
Suasana ruang rawat inap Tiara hening seketika, semua orang nampak tegang bercampur haru dan juga sedih sebab akhirnya kesepakatan pun telah di ambil walaupun dengan berat hati Brama harus membatalkan pernikahannya dengan Tiara, lantaran calon istrinya Tiara telah mengandung anak Gala Abiseka sepupunya sehingga Tiara terpaksa harus nikah paksa dengan Gala Abiseka.
Baik keluarga Tiara maupun keluarga Gala Abiseka semua fokus untuk mempersiapkan pernikahan Gala dan Tiara di rumah sakit, agar kedua insan tersebut segera merubah statusnya menjadi halal, tanpa menunda-nunda lagi pernikahan mereka.
Semua orang sengaja meninggalkan Gala dan Tiara di dalam ruangan rawat inap Tiara. Tiara memalingkan wajahnya, ia enggan menatap wajah pria yang akan menjadi calon suaminya. Pria yang sama sekali tidak pernah ia harapkan untuk menjadi suaminya.
''Kita akan segera menikah, aku harap seiring berjalannya waktu kau berkenan menerima ku menjadi sosok imam yang bisa mendampingi mu dalam mengarungi bahtera rumah tangga dan aku pun akan belajar menjadi suami yang baik untuk mu!'' ucap Gala Abiseka, ia berharap Tiara berkenan untuk menyambut niat baiknya, akan tetapi Tiara seolah tidak menggubrisnya.
Kerongkongan Tiara seolah terasa cekat untuk sekedar berucap kata, ia begitu muak melihat kehadiran Gala disisinya. Akan tetapi, mau tidak mau ia harus menerimanya, bagaimana pun juga enam puluh menit dari sekarang ia harus menyiapkan mentalnya untuk mengikrarkan janji suci pernikahan dengan laki-laki yang sama sekali tidak ia harapkan untuk menjadi pendamping hidupnya.
Cukup lama Tiara bungkam, hingga akhirnya ia pun membuka suaranya. ''Kita hanya nikah paksa, jangan berharap aku akan menerima mu menjadi suami ku seutuhnya, setelah anak ini lahir aku ingin kita bercerai. Aku hanya menikah dengan mu, demi bayi yang ada dalam kandungan ku.''
Ucapan Tiara begitu menghujam ulu hati Gala Abiseka, menusuk perih jantung hati yang mulanya begitu berharap Tiara berkenan untuk menjadi istrinya seutuhnya, merajut masa depan yang lebih cerah sebagaimana pasangan suami istri pada umumnya.
Akan tetapi, sebuah harapan tersebut harus terkubur bersama duka yang menyelimuti hati wanita yang sedang patah hati dan kehilangan arah tersebut akibat ikatan cintanya dengan dokter Brama harus pupus sebab kehadiran Gala Abiseka yang tanpa sengaja di sisi mereka.
Janin yang dikandung Tiara oleh sebab benih yang tanpa sengaja di semai oleh Abiseka menjadi jurang pemisah hubungan cintanya dengan Brama, sehingga pernikahan mereka pun dibatalkan yang tinggal menghitung hari lagi.
__ADS_1
Gala mengusap wajahnya kasar, dirinya tidak tahu bagaimana lagi harus meyakinkan Tiara bahwa dirinya benar-benar serius ingin merajut janji suci pernikahan dengan Tiara bukan hanya sekedar ingin menikahi saja, akan tetapi Gala Abiseka benar-benar ingin menjadikan Tiara ratu di hatinya.
Gala tidak ingin pernikahannya kandas begitu saja, bagaimana pun juga Brama telah jatuh hati dengan Tiara semenjak peristiwa satu malam tersebut.
''Kau tenangkan diri mu, dan jangan mengambil keputusan ketika hati sedang kalut, jaga calon buah hati kita. Kau harus pulih dan jangan terlalu banyak pikiran!'' ucap Gala lalu berlalu pergi dari hadapan Tiara, sebab Tiara akan segera di make over oleh seorang MUA yang memang sudah di sewa oleh keluarga Gala.
MUA pun segera mengganti pakaian Tiara dengan kebaya pengantin, dan merias wajah Tiara selayaknya calon pengantin mempelai wanita.
Sedangkan Gala berjalan menuju taman rumah sakit, tempat yang di janjikan oleh Brama Adyaksa Kyswara untuk berbicara empat mata setelah sebelumnya mereka berdua terlibat baku hantam.
''Kau sudah datang?'' tanya Brama tanpa melihat ke arah Gala. Dirinya begitu sangat kecewa mendapati semua kenyataan ada.
''Sudah ... Aku minta maaf atas segala yang telah terjadi. Maafkan aku, aku harus menikahi Tiara, sungguh aku tidak pernah berniat hadir di antara kalian, apalagi sampai menghancurkan hubungan kalian, semua ini terjadi di luar kuasa ku. Seperti yang dijelaskan pada mu tempo hari kami berdua di jebak oleh seseorang. Aku akan mengusut siapa pelakunya, setelah aku dan Tiara resmi menjadi pasangan suami istri. Aku akan membuktikan kepada mu bahwa diriku sama sekali tidak pernah menikung mu! Mulanya ... aku sama sekali tidak mengetahui jika Tiara adalah calon istri mu, dan kau pun sering mendengar curhatan ku mengenai wanita yang telah ku sentuh malam itu, dan ia ternyata adalah orang yang sama, Tiara Chandani Putri.'' Gala meraup wajahnya kasar.
''Aku harap setelah kau menikah dengan Tiara, jaga jarak dengannya. Jangan sesekali kau berani menyentuhnya. Kalian menikah hanya sebatas tanggung jawab semata, demi bayi yang dikandung Tiara, bukan atas dasar cinta, jadi ... Aku harap setelah anak itu lahir, kau harus menceraikan Tiara! Tiara hanya milik ku dan sampai kapan pun tetap milikku! setelah selesai masa iddahnya nanti aku akan menikahi Tiara!'' ucap dokter Brama dengan melangkah pergi, meninggalkan Gala Abiseka yang masih membeku di tempatnya.
Brama sama sekali tidak ingin mendengarkan jawaban apa pun dari lisan Abiseka. Baginya, apa yang ia ucapkan tersebut sudah cukup menjadi peringatan untuk Abiseka, agar jangan sampai menyentuh Tiara seujung kuku pun, kecuali hanya sebatas menikahi.
__ADS_1
''Aaaaaa!'' Gala berteriak histeris sambil mengepalkan tinjunya, dirinya benar-benar kesal dan frustasi mendengar ucapan Brama juga Tiara yang sebelas dua belas hanya menginginkan pernikahan tersebut hanya untuk sementara saja.
''Aku tidak mungkin menceraikan Tiara, aku sangat mencintai ibu dari anakku.'' Gala Abiseka sama sekali tidak ingin menyerah untuk mempertahankan hubungan pernikahannya dengan Tiara. Ia tidak ingin hanya sekedar menikahi, dirinya benar-benar ingin menjalani hubungan pernikahan yang baik, selayaknya hubungan pernikahan pada umumnya bukan hanya sekedar menikah saja.
Ketermenungan Gala pun terhenti ketika mama Starla menghubunginya, ''Nak ... kau dimana? ijab qobul akan segera di mulai, penghulu sudah datang. Papa Reyhan dan om Raka juga Tante Naraya hadir di sini sebagai saksi pernikahan kalian!'' titah mama Starla dari seberang telfon.
''Gala akan segera datang Ma, satu menit dari sekarang!'' ucap Gala Abiseka dengan tergesa-gesa. Namun, langkah Abiseka kembali tercekat ketika mendengar ponselnya kembali berdering.
''Iya, Ma. Gala sedang menuju ruang rawat inap, Ti---''
Ucapan Gala terjeda ketika suara manja seorang wanita begitu lembut mendayu telinganya.
''Mas Abi, aku Stefanie. Tolong jemput aku di bandara! kepulangan ku dari luar negeri dipercepat, suprise untuk calon suami!'' ucap Stefanie terdengar lembut di telinga Gala, seketika membuat Gala terhenyak dan spot jantungnya.
''Stefanie, kauuuu!'' sentak Gala Abiseka, ia merasa pusing mendengar kenyataan yang ada, akan tetapi ia harus menekan rasa egonya sebab secepatnya ia harus menghalalkan hubungannya dengan Tiara yang sekarang sedang terbaring lemah di brankarnya.
''Maaf Tefa, aku tidak bisa menjemput mu untuk saat ini, aku ada keperluan mendesak, nanti aku akan menyuruh Daniel untuk menjemput mu!'' ucap Gala dengan mematikan ponselnya tanpa enggan mendengar penuturan dari Stefanie yang begitu terdengar manja di daun telinganya
__ADS_1