
''Whattt, mengikuti dokter Brama? ini semakin terlihat jelas jika memang Viola lah pelaku utama yang menyebabkan aku dan Tiara terjebak di malam itu. Akan tetapi, kita jangan gegabah untuk menangkapnya. Biarkan ia senang-senang dulu menikmati masa-masa indahnya, kita harus mengatur siasat sebaik mungkin agar semuanya bisa terasa teratasi dengan baik. Perempuan itu benar-benar keterlaluan, aku yakin ada maksud tersembunyi dibalik itu semua.'' Abiseka tanpa berpikir jernih sambil menopang dagunya.
''Kamu benar tuan Abi, perempuan itu memang sudah sejak lama menaruh dendam pada Nyonya Tiara. Ia tidak menyukai jika Tiara miliki ketenaran dan kesuksesan di atasnya. Ia juga tidak suka jika Nyonya Tiara menikah dengan dokter Brama. Dan ternyata wanita itu menyukai calon suami sahabatnya sendiri, sehingga ia tega untuk menjebak Tiara agar meminum air jus yang telah kalian teguk bersama di malam itu. Tanpa kalian ketahui minuman itu sudah dibubuhi obat perangsang sehingga kalian sampai melakukan hubungan terlarang itu.'' Alex menerangkan secara terperinci apa motif Viola sampai tega menjebak Tiara sahabat baiknya dari sejak kecil.
''Keterlaluan, hanya karena hal yang remeh-temeh seperti itu ia tega menjebak Tiara. Dimana hati nuraninya? sahabat sendiri di dzolimi.''
Abiseka merasa kesal dengan itu semua. Ingin rasanya ia menghukum Viola dengan kedua tangannya sendiri, akan tetapi wanita itu bukanlah tandingannya. Sebagai seorang laki-laki ia harus bisa menguasai dirinya agar tidak sampai melakukan hal di batas wajar terhadap kaum perempuan meskipun ia tahu Viola telah menyakiti istrinya Tiara.
''Baiklah tuan, jangan khawatir! aku akan membereskan semuanya, tuan cukup fokus menjaga dan meyakinkan Nyonya Tiara jika tuan tidak pernah menjebaknya. Dan tuan benar-benar ingin mempertanggung jawabkan semuanya menjadi sosok suami dan ayah yang baik untuk anak dan istrinya,'' ujar Alex dengan terus memberikan support pada Gala Abiseka tuan mudanya.
''Terima kasih, kau memang asisten yang sangat luar biasa dan dapat dipercaya. Kerja mu sangat memuaskan sekali, satu lagi tolong awasi pergerakan Stefanie jangan sampai ia masuk pada area privasi ku. Jangan sampai ia mengacaukan pernikahan ku dengan Tiara. Aku belum sempat bertemu dengannya dan memberitahunya jika aku sudah menikah. Sekarang ia masih dalam pengawasan Daniel,'' terang Abiseka dengan memijit kepalanya yang terasa pusing memikirkan segala perkara yang menimpanya.
Alex nampak berpikir keras, ''Jadi, nona Stefani benar-benar sudah kembali ke Indonesia?'' tanya Alex dengan mulut yang menganga setelah mendengar kabar tersebut.
''Sudah, bertepatan dengan hari ijab qobul ia kembali ke Indonesia baru saja!'' terang Abiseka membuat Alex harus kembali mengatur siasat yang lain agar dapat mencegah kehadiran Stefanie yang mungkin secara tiba-tiba mendatangi Abiseka dan istrinya Tiara jika sampai ia mengetahui kekasihnya sudah menikah tanpa sepengetahuannya.
''Baiklah, aku akan mengatur siasat untuk sementara waktu agar Stefanie tidak sembarangan masuk ke area privasi mu dan mengganggu setiap aktivitas mu bersama istrimu.'' Alex pun bergerak cepat untuk memantau gerak-gerik Stefanie agar tidak menghalangi hubungan Abiseka dan istrinya Tiara yang baru akan ia bangun.
''Lanjutkan tugas mu dengan baik, aku ingin menemui istriku. Hari ini kami akan pulang ke toko herbal milik Tiara. Ia tidak mau pulang ke apatermen ku, ia juga tidak mau pulang ke rumah orang tua ku, tapi ia mau ke rumah orang tuanya. Akan tetapi, untuk sementara waktu aku belum siap untuk bermalam di rumah mertua ku, banyak hal pribadi yang hendak ku utarakan pada istriku.''
__ADS_1
Gala Abiseka pun mengakhiri obrolannya, ia pun menemui istrinya di ruangan rawat inap Tiara.
''Sayang, kita segera pulang ya? semua barang-barang mu sudah aku letakkan di dalam mobil, administrasi dan sebagainya sudah selesai.'' Abiseka hendak memapah istrinya akan tetapi Tiara menolaknya.
''Jangan sentuh aku, aku bisa berjalan sendiri!'' tolak Tiara dengan nada yang sangat ketus.
''Jangan menolak, kau masih terlihat lemah. Aku ini suami mu, sudah selayaknya semua kebutuhan mu menjadi tanggung jawab ku.''
Tanpa aba-aba Abiseka langsung membopong tubuh Tiara ala bridal. Membuat Tiara tidak bisa berkutik ketika manik matanya tidak sengaja bertemu pandang dengan suaminya.
''Ya Allah, apa yang terjadi padaku? debaran apakah ini? tidak aku tidak boleh merasakan hal yang tak lazim seperti ini. Aku hanya mencintai Mas Brama, ini hanyalah perasaan bumil yang babynya ingin dekat dengan daddynya.'' Tiara memalingkan wajahnya dari suaminya, entah kenapa dirinya tetiba merasa sangat nyaman berada dalam dekapan suaminya.
Abiseka tampak menerbitkan senyumannya ketika melihat rona wajah istrinya nampak bersemu ketika beradu pandang dengannya.
''Turunkan aku! malu di lihat orang,'' ucap Tiara dengan memukul-mukul dada bidang suaminya.
''Diamlah! jangan berisik, atau aku akan nekad melakukan lebih dari ini, dirimu sudah halal untuk ku sentuh.'' Gala mendekatkan wajahnya pada Tiara sebelum dirinya membuka pintu untuk keluar dari dalam ruangan tersebut.
''Kau mau apa?'' sentak Tiara dengan wajah memerah menahan malu dan gejolak rasa dalam dadanya.
__ADS_1
''Mencium mu agar dirimu bisa diam saat berada dalam dekapanku.'' Abiseka sengaja ingin mengerjai istrinya. Ia begitu sangat senang melihat ekspresi wajah istrinya yang begitu sangat menggemaskan menurutnya.
''Jangan nekad mas Abi, ini rumah sakit.'' Tiara tampak memejamkan matanya, ia mengira suaminya benar-benar nekad ingin menciumnya.
''Let's go, waktunya kita pulang!'' Abiseka mengalungkan kedua tangan Tiara di lehernya.
''Nah, begini lebih romantis!'' ucap Abiseka terdengar santai.
''Memalukan sekali, aku kira ia benar-benar ingin mencium ku. Ternyata tidak, aneh ... kenapa aku jadi aneh seperti ini? jantung hati tolong berdamailah, jangan membuat malu dan membuat harga diri ku hancur di hadapannya. Pernikahan ini hanya diatas kertas, dan setelah anak ini lahir kita akan bercerai!'' batin Tiara yang tetap kekeuh dengan niat semula.
''Sayang, kenapa diam? jangan pandangi aku seperti itu, khawatir nanti hatiku semakin berbunga-bunga dan meyakini bahwa dirimu mulai menerima kehadiran diriku di sisimu,'' sela Abiseka dengan senyuman khasnya.
''Ya Allah kenapa setiap melihat senyumannya detak jantung ku memompa lebih cepat dari biasanya. Apakah waras ku mulai lenyap, hanya dengan sikap manisnya?'' batin Tiara sambil mengusai ritme jantungnya yang mulai tak karuan. Sementara Abiseka semakin gemas melihat tingkah istrinya yang sangat manja dan menggemaskan.
***
Di sisi lain.
''Antarkan aku menuju kediaman Mas Abi! aku ingin bertemu dengannya dan membahas kelanjutan hubungan kami.'' Stefanie terus memohon pada Daniel dengan seribu ucapannya.
__ADS_1
''Maafkan aku Tefa, Abi sedang tidak ada di tempat, ia sedang ada kesibukan dan urusan pekerjaan yang harus segera di tangani. Untuk sementara waktu aku akan menjadi bodyguard mu atas titah Gala Abiseka, sampai urusannya selesai.'' Daniel berusaha untuk mengatur siasat agar Stefanie bisa menerima dengan jelas apa yang dikatakan olehnya.
''Whatttt?'' Stefanie mengerutkan dahinya, sebab bingung untuk mencerna ucapan Daniel barusan.