
Leo dan Sandra pulang dari Perusahaan menggunakan mobil milik Sandra karena tadi Leo kesana menggunakan taksi. Mereka berdua berencana tak langsung pulang ke mansion, melainkan mampir dulu ke sebuah restorant untuk makan malam bersama. Setelah 30 menit berkendara, mereka berdua akhirnya sampai di sebuah restorant mewah yang berada di dekat pantai. Sandra pun diberi penutup mata agar apa yang telah dipersiapkan oleh Leo tidak Sandra ketahui.
"Pakailah ini" perintah Leo memberikan penutup mata pada Sandra.
"Buat apa ini kak?" tanya Sandra yang kebingungan.
"Buat tutup mata kamu. Aku ada sesuatu untuk kamu, tapi tutup mata kamu dulu" ucap Leo dan diangguki pasrah oleh Sandra.
Sandra memakai sebuah penutup mata itu dan berjalan dengan dituntun oleh Leo. Sandra tampak mengerutkan keningnya heran, pasalnya kini sudah tak ada lagi suara keramaian seperti saat tadi ia masuk ke dalam restorant. Bahkan disini angin terasa begitu kencang hingga tubuhnya sedikit menggigil.
"Kak, kenapa nggak ada suara pengunjung restorant? Disini sangat sepi dan anginnya kenceng banget" tanya Sandra heran sembari mengusap kedua pergelangan atas tangannya.
"Sudah tak usah dipikirkan, yang penting kita sampai di tempat tujuan. Aku nggak akan pernah ngapa-ngapain kamu juga" ucap Leo yang masih terus menuntun tangan Sandra.
Setelah beberapa saat berjalan, akhirnya sampailah pada tempat yang dimaksud oleh Leo. Sandra berdiri disana tanpa bergerak setelah Leo melepaskan genggaman tangannya.
"Kak Leo..." panggil Sandra saat ia tak merasakan adanya Leo disisinya.
"Kak, jangan bercanda deh. Aku buka ya" lanjutnya dengan sedikit kesal karena tak mendapatkan jawaban dari Leo.
Akhirnya tanpa persetujuan Leo, Sandra membuka matanya dan dihadapannya kini ada sebuah venue yang sudah dihias sangat indah. Terdapat dua buah kursi dan di atas meja terdapat berbagai makanan dan minuman. Banyak sekali bunga mawar putih yang menghiasi venue tersebut. Sandra dibuat heran kenapa Leo mengajaknya ke tempat yang berada di pinggir pantai seperti ini. Bahkan disana hanya terdapat satu venue itu saja.
"Sandra" panggil Leo dari belakang tubuh Sandra.
Seketika Sandra berbalik badan dan...
Deg...
Sandra melihat Leo tengah berlutut di depannya dengan sebuah cincin yang disodorkan di depannya. Sungguh Sandra tak bisa berkata-kata lagi, matanya berkaca-kaca terharu akan apa yang dilakukan oleh Leo. Jantungnya bergemuruh, ia sangat bahagia dengan kejutan yang diberikan oleh Leo.
"Untuk kekasihku, Sandra
Maaf karena aku bukanlah kekasih yang baik
__ADS_1
Bukan kekasih yang selalu ada untukmu
Bukan kekasih yang sempurna
Maaf... Maaf... Maaf...
Maaf juga karena aku sudah terlanjur mencintaimu
Malam ini...
Kamu ada disini, tepat dihadapan mataku, mata yang hanya bisa melihatmu
Dan di malam ini, inginku bertanya?
Maukah kiranya engkau menikah denganku?
Menjalani bahtera rumah tangga dalam ikatan suci yang abadi, selamanya"
"Ya, aku mau" jawab Sandra setelah melihat sebuah ketulusan dan kejujuran dari mata Leo.
Leo pun tanpa bisa membendung perasaan bahagianya segera saja berdiri kemudian memeluk Sandra dengan eratnya.
"Terimakasih, terimakasih" ucap Leo lirih berulang kali mengucapkan kata terimakasih pada kekasihnya itu.
Setelah melepaskan pelukannya, segera saja Leo memasangkan cincin di jari manis sebelah kiri Sandra. Cincin bertahtakan berlian itu terpasang cantik di jari manis Sandra. Sandra yang melihatnya begitu terharu.
"Aku yang mengucapkan terimakasih ke kak Leo. Terimakasih sudah mencintaiku, mendampingiku bahkan memperlakukanku dengan baik bagai ratu. Terimakasih" ucap Sandra dengan mata yang berkaca-kaca.
Setelah mengungkapkan segala perasaan mereka, akhirnya mereka makan berdua dengan tenang. Setelahnya mereka berbincang-bincang dengan tawa bahagia. Mereka pun merencanakan sebuah pernikahan jika nanti satu masalah ini telah selesai.
***
Setelah hampir 3 jam mereka makan malam di pinggir pantai akhirnya mereka keluar dari area restorant dengan bergandengan tangan. Keduanya berjalan dengan saling melemparkan senyum menandakan bahwa mereka kini tengah berbahagia.
__ADS_1
Brukkk...
Saat tengah bercanda ria, hal tak terduga terjadi begitu saja. Ada seorang pria paruh baya entah disengaja atau tidak disengaja telah menabrak bahu Sandra dengan kerasnya membuat Sandra dan Leo berhenti sejenak untuk melihat rupa dari orang yang menabraknya itu.
"Maaf nona, saya tidak sengaja" ucap seorang laki-laki paruh baya itu dengan tatapan seperti mengejek.
Sandra yang memang tak ingin memperpanjang masalah pun hanya menganggukkan kepalanya saja, sedangkan Leo tengah menahan emosinya karena laki-laki itu seperti tak berniat tulus untuk meminta maaf. Leo pun sebenarnya merasa ada yang janggal dengan laki-laki itu, pasalnya restorant ini telah ia booking selama 3 jam untuk tidak menerima pelanggan sehingga tak mungkin adanya kehadiran orang lain disini.
"Maaf tuan, kenapa anda berkeliaran disini? Restorant ini sudah tidak menerima pelanggan sejak 3 jam yang lalu" ucap Leo dengan tatapan menyelidik.
"Hahaha ternyata kau cerdik juga, anak muda. Saya memang sengaja memasuki restorant ini untuk menemui seseorang" ucap laki-laki paruh baya itu dengan tawa yang begitu sinis.
"Apakah yang kau cari adalah karyawan disini?" tanya Leo lagi.
"Bukan, orangnya kini sudah tepat ada dihadapan saya" ucap laki-laki paruh baya itu dengan secepat kilat langsung menarik tangan Sandra dan mengarahkan tangannya untuk mencekik leher Sandra.
Kecepatan tangannya sungguh membuat Leo tertegun bahkan ia sampai tak mengira akan ada kejadian seperti ini.
"Hei... lepaskan kekasihku" seru Leo dengan mata yang menatap tajam ke arah lawannya.
"Kau mendekat, saya jamin kekasihmu ini akan kehilangan nafasnya detik ini juga" ancam laki-laki paruh baya itu saat melihat Leo akan mendekat ke arahnya.
Leo melihat wajah Sandra yang memerah dengan mencoba menghirup nafas secara teratur, namun raut wajahnya tak terlihat kepanikan sama sekali.
"Kita tak pernah saling kenal dan kita juga tak pernah ada ,masalah apa-apa" seru Leo berusaha untuk tenang sembari mengulur waktu.
Leo juga melihat dari tangan Sandra memperlihatkan sebuah kode untuk tdirinya agar tetap tenang dan tidak panik. Akhirnya Leo menuruti kode tersebut karena ia yakin Sandra mampu mengatasinya. Ia harus percaya pada kemampuan Sandra dan tidak boleh bertindak gegabah.
"Anda memang tak mempunyai masalah dengan saya, tetapi kekasihmu ini yang mempunyai masalah dengan saya" ucap laki-laki paruh baya itu dengan mata memerah.
"Saya tidak pernah kenal anda" elak Sandra dengan ucapan penuh penekanan dan mata menyorot tajam.
"Anda itu sudah merusak semua ......."
__ADS_1