Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 99. Akhiri Saja Hubungan Kita!


__ADS_3

''Alhamdulillah, semoga seterusnya kami selalu seperti ini. Saling mencintai dan menyayangi meskipun gelombang coba uji menghadang. Aku akan tetap bertahan mendampingi suamiku sampai maut memisahkan cinta,'' ujar Tiara yang memang sedang terdeteksi bucin parah pada suaminya.


''Aamiin ya Rabb!'' Stefanie pun mengaamiinkan doa Tiara yang kini telah menjadi sahabatnya.


''Terima kasih, do'a yang sama juga untuk dirimu.'' Tiara tersenyum, begitu pun dengan Stefanie ia pun menerbitkan senyum termanisnya. Keduanya diliputi senyum kebahagiaan setelah sekian banyak cerita yang mereka luahkan.


''Oh, ya aku buka toko dulu. Khawatir nanti calon suamimu mencarimu, lantaran calon istrinya aku pingit di dalam sini,''ujar Tiara dengan sedikit menyelipkan senda gurau.


''Hehe,'' Stefanie terkekeh mendengar lelucon Tiara.


Tiara pun segera membuka pintu tokonya, dan benar saja Daniel sudah berdiri di sana sejak 2 menit yang lalu menunggu kedua bidadari itu selesai dengan ritual shalat dan mengajinya.


''Maa syaa Allah, panjang umurnya, baru saja dibicarakan sudah nongol di depan saja!'' seloroh Tiara dengan sedikit histeris ketika melihat Daniel tiba-tiba telah berada di hadapannya.


Detak jantung Daniel seakan berirama ria, ketika melihat pesona Tiara yang baru terkena tetesan air wudhu. Rona wajah wanita yang dulu pernah singgah di hatinya kini nampak bercahaya dengan seutas senyuman yang menghiasi bibirnya.


''Maa syaa Allah, pahatan yang indah terukir dengan sangat sempurna kreasi sang maha Krekator, zat yang maha pencipta segala bentuk dan rupa!'' bathin Daniel ketika tak sengaja melihat rona wajah Tiara yang begitu sangat indah dan mempesona dalam pandangannya.


''Sayang, kamu sudah datang? maaf, aku tadi lagi belajar mengaji dengan Tiara di dalam jadi baru bisa membuka toko sekarang. Kamu sudah lama berada di luar?'' tanya Stefanie yang langsung keluar ketika mendengar Tiara menyebut nama calon suaminya yang sudah dari sejak tadi menunggu mereka.


''Baru 2 menit yang lalu sayang, apa kau masih mau tetap di sini atau kita langsung pulang sekarang?'' tanya Daniel dengan mengajukan pertanyaan karena tidak ingin berlama-lama di tempat Tiara. Selain tidak aman untuk jantung hatinya, Daniel pun tidak yakin jika dirinya tidak melirik ke arah Tiara.


Bukannya Daniel tidak menyadari dan tidak menghargai kehadiran calon istrinya Stefanie di sisinya, akan tetapi sebagai laki-laki normal memang dari sejak mula sebelum dekat dengan Stefanie, Daniel lebih dulu merasakan perasaan yang bertumbuh di hatinya pada Tiara. Akan tetapi, rasa itu ia kubur di dalam hatinya tanpa sempat untuk diungkapkan sebab Tiara sudah lebih dulu dilamar oleh dokter Brama akan tetapi dinikahi oleh Abiseka sepupunya. Intinya mereka bertiga sama-sama mencintai satu orang wanita namun tidak bisa memilikinya.


''Kita pulang saja!'' ucap Stefanie terdengar dingin, ia merasakan sedikit kecemburuan ketika tanpa sengaja melihat interaksi calon suaminya pada Tiara yang tampak berbeda seolah mengisyaratkan sebuah rasa yang tak terungkapkan.


Menyadari hawa panas mulai menyerubungi kedua pasangan muda tersebut, Tiara pun berusaha untuk mencairkan suasana.


''Tefa, aku mau merekap hasil jualanku hari ini. Sebab, kata suamiku jika ia belum pulang kerja setelah sholat Isya, aku harus tutup toko dulu!'' ujar Tiara sambil memberikan kesempatan untuk Stefanie dan Daniel menyelesaikan masalahnya.


''Baiklah, aku kembali dulu terima kasih untuk waktunya.'' Stefanie berusaha menahan sesak di dadanya ketika dirinya menyaksikan calon suaminya begitu sangat terpukau dengan sosok Tiara Chandani Putri, istri dari mantan kekasihnya Gala Abiseka Gyantara.


''Iya, sering-seringlah main kemari jika nantinya kalian sudah resmi menikah. Kita saling tukar pikiran dan belajar lagi.'' Tiara tersenyum untuk menenangkan Stefanie yang sedang cemburu padanya.

__ADS_1


''InsyaAllah, terima kasih untuk semuanya.'' Stefanie berusaha untuk tersenyum walau hatinya meringis pilu.


Daniel pun berusaha untuk menenangkan kekasihnya yang sedang merajuk itu, ''Sayang, kau kenapa?'' ujar Daniel yang mengikuti pergerakan Stefanie masuk ke dalam mobil.


''Kau tanya aku kenapa? kupikir sebagai laki-laki normal kau pun tahu, kenapa kau tidak bisa menjaga pandanganmu dengan wanita lain? Jelas-jelas aku ada di sampingmu, apa arti diriku di matamu jika akhirnya kaupun menyakitiku seperti ini?'' Stefanie membuka kerudung gaulnya dan mengurai rambutnya lantaran kecewa dengan Daniel.


''Tefa, mengapa kau buka kerudungnya? kau terlihat cantik dengan menggunakan hijab,'' rayu Daniel sambil melajukan mobilnya menjauh dari toko herbal Tiara.


Daniel tidak ingin Tiara mendengar keributan yang tercipta antara dirinya dan Stefanie. Oleh sebab itu dirinya dengan gerakan cepat meninggalkan tempat kediaman Tiara.


''Karena aku tak pantas untuk mengenakannya, mungkin selamanya aku akan tetap dengan dunia bebasku. Kau sendiri pun telah berstatus sebagai kekasihku dan sebentar lagi kita akan menikah akan tetapi dirimu sama sekali tidak tertarik padaku. Kau masih sempat-sempatnya melirik wanita lain di hadapanku, dan wanita itu telah aku anggap sebagai teman dan saudaraku sendiri.'' Stefanie meluapkan emosinya sambil menatap keluar jendela, dirinya merasa tersisihkan oleh keadaan.


''Siapa bilang aku tidak tertarik padamu, aku dijustru tergila-gila padamu dan ingin menjadikan kau sebagai kekasih dunia dan akhiratku. Lalu, hal yang mana lagi yang membuat mu marah dan cemburu padaku? hanya karena diriku tidak sengaja menatap Tiara. Tiara adalah istri dari Abiseka sepupuku. Jadi, kenapa kau harus cemburu padanya?'' ujar Daniel sambil mengulum senyumnya.


''Aku wanita mas, aku dapat melihat ketertarikanmu pada Tiara. Kau tidak usah berbohong padaku,'' sela Stefanie dengan menahan rasa sesak di dadanya.


''Maafkan aku Tefa, jika itu membuatmu marah padaku. Tapi, percayalah di hatiku hanya ada kamu. Benar, dulu aku sangat terpukau dengan Tiara sebelum aku dekat denganmu. Tapi, setelah ku tahu dia adalah calon istri dokter Brama yang akhirnya menikah dengan Abiseka sepupuku, aku berusaha move on darinya. Tapi, sekarang bagiku Tiara hanya sebatas bayangan dan dirimu adalah lentera ku. Aku sangat mencintaimu Stefanie Amber Linn! di antara sejuta penghuni wanita mayapada hanya dirimu yang bertahta di hatiku dan aku telah memilihmu menjadi pendamping hidupku. Jadi, jangan pernah meragukan akan keseriusan dan ketulusanku padamu.''


Daniel melirik ke arah kekasihnya yang sedang merajuk padanya.


''Itu dahulu sayang, sekarang ya tidak lagi. Kau ini kenapa? cemburunya terlalu berlebihan,'' sergah Daniel yang mulai gerah dengan tingkah Stefanie yang tiba-tiba merajuk padanya dengan cemburu yang tak jelas.


''Dulu dan sekarang sama saja mas, kau telah membuat diriku hilang kepercayaan padamu. Jika masih ada nama wanita lain di hatimu lupakan aku akhir saja hubungan kita! daripada nantinya kau terpaksa menikah denganku hanya karena ingin melampiaskan rasa kecewa mu pada wanita yang tidak bisa kau miliki,'' pungkas Stefanie dengan manik mata yang mulai berembun. Ia pun melepaskan cincin yang ada di jari manisnya dan meletakkannya di dekat Daniel yang sedang menyetir mobil.


''Tefaaaaa, jaga ucapanmu! kau tahu pernikahan itu bukan main-main, aku melamarmu di hadapan kedua orang tua kita dengan mudahnya kau mengembalikan cincin ini padaku. Jangan begini Tefaaa,'' pekik Daniel dengan menepikan mobilnya di pinggir jalan.


''Aku tidak ingin melanjutkan pernikahan ini! aku lelah dengan semuanya, untuk apa aku mempertahankan cinta sedangkan laki-laki yang aku mau masih melirik wanita lain?'' ucap Stefanie berapi-api.


''Kauuuu!'' Daniel tersulut emosi, ia pun membungkam mulut kekasihnya dengan bibirnya.


Daniel pun menyesap bibir itu dengan deru nafsu yang memburu, ia tidak ingin menyakiti Stefanie dengan ucapannya, cukup dengan bahasa tubuh saja untuk menyalurkan rasa emosinya.


''Hmmpttttt,'' Stefanie hendak mendorong tubuh Daniel agar menjauh darinya. Akan tetapi tubuh kekar itu semakin kuat merengkuhnya.

__ADS_1


Daniel terus menyesap bibir mungilnya dengan begitu sangat rakus, tanpa sedikitpun memberi kesempatan untuk kekasihnya berbicara. Daniel terus membelit lidah itu dengan nafsu dan emosi yang berpadu menjadi satu.


Hingga akhirnya Stefanie pun kewalahan, iapun mengikuti permainan kekasihnya yang sedang kalap itu.


''Masss, shhhhhh!'' desah Stefanie dengan nafsu yang tak kalah memburunya.


Daniel semakin memperdalam ciumannya, membuat Stefanie seperti cacing kepanasan, tubuhnya begitu merespon apa yang dilakukan kekasihnya terhadapnya.


Daniel bergerilya dengan liarnya, lidahnya menyapu habis isi rongga mulut kekasihnya dengan tanpa celah. Ia pun merremmm4s dua bukit kembar yang terlihat mengeras dan menantang yang bersembunyi di balik baju kemeja Stefanie.


''Eummhh,'' lenguh Stefanie yang mulai merasakan seperti tersengat aliran listrik.


Daniel semakin menjadi-jadi, ia benar-benar murka mendengar ucapan kekasihnya yang ingin mengakhiri hubungan mereka yang satu bulan lagi akan segera menuju pelaminan.


''Masss, jangan ini terlalu bahaya! kita belum menikah,'' ucap Stefanie lain di mulut lain di hati. Lisannya berkata tidak akan tetapi hatinya mengatakan iya.


''Daripada aku harus kehilangan dirimu, lebih baik saat ini juga aku memberikan sesuatu yang berharga dalam hidupku untukmu!'' ujar Daniel yang terus beraktivitas di atas tubuh Stefanie yang telah ia baringkan di kursi mobil.


Stefanie hanya bisa melenguh pasrah ketika merasakan sesuatu benda keras yang menegang mengenai pangkal pahanya yang masih tertutup celana jeans.


''Tok ... tok ... tok,'' bunyi ketukan pintu mobil membuat dua anak manusia yang sedang berada di alam nirwana itu pun seketika menghentikan aktivitas panasnya.


Pagutan itu pun terlepas, Daniel urung untuk mengambil kesucian kekasihnya. Ia pun menyadari akan kehilafannya.


''Maafkan aku!'' ucap Daniel sambil mengusap surai wajah Stefanie yang sedang terbakar kabut gairah.


Stefanie mengangguk lemah, sambil menahan gejolak nafsunya yang sedang bergelora. Ia pun merapikan kancing kemejanya yang berantakan oleh ulah Daniel yang tanpa memberi ampun padanya.


Malam ini, Stefanie baru melihat akan sisi liar calon suaminya yang tidak ingin kehilangan dirinya. Sehingga melakukan adegan yang sempat membuat spot jantungnya.


''Ada apa, Pak?'' tanya Daniel dengan membukakan kaca jendela mobilnya, ketika melihat petugas keliling sedang ronda untuk memastikan keamanan sekitar.


Petugas itupun mengintip sedikit kedalam mobil, sambil melihat seisi dalam mobil milik Daniel.

__ADS_1


''Ku kira, kalian sedang berbuat mesum. Jika itu sampai terjadi kalian akan segera kami nikahkan sekarang juga,'' ucap petugas keamanan itu tanpa filter.


__ADS_2