Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 118. Happy Ending ( All Pemeran Sebening Duka Mu )


__ADS_3

All pemeran sebening dukamu nampak menikmati kebahagiaannya masing-masing. Kedatangan Viola di sambut baik oleh keluarga Tiara. Brama sengaja membawa Viola untuk berkumpul di rumah Prasetyo dan Pieska orang tuanya Tiara, sebab di sana telah berkumpul orang tua mereka masing-masing.


''Mami, papi!'' seru Viola ketika mendapat suprise dari keluarga Tiara, Viola tidak menyangka jika orang tuanya pun sudah hadir di sana. Viola menghamburkan diri kedalam pelukan orang tuanya, terutama maminya.


''Vio, maafkan papi dan mami karena terlalu lama meninggalkan mu!'' ujar mami Clarissa pada putri semata wayangnya.


''Iya, Nak. Maafkan papi yang juga sibuk dengan urusan bisnis, sehingga lalai dari memperhatikanmu. Hingga membuat mu bertindak di luar logika, maafkan kami yang kurang perhatian dan kurang kasih sayang padamu sehingga kau terjerat dalam lingkaran hitam yang menjerat mu mendekam di balik jeruji.'' Papi Jacky merangkul erat tubuh Viola, ia pun mengusap kepala putrinya yang kini telah mengenakan hijab kembali seperti saat dahulu. Ia salut dengan putrinya yang begitu tegar dan kuat dalam melalui proses kehidupan.


''Jadi, mami dan papi sudah mengetahui sisi buruk Vio?'' tanya Viola dengan berlinang air mata, ia sangat menyesali atas semua tindak kejahatan yang pernah ia lakukan terhadap Tiara sahabatnya, hingga kini orang tuanya pun telah mengetahui akan kebobrokannya. Syukur alhamdulillah, Viola telah bertaubat dari itu semua atas bantuan Gerry, laki-laki yang sebenarnya begitu sangat mendamba Viola.


Mami Clarissa dan papi Jacky menggangguk pelan, mengisyaratan bahwa mereka memang telah mengetahui semua hal yang telah terjadi pada anaknya. Mereka bertiga pun saling berpelukan meluahkan rasa rindu yang terpendam setelah jarangnya berjumpa.


''Tante Pieska, om Tyo, maafkan atas kejahatan yang pernah Vio lakukan pada Tiara, putri om dan tante!'' ujar Viola dengan menyalami kedua orang tua Tiara, tanda hormatnya pada orang tua Tiara yang sudah dianggap seperti orang tuanya sendiri.


''Om dan tante sudah memaafkanmu, Nak! jauh sebelum dirimu meminta maaf pada kami, sejatinya tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan dan dosa. Namun, sebaik-baiknya orang yang pernah melakukan kesalahan adalah mereka yang bertaubat atas dosa yang pernah mereka perbuat. Dan nak Vio telah melalui semua proses itu, hingga sekarang hidayah Allah telah menjemputmu, tante bahagia melihatmu kembali seperti dahulu. Vio yang anggun dengan hijab yang menghiasi keindahan tubuhmu.'' Pieska merangkul dan mengecup kening Viola, tanda jika ia menyayangi Viola seperti anaknya sendiri.


Viola begitu sangat terharu, hari ini ia mendapatkan surprise yang sangat luar biasa. Semua orang begitu sangat menyayanginya.


Di sana juga terdapat orang tua dokter Brama dan dokter Yashinta, ada pula kedua orang tua Stefanie dan Daniel. Dan tentunya ada orang tua Abiseka, yang tak lain adalah mertua Tiara sendiri, besannya bunda Pieska dan ayah Prasetyo.


Pasangan Abiseka dan Tiara, Brama dan Yashinta, Daniel dan Stefanie nampak menikmati kebahagiaannya. Mereka saling berkisah satu sama lain, tawa canda menghiasi rona wajah ketiga pasangan muda tersebut.


Happy ending menjadi akhir cerita mereka setelah melewati seribu duka, pahit manisnya kehidupan kini berganti nuansa indah yang mewarnai kehidupan mereka.


Berbagai hidangan telah terhidangkan oleh keluarga Tiara untuk merayakan hari bahagia mereka, termasuk menyambut kedatangan Viola Arzeta dan keluarganya.


Gerry yang dari sejak tadi diam, kini memberanikan diri untuk membuka suaranya, kepada semua orang sedang berkumpul di ruangan keluarga yang ada di rumah keluarga Tiara.

__ADS_1


''Om dan tante, izinkan Gerry untuk menjadikan Viola Arzeta anaknya tante dan om untuk menjadi seorang yang sangat berarti dalam hidup Gerry,'' ujar Gerry memberanikan diri memohon izin pada mami Clarissa dan papi Jacky orang tuanya Viola agar merestui hubungan mereka.


Kedua orang tuanya Viola pun menyambut baik keinginan Gerry terhadap anak mereka. Semua orang pun nampak ikut mendukung kedekatan antara Gerry dan Viola. Mereka semua terlihat bahagia menikmati hari yang begitu sangat istimewa ini.


''Om dan tante merestui hubungan kalian berdua, Nak! terima kasih karena selama ini kamu sudah setia memberikan perhatian untuk anak om dan tante, kau boleh ajak orang tuamu untuk melamar anak om nantinya,'' ujar Jacky sambil menepuk-nepuk bahu Gerry atas keberaniannya untuk mendekati Viola.


Begitu pun mami Clarissa, ia juga merestui jika Gerry ingin mempersunting putri mereka.


Rona wajah Viola nampak bersemu ketika mendapati Gerry mengungkapkan isi hatinya di hadapan kedua orang tuanya dan juga di hadapan semua orang yang hadir di rumah keluarga Tiara Chandani Putri.


''Viola Arzeta, maukah dirimu menjadi bagian dari hidupku untuk menyelami bahtera kehidupan seperti layaknya jutaan pasangan yang telah merangkai janji suci dialam semesta ini!'' ucap Gerry sambil menatap wajah Viola yang nampak tersipu malu.


Gerry tidak berani menyentuh jemari tangan Viola, jangan ditanya bagaimana perasaannya kini, degup jantungnya terasa bergetar hebat setelah meluahkan perasaannya. Ada rasa khawatir di hati, jika sampai Viola menolak niat baiknya. Akan tetapi, Gerry telah menyiapkan jiwa yang lapang kalau-kalau Viola sampai menolaknya.


Semua yang ada di kediaman keluarga Tiara memberikan support untuk Gerry dan Viola.


''Terima ... terima ... terima,'' semua bersorak-sorai sambil bertepuk tangan memberikan dukungan pada dua pasangan yang tampak malu-malu itu.


''Taburan bunga-bunga mawarnya mana?'' seru Stefanie dengan mengambil keranjang bunga mawar yang memang telah dipersiapkan oleh keluarga Tiara, sebelum kehadiran Viola di kediaman mereka, atas persetujuan orang tua Tiara, juga atas ide suaminya Gala Abiseka untuk menyatukan persahabatan istrinya dengan Viola yang sempat terputus karena keangkuhan semata.


Stefanie bersama suaminya Daniel pun menghamburkan kelopak bunga-bunga mawar indah pada dua pasangan yang kini telah saling menerima satu sama lain. Viola dan Gerry nampak bahagia melihat suprise yang diberikan oleh Tiara dan keluarganya, tidak henti-hentinya keduanya saling menyematkan rasa syukur di dalam hati atas karunia yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala kepada mereka. Happy ending menjadi penutup akhir cerita Viola Arzeta sebelumnya begitu dipenuhi oleh rasa kebencian dan dendam pada Tiara, hingga sempat ingin menuruti ambisinya untuk mendapatkan dokter Brama yang kini telah menjalani hidup berumah tangga bersama sosok wanita sholiha dokter Yashinta Patrisia Gertrudis.


''Terima kasih untuk semua kejutan yang telah kalian berikan untuk ku terutama pada Tiara dan keluarga, om Tyo dan tante Pieska,'' ujar Viola sambil berurai air mata. Bukan air mata kesedihan namun air mata kebahagiaan yang kini menyelimuti hati Viola Arzeta.


Viola kembali merangkul erat tubuh Tiara, keduanya saling menyalurkan rasa bahagia yang terukir indah dalam kehidupan mereka kini.


Abiseka ikut menerbitkan senyumannya ketika melihat istrinya begitu sangat bahagia atas semua suprise yang telah diberikannya.

__ADS_1


"Baiklah untuk melengkapi kebahagiaan ini, mari kita menikmati semua hidangan yang ada, ini semua adalah hasil masakan dari kami selaku tuan rumah, asisten rumah tangga juga atas bantuan besan ku Starla, mamanya menantuku Abiseka. Juga atas dukungan kedua orang tua Brama, yakni Naraya Tarakanita dan juga Aameera orang tuanya Daniel. Terima kasih sudah hadir untuk merayakan hari bahagia ini! untuk orang tua Stefanie dan dokter Yashinta terima kasih karena telah ikut hadir memenuhi acara undangan ini. Untuk orang tua Gerry beliau belum bisa hadir di sini karena masih harus beristirahat penuh pasca operasi penyakitnya, semoga saat lamaran dan pernikahan nak Viola dan Gerry nanti ibunya akan segera pulih agar bisa menyambut hari bahagia anak-anak mereka, untuk para lelaki dari pihak keluarga masing-masing terima kasih telah hadir disini untuk mendampingi para istri!'' ujar Pieska bundanya Tiara mewakili semua yang ada di sana.


All pemeran sebening dukamu itu pun kini nampak menikmati hidangan yang ada sambil lesehan di taman belakang rumah. Mereka sengaja memilih lesehan di taman belakang setelah menyambut kedatangan Viola di ruang keluarga.


Semilir angin nampak berhembus menerpa wajah-wajah mereka, dokter Brama yang biasanya terlihat canggung dan malu-malu kini menampakkan sisi romantisnya terhadap Yashinta istrinya, ''Sayang, kau harus banyak makan buah dan sayuran biar baby kita di dalam sini bertumbuh sehat,'' ujar Brama dengan menyuapi istrinya dari balik cadar. Agak kesulitan memang, akan tetapi kedua pasangan itu sudah terbiasa menikmati makanannya dengan cara menyuapkan makanan dari balik cadar sedikit demi sedikit ke dalam mulut Yasinta.


Brama begitu sangat meratukan istrinya, kasih sayang perhatian dan kelembutan Brama, begitu sangat menyentuh hati dokter Yashinta. Ia semakin mencintai suaminya.


''Terima kasih, Mas!'' ujar Yashinta sambil tersenyum di balik cadarnya.


''Sama-sama, sayang!'' balas dokter Brama tak kalah romantisnya. Keduanya pun saling menyuapi satu sama lain. Brama tiada henti-hentinya memandang wajah istrinya yang tertutup cadar, dapat ia rasakan jika perasaan di hatinya semakin bertambah dari hari ke harinya pada wanita yang kini telah menjadi bagian dari hidupnya. Setelah dahulunya, Brama sempat patah arang lantaran patah hati, karena gagal menikah dengan Tiara Chandani Putri.


''Sayang, kau harus menikmati buah kurma ini. Ini teksturnya sangat lembut, baik untuk kesehatan bayi kita, insyaAllah 3 bulan lagi ia akan lahir kedunia ini untuk mewarnai hari-hari kita. InsyaAllah, dengan wasilah buah kurma ini kau akan lebih mudah untuk melahirkan secara normal,'' ujar Abiseka tak kalah romantisnya dari Brama dan Yashinta, ia pun menyuapi buah kurma kesukaan Nabi itu pada mulut mungil Tiara.


Tiara dengan senang hati menikmati suapan buah kurma dari Abiseka yang memang menjadi buah favorit semasa kehamilannya.


''Terima kasih sayang,'' ujar Tiara sambil terus menikmati ketampanan wajah suaminya. Bulu-bulu halus yang menghiasi wajah Gala Abiseka Gyantara menjadi magnet tersendiri untuk Tiara di masa kehamilannya seolah-seolah tak bosan-bosan memandangi wajah blasteran Indo-Turki yang ada di hadapannya itu. Abiseka pun tak kalah semangatnya, ia begitu sangat menikmati pahatan indah dari sang Maha Sempurna itu.


Tak dapat di pungkiri, semakin hari menikmati kebersamaan sebagai pasangan suami istri, Abiseka pun semakin mencintai istrinya yang tinggal berapa bulan lagi akan melahirkan buah hati mereka.


"Mas, Tefa juga ingin disuapi seperti halnya pasangan dokter Brama dan dokter Yashinta. Kau lihat, Tiara juga di suapi oleh suaminya,'' pinta Stefanie sambil menggoyangkan tubuh Daniel yang begitu sangat lahap menikmati makanannya.


Daniel pun menghentikan suapannya dan mengalihkan suapan itu pada mulut mungil Stefanie yang terlihat imut bak barbie itu.


''Aaa, buka mulutnya! ini cumi saos tiram kesukaanmu, sayang!'' ujar Daniel sambil menyelipkan untaian kata termanis untuk Stefanie, istri yang selalu menjadi tempatnya bermanja setelah satu bulan pernikahan mereka.


''Terima kasih sayang,'' ujar Stefanie dengan tatapan penuh manjanya. Pasangan Daniel dan Stefanie selalu tampil kocak dengan keunikannya masing-masing.

__ADS_1


Sedangkan, Viola dan Gerry nampak mengabadikan moment kebersamaan dengan keluarga Tiara di ponsel masing-masing. Tidak ada ucapan romantis yang teruntai dari pasangan yang belum halal untuk saling menyentuh itu karena keduanya dalam proses penjajakan satu sama lain sebelum melangkah ke jenjang selanjutnya.


Happy ending, menjadi kisah terindah mewarnai kehidupan all pemeran sebening dukamu. Ditemani cuaca yang sangat mendukung dan hembusan angin di taman belakang itu menjadi moment yang sangat berharga dalam kehidupan mereka seperti halnya di film-film bollywood dari negara Jiran, Mohabbatien, author menggambarkan kisahnya seperti itu, sebab di warnai oleh ruang lingkup keluarga besar yang sangat sulit untuk author rangkaikan menjadi kemasan cerita yang dapat menghibur para reader yang masih stay tune di dalam cerita ini, tinggal satu bab lagi insyaAllah karya ini akan tamat. Love You All para reader tercinta ku, terima kasih sudah mengikuti kisahku hingga sampai dititik ini. See you next episode!😊😘


__ADS_2