SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Pernikahan


__ADS_3

6 bulan sudah berlalu dari acara lamaran itu, Leo dan Sandra memutuskan untuk segera menggelar acara pernikahan. Dengan dibantu oleh semua saudaranya, acara pernikahan impian Sandra akhirnya bisa terwujud. Pesta dengan nuansa indoor di dekat pantai dengan tema warna putih menjadi pernikahan impian Sandra. Semuanya benar-benar berwarna putih dari tenda dan bunga fresh yang terpasang. Leo pun dengan senang hati mewujudkan impian kekasih hatinya itu.


Sekarang hari yang ditunggu-tunggu oleh Sandra dan Leo telah di depan mata. Di hadapan penghulu dan Willy, Leo mengucapkan ijab kabul yang disaksikan oleh semua keluarga dan juga kolega bisnisnya. Perasaannya campur aduk antara gugup, takut, dan juga bahagia menjadi satu namun ia hanya menampilkan wajah datarnya untuk menutupi semua itu. Tepat beberapa menit setelah Leo duduk, semua keluarga dan sahabatnya segera memposisikan dirinya di tempat masing-masing dan seketika terdengar kata...


"SAH"


Bunyi seruan dari saksi dan semua yang hadir membuat Leo tersadar dan terharu bahwa kini ia sudah menjadi suami dari seseorang yang sangat ia cintai. Dalam hatinya ia sangat berbunga-bunga, bahkan senyum lebar terlihat tampak di bibirnya.


Setelah menunggu beberapa saat, bunyi tepuk tangan meriah dan angin yang beradu di keheningan tempat itu


disana mereka semua mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut. Tampak semua orang menatap kagum sosok yang berjalan dengan anggunnya menuju ke arah sang mempelai pria. Sandra muncul dengan balutan gaun berwarna putih yang membuat kulit putih susunya bersinar dan terlihat sangat anggun. Dengan digandeng oleh Paman Harry dan Sandro, Sandra berjalan sambil terus menyunggingkan senyum manisnya membuat semua tamu paham kalau sang pengantin wanita sedang dalam keadaan berbahagia.


Leo pun terperangah melihat kecantikan sang wanita atau lebih tepatnya wanita yang kini telah sah menjadi istrinya beberapa menit yang lalu.


"Kamu cantik" bisik Leo saat Sandra telah sampai dan duduk di sampingnya.


Sandra hanya tersenyum malu karena semua mata tertuju padanya saat melihat adegan Leo berbisik pada telinga Sandra. Setelahnya Leo dan Sandra menandatangani surat-surat, mereka pun menuju ke kursi pelaminan yang berada di atas panggung. Satu per satu kolega bisnis memberi ucapan selamat kepada kedua pasangan yang tengah berbahagia tersebut tak terkecuali saudara-saudara mereka.


"Selamat ya kak Sandra. Jangan lupa bikinin kita-kita ponakan yang ucul ucul" ucap Yusuf terkekeh sambil menggoda pasangan baru tersebut.


"Pasti dong, langsung gue gas hahaha" jawab Leo asal yang langsung dihadiahi cubitan di perutnya oleh Angel.

__ADS_1


"Awsss... Sakit yang" rengek Leo dengan mengusap bagian yang dicubit Angel.


"Yang yang pala loe peyang. Jangan asal bicara, lihat tuh masih ada anak kecil yang telinganya masih suci" kesal Sandra yang langsung ditertawakan oleh saudara-saudaranya yang berada di belakang Yusuf.


"Selamat ya Leo dan adekku yang cantik. Kita percayakan Sandra sama loe, semoga kalian bahagia lahir dan batin sampai maut memisahkan. Jangan lupain saudara-saudara kalian yang lain" ucap Willy sambil memeluk Leo dan Sandra secara bergantian.


"Makasih kak" ucap Leo dan Sandra bersamaan sambil tersenyum.


"Selamat Kak Sandra. Sering-sering tengokin kami ya" ucap Alin, Fatah, dan Damar sambil memeluk Sandra secara bersamaan.


"Makasih kalian, makasih udah mau jadi adik kakak. Selamanya kalian adalah adik kakak, jadi walaupun kakak udah nikah kalian nggak boleh sungkan-sungkan kalau butuh bantuan kakak" ucap Sandra sambil tersenyum


tulus.


"Selamat atas pernikahanmu, nak. Semoga kamu bahagia dengan pilihan hatimu, kalau suatu saat nanti Leo menyakitimu jangan sungkan untuk bilang sama paman. Biar paman potong tuh burungnya" ucap Paman Harry dengan memberikan sedikit ancaman pad Leo kemudian memeluk Sandra erat.


"Sebelum paman memotong burungnya, udah Sandra jadikan rica-rica tuh burungnya" ucap Sandra dengan bercanda membuat Leo yang mendengar pembicaraan mereka berdua menjadi bergidik ngeri dan refleks memegang celananya.


Setelah semua saudara dan beberapa kolega mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, keduanya duduk sebentar di kursi pelaminan.


"Kak, kaki Sandra pegel" rengek Sandra sambil menarik-narik lengan Leo yang terbalut jas di lengannya.

__ADS_1


"Ya udah langsung ke hotel aja yuk, istirahat" ajak Leo karena merasa kasihan melihat wajah Sandra yang terlihat begitu kelelahan.


"Tapi... Acaranya kak?" Tanya Sandra yang tak enak jika harus meninggalkan lokasi acara pernikahannya karena acaranya belum selesai.


"Biar kakak yang ijin ke ayah, bunda, dan paman" jawab Leo kemudian berlalu menemui para orangtua yang ia maksud meninggalkan Sandra yang tengah duduk di kursi pelaminan.


"Ayah, bunda, paman... Sandra udah kecapekan. Kita mau ke hotel duluan ya buat istirahat. Minta tolong kalian handle acara ini ya, Leo kasihan melihat Sandra yang kelelahan" pamit Leo setelah menemukan keberadaan orang yang ia cari.


"Iya, kalian istirahat aja. Untuk acaranya biar kita yang handle" ucap Paman Harry dan diangguki oleh kedua orangtua Leo.


"Baiklah paman, terimakasih" ucap Leo kemudian berlalu menuju Sandra yang tengah duduk sendirian di atas kursi pelaminan.


"Ayok sayang kita istirahat, aku tadi udah ijin sama mereka dan mereka mengijinkan kita untuk kembali ke hotel terlebih dahulu" ucap Leo yang langsung menggandeng tangan Sandra menuju ke kamar hotel yang sudah ia persiapkan.


Sesampainya di kamar hotel yang sudah dirias dengan banyak bunga mawar yang bertebaran diatas ranjang, Leo dan Sandra pun duduk di pinggir ranjang dengan menatap dalam mata pasangannya.


"Terimakasih sudah mau menerimaku yang banyak kekurangan ini terlebih sikap gegabah dan keegoisanku ketika mengambil keputusan. Terimakasih sudah mau menjadi teman dan sahabat hidupku. Aku tidak akan berjanji untuk tidak meninggalkanmu, tapi aku akan berusaha untuk selalu ada untukmu saat kau senang dan sedih serta


menjadi tempatmu kembali pulang. Aku akan berusaha membahagiakanmu lahir dan batin. I love you, Sandra" ucap Leo sambil memegang tangan dan menatap mata Sandra dengan dalam.


"Aku juga akan berusaha untuk selalu ada di kala senang dan sedihmu kak. Mencoba untuk menjadi istri dan ibu yang membanggakan untuk kak Leo dan anak-anak kita kelak. I love you too, kak Leo" ucap Sandra dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Sandra benar-benar tak menyangka kalau akhirnya cintanya akan berlabuh kepada seorang laki-laki yang dulunya meminta minum di toko bunga miliknya dan Yusuf. Mereka pun akhirnya saling berpelukan, menyalurkan segala rasa cinta yang selama ini terus bertambah dari hari ke hari.


__ADS_2