Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 105. Pernikahan Brama dan Yashinta


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu Brama dan Yashinta pun telah tiba, senyum kebahagiaan tak henti-henti terpancar dari binar wajah kedua mempelai. Para keluarga inti pun sudah berdatangan untuk menyaksikan acara yang sakral itu.


Yashinta tampak mengenakan gaun pengantin syar'i berwarna putih, wajahnya yang tertutup cadar semakin menambah keanggunannya. Semua orang yang hadir nampak terpukau dengan kecantikan dan pesona Yashinta yang bersembunyi di balik cadarnya, begitu pun dengan Brama ia mengenakan jubah pengantin syar'i yang juga berwarna putih senada dengan Yashinta.


Ketampanan Brama seolah menyamai pangeran Arab, tak lupa pula sorban putih yang melingkar di kepalanya semakin menambah kegagahan dan ketampanannya.


Pujian dan sanjungan tiada hentinya tersematkan pada kedua mempelai itu, acara ijab qobul pun di mulai.


''Wahai ananda Brama Adyaksa Kyswara bin Rakha Raditya Kyswara, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Yashinta Patrisia Gertrudis bin Qaishar Gertrudis dengan mas kawin seratus gram emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai!'' ucap penghulu yang mewakili pernikahan Yashinta dan Brama.


''Saya terima nikahnya Yashinta Patrisia Gertrudis bin Qaishar Gertrudis dengan yang tersebut!'' ucap Brama dengan satu tarikan nafas.


Semua saksi pun mengucapkan kata, ''SAH!'' sebagai bukti jika Brama dan Yashinta telah halal menjadi pasangan suami istri.


Yashinta di temani tim MUA-nya pun menuruni anak tangga dan berjalan menuju tempat di mana Brama berhasil mengucapkan kata sakral padanya. Di mana kedua orang tua masing-masing telah duduk rapi di samping penghulu yang telah menikahkan putra dan putri mereka.


''Maa syaa Allah, aku seperti menyaksikan film ayat-ayat cinta Mas,'' bisik Stefanie di telinga Daniel ketika melihat pesona dokter Yashinta mengenakan gaun pengantin syar'i dengan wajah tertutup cadar.


''Aku yakin kau pun akan lebih cantik lagi di hari pernikahan kita nanti,'' ucap Daniel pelan, namun mampu membuat wajah Stefanie bersemu merah. Kedua orang tua Daniel pun tak sengaja menangkap pembicaraan anak dan calon menantunya.

__ADS_1


''Kau lihat putra dan calon menantu kita pa, mereka terlihat harmonis sekali!'' seru Ameera Shaqeena Rafaella, mamanya Daniel yang ikut menghadiri pernikahan keponakannya Brama.


''Syukurlah Ma, akhirnya si Daniel tidak takut lagi dengan wanita. Pilihannya benar-benar seperti gadis luar indo yang memiliki manik mata biru seperti Barbie,'' ujar Dylan Jesselon Syailendra papanya Daniel.


Dylan adalah keturunan bule. Ia menikah dengan Ameera yang memang keturunan Indonesia tulen, sehingga dikaruniai buah hati yang berjenis kelamin laki-laki, yakni Daniel Mahesa Syailendra yang akan menikah dengan Stefanie yang juga blasteran Indo-Inggris.


Kembali pada dokter Brama dan dokter Yashinta, kedua mempelai itu terlihat gugup dan gemetar, ketika keduanya sudah duduk berdampingan. Brama menyematkan cincin pernikahan di jari manis Yashinta. Yashinta pun mencium punggung tangan suaminya dengan takzim, begitu pula dengan Brama ini yang pertama kalinya ia mengecup kening seorang wanita yang kini sudah halal untuk ia sentuh.


Ada rasa kedamaian dan kenyamanan di hati Yashinta ketika suaminya mengecup lembut keningnya. Dan ini pun adalah hal yang pertama kali Yashinta rasakan dalam hidupnya.


Semua yang hadir menyaksikan ikatan yang sakral antara kedua dokter muda itu pun ikut merasa bahagia dengan pernikahan Brama dan Yashinta.


''Selamat atas pernikahan kalian, Nak! semoga Allah memberkahi kalian dan menjadikan kalian keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Bahagia dunia akhirat!" ucap ummi Adzkiya sambil merangkul dan mencium kening putrinya.


''Terimah kasih, Ummi!'' Yashinta pun meneteskan air mata penuh haru di hari bahagianya.


Abi Qaishar juga kedua orang tua Brama pun ikut mendo'akan yang terbaik untuk anak menantunya.


Tamu undangan pun mulai berdatangan memenuhi undangan kedua mempelai, di antara ribuan undangan yang hadir. Pasangan muda, yakni Tiara dan Abiseka nampak serasi dengan baju gamis couple sarimbit yang didominasi warna putih berpadu dengan konsep pernikahan Brama dan Yashinta yang juga dihiasi dengan nuansa putih di setiap sudut ruangan.

__ADS_1


Tiara dan Abiseka seperti malaikat yang berpakaian putih, seperti seorang bidadari yang di temani bidadaranys. Keduanya pun menaiki panggung pelaminan, mereka mengucapkan selamat atas pernikahan Brama dan Yashinta.


Abiseka merangkul erat tubuh Brama, sepupu yang sempat terlibat baku hantam dengannya beberapa bulan yang lalu karena memperebutkan Tiara. Hari ini keduanya pun nampak terlihat akrab dan saling memaafkan satu sama lain, tidak ada lagi rasa benci dan dendam. Keduanya saling melemparkan senyum kebahagiaan.


''Terima kasih sudah menghadiri walimahan kami, kau adalah tamu spesial bagi ku Gala Abiseka Gyantara!'' ujar Brama yang sudah rindu ingin berkelakar dengan Gala sepupunya yang sudah berapa bulan terakhir ini menjadi musuhnya.


''Sama-sama brother, aku merindukan kebersamaan dengan mu dan juga tentang canda tawa mu.'' Abiseka menepuk-nepuk pundak Brama, keduanya sama-sama meluahkan isi hati masing-masing.


Tiara pun melakukan hal yang sama, ia menyalami Yashinta dan merangkul erat tubuh dokter muda yang kini sudah resmi menjadi istri Brama yang dulu pernah menjadi bagian dari masa lalunya.


Setelah itu, Tiara berlanjut mengucapkan selamat pada pernikahan Brama dan Yashinta tanpa sedikitpun rasa ragu. Semua kenangan dan masa lalu bersama Brama, telah ia kubur jauh di kedalaman hatinya. Kini dirinya telah menjalani hidup bersama masa depannya, seseorang yang senantiasa ikhlas mendampinginya dalam mengarungi bahtera hidup. Dan Abiseka menjadi cinta sejati untuk Tiara, sedangkan Brama adalah masa lalunya, jodoh yang hanya sekedar numpang lewat namun tidak untuk menemani sepanjang nafas hidupnya.


''Selamat atas pernikahan kalian, semoga Allah senantiasa menghimpun kalian dalam keberkahan!'' ujar Tiara sambil menelungkupkan tangan di dadanya agar tidak bersentuhan dengan Brama yang memang bukan mahramnya.


''Terima kasih, do'a yang sama pula untuk dirimu!'' ujar Brama sambil menerbitkan senyuman khasnya. Senyuman yang dulu senantiasa ia terbitkan untuk Tiara kini hanya menjadi sebuah memori yang tak bisa terlupakan meskipun keduanya tidak bisa untuk saling memiliki.


Alunan musik religi menggema di gedung pesta itu menemani para hadirin yang datang menyemarakkan acara pesta pernikahan yang begitu tercipta sangat megahnya. Apalagi pernikahan kedua dokter muda tersebut kini di sorot kamera dan di tayangkan di stasiun televisi swasta layaknya selebritis papan atas.


Pernikahan tersebut tak henti menjadi buah bibir masyarakat luas, mengingat keluarga Brama maupun Yashinta adalah keluarga yang terpandang di kancah masyarakat luas. Semua orang berdecak kagum dengan kemewahan pernikahan tersebut yang begitu tertata dengan indahnya layaknya sebuah kerajaan yang di miliki oleh raja dan ratunya.

__ADS_1


''Sial*n! jadi dokter Brama sudah menikah dengan wanita berpakaian ninja itu! berdebah!'' amuk Viola Arzeta ketika dirinya tanpa sengaja melirik siaran televisi yang ada di kantor polisi pada jam makan siangnya.


__ADS_2