Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 121. Extra Part 3 ( Arti Sebuah Nama )


__ADS_3

Mama Arla terus memperhatikan dua cucu kembarnya secara bergantian, ia begitu sangat bahagia dengan kelahiran cucu kembar dari keluarga Reyhan Gyantara itu. Begitu pun papa Reyhan tak henti-hentinya terus menatap bayi kembar itu secara bergantian.


''Lihatlah ma, cucu kita! mereka sangat lucu sekali, kalau papa perhatikan keduanya mirip sekali dengan putra kita Gala Abiseka," ujar papa Reyhan sambil mengusap lembut pipi kedua cucunya secara bergantian.


''Iya pa, benar sekali!" ujar mama Arla dengan tersenyum senang.


Tiara dan Abiseka pun tak henti- hentinya menyematkan kalimat syukur atas kelahiran putri kembarnya.


"Mas kira-kira siapa nama yang cocok untuk bayi kembar kita?'' tanya Tiara dengan meminta pendapat suaminya.


"Bukankah kau sudah menulis siapa nama bayi kembar kita dibuku harianmu sayang?'' Abiseka balik bertanya.


''Iya mas, ada 99 nama yang telah aku tuliskan, akan tetapi aku pun bingung harus menyematkan nama yang mana untuk kedua putri kita,'' rengek Tiara manja.


''Masya Allah, kau sungguh luar biasa sayang, arti sebuah nama begitu sangat bermakna bagi mu!" ucap Abiseka sambil menyanjung istrinya.


''Tentu saja sayang, jika nama anak kita bagus kan itu adalah do'a untuk mereka agar menjadi anak yang baik. Sebentar aku akan cocokkan nama yang baik untuk mereka.''


Tiara nampak mengingat apa- apa yang pernah ia tuliskan di buku hariannya. Ia pun menerbitkan senyumannya, "Bagaimana jika nama putri kembar kita untuk sang kakak kita berikan nama Arumi Nasha Razeta yang artinya keturunan putri Nabi Adam yang cantik dan wangi seperti bunga. Sedangkan anak bungsu kita Arsyila Romeesa Farzana, yang artinya bayi perempuan yang memiliki kecantikan surgawi, yang bijak, pandai dan beruntung, kelak memiliki jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna. Bagaimana, apakah daddy setuju dengan usulan mommy?'' tanya Tiara sambil menatap wajah suami tampannya.


"Maa syaa Allah, daddy setuju sekali. Itu nama yang indah dan penuh makna mommy!" Abiseka mengecup kening Tiara dengan penuh cinta.


"Jadi, deal ya dad tentang nama putri kita?" tanya Tiara dengan mengembangkan senyum bahagianya.


''Deal, sayang!" ujar Abiseka sambil mencium pucuk kepala Tiara. Tak henti- hentinya ia menciptakan moment romantis untuk wanita terkasihnya.

__ADS_1


''Hemmm, romantisnya cucu menantu mama! nama yang indah untuk kedua cucuku, kau wanita yang cerdas dan pintar sekali nak Tiara! beruntung sekali Abiseka bisa beristrikan dirimu. Kau adalah ibu yang baik untuk cucu kami," ujar mama Arla sambil tersenyum pada Tiara.


Sedangkan papa Reyhan lebih fokus memperhatikan cucu kesayangannya, akan tetapi ... sebagai seorang oppa, ia pun mendengarkan dengan seksama percakapannya istrinya dan anak menantunya.


''Nama yang indah sekali Arumi dan Arsyila mereka benar-benar seperti pinang di belah dua, cantik, lucu dan menggemaskan," ujar papa Reyhan sambil mengecup pipi kedua kedua cucunya secara bergantian.


Tidak lama kemudian, bunda Pieska dan Ayah Tyo orang tuanya Tiara pun hadir di ruang persalinan Tiara setelah mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


"Sayang, bagaimana kabarmu?" ucap bunda Pieska sambil merangkul dan mengecup pipi kiri dan kanan Tiara.


''Alhamdulillah, persalinannya lancar bunda,'' ujar Tiara tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah, sayang. Bunda ikut bahagia dan terharu mendengarnya." Manik mata bunda Pieska terlihat mulai berembun melihat perjuangan putrinya melahirkan cucu mereka.


''Kau kini telah menjadi ibu, Nak. Jadilah madrasah yang baik untuk anak- anak mu nanti, didik mereka menjadi putri yang shalihah seperti ayah dan bunda yang mendidik dan mengasihi mu dengan penuh kasih dan cinta!" ujar ayah Tyo sambil mengecup kening putrinya.


''Alhamdulillah, kau hebat nak bisa melahirkan dua Putri kembar! ayah bangga pada mu,'' ayah Tyo mengusap lembut pucuk kepala putrinya. Ia pun menghampiri kedua besannya, mereka saling menyalami satu sama lain.


Kedua orang tua Tiara dan Abiseka saling terlibat perbincangan yang penuh makna untuk masa depan cucu dan anak menantu mereka.


''Cucu oppa Tyo namanya Arumi dan Arsyila ya? maa syaa Allah, nama yang indah dan cantik sekali sayang,'' ujar oppa Tyo sambil mengelus pipi dua cucu kembarnya.


''Bunda tidak menyangka jika kita memiliki cucu kembar, Yah." Bunda Pieska pun menggendong salah satu dari baby twins itu.


''Arumi, cucu omma yang mungil semoga kau menjadi anak yang sholihah sayang berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Begitu pula dengan adik mu Arsyila," ujar omma Pieska. Semua orang pun nampak mengaminkan do'a bunda Pieska.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, dokter Brama dan dokter Yashinta pun menjenguk baby twins itu di susul pula oleh pasangan Daniel dan Stefanie. Mereka ikut bahagia dengan kehadiran keponakan baru dalam keluarga mereka.


''Maa syaa Allah, selamat ya Tiara atas kelahiran baby twinsnya? maaf, dari RSUD kami langsung datang ke rumah sakit Permata Bunda ketika mendengar kabar kamu melahirkan disini,'' ujar dokter Yashinta sambil menyalami dan merangkul tubuh Tiara.


''Iya, tidak apa- apa dokter Yashinta. Karena keadaan darurat, daddy-nya si kembar membawa kami ke rumah sakit terdekat, jadi tidak ke RSUD xx tempat di mana kalian bekerja." Tiara memberikan penjelasan.


''Tidak apa-apa, Tiara. Yang penting kau dan bayimu sehat dan selamat! maa syaa Allah ... selamat atas kelahiran bayi kembarnya!" dokter Yashinta terlihat kegirangan ketika mengetahui Tiara melahirkan baby twins.


"Maa syaa Allah, selamat brother! aku ikut bahagia atas kelahiran baby twins kalian, ini sangat luar biasa!" ujar dokter Brama sambil merangkul dan menepuk bahu Abiseka. Kedua saudara sepupu itu pun saling tertawa renyah.


Bukan tanpa sengaja manik mata Tiara dan Brama saling bertemu pandang, masih teringat jelas bagaimana dahulu mereka pernah mengukir janji ingin bersama akan tetapi takdir berkehendak lain, mereka harus berpisah meskipun cin-cin emas telah melingkar di jemari Tiara. Cinta itu telah pergi, namun yang datang adalah jodoh.


''Tiara, aku ikut bahagia atas karunia yang telah Allah berikan pada mu dan Abiseka sepupu ku. Kita telah memiliki kebahagiaan masing-masing, aku pun kini telah memiliki wanita shalihah yang mendampingi ku dan insyaAllah enam bulan lagi aku pun akan menyusul kalian untuk memiliki baby yang lucu seperti kalian," batin Dokter Brama sambil menundukkan wajahnya. Ia pun menggenggam erat jemari tangan Yashinta demi mengalihkan pandangannya agar tidak terus- menerus memikirkan Tiara yang tak mungkin lagi bisa bersamanya seperti dulu.


Tiara pun mengalihkan pandangannya pada suaminya yang memang kini sudah halal untuk ia pandangi. "Maafkan aku mas Bram, yang mungkin masih menghantui pikiran dan perasaan mu, aku do'akan semoga kau bahagia bersama Yashinta dan aku yakin sebentar lagi kau pun akan segera merasakan bagaimana rasanya punya baby. Allah maha adil pada setiap hamba-nya,'' batin Tiara yang memang telah menguburkan perasaannya yang dulu sempat bertumbuh untuk dokter Brama.


''Welcome ponakan kembarnya aunty Stefa, kalian sangat lucu dan menggemaskan!" seru Stefanie istrinya Daniel, ia yang paling heboh di antara semua yang hadir.


"Mas, kau lihat keponakan kita bontot sekali! ini siapa namanya? aunty gendong secara bergantian ya?" seru Stefanie meramaikan suasana yang ada.


''Pelan-pelan sayang, bayinya masih merah dan lembut. Nanti ia menangis bagaimana?'' ujar Daniel mengingatkan tingkah bar-bar istrinya.


''Kau tenang saja, sayang. Baby twins ini pasti betah dalam dekapan auntynya." Stefanie pun menggendong bayi mungil itu secara bergantian.


''Ini siapa namanya?'' Stefanie kembali mengulangi pertanyaannya, sambil melirik ke arah Tiara. Ia tak henti- hentinya menoel-noel pipi kedua bayi kembar itu. Semua orang pun tertawa melihat tingkah kocak Stefanie.

__ADS_1


''Nama kakaknya Arumi Nasha Razeta sedangkan adiknya Arsyila Romeesa Farzana!" sahut Tiara di sertai senyuman khasnya.


''Maa syaa Allah, namanya cantik sekali! aunty yakin arti sebuah nama yang telah disematkan oleh kedua orang tua kalian memiliki makna yang sangat dalam," seru Stefanie sambil terus bermain- main dengan dua bayi mungil itu.


__ADS_2