
Yashinta membalas ucapan suaminya dengan isyarat mata, sebab ia pun tak kuasa menahan dirinya yang juga mendambakan sentuhan hangat dari suaminya.
''Masss,'' desah Yashinta sambil meringis menahan rasa sakit ketika penyatuan dirinya dan Brama terasa perih di area sensitifnya.
''Maaf!'' ucap Brama sambil mengecup kelopak mata Yashinta ketika benda pusaka miliknya menerobos masuk dalam syurga kenikmatan milik istrinya.
Yashinta meneteskan air mata, ketika mahkota berharganya ini telah menjadi milik Brama seutuhnya.
Rasa sakit itu pun berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara, ketika Brama mulai beraktivitas di atas tubuhnya.
Malam ini sungguh menjadi saksi atas meleburnya dua raga dari pasangan pengantin yang sudah halal saling menyentuh.
Yashinta mendesah nikmat ketika keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatan surgawi yang baru pertama kali mereka rasakan.
''Masssss!'' Yashinta meremas sprei pengantin ketika sesuatu yang tak biasa keluar dari kenikmatan surga miliknya. Brama pun ikut merasakan sensasi yang sangat luar biasa ketika peleburan raga mereka berhasil menggapai puncak bahagia.
''Terima kasih, ya Zawjatii!'' Brama mengecup lembut kening Yashinta, ia begitu merasa menjadi lelaki yang paling bahagia karena bisa memiliki seluruh yang ada dalam diri Yashinta dengan jalan yang halal dan diridhoi Allah.
''Terima kasih juga mas, kau telah meratukanku dan menjadikan diriku bidadari dalam hidupmu. Aku merasa menjadi wanita yang sempurna karena telah memberikan apa yang menjadi hakmu, semoga Allah memberkahi malam indah ini!'' ucap Yashinta sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Brama.
Pasangan pengantin itu pun terlelap setelah berbagi peluh. Keduanya begitu terlihat puas dan bahagia atas rasa yang telah mereka ciptakan malam ini.
***
Di apartemen Gala Abiseka Gyantara.
''Mas, aku tidak bisa tidur. Sepertinya baby kita ingin di elus sama daddy-nya!'' Tiara tidak bisa tidur semalaman, setelah tidur di sore hari dirinya kesulitan memejamkan mata.
Hari sudah menunjukkan pukul dua belas dini hari, Tiara seolah ingin terus di manja oleh suaminya.
''Sayang, bobo ya? kasian mommy mu ia kesulitan tidur.'' Abiseka mengusap lembut perut Tiara agar calon bayi mereka mendengarkan ucapannya.
__ADS_1
''Mas, panas! Sepertinya baby kita ingin di kipas,'' rewel Tiara yang tidak hentinya mengoceh.
''Kan sudah ada AC sayang, kenapa harus di kipas lagi?'' sela Abiseka yang merasa bingung dengan mood ibu hamil Tiara.
''Tapi, baby kita maunya daddy-nya yang mengipasi.'' Tiara semakin cerewet, ada-ada saja yang mengusik ketenangannya.
Abiseka pun terpaksa menahan kantuknya demi sang istri yang sering ngidam aneh-aneh. Ia pun dengan sabar mengipasi perut Tiara agar sang istri merasa nyaman.
''Mas, Tia pengen ngemil kurma sama kismis!'' seru Tiara dengan bangkit dari pembaringannya.
''Sayang, kita tidur ya ini sudah malam. Ngemilnya besok lagi!'' bujuk Abiseka sambil terus mengusap dan mengipasi perut Tiara agar istrinya tertidur.
''Tapi, Tiara lapar mas.'' Tiara merengek seperti anak kecil.
Abiseka mengusap dadanya berkali-kali, mengumpulkan kesabaran agar ia bisa menghadapi tingkah istrinya yang sering berubah-ubah.
''Sebentar, mas ambilkan!'' Abiseka dengan sigap mengambil apa yang menjadi keinginan Tiara.
''Sayang, ini buah kurma dan kismis yang kau inginkan!'' Abiseka berusaha untuk tersenyum karena telah menjadi suami siaga untuk menyenangkan Tiara.
Namun, tak ada jawaban, yang ada hanyalah suara dengkuran halus dari sosok Tiara yang kini sudah terlelap seperti putri tidur.
''Tiara, ya Allah baru ditinggal sebentar ia tertidur pulas. Lalu, cemilannya bagaimana?'' Abiseka menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal memikirkan tingkat absurd Tiara.
''Ia telah mengelabuiku, sekarang giliran aku yang mengusilinya.'' Abiseka mengecup bibir Tiara dan melum4tnya dengan r*kus untuk menuntaskan hasratnya karena gemas melihat tingkah Tiara yang tiba-tiba terlelap tanpa menunggu dirinya.
''Shhhhh,' desah Tiara dengan mata yang terpejam karena sudah ngantuk berat. Ia seperti berada di alam mimpi ketika Abiseka beraktivitas di atas bibirnya.
''Kau sungguh menggemaskan, sayang!'' batin Abiseka sambil terus menyesap bibir Tiara yang masih tertidur pulas.
Abiseka pun mulai bergerilya kemana pun ia menginginkan sesuatu yang terindah dalam diri Tiara.
__ADS_1
Tiara terus mendesah, ketika Abiseka menggerayangi setiap inci tubuhnya. Perlahan ia pun membuka matanya.
''Masss, ku pikir hanya mimpi.'' Tiara pun mengikuti permainan Abiseka. Ia yang juga merasakan sentuhan lembut suaminya seolah-seolah terhipnotis dengan apa yang saat ini dipersembahkan oleh Abiseka padanya.
''Kau tidak mimpi sayang, ini nyata!'' Abiseka pun kembali melakukan penyatuan dengan Tiara.
Entah sudah berapa kali mereka menikmati indahnya surga dunia yang sangat memabukkan itu.
Sebagaimana Brama dan Yashinta menikmati malam pengantinnya. Seperti itu pula, Abiseka dan Tiara menikmati malam indahnya.
''Mas, Tia sudah lelah. Tolong cepatkan ritme permainannya.'' Tiara terlihat lemas ketika Abiseka terus beraktifitas diatas tubuhnya.
''Iya sayang, maaf.'' Abiseka pun terus memacu tubuh Tiara sampai ia mencapai puncak kenikmatan.
''Arrrngggh!'' Abiseka mengerang nikmat, ketika hasratnya tersalurkan.
''Masss!'' Tiara terkulai lemah, setelah beberapa kali mencapai puncak kepuasan.
''Terima kasih, sayang!'' Abikesa mengecup kening Tiara setelah selesai melakukan ritual peleburan raga.
''Sama-sama Mas. Kita ini unik, Yashinta dan suaminya yang pengantin baru, kita berdua yang bulan madu.'' Keduanya pun terkekeh sambil mengingat memory lalu sebelum mereka resmi menjadi suami istri.
''Mas, kau tahu. Kau begitu sangat menyebalkan di mataku. Akan tetapi hari ini kau menjadi satu-satunya laki-laki yang paling ku cintai.'' Tiara terus memandangi wajah Abiseka dengan tatapan penuh cinta.
''Terima kasih untuk kejujuran mu sayang, kau harus tahu dari sejak awal bertemu dengan mu. Aku begitu sangat mengagumimu hingga detik ini. Sejak sekolahan dahulu kau menjadi salah satu gadis idaman yang menjadi incaranku. Akan tetapi, kalau itu kau begitu angkuh dan lebih fokus dengan sekolah mu. Tadinya aku mengira kau itu cupu karena penampilanmu yang terlihat sederhana dan sekarang aku berubah menjadi yakin ternyata diri mu itu suhu.'' Abiseka terus menggoda istrinya.
''Oh ya? teruslah menggodaku Mas, karena itu semakin membuat ku mencintaimu. Maafkan tentang masa laluku yang sama sekali tidak berpihak padamu sebelumnya. Akan tetapi, saat ini detik ini aku milik mu mas! tidak akan ada lagi yang menghalangi ikatan kita, kini hanya ada aku dan dirimu, juga calon bayi kita!'' Tiara menarik tangan Abiseka dan mengarahkan tangan kekar itu ke perutnya.
''Terima kasih sayang!'' Abiseka mengecup kening Tiara sambil mengusap-usap lembut perut yang kini telah tertanam benih di sana.
Baik Tiara maupun Abiseka, juga Brama dan Yashinta kini masing-masing dari mereka telah menggapai puncak bahagia dalam porsinya masing-masing. True Love. ❤❤❤
__ADS_1