
"Stop" seru Sandra.
"Jangan di buka dulu, lihat itu ada sebuah kabel tipis yang terhubung dengan sebuah bom di bawah pintu" lanjutnya. Leo seketika menajamkan penglihatannya dan memang benar ada sebuah kabel yang sangat tipis, kalau bukan orang yang jeli jelas akan menimbulkan ledakan besar apabila kita tak mematikan arusnya.
"Sepertinya ini benar-benar ruang penyekapan itu, pintu yang lain tak terlihat ada pengamanan seperti bom ini" ucap Sandra dan diangguki setuju oleh Leo dan Willy.
Leo segera memutus kabel itu dengan sebuah tembakan dari pistol anti suaranya sehingga tak menimbulkan suara gaduh. Setelah selesai, ia membuka pintu itu dengan pelan. Setelah dibuka, terdapatlah beberapa orang disana yang sepertinya satu keluarga sedang disekap. Ada yang diikat di sebuah kursi, ada yang di rantai tangan dan kakinya, ada pula yang diborgol berdiri.
Melihat pemandangan seperti itu, Sandra dan Willy hanya geleng-geleng kepala merasa miris sedangkan Leo hanya cuek seakan sudah terbiasa melihatnya. Disana ada 3 orang anak laki-laki, 2 orang remaja laki-laki sepertinya berusia 18 tahun dan 1 orang remaja perempuan berusia 10 tahun serta 2 orang wanita paruh baya. Keadaannya lumayan mengenaskan dengan mengenakan pakaian lusuh dan sobek-sobek serta wajah dan tubuh hampir penuh lebam terutama pada dua remaja laki-laki disana.
Sejak kapan mereka disekap atau berapa lama sebenarnya mereka disekap? Mereka disekap sudah 8 tahun. Vito dari dulu memang sudah menjadi orang kepercayaan tuan Alfonso dari awal mulai pembunuhan keluarga Arvasyad, namun ia sama sekali tak mengetahui rencana itu karena saat itu ia sedang ada tugas di luar kota sehingga Tuan Alfonso meminta bantuan pada orang kepercayaan Arvasyad di perusahaan untuk bekerjasama menghancurkan Arvasyad.
Vito baru mengetahui tentang pembunuhan keluarga Arvasyad dilakukan oleh tuannya 8 tahun yang lalu ketika tuannya mengeluhkan keresahannya itu padanya. Tuannya khawatir kalau suatu saat anak dari keluarga Arvasyad yang sampai saat itu belum ditemukan akan balas dendam terhadapnya. Setelah mengetahui hal itu, Vito berniat resign dari pekerjaannya karena takut keluarganya akan ikut jadi sasaran apabila ia masih bekerja dengan tuan Alfonso. Namun dengan liciknya, Tuan Alfonso memerintahkan anak buahnya untuk menyekap seluruh anggota keluarga Vito sebagai jaminan agar Vito tak berhenti mengabdi kepada tuan Alfonso.
Back to the topic.....
Willy, Sandra, dan Leo segera membuka ikatan, borgol, dan rantai terkunci itu dengan senjata yang mereka bawa. Mereka yang disekap disana ada yang masih sadar dan ada juga yang tidur karena obat tidur yang di berikan oleh para anak buah tuan Alfonso. Setelah selesai, anak buah Leo segera membantu kelima orang yang disekap itu untuk dibawa ke mobil.
"Sungguh kejam" gumam Sandra yang melihat sekeliling ruangan yang sangat tidak layak untuk dihuni manusia.
Sandra, Leo, dan Willy segera keluar rumah itu saat mendengar suara gemuruh keributan dan beberapa tembakan.
__ADS_1
*Dor... Dor... Dor...
Dugh... Brakk... Dugh*...
Tembakan dan suara perkelahian terdengar begitu keras membuat ketiganya melangkah cepat keluar. Ternyata di luar terjadi baku hantam antara anak buah Leo dengan anak buah Alfonso yang mengetahui bahwa tawanan tuannya dibebaskan oleh seseorang.
"Kembalikan mereka pada kami" seru salah satu anak buah Alfonso.
"Tidak, jangan harap" jawab anak buah Leo.
Perkelahian terus terjadi, Leo dan Willy turut membantu anak buahnya karena terlihat bahwa anggotanya kalah jumlah dengan anak buah Alfonso. Sedangkan Sandra di suruh untuk segera pergi dari sana dengan membawa keluarga Vito.
"Sandra, bawa keluarga Vito pergi dari sini. Biarkan kami yang menangani ini" ucap Leo yang melihat Sandra ingin membantu anak buahnya melawan anak buah Alfonso. Mendengar hal itu, Sandra seketika mengurungkan niatnya untuk membantu tapi ia memilih menyelamatkan keluarga Vito dulu yang masih berada di dekat mobil karena tadi sebelum mereka sampai di mobil ternyata mereka sudah dihadang oleh anak buah Alfonso.
Anak buah Leo itu pun mengangguk dan melawan beberapa orang yang mencoba mendekati Sandra dan keluarga Vito. Sandra berhasil membawa mereka masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia juga menghubungi anak buah bayangannya untuk membantu Leo, Willy, dan lainnya. Bagaimanapun juga Sandra khawatir terlebih tadi anak buah Alfonso hampir 3x lipat anak buah Leo.
"Nona, apa kita akan baik-baik saja?" tanya seorang pemuda laki-laki yang masih sadar dengan nada lemahnya. Keluarga Vito yang masih sadar adalah 1 pemuda laki-laki dan 1 wanita paruh baya.
"Tenanglah, kita pasti akan selamat dari sini" jawab Sandra dengan tenang sambil terus menambah kecepatan mobilnya.
Butuh waktu sekitar 2 jam lebih mereka sampai di sebuah rumah sakit milik Sandra. Tanpa memarkirkan mobilnya di tempat yang benar, Sandra keluar dari mobil dan memanggil satpam dan suster yang berjaga untuk membantunya membawa kelima orang yang ada dalam mobilnya.
__ADS_1
"Tolong pak, sus... darurat" teriak Sandra di depan pintu masuk rumah sakit.
Satpam dan suster yang mendengar teriakan itu segera mendekat ke arah suara. Mereka segera membantu Sandra untuk membawa kelimanya ke arah ruang IGD. Dengan brankar, kelima orang itu dimasukkan ke dalam ruang IGD.
"Tolong cek secara keseluruhan keadaan pasien, saya tak ingin ada yang terlewat" ucap Sandra dengan nada datarnya kepada suster dan dokter yang akan masuk ke dalam ruang IGD. Suster dan dokter itu hanya menganggukkan kepalanya.
***
Sedangkan di sisi lain Leo dan Willy...
Leo, Willy, dan anak buahnya menyerang anak buah Alfonso membabi buta. Tak ada celah bagi anak buah Alfonso untuk bisa melarikan diri, terlebih sekarang ada anak buah bayangan yang Sandra kirimkan.
"Kau tak apa Wil?" tanya Leo yang melihat Willy sepertinya sangat kelelahan. Ia tahu Willy baru pertama kali melawan orang sebanyak ini jadi wajar kalau ia sedikit kuwalahan.
"Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lelah mungkin karena ini pengalaman pertamaku mengalami hal ini" jawab Willy dengan nafas terengah-engah. Willy pun selalu berada di dekat Leo, bukannya takut hanya saja ia merasa lebih mempunyai tanggungjawab karena ada orang terdekatnya yang harus ia lindungi.
Selang satu jam, perkelahian itu berakhir yang tentunya dimenangkan oleh pihak Leo dan Willy. Anak buah Alfonso banyak yang tewas di tempat, sedangkan anak buah Leo hanya luka-luka.
"Bawa anak buahku ke rumah sakit, rawat mereka sampai sembuh" titah Leo dengan nada tegasnya kepada anak buah Leo yang hanya kelelahan.
"Baik tuan" jawab mereka serentak.
__ADS_1
Anak buah Leo dan anak buah bayangan Sandra segera membereskan semua yang ada disana. Membawa anak buah Leo ke rumah sakit, memakamkan orang-orang yang meninggal, dan membawa anak buah Alfonso yang hanya pingsan ke suatu tempat. Sedangkan Leo dan Willy pergi dari tempat itu dengan membawa mobil salah satu anak buahnya untuk menyusul Sandra.