Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 53. Aku Suaminya


__ADS_3

Tiara semakin bungkam ketika customer tersebut menanyakan statusnya dengan Abiseka yang baru berapa hari ini merangkap sebagai suaminya.


''Aku suaminya,'' ujar Gala Abiseka sekenanya. Ia tidak peduli apa pun tanggapan dari customer tersebut atau tanggapan apa pun dari Tiara istrinya. Baginya semua orang harus mengetahui jika Tiara adalah istrinya.


Abiseka tidak ingin semua orang terus beranggapan jika Tiara adalah calon istrinya dokter Brama. Semua itu hanyalah masa lalu dan Abiseka ingin membuka lembaran baru bersama istrinya tanpa ada lagi nama dokter Brama di dalamnya. Walaupun Abiseka tahu semua itu tidak mudah untuk Tiara melupakan segala kenangan yang ada bersama sosok Brama, bagaimanapun Abiseka tidak rela jika istrinya digadang-gadangkan dengan orang lain. Kendati yang lain itu adalah saudara sepupunya sendiri yang pernah akan menjadi calon suami untuk Tiara istrinya.


''Apaaa? jadi, pemuda tampan ini adalah suami Mbak Tiara? Di pikir-pikir ia mirip sekali dengan dokter Brama yang juga memiliki ketampanan yang sama. Sayang sekali kalian tidak berjodoh, semoga saja dokter Brama bisa di jodohkan dengan anak saya nantinya,'' ucap customer tersebut terlihat kepedean sambil melirik wajah tampan Abiseka yang sangat menggoda iman.


Abiseka nampak tersenyum tipis, ia tidak ingin lagi mengindahkan ucapan ibu-ibu yang semakin kepo itu. ''Sayang, mas pergi dulu! nanti Mas jemput kita pulang ke apartemen mas saja,'' ucap Abiseka sambil mengecup kening istrinya menunjukkan tanda kepemilikannya terhadap semua orang yang kini ada di hadapannya.


''OMG, so sweet!'' dalam hati orang-orang yang baru hadir di toko Tiara, mereka semua tampak histeris ketika melihat perhatian yang begitu khusus yang ditampakkan oleh Abiseka pada Tiara istrinya.


Tiara masih mematung di tempatnya, ia kebingungan harus berucap apa sebab suaminya sudah mengatakan sejujurnya bahwa kini status mereka adalah sebagai pasangan suami istri. Tidak ada lagi Brama di sana, yang ada hanyalah dirinya dan Abiseka, walau bagaimanapun sulitnya menjalin hubungan dengan orang yang tidak dicintainya Tiara harus bisa melewati masa-masa sulit itu demi bayi yang dikandungnya.

__ADS_1


Entah bagaimana kedepannya Tiara berusaha mengikuti jalan takdirnya yang telah digariskan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuknya. Ia menatap punggung suaminya yang kini hendak masuk ke dalam mobil dan akan segera pergi menuju kantornya.


Abiseka masih sempat melambaikan tangannya pada istrinya sebelum ia menjalankan mesin mobilnya dengan senyuman yang begitu sangat manis sehingga membuat Tiara menjadi dilema dengan perasaannya sendiri.


''Ya Allah, kenapa ia sangat manis sekali? jika lama-lama begini aku tidak tahu bagaimanakah perasaanku sebenarnya? aku merasa seperti orang bodoh, lalu bagaimana dengan perasaanku pada mas Brama? oh Tuhan, kenapa mereka harus hadir dalam hidupku jika akhirnya aku menjadi dilema seperti ini?'' batin Tiara yang mulai gamang dengan perasaannya sendiri.


''Mbak Tia, Alhamdulillah Mbak sudah punya pasangan yang halal. Padahal, baru berapa hari yang lalu kami tidak bertemu Mbak tahu-tahu sudah punya suami. Kami turut berbahagia dengan pernikahan Mbak Tiara, semoga sakinah mawaddah dan warohmah ya, Mbak?'' sela seorang gadis yang tidak sengaja melihat kemesraan yang di tampakkan oleh Abiseka terhadap Tiara.


''Iya Mbak, aku pun ikut mendo'akan yang terbaik untuk Mbak Tiara dan suami. Jika sudah halal itu bebas Mbak untuk melakukan apa saja. Beda dengan kita yang masih single sebisa mungkin harus bisa menata hati dan menjaga diri, sebab arus pergaulan muda-mudi saat ini begitu sangat bebas sekali sehingga menerobos batas rambu-rambu yang dilarang oleh agama. Sejatinya, cinta sejati itu adalah kesucian yang harus dijaga berhulu iman dan bermuara taqwa dan kebersihan jiwa. Cinta sejati adalah cinta yang telah terikat janji suci pernikahan, sebab aku pernah pacaran selama 10 tahun akan tetapi apa? aku malah menjaga jodoh orang lain, pacarku malah menikah dengan wanita lain hingga membuat aku patah hati dan sampai detik ini aku tidak mau lagi menempuh jalan pacaran,'' ucap seorang customer yang tidak sengaja curhat mengenai perasaannya.


Tiara kembali mengingatkan masa lalunya bersama dokter Brama yang tinggal sedikit lagi akan menuju ke pelaminan. Namun akhirnya harus batal karena dirinya telah terlanjur berbuat hal yang tidak sepantasnya ia lakukan bersama seseorang yang sebelumnya sama sekali tidak ada dalam bayangannya.


''Iya mbak Tiara benar sekali, terimakasih atas nasehatnya. Aku pamit pulang dulu,'' ucap wanita tersebut dengan menenteng kantong berisi obat-obat herbal yang telah dibelinya.

__ADS_1


Begitu pun dengan pelanggan lain mereka segera beranjak pergi dari toko Tiara, setelah berbicara sedikit panjang lebar dengan pemilik toko yang memiliki sejuta pesona tersebut. Tinggallah Tiara merenungi ucapan wanita yang tadi telah memberikannya sedikit tausiyah tentang hubungan pernikahan antara suami istri yang telah terikat janji suci pernikahan.


''Ya Allah, aku merasa berdosa dengan mas Abi. Aku sama sekali tidak menghargainya sebagai suamiku, dan aku pun terus menyalahkannya dengan semua keadaan ini!'' sesal Tiara dengan mengingat semua sikap buruknya terhadap Abiseka suaminya.


''Apa aku harus mencoba membuka hati ku untuknya? toh, status kami pun sudah halal. Apa pantas aku terus memikirkan pria lain? sedangkan kini aku telah bersuami?'' Tiara terus bermonolog dalam hati dan pikirannya sendiri.


''Biarlah begini dulu, setidaknya aku harus bisa menjaga lisan ku. Selama 9 bulan aku harus menunjukkan sikap baik kepadanya demi bayi yang ada di dalam kandungan ku, setelah melahirkan terserah bagaimana mas Abi apa bersedia bercerai dengan ku atau tetap bertahan dengan ku yang memang belum bisa memberikan sepenuhnya hatiku untuknya,'' bisikan hati Tiara dengan mencoba merajut hubungan yang lebih baik bersama orang yang kini telah berstatus menjadi suaminya.


***


Dalam perjalanan menuju kantornya Abiseka tiada henti tersenyum-senyum sendiri sambil terus mengingat wajah ayu istrinya yang begitu sangat dirindukannya.


''Ya Allah, baru saja bertemu dengannya aku sudah rindu setengah mati. Bagaimana jika aku sampai berpisah dengannya? dan ia nekad untuk bercerai dengan ku setelah kelahiran anak kami? Bagaimana pun caranya aku akan tetap mempertahankan hubungan pernikahan ini? aku suaminya, aku berhak atas dirinya. Aku tak ingin kehilangannya apalagi sampai melepaskannya,'' gumam Abiseka dengan sejuta rencana yang ada di dalam hati dan pikirannya demi untuk mempertahankan hubungannya dengan Tiara, wanita yang sangat dicintai olehnya.

__ADS_1


''Assalamu'alaikum, iya dengan siapa?'' tanya Abiseka tanpa melihat seseorang yang telah menelponnya sebab dirinya lebih fokus melihat ke depan sambil menyetir mobilnya menuju kantornya yang tinggal beberapa menit lagi ia akan sampai di sana.


__ADS_2