
Setelah pernikahan yang digelar kemarin, Sandra dan Leo pergi berbulan madu ke Bali setelah berunding sebelumnya. Mereka memilih bulan madu kesana karena hemat waktu dan tenaga. Terlebih mereka hanya diberikan sedikit waktu untuk berlibur karena pekerjaan yang sudah menanti di depan mata. Leo dan Sandra juga memutuskan untuk tetap tinggal di mansion Sandra, ini mereka putuskan karena masih butuh waktu untuk menyelesaikan renovasi rumah baru mereka.
Leo terus menggenggam erat tangan sang istri saat mereka memasuki lobby Bandara. Mereka berdua berjalan dengan dikawal oleh 6 bodyguard di belakangnya sehingga menarik para pengunjung Bandara. Leo dan Sandra adalah seorang pebisnis yang tak pernah tampil di media bahkan yang tahu bagaimana rupa mereka hanya karyawan perusahaan dan kolega bisnisnya.
Tanpa menghiraukan tatapan penasaran dari orang-orang yang ada disana, Leo segera menarik Sandra untuk berjalan lebih cepat karena terlihat risih dengan tatapan-tatapan aneh dari beberapa pengunjung itu. Mereka memasuki jalan khusus untuk menuju tempat parkir pesawat-pesawat pribadi. Tentunya memiliki pesawat pribadi harus mempunyai ijin khusus dan syarat-syarat khusus terutama mengenai pendapatan dan pekerjaan dari seseorang.
Sandra dan Leo menaiki pesawat pribadi milik Leo dengan diikuti beberapa pramugari. Setelah semuanya siap, pesawat itupun lepas landas dari Bandara. Mereka berdua menikmati perjalanan di atas awan itu dengan hati yang bahagia. Setelah sekitar satu jam perjalanan, mereka akhirnya sampai juga di Bali.
"Wah... Akhirnya kita bisa menghirup udara segar Bali" seru Sandra saat ia sudah turun dari pesawat dengan merentangkan kedua tangannya dan memejamkan kedua matanya.
"Bagaimana sayang? Apa kau bahagia?" tanya Leo yang tiba-tiba saja memeluk Sandra dari belakang.
"Sangat... Sangat bahagia" ucap Sandra sambil memegang tangan Leo yang berada di perutnya.
Setelah berbincang sebentar, mereka segera saja berjalan keluar Bandara dengan langkah santai untuk menemukan mobil yang telah disiapkan oleh bodyguardnya.
"Selamat siang tuan, nona... Ini mobil yang anda minta dan ini kuncinya. Kami akan mengikuti mobil anda dari belakang" ucap salah satu bodyguard yang berada di samping mobil yang Leo pesan sambil memberikan sebuah kunci mobil.
Dengan menganggukkan kepala sebagai jawaban, Leo mengambil kunci mobil yang diserahkan bodyguardnya kemudian mempersilahkan Sandra untuk ke mobil terlebih dahulu.
"Silahkan, sayang" ucap Leo dengan tersenyum lembut sambil membukakan pintu mobil untuk Sandra.
"Terimakasih" ucap Sandra setelah memasuki mobil dan Leo segera menutup pintunya.
"Tolong kalian jaga kami dari jarak lebih dekat dan pantau terus orang yang sedari tadi mengamati kami. Arah jam 9" titah Leo kepada salah satu bodyguardnya kemudian sedikit melirik ke arah yang ia maksud.
__ADS_1
"Baik tuan" patuh bodyguard itu yang juga paham dengan maksud dari tuannya.
Leo segera saja masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia juga sedari tadi mencoba untuk mengawasi keadaan sekitar yang sepertinya mencurigakan.
***
Leo kini tengah berada di depan villa, tepatnya di sebuah pos keamanan villa tempatnya menginap. Ia tengah berbincang-bincang serius dengan beberapa bodyguard yang berjaga di depan villa.
"Bagaimana?" tanya Leo kepada bodyguard yang tengah melaporkan semua kejadian hari ini.
"Dia seorang perempuan tuan. Untuk wajahnya kami belum bisa mengidentifikasi karena dia selalu memakai masker, kacamata hitam, dan tudung jaket. Kami juga belum mendapatkan motif dari dia menguntit anda" lapor bodyguard itu.
"Awasi terus pergerakan orang itu, saya tak mau dia sampai merusak kebahagiaan dan ketenangan kami" titah Leo dan diangguki oleh bodyguard itu.
Leo segera saja masuk ke dalam villa setelah berbincang kepada bodyguard tadi. Saat memasuki villa, ia melihat Sandra tengah memasak untuk makan malam.
"Tak perlu, aku masih bisa menyiapkan semua keperluan kita sendiri. Lagipula ini hanya memasak, masalah kecil buat aku. Oh ya... Tadi kamu membicarakan apa dengan bodyguard di luar?" tanya Sandra mengalihkan pembicaraan.
"Hanya masalah kecil mengenai penjagaan keamanan kita selama disini" ucap Leo dengan santai.
"Aku tahu kalau ada orang yang mengikuti kita bukan?" tebak Sandra membuat Leo sedikit terkejut.
"Kamu juga merasakan itu?" tanya Leo dengan heran.
"Ya, aku peka terhadap apa yang terjadi disekitarku. Namun aku hanya akan diam saja selama itu tidak mengganggu ketenangan kita" ucap Sandra santai.
__ADS_1
"Kau tak perlu khawatir karena banyak orang yang akan menjaga kita" lanjutnya yang mengerti tentang kekhawatiran Leo.
"Ya aku paham, kamu pasti juga sudah menyiapkan segala hal demi kelancaran bulan madu kita ini. Bahkan mungkin saja kau sudah menggerakkan banyak anak buahmu untuk menjaga kita dari jauh" ucap Leo yang kemudian berjalan menuju Sandra dan memeluknya dari belakang.
"Kak Leo... Geli" rengek Sandra.
"Udah, kamu lanjutin acara memasakmu saja. Aku kan hanya menyenderkan kepala gini aja" kilah Leo membuat Sandra menghembuskan nafasnya kesal.
Pasalnya Leo bukan hanya menyandarkan kepalanya saja namun juga menciumi leher Sandra membuatnya kegelian dan tak fokus memasak. Namun sekarang ia hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Leo, pasalnya sudah ditegur berulang kalipun pun akan tetap melakukannya.
"Selesai" seru Sandra setelah beberapa menit berkutat dengan masakannya.
Leo segera melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah meja makan, sedangkan Sandra menyiapkan semua makanan yang ia masak di meja makan. Ia mengambilkan makanan untuk suaminya terlebih dahulu baru mengambil untuk dirinya sendiri.
"Terimakasih, sayang" ucap Leo saat menerima piring yang sudah terisi dengan nasi dan lauknya.
"Sama-sama" jawab Sandra dengan tersenyum manis.
Mereka berdua pun makan dengan tenang, sampai terdengar bunyi suara batu yang dilemparkan pada jendela hingga kacanya pecah membuat mereka segera berdiri meninggalkan meja makan dan berlari kearah suara itu.
Brakkk... Prang...
"Apa itu?" tanya Sandra dengan menajamkan telinganya kemudian berlari menuju ke arah suara begitupun Leo yang mengikuti Sandra.
Sandra dan Leo melihat jika jendela kaca villa bagian depan pecah karena lemparan batu dari luar. Para bodyguard pun segera sudah bergerak menyusuri villa dan mengejar terduga pelaku yang dengan sigapnya melarikan diri. Sandra segera saja menuju ke pecahan kaca tersebut dan mengambil batu yang dibalut oleh sebuah kertas putih. Saat membuka balutan kertas putih itu, ia sedikit terkejut dengan tulisan yang ada didalam kertas/
__ADS_1
"SEBENTAR LAGI KITA AKAN BERTEMU, SANDRA" ucap Sandra membaca tulisan yang terdapat pada gulungan kertas di batu sehingga Leo bisa tahu apa isi tulisan di kertas itu.