Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 59. Menggoda Iman


__ADS_3

''Mana ada pencuri mengaku, kalau ada penjara akan penuh dengan mafia yang tak bertanggung jawab sepertimu,'' cecar Stefanie dengan menelisik seluruh pakaiannya dari atas hingga bawah. Khawatir jika kesuciannya benar-benar terenggut oleh Daniel dalam keadaan ia mabuk semalam.


''Kau lihat saja, pakaianmu masih terlihat rapi. Seluruh tubuhmu masih terlihat mulus tak ada bekas noda di sana, asal dirimu tahu aku bukan laki-laki yang mudah tergoda dengan wanita sepertimu. Apalagi dengan pakaianmu yang kurang bahan itu.'' Daniel balik mencecar Stefanie, hingga gadis cantik tersebut merasa tertohok mendengar ucapan Daniel yang sangat mencubit hatinya.


''Sombong sekali dirimu Daniel Mahesa Syailendra, jika kau tidak tertarik kepadaku kenapa kau terus mengekoriku dan mengantarku sampai ke apartemenku? Hingga bermalam di sini? kenapa kau tidak meninggalkan aku sendirian? justru kau berpura-pura untuk menjadi pahlawan bagiku, mana ada kucing menolak jika dikasih ikan.''


Stefanie nampak tersinggung mendengar ucapan Daniel yang menganggap bahwa dirinya bukan seleranya. Stefanie merasa tidak terima dan sangat terhina sebab selama ini begitu banyak pemuda yang mengejarnya akan tetapi dirinya hanya mencintai Abiseka Gyantara. Hingga ia menolak setiap laki-laki yang datang padanya.


Stefanie merasa terinjak-injak harga dirinya mendengar ucapan Daniel yang seolah menganggapnya wanita yang tidak benar dan tidak layak untuk disinggahi.


''Aku pergi, jaga dirimu baik-baik! tanggung jawabku sudah selesai, aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi. Dan satu lagi, pakaianmu yang sangat kurang bahan itu baiknya dibenahi dan lebih tertutup rapat agar bisa menjaga pandangan mata liar untuk berbuat yang tidak senonoh padamu. Kau bersyukur ada bersamaku semalam. Jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu sebab kulihat banyak sekali mata-mata liar yang menatapmu dengan penuh nafsu,'' terang Daniel agar Stefanie menyadari bahwa sedikitpun dia tidak pernah berniat jahat pada gadis tersebut meskipun Stefanie memiliki sejuta pesona dan kecantikan yang sangat luar biasa. Tidak sedikitpun terbersit di hati Daniel untuk menodainya.


''Aku sengaja menunggumu di sini hingga kau tersadar dari mabukmu, sebab aku tidak ingin ada yang memanfaatkan keadaanmu. Jadi, berhentilah berpikir buruk tentangku. Aku terus mengekorimu beberapa waktu ini hanyalah karena permintaan kekasihmu yang bejat itu, bagaimanapun juga ia adalah sepupuku jika untuk hal yang baik aku akan mengikuti permintaannya sampai semua urusannya selesai. Dan sekarang pekerjaan ku telah usai, kau pun sudah tahu jika Gala Abiseka sudah punya istri, tujuanku hanyalah ingin menjaga keharmonisan di antara kalian, dirimu, Abiseka dan juga istrinya. Aku tidak ingin ada kesalahpahaman di antara kalian. ku harap kau ikhlas menerima segala yang ada dan jangan pernah mengusik hubungan Abiseka dan istrinya, ini semua demi kebaikan kita bersama.''


Daniel pun beranjak pergi dari hadapan Stefanie, yang masih bergelut dalam selimutnya demi menutupi tubuhnya yang masih mengenakan gaun kurang bahan yang disebutkan oleh Daniel padanya, sehingga terbesit rasa malu dalam hati gadis itu dengan cara menutup tubuhnya menggunakan selimut tebalnya.


''Kau mau kemana? tidak semudah itu pergi dari hadapanku Daniel Mahesa Syailendra! kau telah mempermalukanku dan juga menginjak harga diriku, kau pun telah bekerja sama dengan Abiseka untuk merendahkan hidupku, aku benci cara kalian!'' pekik Stefanie dengan begitu histerisnya ketika mendengarkan penuturan Daniel yang selama ini telah menjadi detektif untuknya.

__ADS_1


Daniel pun urung membuka handle pintu kamar milik Stefanie, ia tidak tahan melihat gadis itu menangis dengan meratapi segala kedukaannya. Bagaimana pun, Daniel masih punya hati. Ia tidak mungkin meninggalkan Stefanie dalam keadaan kalut. Ia khawatir gadis itu akan melakukan hal yang nekat lantaran patah hati.


''Hapus air mata mu, dan jangan menangis!'' Daniel menghampiri Stefanie, ia pun memberikan berapa lembar tissue agar gadis manja itu segera menghapus air matanya.


''Hiks ... hiks ... hiks.'' Stefanie menangis sedih, tissue yang di berikan Daniel urung diambilnya. Ia justru refleks memeluk tubuh kekar Daniel yang kini sedang berdiri di samping tempat tidurnya.


Stefanie membenamkan wajahnya pada dada bidang laki-laki yang belum pernah menyentuh wanita sama sekali. Dada Daniel seakan bergemuruh, tubuhnya bergetar hebat ketika mendapat sentuhan lembut dari seorang wanita yang belum pernah dirasakan olehnya dalam keadaan sadarnya.


Jika semalam Stefanie merengkuhnya dalam keadaan mabuk, namun sekarang semuanya berbeda gadis itu dalam keadaan sadar-sesadarnya memeluk tubuhnya dengan begitu erat membuat Daniel membeku di tempatnya.


Ingin melepaskan diri dari pelukan gadis manja itu Daniel tak kuasa, sebab Stefanie terus menangis sejadi-jadinya. Entah karena kecewa dengan Abiseka yang telah menghianati cintanya dan menikah dengan wanita lain entah karena hal apa akan tetapi Stefanie sengaja ingin merengkuh tubuh pemuda yang ada di hadapannya. Tepatnya, gadis itu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.


Daniel pun refleks mengusap pucuk kepala Stefanie yang dari sejak tadi terus menangis tanpa henti.


''Jangan buang air mata mu, hanya karena menangisi sesuatu yang telah hilang dari mu. Ikhlaskan kepergian seseorang yang memang belum menjadi bagian dari hidup kita, aku yakin Allah subhanahu wa ta'ala telah menempatkan jodoh yang terbaik untukmu. Cepat atau lambat kau akan bertemu dengannya, jadi bersabarlah dalam penantian. Anggap saja, Abiseka sepupuku hanyalah jodoh yang sekedar numpang lewat dalam hidupmu.'' Daniel terus memberikan nasehat yang penuh arti untuk menyemangati gadis yang sedang patah hati tersebut.


''Aku telah menemukan jodohku, dan sekarang ia telah ada di hadapanku!'' sela Stefanie dengan mendongkakkan wajahnya menatap lekat wajah tampan yang kini ada di hadapannya.

__ADS_1


Entah syeitan apa yang merasukinya, Stefanie pun menyambar bibir seksi nan menggoda milik Daniel yang belum pernah sama sekali tersentuh oleh wanita.


''Te-Tefa, apa yang telah kau lakukan? ja-jangan!'' ucap Daniel hendak melepaskan pagutan gadis yang sedang dibuai nafsu birahi tersebut.


Akan tetapi, dengan buasnya Stefanie terus membungkam dan ******* bibir seksi milik Daniel dengan biduk hawa nafsu yang menggila. Hingga tanpa sadar Daniel yang masih polos pun membalas ciuman gadis yang sangat menggoda iman itu dengan deru nafas yang semakin memburu. Keduanya pun saling bertukar saliva saling menyalurkan hasratnya yang semakin bergelora.


Tidak sampai hanya di situ, Stefanie pun bergerak nakal dengan membuka kancing kemeja Daniel dan mengusap dada bidang itu dengan penuh nafsu.


''Ja-jangan, Tefa! ini bahaya,'' ujar Daniel sambil mendorong tubuh indah nan menggoda milik Stefanie.


Sementara Stefanie tersenyum licik setelah mampu meluluhkan dan menggoda iman laki-laki yang sebelumnya tampak merendahkan dirinya dan terus beranggapan bahwa dirinya bukan seleranya. Stefanie tersenyum devil ketika melihat wajah Daniel Mahesa Syailendra terlihat merah padam menahan nafsu birahinya yang tak tersalurkan, pasalnya sesuatu di bawah sana kini terlihat tegang dan mengeras.


''Hemmm, rasakan oleh mu Daniel Mahesa Syailendra. Aku tidak bisa membayangkan betapa saat ini kau sangat tersiksa,'' batin Stefanie dengan terus tersenyum licik.


''Maafkan aku, aku khilaf. Aku akan mempertanggungjawabkan perbuatan ku padamu, aku pergi dulu!'' ucap Daniel dengan berusaha menahan keinginan nafsunya yang semakin memburu.


Daniel tidak ingin sampai melakukan perbuatan maksiat yang lebih dalam lagi bersama gadis yang kini masih ada di hadapannya, yang dari sejak semalam terus menggoda imannya hingga pagi ini ia pun terlena dengan permainan nakal gadis manja tersebut.

__ADS_1


''Astaghfirullah, aku bisa gila jika terus begini!'' batin Daniel dengan menjauh pergi dari hadapan Stefanie yang telah berhasil mengambil ciuman pertamanya.


__ADS_2