SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Jatuh Cinta Setiap Harinya


__ADS_3

Leo dan Sandra kini tengah berada di ruangan CEO di perusahaan Sandra. Mereka kini tengah membahas mengenai kerjasama perusahaan yang ternyata adalah sebuah kerjasama yang merugikan. Leo tengah membantu Sandra memeriksa beberapa proposal kerjasama perusahaannya.


"Coba deh kamu cek dulu yang bagian ini" tunjuk Leo pada sebuah proposal kerjasama yang tengah di pegangnya.


Kalau kalian tanya Erick atau sekretaris lainnya kemana? Jawabannya adalah Erick sedang berada di luar negeri karena harus mengurus pembukaan cabang baru perusahaan Sandra, sedangkan sekretaris lainnya juga sedang sibuk memeriksa proposal.


"Huaaa.... Pusing. Pengen nikah aja biar di nafkahin sama suami, nggak perlu kerja lagi" seru Sandra sembari menelungkupkan kepalanya di atas meja kerjanya yang penuh dengan dokumen-dokumen penting.


Memang akhir-akhir ini Sandra benar-benar di sibukkan dengan perusahaannya. Perusahaan Sandra semakin maju, banyak yang ingin menjalin kerja sama dengan perusahaanya dan ada juga yang selalu ingin menjatuhkan perusahaannya. Karena hal ini pula, Sandra semakin jarang berkumpul dengan saudara-saudaranya yang lain. Untungnya ada Leo yang membantunya.


"Ya udah, ayo" ucap Leo menanggapi seruan Sandra.


"Ayo apanya kak?" heran Sandra sambil mengubah posisinya kembali duduk.


"Nikah, bukannya tadi kamu mau nikah. Aku jamin, takkan ku biarkan kamu untuk bekerja. Kamu tinggal duduk di rumah, shopping kemanapun dan jalan-jalan kemanapun. Tanpa harus memikirkan dokumen-dokumen ini" ucap Leo sambil tersenyum manis.


Sungguh... Ucapan manis Leo itu membuat Sandra bengong. Walaupun biasanya Leo juga bersikap atau berucap manis, tapi tak pernah sepanjang ini bahkan ini terkesan sombong.


"Nikah... Nikah... Kerja... Kerja..." ucap Sandra sewot setelah sadar dari bengongnya.


"Jangan sering mengucapkan kalimat manis, yang tentu hanya manis di bibir saja sedangkan untuk tindakan? Nol besar" lanjutnya.


"Kamu tak percaya denganku baby? Bahkan aku hanya mengucap kalimat manis ini hanya ketika denganmu saja" ucap Leo dengan nada pasrah.


"Hahaha Kak Leo lucu, gitu aja langsung lesu, lunglai, dan berakibat pasrah" ucap Sandar sambil tertawa melihat wajah Leo.


"Oh... Jadi tadi kamu hanya mengerjaiku saja? Iya?" ucap Leo dengan seringaian liciknya membuat Sandra sedikit ketakutan.

__ADS_1


"Eng... Enggak kok, siapa yang mengerjai kakak" elak Sandra dengan wajah paniknya.


"Rasain kamu baby, aku balas kamu" batin Leo dengan seringaian andalannya.


Tiba-tiba saja Leo berdiri dari duduknya dan mendekatkan tubuhnya ke arah Sandra. Tanpa di duga, Leo mengangkat tubuh Sandra dan membawanya ke arah sofa di ruangan Sandra.


"Kak Leo..." pekik Sandra ketika Leo menggendongnya ala bridal style.


Cup... Cup... Cup... Cup... Cup... Cup...


Leo mengecup seluruh wajah Sandra kecuali bibir, hingga pipi Sandra memerah.


"Kak Leo... Jangan cium-cium ih, nanti dimarahin papa" ancam Sandra sambil kedua tangannya mencoba menjauhkan wajah Leo dari wajahnya.


Jujur saja, Sandra masih malu jika diperlakukan manis seperti ini oleh Leo, kekasihnya. Ia masih mencoba menjaga dan membentengi hatinya agar jika kelak apa yang ia harapkan tak terwujud, maka hatinya tak akan terlalu sakit.


"Eh... Iya kenapa kak?" gugup Sandra saat ketahuan melamun kemudian memperbaiki posisi duduknya menjadi tegak begitupun Leo.


"Ada apa? Kenapa melamun?" tanya Leo dengan lembut sembari mengelus surai hitam Sandra.


"Nggak papa kok kak" elak Sandra mencoba tersenyum tapi di mata Leo terlihat sangat di paksakan.


"Kamu tahu aku kan, baby?" ucap Leo dengan wajah yang berubah menjadi datar. Hal itu membuat Sandra sedikit takut.


"Emm... Apa kak Leo suatu saat nanti akan meninggalkan Sandra jika ada wanita yang lebih baik atau lebih cantik dari Sandra?" tanya Sandra dengan ragu-ragu.


Deg...

__ADS_1


"Maksud kamu apa?" tanya Leo heran dengan pertanyaan yang dilontarkan Sandra.


"Kamu nggak percaya sama aku, baby? Bukannya kamu sudah merasakan bagaimana perjuanganku selama ini dari mulai mencari kamu, menemukan kamu, dan sampai sejauh ini? Apa kamu nggak bisa ngeliat perjuangan aku? Berapa banyak wanita di sekelilingku, apa kamu pernah melihat aku menanggapi mereka?" ucap Leo sambil bertanya kepada Sandra.


"Kamu masih ragu sama aku?" tanyanya lagi. Sedangkan Sandra masih diam membisu.


"Aku takut..." cicit Sandra pelan namun masih bisa terdengar oleh Leo.


"Apa yang kamu takutkan?" tanya Leo dengan tatapan melembut.


"Aku takut apa kamu berpaling dari aku. Aku bukan wanita baik-baik, kamu tau itu kan" ucap Sandra dengan menatap Leo dengan mata berkaca-kaca.


"Hei... Kalau aku ingin berpaling ke wanita lain, sudah dari dulu aku lakukan itu. Tapi faktanya? Aku masih disini, dengan perasaan yang sama untukmu. Takkan pernah berubah sampai kapanpun, bahkan kamu membuatku jatuh cinta setiap harinya hanya dengan melihat wajahmu" ucap Leo dengan serius seraya mengusap air mata Sandra yang jatuh di pipinya.


Sandra begitu terharu dengan kalimat yang di ucapkan oleh Leo hingga ia langsung menubrukkan tubuhnya ke pelukan Leo.


"Maaf sudah tak mempercayaimu, aku... Aku hanya..."


"Stttt... Tak perlu di lanjutkan. Aku takkan pernah berpaling ke wanita manapun selain kamu, asal kamu juga menjaga hatimu buat aku" ucap Leo dengan membalas pelukan Sandra. Sandra hanya menjawab dengan sebuah anggukan saja.


"Jadi... kapan kita mau nikah?" tanya Leo mengalihkan perhatian Sandra.


"Ihhh... Nunggu kamu lulus kuliah dulu, terus kak Willy dan Kak Sandro dulu yang nikah. Baru kita" gerutu Sandra.


"Iya... iya... Aku bakalan nunggu sampai saatnya itu tiba" ucap Leo sambil tersenyum.


Mereka pun melanjutkan pekerjaan hingga sore hari menjelang.

__ADS_1


__ADS_2