Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 52. Degupan Kecil


__ADS_3

Tiara menutup kedua matanya, ketika melihat roti sobek yang terpampang nyata di hadapannya, ''Ya Allah, apa yang kulihat?'' batin Tiara dengan mata yang terpejam.


''Kau harus mempertanggung jawab atas perbuatanmu, kau lihat dadaku kini dipenuhi oleh muntahanmu,'' ujar Abiseka yang memang sengaja mengerjai istrinya yang terlihat begitu sangat menggemaskan di matanya.


''Salah mu sendiri, kenapa toiletnya tidak ditutup. Jika aku tahu ada dirimu di sini, aku tidak mungkin nyelonong masuk ke dalam.'' Tiara hendak pergi dari hadapan suaminya setelah puas memuntahkan semua isi perutnya.


''Hemmm, mau kemana? sepertinya baby kita ingin selalu dekat-dekat daddynya,'' goda Abiseka dengan membalikkan tubuh Tiara agar melihat ke arahnya.


''Pakai baju mu, aku keluar dulu. Baby kita tidak mungkin menyukai daddy-nya yang berpikiran mesum seperti mu,'' sela Tiara dengan detak jantung yang mulai berdegup kencang. Pasalnya ia begitu sangat jelas melihat tubuh polos suaminya yang hanya berlilitkan handuk sebagai penutup tubuh yang melilit di pinggangnya.


Akan tetapi, Abiseka tidak membiarkan istrinya untuk pergi begitu saja. Ia semakin mengikis jarak dari istrinya. Sehingga Tiara pun tanpa sadar telah menempelkan dirinya di tembok dan membuat suaminya lebih leluasa untuk menguasainya.


''Ja-jangan mendekat, biarkan aku pergi!'' ucap Tiara dengan menyembunyikan detak jantung yang semakin bergerak cepat. Rasa yang asing perlahan semakin mengerubungi jiwanya. Seringnya bersama dalam satu atap dengan suaminya membuat Tiara mulai merasakan degupan kecil yang membuatnya merasa nyaman berada di sisi pemuda yang dulu sangat dibencinya.


Wajah Tiara semakin merona ketika jarak antara dirinya dan suaminya, terasa begitu sangat dekat. Hembusan nafas Abiseka seakan membuat sekujur tubuhnya meremang bagaikan tersengat oleh aliran listrik. Apalagi saat suaminya menatapnya dengan tatapan yang begitu penuh arti, Tiara dapat merasakan jika suaminya begitu sangat tulus menyayanginya. Akan tetapi, Tiara berusaha untuk terus menyangkalnya, ia tidak ingin membuka hatinya untuk sosok lelaki yang kini memang telah halal untuknya.


Dapat Tiara rasakan bagaimana suaminya begitu sangat menginginkannya, ia pun merasakan degupan kecil perlahan merasuki jiwanya. Tinggal satu inci lagi Abiseka ingin memberikan sentuhan lembut di bibir manis istrinya, membuat Tiara seolah pasrah dan memejamkan matanya ketika debaran itu semakin terasa seolah-olah Tiara pun menginginkannya.

__ADS_1


Abiseka menatap wajah cantik istrinya yang kini begitu sangat menghipnotisnya. Niat untuk mengerjai istrinya pun kini terbesit di benaknya. Ia pun berusaha untuk tidak menyentuh bibir istrinya yang semula sudah puas ia kecapi ketika istrinya sedang tertidur lelap.


''Sayang, sayur beningnya sudah masak. Tadi kau ketiduran, jadi aku urung untuk membangunkan mu,'' ucap Abiseka lembut di telinga istrinya. Sehingga Tiara pun perlahan membuka matanya.


''Ya Allah, ku kira ia ingin melakukan hal itu. Apa yang aku pikirkan? bagaimana jika ia mengetahui apa yang sedang kupikirkan ini? tentu saja ia akan kepedean dan aku pun harus menanggung malu, jika ia sampai mendengarkan degup jantung ku yang tak beraturan ini?'' Tiara pun mendorong pelan dada bidang suaminya yang masih terlihat polos dihadapannya.


''Aku tidak lapar lagi, sayur beningnya untuk mu saja!'' sela Tiara yang memang moodnya sudah berubah.


''Mana bisa begitu? sia-sia dong masakan ku tidak ada yang makan, bukankah tadi kau yang memintanya pada ku?'' protes Abiseka yang merasa pusing dengan mood ibu hamil yang kerapkali berubah-ubah.


''Pakai dulu baju mu, jangan mengotori mata suciku untuk melihat hal-hal yang tak pantas untuk ku lihat,'' ucap Tiara dengan berpura-pura ketus. Padahal ia berusaha untuk menahan debaran jantungnya yang tidak beraturan jika terus-menerus melihat suaminya dalam keadaan bertelanjang dada.


''Jika terus begini, aku khawatir diriku akan terhipnotis olehnya,'' batin Tiara yang tidak sengaja menatap wajah tampan suaminya yang baru disadarinya jika suaminya memiliki ketampanan yang sangat luar biasa sebelas dua belas dengan dokter Brama pemuda yang masih di cintainya hingga detik ini.


''Cuppp,'' satu kecupan hangat pun mendarat di bibir mungil Tiara membuat tubuh Tiara meremang seketika.


''Dasar mesummm!'' ucap Tiara dengan mendorong tubuh suaminya, ia pun segera beranjak dengan cepat menuju ruangan toko herbalnya sambil mengatur nafasnya yang terlihat ngos-ngosan oleh tingkah absurd suaminya.

__ADS_1


''Untung saja aku cepat keluar, jika tidak entah apa yang ingin ia lakukan pada ku?'' Tiara memegang dadanya yang masih terasa berdegup kencang.


Sementara Abiseka menyeringai senang, senyuman termanis terus terukir menghiasi wajah tampannya. Ia merasa senang, sebab istrinya kini secara perlahan telah membuka hati untuknya.


''Tiara, aku yakin cepat atau lambat dirimu akan jatuh hati pada ku. Dan kau akan menjadi milikku seutuhnya,'' gumam Abiseka sambil menyisir rambutnya yang basah setelah dua kali keramas khusus hari ini setelah berperang melawan keinginan syahwatnya yang tak terbendung akibat terhipnotis dengan pesona istrinya sendiri.


Setelah memenangkan dirinya sendiri akibat ulah suaminya yang tiada henti terus menggodanya Tiara pun duduk bersandar di kursi goyangnya sambil menunggu customer yang hendak berbelanja di tokonya. Hanya dalam seperkian detik toko herbal milik Tiara pun ramai pengunjung.


Customer Tiara begitu antusias menanyakan keadaan Tiara setelah beberapa hari tokonya tutup. Tiara pun menjelaskan jika dirinya sedang sakit, akan tetapi ia tidak menjelaskan jika ia pingsan di kamar mandi sebab merasa syok ketika ia mengetahui jika dirinya positif hamil akibat one night stand-nya yang tidak sengaja ia lakukan bersama Gala Abiseksa Gyantara yang kini telah menjadi suaminya, setelah dirinya gagal menikah dengan calon suaminya dokter Brama Adyaksa Kyswara.


''Ternyata mbak Tiara juga bisa sakit ya? meskipun pemilik dari toko obat herbal,'' sela seorang customer yang sedang membeli obat herbal yang ia butuhkan.


''Namanya juga manusia biasa Bu, pasti bisa merasakan sakit juga. Dokter pun juga pasti pernah mengalami rasa sakit dalam hidupnya.'' Tiara pun menimpali dengan bahasa lugasnya, membuat customer tersebut semakin bertambah tingkat ke kepoannya.


''Oh ya, apa kabar dengan calon suami mbak Tiara yang dokter tampan itu, katanya satu bulan lagi kalian akan menikah dan mengundang kami para customer toko Chandani Herbal?'' tanya ibu-ibu itu dengan rasa penasarannya.


Tiara pun kebingungan harus berkata apa. Sebab, kenyataannya dirinya kini telah menikah dengan laki-laki lain yang sama sekali tidak ia sukai sebelumnya.

__ADS_1


''Sayang, aku berangkat ke kantor dulu ya? Ada urusan penting yang harus segera Mas selesaikan,'' ucap Abiseka tanpa filter pada Tiara istrinya, sehingga membuat mulut customer tersebut ternganga melihat kehadiran Gala Abiseka yang tiba-tiba keluar dari balik tirai toko Tiara.


''Whattt? sayang? dia siapa mbak?'' tanya customer tersebut dengan tingkat kepo yang semakin tinggi terhadap status Tiara dan Abiseka yang sebelumnya ia ketahui calon suami Tiara adalah dokter Brama bukan Abiseka pemuda yang kini ada di hadapannya.


__ADS_2