Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 92. Mengunjungi Kantor Polisi


__ADS_3

Jika dokter Brama dan Yashinta sibuk meyakini hati masing-masing untuk menentukan pilihan hatinya, lain halnya dengan Tiara dan Abiseka. Hari ini pasangan suami istri itu hendak mengunjungi kantor polisi untuk menemui Viola dan juga Gerry yang sedang mendekam dibalik jeruji.


''Sayang, kau yakin akan ikut masuk ke dalam kantor polisi? Mas khawatir dirimu belum siap untuk bertemu wanita jahat itu dan aku pun tidak ingin melihat mu bertemu dengan laki-laki yang bernama Gerry,'' ucap Abiseka dengan rasa cemburu yang mulai menyeruak di kedalaman hatinya.


''Mas Abi, dengarkan Tia. Tia sekarang sudah menjadi istri Mas, jadi jangan berpikiran yang macam-macam. Di hatiku hanya ada mas seorang.'' Tiara mengusap lembut wajah suaminya yang begitu sangat di cintainya.


''Terima kasih untuk ketulusan mu sayang, terima kasih sudah menerima ku menjadi suami mu!'' ujar Abiseka sambil mengecup jemari tangan Tiara.


''Mas Abi, semakin hari aku melihat mas terlihat sangat tampan dan berkharisma. Apalagi sekarang semak belukarnya telah bertumbuh di dagu dan juga area sekitar wajah Mas.''


Tiara mengusap lembut bulu-bulu halus yang mulai tumbuh di wajah Abiseka, jenggot dan bewokan yang kini menghiasi wajah suaminya memiliki daya tarik tersendiri dalam pandangan Tiara.


Abiseka terkekeh ketika mendengar istrinya menamai semak belukar pada bulu-bulu halus yang kini mulai bertumbuh menghiasi wajahnya.


''Hemmm, ternyata istriku sudah pintar menggoda.'' Abiseka mencolek dagu istrinya sebelum mereka turun dari mobil.


''Mas Abi, mari kita turun! aku ingin segera menyelesaikan perkara yang ada. Gerry harus segera di bebaskan, kasian ibunya yang kini masih dirawat di rumah sakit.'' Tiara mengingatkan.


''Baiklah sayang, tapi aku harus menggandeng tangan mu untuk menunjukkan tanda kepemilikan pada semua orang agar jangan melirik istriku!'' ujar Abiseka yang mulai posesif dan cemburu.


''Iya, Mas. Sudah semestinya kita bergandeng mesra dan menunjukkan kepada semua jika kita sudah menikah.'' Tiara tidak ingin menimbulkan pertikaian atau sampai terkena fitnah jika dirinya menjaga jarak dengan suaminya.


''Kau benar sekali, memang sudah saatnya kita menunjukkan kepada dunia jika kita memang sudah halal untuk bersama. Bukankah tidak banyak yang tahu jika kita sudah menikah, insya Allah bulan depan Mas berencana mengadakan resepsi pernikahan kita yang sempat tertunda setelah akad nikah kita di rumah sakit tidak ada yang tahu jika kita sudah menikah.'' Abiseka memberikan tawaran untuk istrinya.


''Tiara terserah mas Abi saja, kandunganku pun sudah menginjak 3 bulan. Khawatir nanti menjadi fitnah jika tidak diumumkan segera kehalalan hubungan kita.''


''Baiklah sayang, nanti kita bicarakan pada kedua orang tua kita mengenai hal ini. Mama Arla dan Papa Reyhan sudah membahas ini berapa waktu yang lalu, tinggal kita beritahukan kedua orang tuamu tentang niat baik kita ini,'' ujar Abiseka dengan terus menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam kantor polisi.

__ADS_1


''Hendak mengunjungi siapa nona dan tuan?'' tanya seorang petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk.


''Bertemu tahanan yang bernama Viola dan Gerry,'' ucap Tiara terdengar lugas.


Petugas keamanan tersebut mengamati wajah Abiseka, ''Sepertinya aku pernah melihatnya di rambu lalu lintas, hampir mirip sekali dengan wajah pemuda yang kemarin bersama dokter Yashinta. Apa mungkin kembarannya?'' batin petugas keamanan yang bernama Razan Al Moughrabi.


Razan berusaha menepis apa yang ada dalam pikirannya, mengingat kini pemuda yang ada di hadapannya bersama wanita lain bukan bersama Yashinta , gadis yang sempat ia lihat dan berkenalan dengannya di jalan raya waktu itu ketika dokter Yashinta melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi sehingga membuat Razan terpesona dengan wanita bercadar itu.


''Tapi, sekarang lain lagi ia membawa wanita terlihat masih muda. Wajahnya terlihat baby face seperti baru berusia 17 tahun,'' batin Razan dengan sekilas menatap wajah Tiara.


''Maaf, tolong tunjukkan di mana tempat tahanan yang disebutkan oleh istriku tadi!'' tegas Abiseka dengan berusaha meredam rasa cemburunya ketika menyadari polisi yang ada di hadapannya menatap lekat padanya dan juga pada wajah Tiara istrinya.


''Iya, Maaf. Silakan, tuan dan nona masuk ke dalam dan duduk di ruang tunggu! Nanti akan ada petugas keamanan lainnya yang akan membawa tahanan yang kalian maksud untuk bertemu di ruang tunggu!'' ujar petugas keamanan yang bernama Razan. Ia menyadari hawa panas yang ada di sekitarnya, sangat kentara sekali jika Abiseka cemburu padanya.


''Terima kasih, Pak! Maaf, jika suami saya terlalu berlebihan. Itu karena ia begitu sangat mencintai istrinya. Dia tidak ingin berlama-lama di sini, kecuali ada urusan yang penting saja. Dan kami memang harus segera bertemu dengan tahanan yang bernama Viola dan Gerry.''


''Tidak apa-apa Nona, mungkin pelayanan kami yang kurang berkesan di hati suami nona!'' ucap Razan sambil mengembangkan senyumannya di hadapan Tiara dan Abiseka.


''Sayang, ayo kita segera masuk ke ruang tunggu! jangan terlalu lama berdiri di sini,'' ucap Abiseka dengan merangkul bahu Tiara menunjukkan tanda kepemilikannya.


''Busyettttt, jadi wanita itu adalah istrinya? Baby face sangat! sayang sekali wajah suaminya dingin dan datar seperti es balok!'' batin Razan sambil tak berkedip memandang pesona Tiara.


''Hahaha, makanya mas bro. Pandangan mesti dijaga, jangan hanya belajar teori agama saja prakteknya nol!'' seloroh Azzam sambil menepuk bahu rekan kerjanya yang sering kali tak bisa menjaga pandangannya ketika melihat yang bening-bening.


''Hanya sekedar cuci mata saja brother, di hatiku hanya ada wanita bercadar itu dokter Yashinta Patrisia Gertrudis!'' ucap polisi muda tersebut dengan kembali mengingat pesona dokter Yashinta mengenakan pakaian serba hitam seperti dokter muda di zaman Rasulullah, dokter Rufaidah Al Aslamiyyah yang terkenal sebagai dokter pejuang Islam pertama.


''Ya Allah, aku tidak menyangka kau langsung bucin seperti ini pada dokter muda tersebut padahal baru pertama kali bertemu,'' ucap Azzam sambil menggelengkan kepalanya melihat rekan kerjanya yang bisa lemah seperti itu hanya karena terpesona dengan seorang wanita.

__ADS_1


''Ya sudah, kita kembali bertugas nanti ditegur atasan!'' seloroh Razan yang sebenarnya serius jika sedang dalam ruang lingkup pekerjaannya. Akan tetapi, ia kerap kali bersenda gurau untuk mengisi waktu luangnya ketika bersama sahabatnya Azzam.


***


''Mau apa kau menemui ku wanita jal*ng? kau ingin menertawakanku?'' ucap Viola dengan berapi-api ketika melihat kedatangan Tiara dan Abiseka di hadapannya. Membuat bumil yang sedang mengandung itu terlonjak kaget mendengar cercaan Viola yang memekikan gendang telinganya.


''Jaga ucapanmu Viola Arzeta! berani-beraninya kau menghina istriku? bukankah kau sendiri yang membuat masalah? dasar wanita tidak tahu diri! Kau yang telah menjebakku dan Tiara pada malam pesta itu dan kau juga yang menjebak istriku menyiksa lahir dan batinnya. Beruntung aku suami yang siaga, hanya dalam waktu 3 hari saja wajahnya bisa kembali normal seperti ini setelah bekas pukulan dan sayatanmu. Jika tidak memikirkan ranah hukum dan kau adalah seorang wanita ingin rasanya aku membalas sayatan di wajahmu seperti yang kau lakukan terhadap istriku. Kau pun hampir saja mencelakai anakku yang masih ada di dalam kandungan istriku.''


Rahang Abiseka terlihat mengeras menahan emosinya, ingin rasanya ia memberikan pukulan pada wajah Viola yang telah mencaci maki istrinya di hadapannya.


Sementara, Viola yang telah kehilangan akal sehatnya sama sekali tidak takut dengan gertakan Abiseka, ia malah terawa seperti orang gila. Membuat orang yang melihatnya merasa miris dengan keadaan Viola yang sekarang, berbeda dari dirinya yang dulu masih terlihat menarik. Namun, sekarang tak ubahnya seperti singa ganas yang tak berperasaan.


''Mas Abi, sabarrrr Mas! biarkan dia berucap semaunya dan mengeluarkan segala unek-uneknya. Sekarang aku baru tahu jika ia adalah musuh dalam selimut, hatimu begitu keji Viola Arzeta! Aku kemari hanya ingin sekedar memastikan keadaanmu, ternyata kau memang tidak bisa berubah meskipun sudah mendekam dibalik jeruji. Aku berharap kedepannya kau bisa menyadari akan kehilafan mu, cukup aku dan mas Abi yang menjadi korban kebejatanmu.'' Tiara berusaha untuk tenang dan tidak mendendam pada Viola yang jelas-jelas telah mendzoliminya.


''Aku tidak butuh belas kasihmu, kau pikir aku akan luluh oleh kelembutanmu. Aku sangat membencimu Tiara Chandani Putri, enyahlah dari hadapanku! dan jangan pernah kembali menampakkan batang hidungmu, aku tidak sudi melihatmu. Gara-gara kau, aku menjadi seperti ini? mengapa kau selalu mendapatkan kebahagiaan dibanding diriku Tiara!'' pekik Viola. Ingin rasanya ia mencekik Tiara dan menghabisi nyawa ibu hamil tersebut saat ini juga.


Akan tetapi, kedua tangannya diborgol sehingga ia tidak dapat menyakiti Tiara. Petugas kepolisian tak hentinya mendampingi Viola yang menurut mereka sangat berbahaya sebab ternyata Viola terindikasi gangguan kejiwaan akibat tidak menerima kenyataan yang ada di hidupnya.


''Ku kira, kau tak lebih seperti seorang psikopat gila!'' seru Abiseka dengan melindungi istrinya agar tidak diganggu oleh Viola yang sedang kehilangan warasnya.


''Pak, kukira suasana sudah tidak aman. Tolong kembalikan wanita ini di dalam bui. Aku tidak ingin melihatnya sampai menyakiti istriku lagi, jika itu sampai terjadi aku akan turun tangan untuk mengatasinya. Jangan salahkan aku jika aku sampai melakukan kekerasan!'' Abiseka berusaha untuk meredam emosinya.


''Cuihhhhh!'' Viola hendak meludahi wajah Tiara, yang sangat menjijikan menurutnya.


Akan tetapi, Abiseka secepatnya menarik istrinya dalam dekapannya sehingga ludah Viola tidak mengenai wajah Tiara akan tetapi terjatuh di atas meja tempat di mana mereka kini berada.


''Nona Viola, cepat masuk ke dalam! anda benar-benar sudah kehilangan akal sehat,'' bentak petugas keamanan yang kini sedang meringkus Viola menjauh dari hadapan Tiara dan Abiseka.

__ADS_1


''Kamu tidak apa-apa sayang?'' tanya Abiseka sambil menangkup kedua pipi istrinya yang terlihat sangat tertekan oleh kejadian barusan.


__ADS_2