Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 106. Di Pasung


__ADS_3

Viola mengoceh tak jelas, ia mengamuk sejadi-jadinya ketika mendengar kabar Brama, pria yang di puja-pujanya menikah dengan wanita lain. Tadinya ia mengira setelah menghancurkan dan menjebak Tiara sahabatnya, ia bisa dengan leluasa mendekati Brama.


Namun, malang tak bisa tolak, untung tak bisa di raih Viola justru mendekam di balik jeruji. Ia harus menerima hukuman atas kekejiannya terhadap Tiara yang telah terbongkar nyata.


Prankkkkk, Viola mengamuk dan melemparkan piring yang ada di dekatnya kesembarang arah, membuat semua tahanan yang sedang makan pun menoleh kearahnya.


''Berisik! dasar wanita gila,'' umpat salah satu tahanan wanita yang merasa terganggu mendengarkan ocehan dan amukan Tiara.


''Apaaa? kau berani mencecar ku? kau tahu laki-laki yang ada di stasiun televisi tadi adalah calon suami ku. Tapi, ia tega mengkhianati ku dan menikah dengan wanita lain!'' Viola memekik histeris sambil menutup gendang telinganya, ia mengamuk memegang kepalanya yang sakit akibat pikirannya yang terlalu rumit.


Tidak sampai disitu Viola pun nekad menyerang dan mencekik sesama tahanan yang mencecarnya.


''Hoek ... hoeekk,'' salah satu tahanan yang berada dalam kendali Viola hampir tersengal dan kehabisan nafas lantaran cengkraman dan cekalan Viola begitu kuat di lehernya.


Beberapa tahanan lain yang berusaha untuk melerainya temannya yang terkena amukan Viola yang membabi buta seperti orang yang kesetanan.


Tiga orang petugas kepolisian segera mengamankan Viola yang seperti orang sedang kerasukan. ''Lepaskan aku dari sini, aku ingin menemui calon suami ku dokter Bramaaa!" pekik Viola meronta-ronta ingin melepaskan diri.


Semua tahanan yang melihat Viola yang sudah seperti orang gila pun ikut menertawai kebodohan Viola.


''Ia benar-benar sudah gila!'' seru seorang tahanan wanita lainnya, iapun segera menyodorkan air mineral pada temannya yang hampir kehabisan nafas karena di cekik Viola.


Sementara Viola pun di pasung oleh petugas kepolisian, karena terus-menerus mengamuk tak jelas.


''Mas Brammm, mengapa kau tidak memilih ku? apa kurangnya aku!" Viola semakin mengadi-ngadi.


Petugas keamanan pun menghubungi Tiara sebab orang tua Viola sedang berada di luar kota dengan urusan pekerjaan. Mereka belum mengetahui jika anaknya mendekam di bui atas permintaan Tiara yang tidak ingin orang tua Viola tahu atas kekejian anaknya. Mengingat dahulu Viola adalah teman baiknya, Tiara tidak ingin mengecewakan orang tua Viola yang telah menganggap dirinya seperti anak sendiri.

__ADS_1


''Saya sendiri pak, ada apa?'' tanya Tiara dengan menjauh dari keramaian ketika mendapat panggilan dari kantor polisi.


''Nona Viola mengamuk, kami terpaksa memasungnya. Kami meminta persetujuan dari keluarga terdekatnya untuk membawanya ke rumah sakit jiwa. Sementara waktu, ia harus di pasung karena tingkat kewarasannya sudah tidak stabil lagi!'' terang petugas kepolisian di balik telfon.


''Subhanallah, astaghfirullah! kami akan segera membesuknya setelah pulang dari walimahan saudara kami nanti,'' ujar Tiara yang masih berada di pesta pernikahan Brama dan Yashinta.


''Ada apa sayang?'' tanya Abiseka ketika melihat wajah panik istrinya.


''Viola semakin menjadi-jadi Mas, tingkat kewarasannya semakin tidak sempurna. Bisa di bilang ia kehilangan akal sehat alias gila, dan sekarang ia telah di pasung oleh pihak kepolisian. Rencananya akan di rujuk ke rumah sakit jiwa.''


Tiara terlihat sedih, sebenarnya ia tidak sampai hati melihat apa yang terjadi pada Viola. Akan tetapi, proses hukum harus ditegakkan. Ia tidak ingin membebaskan Viola, sebab kesalahan fatal yang telah dibuat Viola pada dirinya.


''Subhanallah, astaghfirullah! itu adalah ganjaran atas perbuatan jahatnya yang selama ini telah menyakiti dan mendzolimimu sayang!" ujar Abiseka dengan terus menenangkan istrinya yang sedang kalut.


''Kita sekarang kesana ya, Mas?" ujar Tiara dengan setengah memohon, berharap suaminya mengabulkan permintaannya.


''Maa syaa Allah, dirimu benar-benar sangat luar biasa sayang. Padahal Viola sudah jelas-jelas menyakitimu berkali-kali, namun dirimu masih memperhatikannya dan juga memaafkan segala kesalahan yang diperbuatnya. Sebenarnya hatimu terbuat dari apa sayang?'' Abiseka mengusap lembut surai wajah Tiara.


Tiara justru mendo'akan kebaikan untuk Viola, ''Maa syaa Allah, semoga allah subhanahu wa ta'ala meridhoi niat baikmu sayang!'' Abiseka menggenggam erat jemari tangan istrinya, menunjukkan pada dunia bahwa Tiara adalah bidadari hatinya yang begitu sangat sempurna diantara jutaan bidadari yang ada di seantero jagat raya.


Keduanya pun berpamitan pada mempelai yang ada di pelaminan, ''Cepat sekali pulangnya? nikmati dulu pestanya brother, aku akan merasa sangat sedih jika kalian pulang cepat dari yang diperkirakan,'' ujar Brama sambil menepuk-nepuk bahu Abiseka dan merangkul erat seakan tidak ingin berpisah begitu cepat dengan sepupunya yang sudah lama ia diamkan.


''Ada kepentingan mendesak, semoga pesta kalian berjalan dengan lancar. Dan semoga cepat mendapat momongan!'' bisik Abiseka di telinga Brama, kedua saudara sepupu itu pun saling terkekeh mendengar do'a yang teruntai dari lisan Abiseka yang tanpa filter.


''InsyaAllah, kami akan segera menyusul kalian!'' ujar Brama, sehingga membuat Yashinta istrinya dan juga Tiara yang pernah menjadi mantan teristimewa di hati Brama pun saling lirik pandang oleh tingkah suami mereka masing-masing.


Sampai akhirnya Tiara dan Abiseka pun keluar dari gedung pesta tersebut menuju kantor polisi untuk membesuk Viola yang kini sedang di pasung di ruang khusus, agar tidak menganggu keamanan tahanan lainnya.

__ADS_1


''Mau apa kalian kemari? menertawakan kesial*n ku, hahh?'' oceh Viola dari balik ruang tahanan, ketika melihat kehadiran Tiara dan Abiseka di hadapannya.


''Astaghfirullah, sadar Vi! istighfar, aku tidak mengenal sisi lembut mu yang seperti dulu. Hilangkan semua kebencianmu terhadap ku, aku sudah memaafkan semua kesalahan mu, seperti apa pun keadaan mu. Aku tetap menganggapmu sahabat ku.''


Tiara berusaha untuk meredam kegilaan Viola, namun gadis itu semakin berontak dalam keadaan kaki dan tangannya terikat. Kecuali mulutnya saja yang dibiarkan terbuka agar lebih leluasa bernafas.


''Cuihhhh!'' Viola meludah kesembarang arah, ia merasa sangat muak melihat wajah Tiara di hadapannya.


''Persetan dengan ucapan mu, pergi kau wanita jal*ng! kau telah menghancurkan semua mimpi-mimpiku,'' bentak Viola seenak jidatnya.


''Dokter Brama, kenapa kau menikah dengan wanita berpakaian ninja itu. Aku yakin wajahnya sangat buruk, harusnya aku yang bersanding dengan mu!'' Viola meracau sembari menangis dan tertawa seperti orang gila.


''Ini semua gara-gara mu, wanita jal*ng!'' Viola memicingkan matanya pada Tiara yang masih berdiri kekeuh di hadapan ruang tahanannya.


Kau membuat ku tak karuan


Kau membuat ku berantakan


kau menolak ku acuhkan diriku


bagaimana caranya untuk melumpuhkan kerasnya hatimu


tak sadarkah kau telah menyakitiku


lelah hati ini meyakinkanmu


cinta ini membunuhku! ...

__ADS_1


Viola bersenandung, menangis dan tertawa seperti orang gila, hingga membuat Tiara merasa sangat prihatin dengan kondisi kejiwaan Viola.


''Mas, kasian Viola!'' tutur Tiara sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Abiseka pun menggenggam erat jemari tangan Tiara, agar istrinya merasa tenang dan nyaman di dekatnya.


__ADS_2