Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 85. Sebening Dukamu


__ADS_3

''Sayang, kau sudah sadarrr?'' Abiseka terlihat memekik gembira saking senangnya ketika mendapati istrinya sudah siuman dan memanggil namanya untuk pertama kalinya ketika Tiara membuka matanya.


Tiara mengangguk lemah, butiran bening perlahan menerobos keluar dari ekor matanya. Tiara merasakan kerinduan yang teramat dalam pada suaminya, ia merasa bersalah sebab telah kabur dari rumah dalam keadaan marah tanpa mempedulikan lagi nasehat suaminya yang hendak menghalanginya agar jangan pergi sebelum kejadian na'as menimpanya.


''Mas, ma-afkan aku!'' ucap Tiara dengan terbata-bata, sambil terus meneteskan air matanya yang dari sejak tadi tak kunjung reda. Tiara terus terisak ketika mengingat kembali akan segala hal buruk yang menimpanya.


''Jangan bersedih dan jangan berucap apa-apa lagi sayang! kau tidak pernah salah apa-apa, bagiku kau adalah wanitaku yang sempurna dalam hidupku. Kau adalah bidadari penyejuk pandangan mataku, semua yang ada dalam dirimu bagiku begitu sangat sempurna tidak ada yang kurang. Kau selalu mampu menenangkan jiwaku dengan senyuman manismu dan binar wajahmu serta belai manjamu yang selalu membuat aku merindukanmu di setiap waktuku dan nafas hidupku!'' ujar Abiseka sambil mengusap air mata di pipi Tiara.


''Sekarang berbahagialah istri ku, tidak ada lagi yang dapat menganggu hubungan kita. Mulai detik ini aku akan menjagamu dalam hidup dan matiku. Takkan kubiarkan lagi kedukaan menyelimuti mu. Kan ku ukir senyuman kebahagiaan di hari-harimu, apapun yang dapat membuatmu tersenyum dan bahagia mas akan memperjuangkannya, karena bagiku dirimu adalah kehormatanku Tiara Chandani Putri!'' ucap Abiseka sambil mengecup lembut kening istrinya dan tak lupa pula jemari tangan itu ia genggam untuk menguatkan istrinya agar tidak lagi sedih dan rapuh apalagi tetapkan memikirkan segala musibah yang telah menimpanya.


''Di-dia, dia telah menjebak kita mas. Dia jahat, dia ingin menyakitiku dan bayi kita!'' Tiara terisak, ketika mengingat kembali kekejian Viola Arzeta sahabatnya yang telah menusuknya dari belakang menghancurkan segala masa depan hidupnya dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan.


''Dia telah mendekam di balik jeruji, jadi tidak usah khawatir lagi. Dia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatan kejinya. Kau lihat setetes embun di pagi hari itu begitu sangat menyejukkan pandangan mata dan memberikan ketenangan hati dan kebeningan jiwa. Dan aku ingin seperti tetesan embun yang menetes di pagi hari dan memberikan embun kesejukan untuk menghapuskan sebening dukamu yang selama ini telah menyelimuti kehidupanmu hingga kau merasakan betapa pedihnya perjalanan hidupmu yang begitu terasa rumit. Namun, hari ini ku pastikan tidak akan ada lagi duka menyelimutimu. Aku akan selalu menjagamu, wahai istriku tumpuan harapanku!'' tutur Abiseka dengan terus memberikan sugesti pada istrinya agar memiliki semangat hidup dan keluar dari rasa takutnya.


''Terima kasih atas ketulusan dan perhatianmu padaku mas. Aku bahagia memilikimu, aku sangat bersyukur Allah telah menjodohkan aku denganmu dan ternyata di balik semua dukaku begitu banyak tersimpan hikmah. Kaulah bidadara surgaku yang mampu menenangkan hati dan jiwaku dikala aku terpuruk dan terjatuh. Dan saat ini kau telah berada disampingku untuk menenangkan dan menguatkanku.''


''Aku bahagia sebab dirimu menjadi orang yang pertama kulihat ketika aku membuka kedua bola mataku. Tadinya, aku mengira aku tidak bisa lagi bertemu mas Abi dan tidak bisa mempertahankan bayi kita lantaran lemahnya dayaku tiadanya kekuatanku dalam menghadapi tantangan hidup dan ujian yang kini mendera ku. Terima kasih karena dirimu telah menghapus kepedihan dan kedukaanku dengan setetes embun kesejukan!'' untaian mutiara hikmah itu pun terucapkan dari lisan Tiara ketika menatap lekat nanar wajah suaminya yang sangat dirindukannya.


''Terima kasih cinta, kau telah menjadi penyemangat hidupku. Pengingat diriku disaat aku dalam keadaan lalai dan rapuh mengingatkan kebesaran Rabb-ku. Karena dirimu aku disini, dan karena dirimu pula aku bisa berproses untuk menuju ke ridhoan Rabb-ku. Tetaplah menjadi wanitaku hingga habis waktu dan usiaku, kuharap kau menjadi bidadari dunia dan akhiratku! jangan pernah pergi dariku lagi apapun yang terjadi, tetaplah seperti ini bersamaku mengarungi bahtera hidup untuk menjemput kebahagiaan yang hakiki, bahagia di dunia hingga akhirat!'' tutur Abiseka sambil mengecup lembut jemari tangan istrinya.


Tiara begitu sangat terharu mendengar penuturan suaminya, hingga tanpa sadar dirinya mempunyai kekuatan untuk bangkit dari pembaringannya.

__ADS_1


''Masss!'' Tiara merangkul tubuh suaminya dalam keadaan dirinya kini terduduk, ia pun menumpahkan hasrat kerinduannya pada suaminya dengan air mata yang semakin mengalir deras dipipinya.


''Tiara, aku sangat mencintaimu! sangat mencintai mu!'' Abiseka merengkuh erat tubuh istrinya. Keduanya saling berpelukan menyalurkan segala kerinduan yang terpendam di hatinya setelah beberapa saat terpisah oleh keadaan yang tidak bisa mereka menghindarinya.


''Tia juga mencintai mas Abi!'' ucap Tiara dengan terisak. Ia benar-benar tidak dapat membayangkan bagaimana jika tidak bisa lagi bertemu dengan kekasih hatinya akibat kejadian buruk yang telah menimpanya.


Semua orang yang menyaksikan kisah haru antara Tiara dan Abiseka pun turut meneteskan air matanya mengenang kisah cinta dua anak manusia yang ada di hadapan mereka yang penuh liku onak dan duri.


Bunda Pieska, Ayah Tyo, papa Reyhan, mama Arla. Kedua orang tua masing-masing ikut terenyuh menyaksikan momen haru antara anak menantu mereka yang begitu penuh dengan derai air mata mewarnai kisah cinta mereka.


Daniel dan Stefanie pun ikut baper, apalagi Stefanie yang memang sangat manja ia pun tak kuasa menahan tangisnya, sambil mengusap air matanya yang kini ikut mengalir deras menyaksikan kesungguhan cinta, antara Abiseka dan Tiara.


Benar, Abiseka adalah bagian dari masa lalu Stefanie. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu kini ia sudah mulai menerima kenyataan yang ada. Stefanie terlihat sangat ikhlas melepaskan mantan kekasihnya yang kini telah berdua dengan pasangan yang halal. Stefanie pun sudah memiliki Daniel di sampingnya, tidak ada alasan untuknya bermain-main lagi kecuali membangun cinta mereka menuju ikatan yang halal seperti layaknya Tiara dan Abiseka.


''Ada apa sayang?'' tanya Daniel dengan mengernyitkan dahinya melihat tingkah absurd kekasihnya.


''Aku ingin secepatnya kita menikah, aku ingin seperti Tiara dan Abiseka. Mereka terlihat so sweet sekali. Jika sudah halal kan bebas saling menyentuh, kalau seperti sekarang ini kan orang-orang akan memandang rendah pada kita terutama aku di mana harga diriku sebagai seorang wanita!'' Stefanie terlihat mencebikkan bibirnya, membuat Daniel gemas melihat kekasihnya yang selalu bersikap manja padanya.


''Iya, iya ... Sepulang dari sini aku akan melamarmu. Tentunya, atas izin papa dan mamaku. Akan tetapi, mereka masih berada di luar kota mengurusi urusan bisnisnya! nanti jika mereka sudah kembali akan aku sampaikan niat baikku untuk segera menghalalkanmu sekaligus memperkenalkan dirimu pada mereka.''


Daniel berusaha menenangkan Stefanie yang terlihat tidak sabaran ingin menghalalkan hubungan mereka setelah dinasehati oleh dokter Yashinta. Begitu pun dengan Daniel ia pun di ceramahi habis-habisan oleh sepupunya Brama Adyaksa Kyswara yang belakangan ini selalu lengket dengan kekasihnya, padahal sebelumnya Daniel sangat menjaga dirinya agar tidak menyentuh seorang wanita. Namun, semenjak Stefanie berhasil menggoda imannya, dari saat itulah Daniel seperti kecanduan untuk terus berdekatan dengan wanita berdarah Inggris-Indonesia yang kini ada di hadapannya.

__ADS_1


''Sama, aku juga ingin memberitahukan Daddy dan Mommy ku jika aku sudah menemukan kekasih yang baru dan gagal menikah dengan Gala Abiseka Gyantara pemuda yang telah mereka jodohkan denganku semenjak 2 tahun yang lalu atas persetujuan om Reyhan dan Tante Arla. Dan sekarang aku sudah bisa move on dari mas Abi dan memilihmu menjadi pendamping hidupku lengkapi segala kekuranganku!'' ucap Stefanie meyakinkan.


''it is okay, but aku minta satu hal padamu jangan sebut nama Abiseka dengan kata mas, kalian kan sudah putus. Sekarang hanya ada aku dan kamu, dan kata MAS itu hanya layak kau sematkan padaku yang akan menjadi calon suamimu!'' pungkas Daniel yang mulai dipenuhi rasa cemburu.


''OMG, Mas. Begitu saja kok cemburu, mulai posesif ya?'' goda Stefanie sambil menggelitik pinggang Daniel sehingga membuat pemuda itu pun terkekeh.


''Kau selalu bisa meluluhkan hatiku sehingga membuatku tak bisa berpaling darimu,'' tutur Daniel dengan dipenuhi rasa cinta yang bertumbuh di hatinya untuk Stefanie.


''Gomballll!'' ucap Stefanie sambil berjalan keluar dan menikmati pemandangan yang ada. Sebab beberapa saat lagi mereka akan kembali pulang ke kota sembari menunggu Alex, papa Reyhan dan ayah Tyo yang masih berada di rumah pak RT untuk segera pamit dari desa xx tempat di mana kini mereka berpijak.


***


''Sayanggg, Mas gendong ya? kita nanti satu mobil dengan Dokter Brama dan dokter Yashinta. Juga bersama Daniel dan Stefanie. Sebab mobil yang dikendarai Alex asisten pribadi ku sudah ada kedua orang tua kita yang membersamainya agar dirimu lebih leluasa bernafas, kita berada di belakang kemudi yakni bagian tengahnya. Si Daniel bersama kekasihnya di pojok belakang, mereka berdua memang sedang bucin parah. Kemungkinan sebentar lagi akan menyusul kita!'' bisik Abiseka di telinga istrinya.


''Berarti kita satu mobil dengan mantan dong, apa mas tidak cemburu kita di sana ada mas Brama dan juga Stefanie? apa mas tidak makan hati melihat Stefanie dan Daniel berduaan?'' selidik Tiara sambil menatap nanar wajah suaminya.


''Kenapa harus cemburu, kenapa harus makan hati? mas kan sudah punya mu? Brama juga sedang pendekatan dengan dokter Yashinta, jadi tidak ada hal yang menghalangiku untuk cemburu lagi. Kau sudah menjadi milikku seutuhnya dan di sini pun sudah ada calon bayi kita. Aku akan menjadi seorang ayah,'' ucap Abiseka sambil mengecup lembut kening istrinya dan juga mengusap perut Tiara seolah sedang memberikan perhatian yang tulus pada bayi yang ada dalam kandungan Tiara.


Tiara merasa tersanjung dan terharu akan perhatian suaminya terhadapnya, ''Terima kasih mas Abi, aku mencintaimu!'' bisik Tiara sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Abiseka yang kini mengangkat tubuhnya ala bridal. Seolah keduanya baru saja menikmati malam pengantin barunya.


''Aku bahagia melihat mu tersenyum, tetaplah seperti ini sayang! kebahagiaan yang kau dapatkan hari ini adalah buah dari kesabaranmu melewati segala ujian yang ada. Sesuci yang sebeningnya embun pagi seolah menggambarkan sebening dukamu yang kini telah berganti embun kesejukan. Mata indahmu kini memancar binar bahagia, yang belum pernah kau temui sekarang sebelumnya. Aku di sini akan selalu ada untukmu, istri ku! maafkan aku jika sebelumnya mematahkan sayapmu hingga membuatmu terluka perih. Mulai detik ini aku berjanji akan selalu ada untukmu, tak akan kubiarkan kau tergores sedikitpun. Ku pastikan dirimu akan menjadi wanita yang paling bahagia karena telah memilih diriku untukmu!''

__ADS_1


Abiseka terus memuja istrinya yang kini ada dalam dekapannya. Keromantisan yang tercipta antara Abiseka dan Tiara seolah masih menghujam di hati dokter Brama.


''Tiara, haruskah ku melupakanmu dengan mengubur segala rasaku terhadapmu? nyatanya kau kini telah bahagia bersama rivalku Gala Abiseka Gyantara!'' lirih Brama sambil menahan kepedihan di hatinya ketika melihat Tiara dan suaminya hendak menuju ke mobil yang kini akan ia kemudi.


__ADS_2