
"Yes, i'm getting married soon!" ucap dokter Brama terdengar serius.
"Tak ku sangka dirimu diam-diam telah memiliki calon. Aku jadi penasaran seperti apa wanita yang telah berhasil menyentuh hati seorang dokter Brama Adyaksa Kyswara."
Gala Abiseka berdecak kagum dengan pesona Brama yang mampu mencuri hati seorang wanita agar terpaut padanya, hingga hanya dengan satu kata saja mampu menyihir seorang wanita untuk menerima pinangannya.
"Ia seperti Bidadari syurga, aku sangat mengaguminya!" terang Brama dengan terus mengingat dan membayangkan wajah Tiara calon istrinya.
"Maa syaa Allah, senyuman dan wajahnya benar-benar tidak bisa membuatku berpaling darinya!" Bathin Brama dengan mengulum senyumannya.
"Tiara, aku sangat merindukanmu! rasanya tak sanggup jauh darimu meskipun hanya sehari tidak menatapmu," bathin Brama dengan senyum tulusnya.
"OMG, sepertinya dirimu benar-benar telah terdeteksi bucin parah pada calon istri mu!" ujar Gala Abiseka dengan terus menggoda Brama sepupunya.
"Semua orang pasti akan melakukan hal yang sama sepertiku, ketika bertemu bidadari surga seperti dirinya." Brama terus berkhayal tentang calon istrinya, seolah-olah Tiara hadir di hadapannya.
"Oh ya, seistimewa itukah calon istri mu?" tanya Abiseka penasaran.
"Tentu saja ia sangat istimewa," ucap Brama dengan terus menyanjung calon istrinya.
"Secara sepintas, calon istri mu hampir mirip dengan karakter wanita yang saat ini hendak kudekati, ia lembut ia Sholihah. Sebelas dua belas dengan calon istri mu brother!" terang Gala Abiseka dengan terus membayangi sosok Tiara Chandani Putri.
"Oh ya?" ucap Brama yang enggan menanggapi omongan Gala sepupunya.
"Tentu saja iya, aku yakin bidadari ku lebih sempurna di bandingkan calon istri mu!" cecar Gala Abiseka tak mau kalah. Keduanya tidak menyadari jika mereka mencintai sosok wanita yang sama. Mereka terlihat kekeuh menyanjung wanitanya masing-masing.
"By the way, bagaimana ceritanya kamu bisa bertemu dan berkenalan dengan calon istrimu?" tanya Gala yang mulai kepo dengan sosok calon istri Brama.
"Alhamdulillah, atas izin Allah satu bulan yang lalu aku ta'aruf dengan seorang wanita sholehah atas restu kedua orang tuaku. Sebelumnya, kami sama sekali tidak pernah saling mengenal. Akan tetapi, melalui proses ta'aruf itu kami sama-sama mempunyai rasa ketertarikan hingga akhirnya kedua orang tuaku memutuskan untuk melamarnya. Dan ia pun menerima pinanganku, sehingga mencapai kata mufakat agar pernikahan kami dipercepat untuk 2 bulan ke depan. Dan sekarang semuanya dalam proses," terang Brama tanpa ada yang ditutup-tutupinya pada Gala.
"Wah, selamat ya brother! kau hebat sekali, tahu-tahu sudah punya calon saja. Insya Allah aku akan datang menghadiri resepsi pernikahan bersama wanitaku. Aku yakin calon bidadariku sangat sholiha dari semua gadis yang ada di seantero mayapada ini," sela Gala tidak mau kalah dari Brama.
__ADS_1
Baik Gala maupun Brama sama-sama menyanjung wanitanya, tidak ada yang mau mengalah. Padahal, tanpa mereka sadari takdir berkehendak dengan begitu sempurnanya, mereka sama-sama mengagumi wanita yang sama.
Entah apa jadinya jika rahasia itu akan terbongkar, hanya Allah yang maha tahu ke depannya. Percakapan kedua saudara sepupu itu pun semakin berlanjut sampai akhir dititik cerita keduanya pun begitu semangat menceritakan perjalanan kisah cintanya masing-masing.
"Oh ya, jangan lupa datang, bawa calon istrimu yang kau ceritakan tadi. Jika tidak ada, jadi anggota panitia pun boleh bersama Daniel, jika memang kalian tidak punya pasangan!" ledek Brama dengan mengulangi kalimatnya diiringi pula dengan canda tawanya.
"Insya Allah brother aku akan datang memenuhi undanganmu," Gala menepuk pundak Brama. Seolah memberi semangat pada saudara sepupunya yang begitu sangat beruntung dibandingkan dirinya. Itu menurut pandangan Gala.
"Aku pulang dulu, ya? sudah gerah, tadi habis bertemu calon istri. Aku mau istirahat dulu buat persiapan dinas malam nanti. Obatnya jangan lupa diminum, insya Allah besok wajahmu akan kembali pulih dan terlihat tampan lagi. Ini obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan segala macam luka lebam, "Terang Brama pada Gala sepupunya. Ia enggan menanggapi ucapan Gala yang merasakan jika wanita yang di sukai oleh Gala Abiseka lebih baik dari calon istrinya Tiara.
"Baiklah, hati-hati dijalan brother! aku pun hendak menghubungi bidadari surgaku!" ucap Gala Abiseka dengan seutas senyum di bibir manisnya.
"Hemm, it is okay. Semoga saja kau serius menjalin hubungan dengan bidadari syurga mu dan tidak pernah Playboy lagi!" cecar Brama dengan gaya cool-nya.
"Untuk yang ini aku sangat serius untuk menjadikannya pelabuhan terakhir ku." Gala meyakinkan dirinya sendiri.
"Baguslah, jika begitu!" ujar Brama santai, ia tidak ingin terlalu ambil pusing dengan kelakuan Gala Abiseka sepupunya yang kerap kali gonta-ganti pacar.
Setelah kepergian dokter Brahma dari kediamannya, Gala Abiseka mencari cara agar bisa mendekati Tiara dengan caranya sendiri.
"Aku harus mencari tahu tentang wanita ku. Ia harus menjadi milikku seutuhnya, aku yang telah mengecapi manisnya cinta satu malam bersamanya. Aku harus menikahinya, sebelum benih ku tertanam sempurna di rahimnya. Tiara, ke ujung dunia pun dirimu akan kucari! aku tidak akan membiarkan mu pergi dari hidupku, kau hanya milikku!" Gala meyakini dirinya sendiri. Dirinya benar-benar tergila-gila dengan sosok Tiara Chandani Putri.
Gala pun menghubungi Viola yang ia yakini dapat membantu segala kesulitannya. Tak butuh waktu lama ponsel itu pun tersambung.
"Iya, hallo. Kak Gala ada apa?" tanya Viola dengan gaya santainya. Ia tidak ingin Gala atau siapapun mengetahui aksi bejatnya menjebak Gala dan Tiara sahabatnya di malam pesta tersebut.
"Apa kau punya nomor ponsel Tiara? Aku sangat membutuhkannya, tolong kirimkan pada ku!" ucap Gala dengan nada serius.
"Mau PDKT dengan sahabat ku Tiara, ya?" goda Viola di seberang telfon.
Viola pura-pura tidak mengetahui jika Gala dan Tiara telah melakukan hubungan panas tanpa di sengaja.
__ADS_1
"Iya, aku menyukainya. Aku ingin mengenalnya lebih dekat, jadi tolong berikan nomor ponselnya pada ku!" pinta Gala Abiseka.
"Baiklah, Kak. Akan aku berikan!" timpal Viola Arzeta.
"Oke, terimakasih!" Gala pun mematikan ponselnya tanpa basa-basi.
"Dasar es balok, mencairnya hanya pada barang baru saja. Peperangan akan segera di mulai. Aku jadi tidak sabaran melihat kehancuran hubungan antara Tiara dan dokter Brama. Pada akhirnya nanti, aku akan bisa mendekati dan memiliki mu dengan cara yang tak biasa dokter Brama Adyaksa Kyswara!" batin Viola kegirangan. Ia pun mengirimkan nomor ponsel Tiara pada Gala Abiseka.
"Ding!" Gala pun menerima pesan singkat dari Viola.
"Yes, akhirnya aku dapatkan juga nomor calon bidadari ku." Gala mengecup lembut nomor ponsel Tiara yang kini telah tersimpan di handphonenya.
"Tiara, kau tidak bisa lagi untuk menghindari ku. Dengan cara apapun aku akan mendapatkan mu, kau telah membuat ku menjadi candu pada mu." Gala Abiseka terus mengingat adegan panas yang ia lakoni bersama Tiara di acara party-nya semalam. Ingin rasanya Gala mengulangi kembali peristiwa semalam, namun ia sadar semua itu terjadi tanpa sengaja.
"Aku sangat beruntung bisa mereguk manisnya bercinta dengan mu Tiara." Gala pun menekan tombol ponselnya untuk menghubungi bidadari syurganya Tiara Chandani Putri.
***
"Assalamu'alaikum, dengan siapa? ada yang bisa saya bantu?" tanya Tiara yang sengaja mengangkat telfonnya. Ia mengira nomor yang baru masuk itu adalah nomor customer herbal-nya yang hendak menanyakan resep obat-obat herbal padanya.
"Wa'alaikumsalam bidadari syurga ku, sungguh aku sangat merindukanmu!" ucap Gala Abiseka tanpa filter.
"Astaghfirullah, anda salah sambung!" Tiara hendak mematikan ponselnya.
"Tunggu dulu sayang! apakah dirimu lupa jejak cinta kita semalam?" tanya Abiseka dengan seringai nakalnya.
"Kau sudah gila, kau ... kau ... darimana kau mendapat nomor ponsel ku? Aku tak sudi berhubungan dengan mu. Apalagi sampai mengenal mu lebih dekat. Kau adalah laki-laki bejat yang pernah kutemui!" umpat Tiara dengan mematikan ponselnya. Membuat Gala Abiseka mendengus kesal.
"Kau belum tahu siapa diri ku Tiara, di alam semesta ini baru dirimulah yang berani menolak ku mentah-mentah. Bukan Gala Abiseka Gyantara namanya jika tidak bisa melumpuhkan hati seorang wanita. Ini sangat menarik sekali, aku semakin tertantang untuk terus mengejarmu!" gumam Gala Abiseka pelan.
Abiseka pun segera menghubungi asisten pribadinya untuk melacak keberadaan Tiara.
__ADS_1