Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 56. Ocehan Sang Istri ( Mabuk Berat )


__ADS_3

Daniel pun terpaksa mengangkat tubuh Stefanie, ia pun segera membawa masuk gadis itu kedalam mobilnya.


Tingkah absurd kedua muda-mudi itu menjadi tontonan para pengunjung yang lewat di sana. Akan tetapi, orang-orang tidak begitu mengindahkan karena mereka pun memiliki pasangan masing-masing sambil menikmati angin segar di taman xx tersebut. Meskipun dimalam hari masih terlihat nyaman untuk dijadikan tempat tongkrongan dan sekedar menghabiskan waktu bersama pasangan masing-masing.


''Mas Abi,'' ucap Stefanie yang mulai meracau sambil mengalungkan tangannya di leher Daniel yang berusaha untuk menjaga pandangannya dari menatap belahan dada Stefanie yang nampak terlihat jelas menyembul di hadapannya.


''Astaghfirullah, mata suci ku jelas ternoda. Wanita ini benar-benar mengganggu akal sehat ku.'' Daniel pun menyandarkan tubuh Stefanie di kursi mobil. Ia pun memakaikan jaketnya pada tubuh Stefanie dan menarik resleting jaket tersebut sampai ke leher gadis tersebut hingga tertutup sudah bagian yang tak pantas untuk di lihat.


''Hemmm, beginikan terlihat baik. Apalagi jika tertutup hijab pasti akan menambah keindahannya yang memang sudah cantik dari sononya,'' seloroh Daniel sambil mengembangkan senyumannya.


''Mas Abi,'' ucap Stefanie terdengar manja, ia pun menarik tubuh Daniel dan membenamkan wajahnya di dada bidang pemuda tersebut. Sehingga membuat jantung Daniel berdegup kencang dan tak beraturan.


''OMG, apa yang terjadi pada ku? kenapa gadis ini terus menggoda iman ku?'' batin Daniel dengan terus menguasai akal sehatnya agar tidak tergoda dengan belaian manja Stefanie yang mengira dirinya adalah Gala Abiseka Gyantara sepupunya. Laki-laki yang sangat dicintai oleh gadis yang sedang kacau balau tersebut.


''Aku harus segera mengantarnya pulang ke apartemen sebelum gadis ini melakukan hal yang lebih liar lagi!'' gumam Daniel dengan kembali menyandarkan tubuh Stefanie di kursi mobil.


Gadis malang itu pun terlelap setelah mengoceh tak jelas, sehingga kesempatan untuk Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di kediaman Stefanie.


''Untung saja ia terlelap, kalau tidak--?''


Daniel pun menjeda kalimatnya, sambil memegang dadanya yang tak beraturan oleh tingkah Stefanie yang hampir membuat spot jantungnya.

__ADS_1


***


Di toko Chandani Herbal.


''Mas Abi kemana sich? sudah jam 9 malam belum pulang juga. Katanya mau jemput dan pulang ke apartemen? nyatanya batang hidungnya pun tak kelihatan, sesibuk itu kah ia dikantornya hingga melupakan anak dan istrinya,'' omel Tiara sambil mengelus perutnya yang masih rata.


''Ditelfon nggak di angkat, di WhatsApp pun tidak di balas. Awas saja, jika ia pulang siap-siap saja mendengar ocehan sang istri!'' gerutu Tiara dengan raut wajah emak-emak yang sedang tantrum tingkat tinggi mengalahkan tantrumnya anak balita.😁😁


''Mana perut ku lapar lagi, stok camilan ku di kulkas semakin menipis. Mood ibu hamil kok merepotkan sekali,'' gerutu Tiara sambil menopang dagunya.


Tringggg, bunyi deringan ponselnya pun menghentikan sedetik ocehan bumil yang sering tak menentu itu. Tiara dengan sigap mengangkat ponselnya ketika melihat nama yang tertera di layar.


''Mas Abi, panjang umurnya. Baru saja di oceh sudah muncul saja panggilannya,'' ucap Tiara dengan binar wajah yang nampak bahagia ketika melihat suaminya yang ia kira hendak meneleponnya.


Mood Tiara memang suka berubah-ubah, terkadang ia lembut. Terkadang ia begitu sangat marah dan muak melihat pria yang kini telah menjadi suaminya.


''Maaf Nona, suami Nona Abiseka sedang mabuk berat. Kami menemukannya di tempat hiburan xx,'' ucap Andre yang di temani oleh temannya Dimas yang merupakan bagian dari anggota Gyantara music groups milik Abiseka ketika mereka masih aktif di bidang musik sebelum Abiseka menikah dengan Tiara.


''Apaaa? mabuk berat? Di tempat hiburan xx, keterlaluan!'' gerutu Tiara dengan mematikan ponselnya secara sepihak membuat Andre dan Dimas kelabakan menghadapi mood ibu hamil yang tidak menentu tersebut.


''Jadi, kau sudah menikah? kenapa tidak mengundang kita? pantesan kau berhenti bermain musik rupanya kau asyik bermain dengan istri mudamu di rumah. Untung saja hanya nomor ini yang paling aktif diponselmu sehingga kami pun menghubunginya, My Wife. Ku kira siapa?'' cecar Andre sambil menepuk pundak Abiseka yang mabuk berat.

__ADS_1


''Aku baru menikahinya beberapa hari yang lalu, gara-gara one night stand dimalam pesta tempo hari aku tidak sengaja menidurinya. Kami sangat menikmatinya, hingga sekarang tumbuhlah benih ku di rahimnya. Akan tetapi, aku galau kekasih ku Stefanie baru saja kembali dari luar negeri. Hingga ia menagih janjiku untuk menikahinya, aku tidak bisa aku sangat mencintai istriku,'' terang Abiseka yang tidak sengaja menceritakan ranah pribadinya ketika dirinya dalam keadaan mabuk berat.


''Whattttt??? jadi kau benar-benar telah meniduri gadis polos itu? gilaaa, apa yang ada di dalam otak mu bro? ku kira My wife yang kau tuliskan di ponsel itu adalah nama kekasih mu. Sebab, yang ku ketahui kekasih mu begitu banyak sekali, aku tidak menyangka akhirnya playboy cap gayung seperti mu akhirnya menikah juga dengan cara yang tak lazim, meniduri anak orang!'' sergah Andre dengan rasa tak percayanya.


''Gilaaa, jika aku jadi bokap-nyokapnya akan ku hajar dirimu habis-habisan. Tega loe sama Tiara,'' gerutu Dimas sambil menimpuk kepala Abiseka yang masih terlihat mabuk berat.


Sementara, Abiseka masih tetap mengoceh tak karuan hingga separuh aibnya pun terbongkar. Kedua temannya pun nampak magut-magut mendengar ocehan Abiseka yang di luar pemikiran mereka.


''Kasian Si Stefanie, daripada patah hati biar buat aku saja. Cantik-cantik kok rapuh, aku bersedia menjadi pengganti mu hanya untuk gadis itu,'' seloroh Andre sambil terkekeh.


''Memangnya si Tefa barang mainan, seenak jidat kalian pindah tangankan?'' celoteh Dimas yang tidak sehati dengan pemikiran Andre yang begitu sangat konyol.


''Kalian tenang saja, Tefa sudah kuserahkan pada Daniel dan Asisten pribadi ku Alex untuk mengurusinya. Jika kalian ingin taruhan untuk mendapatkannya silahkan! aku sudah punya istri,'' ujar Abiseka dengan tertawa renyah.


Abiseka benar-benar mabuk berat, sehingga otaknya tidak bisa berfungsi normal. Asal bicara tanpa di saring dulu apa yang sedang ia ucapkan.


''Mas Abiiii?'' pekik Tiara dengan sorot mata tajam, ingin rasanya ia menangis sejadi-jadinya mendengar ucapan Abiseka yang begitu sangat mengiris hatinya.


''Tiaraaaa,'' seru Andre dan Dimas yang merasa kaget mendengar pekikan Tiara yang kini telah hadir di sisi mereka.


''Istriku, ia datang kemari. Mengapa kau disini sayang, tempat ini tidak aman untuk mu. Ayo kita pulang!" ucap Abiseka hendak bangkit menghampiri istrinya. Akan tetapi, tubuhnya langsung ambruk lantaran sudah menegak minuman dengan sangat banyaknya.

__ADS_1


''Mas Abiii!'' Tiara langsung berhamburan menghampiri suaminya yang tak sadarkan diri terkapar di lantai dengan tubuh yang terlihat lemas akibat mabuk terlalu berat.


__ADS_2