Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 35. Mencoba Menerima Kenyataan


__ADS_3

"Tiara, katakan padaku jika kau tidak akan pernah meninggalkanku! kita akan tetap bersama dan melanjutkan hubungan kita ke jenjang pernikahan yang tinggal satu bulan lagi!" ucap Brama dengan memeluk erat tubuh Tiara.


Tiara tak mampu untuk menjawab pertanyaan Brama, dirinya menatap lekat wajah yang terkasih.


Seketika keduanya terhanyut dalam gelombang asmara disaksikan pula oleh keluarganya dan juga Gala Abiseka yang nampak terkulai lemas di lantai dengan pasokan nafas yang hampir tersengal.


Baik Tiara mau pun Brama tidak menyadari jika semua mata tertuju padanya, seolah-olah mereka lah raja dan ratunya.


"Tiara, aku akan menikahimu sekarang juga. Aku akan bertanggung jawab atas segala yang terjadi. Kau tidak boleh melanjutkan hubungan mu dengan dokter Brama, aku ayah biologis dari anak yang ada dalam kandungan mu!" tegas Gala Abiseka.


Tiara terdiam, ia pun bingung harus bersikap. Dirinya, ingin tetap bertahan dengan Brama akan tetapi dirinya tidak boleh egois, mengingat anak yang di kandungnya adalah murni darah daging Gala Abiseka setelah peristiwa satu malam yang pernah mereka lewati bersama tanpa sengaja.


Abiseka berusaha untuk bangkit dari lantai, akan tetapi pasokan tenaganya terlihat lemah, iapun kembali luruh ke lantai sampai akhirnya tim medis dan petugas keamanan pun datang ke ruangan untuk mengamankan kembali Gala dan Brama yang kembali terlibat baku hantam.


Tim keamanan datang atas titah papa Rakha, orang tuanya Brama yang tidak ingin membiarkan putra semata wayangnya terus bertindak kekerasan terhadap Gala sepupunya.


Tidak lama kemudian, tampaklah seorang laki-laki paruh baya dan perempuan yang masih terlihat awet muda diusianya yang sudah menginjak 45 tahun, akan tetapi masih terlihat segar bugar seperti umur tiga puluhan bahkan terlihat seperti usia dibawah tiga puluh. Sebab, begitu sangat modis dan terawat dengan style yang dikenakannya.


"Ya Allah, Nak Gala ... Nak Brama, kenapa kalian terlihat bonyok seperti ini?" tanya Tante Starla sambil menyentuh pipi putranya Gala Abiseka yang terlihat tak beraturan. Ia pun beralih melirik keponakannya Brama Adyaksa Kyswara yang tak kalah bonyoknya dengan Gala Abiseka.


''Apa yang terjadi dengan kalian?'' tanya Tante Starla dengan penuh tanda tanya, ketika melihat dua anak muda tersebut kini terlihat lemas dan tak berdaya.


Baik Gala maupun Brama sama-sama terdiam, keduanya pun di gotong oleh pihak keamanan untuk segera di tangani oleh tim medis di ruangannya masing-masing. Membuat Tante Starla mengerutkan keningnya, tak mengerti apa yang telah terjadi sebenarnya, sehingga sorot matanya menyapu ke setiap sudut ruangan di lihatnya Tiara nampak terbaring lemah di brankar, ia pun melihat kehadiran kakaknya Naraya Tarakanita dan iparnya Rakha juga berada dalam ruangan ini bersama sepasang suami istri yang tidak asing dalam penglihatannya. Apalagi, suaminya Reyhan Gyantara begitu terlihat akrab dengan seseorang yang begitu sangat dikenalnya.

__ADS_1


''Pieska, kalian juga disini? sebenarnya apa yang terjadi? ini siapa?'' tanya Tante Starla, ketika melihat temannya Pieska pada zaman perkuliahan dahulu kini berada dalam satu ruangan dengan mereka bersama dengan seorang gadis muda yang kini terbaring lemas di brankar dengan selang infus menghiasi pergelangan tangannya.


''Maa syaa Allah, kau Starla bukan? idola kampus kita dua puluh tahunan yang lalu?'' tanya Pieska sambil merangkul tubuh Starla sahabatnya, yang sudah sangat lama tidak ditemuinya, lantaran masing-masing terlalu sibuk dengan urusannya.


''Apa kabar mu, Pieska? gadis cantik ini siapa?'' tanya Starla ketika melihat Tiara yang terbaring lemah.


''Ia anak kami, bersama mas Prasetyo. Putri kami sedang sakit.'' Bunda Pieska terlihat sendu.


''Jadi, kalian dan Prasetyo jadi menikah? nggak nyangka persahabatan bisa berubah jadi cinta,'' goda Starla dengan mengingat kembali masa-masa kuliah mereka dahulu, sehingga mereka sampai hilang kontak bertahun-tahun dan akhirnya bertemu di sini. Keduanya pun seketika tertawa renyah ketika mengingat kembali zaman perkuliahan mereka dahulu.


Hingga akhirnya, mereka pun tanpa sadar telah membahas hal-hal yang pribadi. ''Oh ya, anak mu siapa namanya? ia sakit apa?'' tanya Starla sambil mendekati brankar Tiara.


''Tiara Tante,'' ucap Tiara memperkenalkan diri.


Starla sama sekali tidak mengetahui jika Tiara mengandung cucunya. Sampai akhirnya, mama Naraya yang sejak tadi terdiam pun mencoba untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Starla kakaknya, apa penyebab Tiara sakit dan kenapa Brama dan Gala sampai bonyok.


''Astaghfirullah, jadi anak ku Gala telah menghamili calon istri kakak sepupunya Brama?" Mama Starla histeris, ia pun memijit kepalanya yang terasa sakit akibat memikirkan prahara yang terjadi di antara anaknya Gala dan Brama yang memperebutkan dan mencintai seorang wanita yang sama.


Tiara hanya terdiam, ketika semua orang dari pihak keluarga mereka sudah mengetahui keadaan yang terjadi di antara mereka.


''Pieska, aku minta maaf atas kejadian yang tidak seharusnya terjadi dengan anak kita. Aku pun minta maaf pada mu kak Naraya, atas apa yang telah dilakukan oleh Gala Abiseka terhadap Tiara yang akan menjadi calon menantu mu dan akan segera menikah namun harus gagal melangkah ke pelaminan yang tinggal satu bulan lagi. Sehingga, fitting baju pengantin pun gagal dan undangan pun belum disebar.'' Starla tertunduk sedih, dirinya pun merasa sangat bersalah atas segala yang terjadi, ia hanya bisa menahan rasa sesak di dadanya. Mengingat ujian yang begitu beratnya menimpa keluarga mereka.


Reyhan Gyantara yang dari sejak tadi terus menyimak percakapan Starla bersama keluarga Tiara dan keluarga Brama sepupu mereka pun membuka suaranya.

__ADS_1


''Saya mohon maaf sebesar-besarnya, atas nama keluarga Reyhan Gyantara, atas musibah yang telah menimpa keluarga kita. Dengan sangat terpaksa, pernikahan keponakan kami Brama dan Tiara putri dari Prasetyo harus di batalkan mengingat Nak Tiara sedang mengandung cucu dari Reyhan Gyantara. Dengan ini saya merestui pernikahan anak saya Gala Abiseka Gyantara dengan Tiara dan secepatnya pernikahan ini akan segera di gelar hari ini juga, agar anak ku halal untuk menjaga dan merawat istrinya. Dengan begini anak kami akan lebih mempertanggungjawabkan perbuatannya secepat mungkin! mengenai walimah atau resepsi pernikahannya akan di gelar setelah Tiara pulih dalam waktu dekat ini!'' tegas Reyhan Gyantara tanpa bisa diganggu gugat.


Semua yang hadir di ruangan tersebut pun hanya bisa mengiyakan mengingat kandungan Tiara sudah memasuki usia 4 Minggu semenjak kejadian panas itu, siapa sangka bisa menghadirkan benih didalam rahim Tiara dengan proses yang begitu sangat cepat.


''Tidakkkkk! aku tidak akan membiarkan Tiara menikah dengan Gala Abiseka, ia calon istri ku. Kami akan menikah satu bulan lagi. Persiapan pernikahan kami sudah delapan puluh persen rampung, besok pagi aku akan menyebar surat undangan pernikahan kami!" tegas Brama Adyaksa Kyswara terdengar lantang.


Setelah dirawat oleh tim medis Brama kembali ke ruangan rawat inap Tiara, meskipun masih dalam keadaan terluka parah ia nekad untuk memperjuangkan rencana pernikahannya dengan Tiara.


Semua mata pun tertuju pada Brama yang terlihat kekeuh memperjuangkan hubungannya dengan Tiara yang telah mereka rancang dengan sempurna sebelumnya, namun harus terhalang jurang pemisah akibat cinta satu malam antara Gala dan Tiara yang tak terelakkan oleh keadaan yang memaksa keduanya jatuh ke dalam kubangan dan perangkap hawa nafsu yang salah, yang tak seharusnya mereka lakukan.


''Nak Brama, kau harus bisa menerima semua kenyataan yang ada. Gala harus mempertanggungjawabkan perbuatannya bersama Tiara, om harap kau bisa ikhlas dan berlapang dada menerima segala takdir yang telah digariskan oleh Allah Subhana wata'alla terhadap mu, Gala dan juga Tiara. Om yakin kau adalah laki-laki yang sabar dan kuat, dan sebagai pemuda yang sholih om yakin nak Gala bisa memahami itu,'' ucap Reyhan Gyantara sambil menepuk-nepuk pundak Brama yang masih mematung di tempatnya.


''Iya Nak, benar kata om mu ikhlaskan Tiara menikah dengan Gala Abiseka. Mereka berdua memang harus segera menghalalkan hubungannya. Mama akan mencari istri pengganti untuk mu nantinya, agar pernikahan mu bulan depan bisa di laksanakan dan tidak di batalkan. InsyaAllah, dia juga adalah sosok wanita sholiha," ucap Naraya Tarakanita dengan menenangkan anaknya Brama.


Brama terkulai lemas, dirinya tidak terima jika harus mencari pengantin pengganti untuk menggantikan Tiara berdampingan dengannya, lebih baik dirinya tidak melanjutkan pernikahannya jika harus menikah dengan wanita lain yang sama sekali tidak di cintainya.


''Maafkan Brama, Ma. Brama tidak bisa menggantikan Tiara dengan wanita lain, Tiara adalah satu-satunya wanita yang Brama cintai. Jika pun takdir harus memisahkan kami saat ini, biarlah semuanya harus menjadi seperti ini.''


Brama memalingkan wajahnya dari Tiara. Ia tidak sanggup untuk menatap manik mata wanita yang sebelumnya ingin ia jadikan pendamping hidupnya, namun kini impian dan harapannya hancur sudah, dirinya tidak sanggup untuk melepaskan segala harapannya begitu saja.


Namun, segala kenyataan yang ada memaksa Brama untuk mencoba menerima kenyataan meskipun terasa berat, begitu pun dengan Tiara dirinya pun melakukan hal yang sama, dirinya pun di buat lemah oleh keadaan. Ia pun terpaksa menyetujui permintaan semua anggota keluarga kedua belah pihak untuk menikah dengan Gala Abiseka, mengingat bayi yang ada di dalam kandungannya adalah darah daging Gala bukan Brama yang sebelumnya adalah menyandang status calon suaminya.


Namun, kini baik Brama maupun Tiara seolah-olah di bungkam oleh keadaan, takdir cinta yang tak sesuai harapan dan kenyataan. Kini membuat keduanya pun tampak lemah dan tak berdaya.

__ADS_1


''Ya Allah ... kuatkanlah hamba melalui segala proses kehidupan ini, sungguh hamba tidak mampu menjalani rumah tangga dengan seseorang yang sama sekali tidak hamba cintai,'' bathin Tiara meringis pilu.


__ADS_2