
Daniel yang tidak mengetahui jika sepupunya Gala Abiseka telah menikah dengan Tiara pun terpaksa melajukan kendaraannya menuju bandara untuk menjemput Stefanie yang ia yakini masih menjadi kekasih Gala Abiseka, walaupun dirinya telah mengetahui Gala Abiseka telah meniduri Tiara di malam pesta itu, ia masih berusaha untuk menyimpan rahasia itu dari Stefanie.
Daniel tidak ingin terlalu ikut campur urusan pribadi Gala, akan tetapi ia tetap mengusut siapa yang telah menjebak Tiara sehingga terlibat adegan panas dengan sepupunya Gala ketika malam pesta itu sedang berlangsung.
''Shittttt!'' lamunan Daniel pun terjeda ketika ia menginjak rem secara mendadak, sehingga terjadi pergesekan antara ban mobil dan jalan raya yang di laluinya menyebabkan dirinya harus menghentikan laju kendaraannya secara tiba-tiba.
''Ya Allah, siapa yang menghalangi jalan ku?'' Daniel keluar dari dalam mobilnya dan mengetuk keras sebuah mobil Xenia putih yang menghalangi jalannya.
Penghuni didalam mobil tersebut pun membuka kaca mobilnya, ''OMG, loe lagi! gue kira siapa?'' ucap seorang gadis yang memang selalu menjadi teman debat untuk Daniel Mahesa Syailendra.
Gadis itu terlihat santai dengan merapikan gaunnya juga memoles wajahnya dengan seperangkat alat make up-nya sebelum melajukan kendaraannya menuju tempat tujuannya, dirinya ini terlihat tampil dan modis meskipun di dalam mobil ia rela berhenti di pinggir jalan hanya untuk menunjang penampilannya.
''Viola Arzettaaaa, kau lagi? kenapa menghalangi jalan ku? dasar gadis tidak punya etika! buruan minggir aku ada urusan mendadak, lama-lama berhadapan denganmu aku bisa gila!'' ucap Daniel hendak mengusir Viola Arzeta dari hadapannya.
''OMG, jadi laki-laki ceriwis amat, beda dengan dokter Brama ia sangat lembut, tidak seperti dirimu kasar dan menyebalkan. Pantas saja, jadi jomblo karatan!'' oceh Viola sambil mengibas rambut panjangnya sehingga terlihatlah leher jenjangnya yang terekspos sempurna.
''Astagfirullah, ini wanita benar-benar tidak bisa menjaga marwahnya. Apa ia tidak malu auratnya terekspos seperti itu dengan pakaian yang minim bahan,'' bathin Daniel dengan menundukkan pandangannya.
''Kenapa melihatku seperti itu? apa kau terpesona akan kecantikanku?'' ucap Viola dengan sok kecantikannya.
''Terserah kau mau berbicara apa? aku harap menyingkir lah dari pandanganku dan berusahalah menjaga dirimu dari pandangan mata-mata liar! Jangan mengundang nafsu bejat para laki-laki untuk memangsamu, apa kau tidak punya urat malu dengan penampilanmu yang seperti ini?'' Daniel merasa risih melihat penampilan Viola Arzeta yang menurutnya sangat tidak bermoral.
''Bukan urusan mu, aku pun tak sudi berlama-lama di hadapanmu. Aku hendak ke rumah sakit xx menghadiri pernikahan kak Gala Abiseka dan Tiara Chandani Putri sahabat ku. Sekalian ketemu dokter Brama ku!'' ceplos Viola Arzeta dengan penampilannya yang terlihat begitu seksi dan menggoda dalam perspektif laki-laki hidung belang, namun tidak untuk Daniel.
__ADS_1
''Maksud mu apa? tidak mungkin Gala dan Tiara menikah, mereka kan tidak saling mencintai?'' ujar Daniel yang tak rela jika Tiara wanita yang sangat dipujanya menikah dengan Gala Abiseka sepupunya. Apalagi, Daniel juga mengetahui jika kekasih Gala yang bernama Stefanie hari ini sudah tiba di Indonesia dan ia sekarang pun akan menjemput kekasih sepupunya dibandara.
Selain itu, Daniel pun mengetahui jika Tiara adalah tunangan Brama Adyaksa Kyswara sepupunya.
''Ya Allah, ujian apa lagi ini? apa yang harus ku jelaskan pada Stefanie, jika kenyataannya kekasihnya sudah menikah dengan wanita lain.'' Daniel bergumam di dalam hatinya, ia pun memijit kepalanya yang terasa pusing memikirkan segala kerumitan yang ada.
''Pakai pura-pura kaget, terang saja kak Gala dan Tiara menikah, ia kan sedang mengandung anak kak Gala setelah malam pesta itu,'' ucap Viola Arzeta keceplosan, membuat Daniel semakin yakin jika biang kerok dari itu semua adalah Viola.
''Hemmm, jadi aku tahu sekarang, jangan-jangan benar kau yang telah menjebak mereka sehingga melakukan hubungan terlarang itu? naudzu billahimindzalik, jika itu benar terjadi berarti dirimu benar-benar tidak punya hati menjebak teman sendiri,'' tuduh Daniel dengan raut wajah yang memerah menahan emosi didadanya.
Jika Viola adalah seorang laki-laki sudah dapat dipastikan dirinya akan mendapatkan bogem mentah dari Daniel. Akan tetapi, Daniel berusaha untuk meredam emosinya.
''Jangan asal menuduh Daniel Mahesa Syailendra! jika tidak disertai bukti-bukti yang akurat, menuduh tanpa bukti itu fitnah yang besar. Jika sampai aku laporkan ke pihak yang berwajib kau akan mendekam di balik jeruji besi atas pencemaran nama baik!'' sela Viola Arzeta dengan berusaha menekan rasa gugupnya lantaran ketakutan dengan rahasianya yang hampir terbongkar oleh sebab cercaan Daniel yang begitu tiba-tiba padanya.
Viola Arzeta yang belum mengetahui jika dokter Brama dan Gala adalah saudara sepupu pun terlihat cuek bebek, yang penting baginya bisa menyingkirkan dan memisahkan Tiara dengan Brama itu menjadi hal yang sangat menyenangkan dalam hidupnya.
Daniel yang semula ingin menjemput Stefanie di bandara pun urung untuk ke sana, ia pun bergegas pergi dari hadapan Viola dan langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit xx.
''Ini tidak benar, kenapa Gala dan Tiara menikah di rumah sakit? apa yang terjadi sebenarnya? bukankah rumah sakit xx adalah rumah sakit khusus dokter Brama bekerja?'' Daniel bertanya-tanya didalam hatinya.
''Dasar laki-laki aneh, datang tak dijemput, pulang tak diantar! seperti jailangkung,'' Viola terkekeh sambil terus mengoceh atas nama Daniel.
Sementara Viola yang baru saja merias dirinya di dalam mobil pun segera melaju membelah jalan raya menuju rumah sakit tempat di mana sahabatnya Tiara kini sedang dirawat.
__ADS_1
''Tiara, Tiara, malang sekali nasibmu harus berbadan dua, menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak kamu cintai, tapi aku merasa senang melihat keterpurukanmu. Selama ini, dirimu selalu berada di atasku akan tetapi hari ini kau berada di bawahku jatuh terperosok dalam kubangan sehingga kau pun tidak dapat untuk bangkit lagi dari lumpur hitam!'' Viola melebarkan tawanya, ia merasa senang dengan musibah yang menimpa Tiara sahabatnya.
Musuh dalam selimut, itulah hal yang melekat dalam diri Viola Arzeta saat ini, dirinya benar-benar seperti orang yang sudah kesetanan. Viola seolah menari-nari di atas penderitaan Tiara sahabatnya.
''Tidak ada lagi yang dapat menghalangiku untuk mendapatkan dokter Brama, akulah ratunya,'' gumam Viola Arzeta sambil terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dirinya tidak ingin terlalu terburu-buru untuk menemui sahabatnya Tiara setelah mendapat kabar jika Tiara akan segera menikah dengan Gala Abiseka.
''Bodohnya dirimu Tiara Chandani Putri, aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajah kuyu mu saat ini, aku benar-benar senang dengan penderitaanmu.'' Viola terus mengoceh tak karuan.
Sementara Daniel yang sudah lebih dahulu sampai di rumah sakit xx pun segera bergegas mencari nama pasien yang bernama Tiara atau Gala Abiseka yang baru menikah hari ini.
''Maaf, apa di sini ada pasien yang bernama Tiara Chandani Putri atau Gala Abiseka yang akan menikah hari ini?'' tanya Daniel dengan nada tidak sabaran kepada bagian resepsionis.
''Nona Tiara ada di bagian ruangan rawat inap VVIP xx,'' terang resepsionis tersebut.
''Terima kasih!'' Daniel pun dengan tergesa-gesa menuju ruang rawat inap Tiara, tanpa menunggu lagi ucapan dari resepsionis yang ada di hadapannya.
''Ceklekkkk!'' pintu kamar VVIP tempat di mana Tiara dirawat pun terbuka lebar hingga menampilkan dua sosok anak manusia yang saling membeku tanpa seuntai kata pun. Keduanya seperti patung yang membisu, tidak ada percakapan di sana kecuali hanya keheningan. Membuat Daniel memijit pelipisnya yang terasa sakit oleh sebab melihat fenomena yang ada di hadapannya.
''Ini pengantin baru apa es balok atau patung Liberti yang ada di museum? kenapa keduanya terlihat beku?'' batin Daniel yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut, sehingga baik Tiara maupun Gala terhenyak dari keterpakuannya ketika melihat kehadiran Daniel tanpa terduga di hadapan mereka.
''Daniel, kau disiniii?'' Gala Abiseka mendadak gugup, ia celingukan melihat ke luar ruangan. Ia mengira Daniel hadir bersama Stefanie kekasihnya.
''Aku sendiri!'' ucap Daniel yang mengerti akan kegalauan sepupunya Abiseka.
__ADS_1