akibat mengingat obat kuat yang disebutkan oleh calon istrinya Stefanie.


Tiara pun mempersilakan Stefanie untuk masuk ke ruangan pribadinya, ia pun menutup sejenak tokonya 15 menit sebelum adzan mahgrib berkumandang.


''Maa syaa Allah, ruangannya terlihat manis sekali meski minimalis namun tertata sangat rapi,'' puji Stefanie sambil melihat keseluruhan isi yang ada di ruangan pribadi Tiara.


''Itu suamiku yang menatanya,'' ujar Tiara sambil tersenyum mengingat sikap siaga suaminya Abiseka Gyantara yang hampir setiap hari selalu memperhatikannya dengan kelembutan hati dan penuh cinta.


''Whatttt? mas Abi bisa bersikap semanis itu?'' tanya Stefanie yang merasa tak percaya jika mantan kekasihnya itu telah menjelma menjadi suami yang ideal untuk Tiara, sangat berbeda sekali ketika dahulu masih bersamanya.


''Iya, suamiku memang so sweet!'' puji Tiara tanpa malu-malu dihadapan Stefanie.

__ADS_1


__ADS_2