SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Dalang Kekacauan


__ADS_3

Dor... Dor... Dor...


Bunyi tembakan seketika mengejutkan semua orang yang berada di aula. Bahkan sebagian orang disana berteriak histeris ketakutan dan melihat ke arah suara tembakan.


"Pak Victor..." seru beberapa orang di sana saat melihat orang yang di kenalnya, tangannya berdarah terkena tembakan pistol.


Ketika beberapa orang akan mendekat ke arah seseorang yang sedang meringis kesakitan sambil memegangi tangan kanannya, Sandra seketika berteriak membuat orang-orang itu menghentikan rencananya dan beridiri di tempat.


"TETAP DIAM DI TEMPAT" teriak Sandra dengan aura dingin yang seketika keluar dari tubuhnya.


Mendengar teriakan itu dan merasakan aura dingin yang menyelimuti aula, seketika semua yang ada di aula berdiri tegap dengan wajah kaku di tempat awal mereka berdiri dan langsung menghadap ke arah Sandra yang berdiri dengan pistol di tangannya. Yapp... yang menembakkan peluru dengan pistol ke arah salah satu karyawan perusahaan adalah Sandra.


"JANGAN ADA YANG MENDEKAT KE ARAH PENGKHIANAT ITU" seru Sandra.


Apa maksud dari CEO kita itu?


Ternyata walau dia perempuan, dia sangat berani menunjukkan taringnya


Apa mungkin Pak Victor pengkhianat perusahaan?


Apa Pak Victor yang menyebabkan kekacauan di perusahaan hari ini?


Tapi Pak Victor adalah orang yang baik selama ini ke karyawan


Beliau juga udah kerja di sini sangat lama


Bisik-bisik di antara karyawan tak terelakkan lagi, mereka masih tak percaya kalau Victor, rekan kerja mereka selama ini mejadi pengkhianat di perusahaan. Mereka malah berpikir kalau Sandra sedang membual demi mendapatkan sesuatu dari perusahaan.


"Tak mungkin Pak Victor pengkhianat di perusahaan ini dan dalang dari kejadian hari ini karena dia orang yang sangat baik pada kami. Beliau juga sudah lama bekerja di sini dan beberapa kali mendapatkan penghargaan karyawan terbaik" seru salah satu orang karyawan memberanikan diri menyampaikan ketidak percayaannya dan diangguki setuju beberapa karyawan lain di sana.

__ADS_1


Sandra terlihat biasa saja menanggapi seruan dari salah satu karyawan itu karena sudah menduga akan terjadi hal itu, toh dia sudah mendapatkan bukti atas semua yang terjadi, bukan hanya sebuah bualan semata.


Prok... Prok...


Bukannya menjawab seruan dari salah satu karyawan, Sandra malah menepukkan kedua tangannya.


Sebuah layar tiba-tiba muncul di atas panggung, bahkan LCD pun menyala hanya dengan sebuah kode menepukkan tangan. Bahkan Edward yang sudah lama bekerja di sana tak mengetahui hal itu.


"START..." seru Sandra.


Layar LCD di atas panggung menampilkan beberapa orang yang di blur kecuali seorang karyawan yang tak lain adalah Victor sedang berbincang serius. Bahkan suara perbincangan itu terdengar jelas menggema di ruang aula yang keadaannya sedang hening.


Isi perbincangan Victor dengan beberapa orang yang belum di ketahui siapa karena wajahnya masih di blur oleh Sandra.


"Bodohnya Luis itu, percaya dengan kita-kita yang jelas telah mengeruk kekayaannya secara diam-diam. Bahkan dia tak sadar akan hal itu hahaha" ucap Victor pada beberapa orang di sana.


"Benar, katanya Raja bisnis tapi uang perusahaan di keruk saja ia tak tahu. Apa kita kurang banyak ambilnya hingga ia tak sadar?" tanya orang A.


"Hancurkan perusahaannya. Obrak-abrik semua berkas penting yang ada di perusahaan dan rusak semua fasilitas yang ada di perusahaan itu" ucap si Bos.


"Tapi di perusahaan banyak sekali bodyguard yang menjaga keamanan bos" ucap Victor mengungkapkan keraguannya atas rencana bos nya itu.


"Kalian tenang saja. Bahkan penjaga atau bodyguard yang Luis pekerjakan itu sudah berada di bawah kendaliku" jawab si Bos dengan santai.


"Wow... Bos kita memang luar biasa, sungguh perencanaan yang sangat matang. Luis mati dan perusahaan kita acak-acak yang sebentar lagi akan di kuasai oleh kita-kita hahaha" ucap Victor tertawa penuh kemenangan.


"Sungguh mengagumkan kau bos, demi sebuah kekuasaan dan harta kau dengan tega menghabisi saudara angkatmu sendiri. Bahkan kau juga berencana untuk menghabisi keponakanmu" ucap orang A dengan geleng-geleng kepala.


TITTTTTTTTTTT

__ADS_1


Bunyi rekaman video di hentikan menggema di ruangan yang sedang hening itu dikarenakan semua orang yang disana hening. Semua masih tidak percaya dengan isi rekaman itu,bahkan saat layar menampilkan cctv mengenai Victor yang ikut meringsek masuk kedalam ruangan berisi berkas penting perusahaan. Bahkan Victor juga ikut mengacak-acak perusahan dengan beberapa orang suruhannya.


"Bagaimana masih tidak percaya kalau Tuan Victor yang terhormat ini yang menghancurkan perusahaan milik mendiang Tuan Luis?" tanya Sandra tiba-tiba di ruangan yang hening itu.


"Arrrghhhh... Br*ngsek kau Sandra. Aku yakin setelah ini bos ku sendiri yang akan mengambil alih perusahaan ini dan menghabisi anda. Dasar masih anak ingusan saja sudah belagu" teriak Victor sambil memegang tangannya yang kesakitan dan mengeluarkan banyak darah.


"Wow... Tuan Victor yang selalu berkata sopan dan lembut kepaada semua orang yang ditemuinya, sekarang sudah menunjukkan taring yang sebenarnya" ejek Sandra.


Memang benar dengan apa yang di katakan Sandra, Victor adalah salah satu karyawan yang jika di perusahaan dan bertemu dengan semua orang akan bersikap ramah dan sopan santun tanpa membedakan apapun. Entah itu untuk pencintraan atau yang lain, entahlah...


Beberapa orang berpakaian hitam dengan muka datarnya masuk ke dalam aula membuat beberapa orang ketakutan bergidik ngeri. Ternyata itu adalah anak buah Leo yang ditugaskan untuk mengawasi dan mengamankan perusahaan Tuan Luis mulai saat ini.


"Urus dia" titah Leo pada orang-orang berpakaian hitam itu sambil menunjuk ke arah Victor.


"Baik tuan" jawab mereka dengan tegas yang kemudian perintah itu segera mereka lakukan.


Tanpa basa-basi, anak buah Leo segera membawa Victor keluar ruang aula untuk di bawa ke suatu tempat.


"Hei hentikan... Tanganku sakit, harusnya kalian membawaku ke rumah sakit dulu"


"Aku tak terima dengan semua perlakuan ini"


"Hei kalian... Aku selalu membantu kalian di saat kalian susah, tolonglah aku"


"Akan ku balas semua perlakuan ini, terutama kau nona Sandra bersiap-siaplah menemui ajalmu"


Teriakan-teriakan Victor meminta tolong dan mengumpat ketika di bawa pergi menggema di ruang aula yang begitu hening.


"Yayaya... Aku akan menunggu itu, itu pun kalau setelah ini kau masih hidup" gumam Sandra setelah mendengar teriakan Victor yang mengancamnya.

__ADS_1


"Kau akan baik-baik saja, selama aku di sisimu. Aku akan melindungi sekuat tenagamu agar kau tetap baik-baik saja" bisik Leo pada Sandra yang tadi mendengar apa gumaman Sandra.


__ADS_2