
Tiara segera menyingkap tirai yang membatasi antara ruang pribadinya dan etalase tokonya. Ia begitu antusias untuk menyambut kedatangan suaminya. Wajahnya memancarkan senyum kebahagiaan, sudah terbayangkan bagaimana dirinya menikmati rujak buah yang dipesan olehnya pada suaminya.
''Assalamu'alaikum, selamat sore sayang. Mas bawakan rujak buah spesial untukmu,'' ucap Abiseka sambil mengecup kening istrinya dengan penuh kasih.
Abiseka merasa sangat bahagia ketika mendapati istrinya menyambutnya dengan penuh rasa cinta. Terlihat jelas, jika Tiara sudah mulai membuka hati untuknya.
''Wa'alaikumsalam warahmatullah,'' jawab Tiara sambil mengecup lembut punggung tangan suaminya.
Abiseka semakin merasakan seolah-olah kupu-kupu berterbangan di hatinya, ia merasa sangat bahagia dengan sambutan istrinya yang lain dari biasanya.
Sepasang suami-istri yang baru merajut asa itu pun melanjutkan obrolan mereka di dalam ruangan pribadinya.
Tiara terlihat begitu tidak sabaran ingin mencicipi rujak buah yang telah dibawakan oleh suaminya. Ngidam bumil tersebut membuat Tiara tidak bisa mengontrol dirinya untuk segera mengecapi apa yang menjadi keinginannya saat ini.
''Terima kasih suamiku!'' ucap Tiara sambil mengunyah rujak buah yang menurutnya memiliki rasa nikmat yang sangat luar biasa bagi ibu hamil sepertinya.
''Sama-sama sayang.'' Abiseka mengecup lembut kening istrinya dengan penuh rasa kasih dan cinta.
Abiseka benar-benar tidak menyangka jika kata-kata manis tersebut keluar dari lisan istrinya yang selama ini begitu cuek dan ketus padanya. Ia seolah-olah melihat sisi lembut istrinya yang sebelumnya tidak pernah didapatkannya.
''Alhamdulillah, usaha tidak akan menghianati hasil.'' Abiseka berbisik kecil di dalam hatinya, ia benar-benar bersyukur terhadap karunia yang telah diberikan Allah untuknya.
__ADS_1
''Ternyata, jika kita terus bersabar dan berjuang untuk mempertahankan apa yang memang menjadi impian dan keinginan kita meskipun sebelumnya sulit untuk digapai dengan keyakinan yang kuat terhadap kemahakuasaan Allah dan berharap dikabulkannya segala doa-doa hari ini aku menyaksikan sendiri istriku begitu sangat baik padaku. Telah kulihat pancaran cahaya cinta di matanya, benar kata pepatah semuanya akan indah pada waktunya. Terima kasih ya Rabb atas nikmat dan karunia-Mu yang tak terhingga ini. Aku percaya akan kemahakuasaan-Mu, atas segala izin-Mu jua aku bisa merasakan kehangatan dan kelembutan istriku, aku berjanji akan mencintainya sepanjang umur nafas hidupku. Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuknya,'' batin Abiseka sambil terus menatap istrinya yang begitu menikmati rujak buah dengan sangat lahapnya.
''Mas Abi mau?'' tawar Tiara sambil mengambil sepotong rujak buah dengan menggunakan garpu untuk ia suapi pada suaminya.
Abiseka pun memanfaatkan kesempatan yang ada demi untuk menciptakan suasana yang harmonis dan romantis bersama istrinya yang kini perlahan telah membukakan hati untuknya.
Abiseka mengedipkan matanya, ketika mengunyah buah kedondong yang sekarang sedang berada di dalam mulutnya. Seumur hidupnya, baru sekali ini Abiseka mengkonsumsi buah kedondong yang rasanya sangat masam menurutnya.
Namun, sangat enak dan lezat serta menggugah selera bagi ibu hamil yang sedang mengidam seperti Tiara istrinya.
''Kenapa, Mas? ini enak kok, tidak masam. Aku suka,'' ujar Tiara terdengar manja. Dirinya benar-benar seperti anak kecil yang selalu ingin di manja dan di perhatikan.
''Iya, ini enak.'' Abiseka berusaha untuk menelan buah kedondong yang sudah terlanjur dikunyahnya demi menyenangkan istrinya. Meskipun sebenarnya ia tidak suka ngemil buah kedondong. Namun, demi Tiara buah masam pun terasa sangat manis.😁😁
Abiseka benar-benar merasa tersanjung dengan sikap manis istrinya yang benar-benar di luar pemikirannya.
''Tiara ... Aku mencintaimu dan bayi kita, terimakasih atas kesempatan yang telah kau berikan untuk ku.''
Abiseka mengecup lembut perut Tiara, ia benar-benar merasakan dunia dan seisinya merestui hubungan mereka saat ini.
''Terima kasih suamiku, atas segala kesabaran mu menghadapi sikap ku yang tidak baik padamu. Terima kasih karena dirimu tetap bertahan dengan ku walaupun kerap kali aku menolak mu dan mengucapkan seribu kali kata perceraian. Tetaplah di sini, menemani ku agar aku terus bertumbuh menjadi sosok istri yang shalihah untuk mu. Aku akan terus belajar mencintai mu dalam hidup ku, maafkan aku karena kerap kali menyelipkan masa lalu ku dalam bahtera rumah tangga kita.''
__ADS_1
Tiara terlihat sendu dan merasa bersalah atas sikap buruknya selama ini yang sama sekali tidak pernah menghargai kebaikan dan ketulusan suaminya terhadapnya.
''Tidak apa-apa sayang, aku sangat memahami keadaan mu. Maafkan aku karena telah menyakiti mu di malam itu. Aku benar-benar tidak sengaja melakukan itu semua, ku harap kau percaya padaku. Aku sama sekali tidak tahu mengapa semua itu terjadi pada kita. Sejauh ini aku telah mendapatkan titik terang jika kita memang telah di jebak seseorang. Orang suruhan ku sedang mencari bukti yang kuat untuk membuktikan kebenaran pelaku tindak kejahatan tersebut, jika sudah mendapatkan bukti-bukti yang kuat aku akan menjebloskan pelakunya ke dalam penjara atas perbuatan bejatnya yang tidak berperikemanusiaan.''
Abiseka terlihat geram jika mengingat seseorang yang telah menjebak ia dan Tiara di malam acara party-nya.
''Maafkan aku, Mas jika selama ini selalu menyalahkan mu atas kejadian yang telah menimpa kita. Terima kasih atas kesabaranmu untuk terus meyakinkan ku jika dirimu adalah yang terbaik untuk ku,'' ujar Tiara sambil menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.
Kemudian, Tiara beralih menatap lekat manik mata suaminya yang terlihat berkaca-kaca karena rasa bersalah sebab telah menodai dirinya dalam keadaan mereka berdua sama-sama dalam pengaruh obat rangsangan yang telah dibubuhi oleh sahabatnya Viola ketika malam itu tanpa disadari keduanya.
''Tiara, maafkan aku sebab telah menjadi jurang pemisah antara dirimu dan Brama. Maafkan aku sebab telah membuat kalian gagal menuju pelaminan, maafkan aku karena belum bisa menjadi sosok suami yang sholih seperti dirimu harapkan. Tapi, aku berjanji aku akan belajar menjadi imam yang baik untuk mu. Terima kasih karena kehadiran mu di dalam hidup ku dapat membuat ku kembali bersimpuh di atas sajadah menundukkan kening ku mengagungkan kebesaran Rabb-ku. Sudah sangat lama sekali aku meninggalkan kewajiban ku sebagai seorang muslim, namun semenjak mengenalmu aku bisa melangkahkan kakiku untuk melakukan kewajiban ibadah shalat yang begitu lama aku lalaikan.''
Abiseka meluahkan segala isi hatinya tanpa ada yang di tutupi, ia benar-benar ingin membangun bahtera rumah tangganya berlandaskan kejujuran hati agar dimasa depan ikatannya bersama Tiara bisa berjalan mulus tanpa ada sedikitpun kebohongan di dalamnya.
Tiara meneteskan air matanya, mendengarkan penuturan dan kejujuran hati suaminya terhadapnya. Ia tidak menyangka jika seorang Gala Abiseka Gyantara bisa berubah dratis karena dirinya.
''Terima kasih suami ku untuk segala ketulusan mu, maafkan aku karena baru menyadari itu semua. Lupakan tentang masa lalu ku, inilah jalan yang telah diberikan oleh Allah Subhana wa ta'ala untuk kita. Do'akan yang terbaik untuk mas Brama agar ikhlas menerima semua takdir ini, semoga ia segera menemukan jodohnya dan mengikhlaskan aku dan mas Abi untuk menjalankan biduk rumah tangga ini tanpa ada lagi kerikil tajam yang menghalangi,'' ucap Tiara dengan mencoba untuk ikhlas dan melupakan kenangan manisnya bersama dokter Brama yang kini perlahan ia kubur dalam hatinya demi untuk merajut bahtera rumah tangganya bersama Gala Abiseka Gyantara yang kini telah menjadi suami sahnya.
''Mengenai siapa yang telah menjebak kita semoga Allah menunjukkan kebenarannya di hadapan kita untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, agar tidak ada lagi korban-korban yang lain setelah ku.'' Tiara mencoba untuk ikhlas dan tegar ketika mengingat kembali peristiwa buruk yang pernah menimpanya bersama Abiseka.
Abiseka meraih tubuh Tiara dan mendekapnya dalam pelukannya, begitu pun dengan Tiara ia pun balas memeluk erat tubuh suaminya. Tiara membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya. Abiseka pun mengusap lembut pucuk kepala istrinya, berulang kali ia mengecup kening Tiara menandai jika dirinya benar-benar tulus mencintai Tiara dengan segenap hati dan jiwanya.
__ADS_1
''Mas Abi, Aku mencintaimu!'' ucap Tiara dengan penuh keikhlasan dan rasa haru yang kini membuncah di kedalaman hati dan jiwanya.
Kedua anak manusia itu benar-benar tenggelam dalam lautan asmara yang kini perlahan telah menyelimuti hati keduanya. Tiada lagi rasa benci dan kecewa yang ada hanya sebentuk hati yang bernama ''CINTA.''