SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Part 29


__ADS_3

Markas Mafia, Jakarta


Markas mafia terkejam dunia yang markas pusatnya berada di Indonesia, Jakarta lebih tepatnya. Mempunyai banyak sekali markas cabang yang tersebar di seluruh dunia. Letak markas yang tersembunyi membuat para musuh atau orang yang mencarinya akan sangat sulit untuk menemukannya. Black Blood nama mafia tersebut.


Black Blood sendiri yang berarti Darah Hitam. Mengapa dinamakan Darah Hitam sedangkan darah sendiri berwarna merah? Karena setiap korban atau para musuh yang meninggal di tangan mafia tersebut darahnya akan berubah menjadi warna hitam. Itu semua berkat sebuah cairan yang dibuat oleh pendiri dari mafia itu.


Saat ini mafia ini jarang terekspose karena mereka sengaja menyebarkan berita bahwa mafia Black Blood telah dibubarkan. Padahal itu hanya alibi saja untuk mengecoh musuh dan di dalam mafia tersebut saat itu sedang ada perombakan anggota inti. Untuk saat ini, Black Blood hanya menjalankan misi secara tersembunyi.


Kembali ke cerita...


Saat ini Sandra, Erick, dan Leo sedang menuju ke sebuah tempat. Tempat yang lumayan jauh dari kota, sepanjang jalan pun mereka melintasi hutan lebat.


Sesampainya di sebuah bukit, mereka bertiga turun dari mobil. Sandra berjalan di depan terlebih dahulu dan diikuti Erick dan Leo di belakangnya. Tanpa di sangka-sangka, bukit indah yang ditumbuhi rumput hijau itu merupakan suatu ilusi dari sebuah pintu menuju ke tempat sebenarnya. Ketika Sandra mendekat ke arah bukit, bukit itu berubah menjadi sebuah gerbang yang menjulang tinggi yang di dalamnya ada sebuah mansion megah yang ditinggali orang-orang berbaju hitam dan logo khusus.


"Selamat datang nona, tuan" sapa para penjaga pintu gerbang saat gerbang itu otomatis terbuka menampilkan Sandra, Erick, dan Leo.


Orang-orang yang tinggal di mansion itu sudah mengetahui kedatangan dari ketiga orang itu dari pendiri mafia tersebut. Mereka juga mengetahui bahwa salah satu dari ketiganya bukan termasuk anggota dari mafia itu, namun mereka membiarkan saja karena dia adalah kerabat dari pendiri mafia.


Sandra, Erick, dan Leo hanya menganggukkan kepalanya mendengar sapaan mereka. Mereka bertiga berjalan memasuki mansion dan masuk ke ruang bawah tanah.


Ceklek


"Sepertinya dia nyaman tidur disini" ucap Sandra sinis yang melihat tahanannya tertidur lelap sambil bersandar di dinding ruangan itu.


"Ya, anda benar nona" ucap Erick dengan formal, sedangkan Leo hanya diam saja.


Tanpa aba-aba, Erick membuka sel besi tahanan dan mengguyur tahanan itu dengan air yang entah ia dapat darimana.


Byurrr

__ADS_1


"Sialan" maki tahanan itu saat ada orang yang mengguyur badannya hingga basah dan ia pun langsung menatap orang yang mengguyurnya.


"Kalian?" teriak tahanan itu saat melihat tiga orang dihadapannya.


"Apa?" tanya Sandra dengan ketus.


"Sebenarnya apa alasan kalian menahan saya disini? Saya merasa tidak pernah punya salah" seru tahanan itu yang tak lain adalah Rino.


"Karena kau... Kau telah membawa lari uang perusahaan Arvasyad dan bersekongkol dengan mafia untuk membunuh pemilik perusahaan itu" teriak Sandra dengan emosi yang menggebu-gebu.


"Ti... Tidak. Saya tidak membawa apa-apa dari perusahaan itu dan saya tak tahu menahu tentang pembunuhan pemilik perusahaan itu" elak Rino.


"Mana ada maling ngaku. Kalau kau tak melakukannya lalu kemana saat perusahaan itu bangkrut dan diambil alih ha? Dimana saat pemilik perusahaan dibunuh dan anak-anaknya yang masih kecil terlantar, bukannya kau yang jadi sekretaris sekaligus orang kepercayaannya" ucap Erick yang juga ikut emosi.


"Emm... Emm..." gumam Rino yang bingung harus menjawab apa.


"Nggak bisa ngelak kan anda? Lebih baik anda berkata jujur sama kami apa alasan anda berbuat seperti itu? Dan siapa dalang sebenarnya dari pembunuhan pemilik perusahaan itu?" tanya Erick dengan nada dinginnya.


"Saya anaknya. Saya anak bungsu perempuan satu-satunya keluarga Arvasyad yang kalian bunuh itu" teriak Sandra sambil menunjuk-nunjuk Rino yang masih terkejut.


"Nggak mungkin, anak-anak dari keluarga itu sudah mati semua" seru Rino dengan masih tak percaya.


"Buktinya saya dan kedua kakak saya masih hidup" seru Sandra dengan mencoba menahan air matanya.


"Karena kalian anak yang tak tahu apa-apa kehilangan kedua orangtuanya. Anak kecil berusia 5 tahun luntang-lantung dijalanan karena orangtuanya meninggal dibunuh, kedua kakaknya di culik, dan semua harta peninggalan orangtuanya di rampas oranglain. Apa kalian nggak mikir ha? Coba kalau anak kalian yang mengalami semua itu, gimana" teriak Sandra meluapkan semua apa yang dia rasakan selama ini. Ia pun sampai tak kuasa membendung air matanya dan dengan sigap Leo merangkul kekasihnya untuk menenangkan.


"Cepat katakan siapa dalang dari pembunuhan itu" ucap Leo dengan nada dingin dan datarnya.


"Ah... Saya tidak tahu" ucap Rino terbata-bata karena merasakan aura Leo yang begitu kuat dan dominan.

__ADS_1


"Jangan pura-pura tidak tahu. Mengaku atau keluargamu yang tak bersalah itu saya bunuh di depan anda" bentak Leo yang membuat Rino seketika menegang mendengar tentang "keluarga".


"Jangan, jangan bunuh keluarga saya. Mereka tidak tahu apa-apa" ucap Rino yang mulai ketakutan.


"Katakan" teriak Leo yang mulai emosi karena Rino sangat bertele-tele menurutnya.


"Benar saya yang membawa pergi uang perusahaan dan bekerja sama dengan mafia untuk mencelakai keluarga Arvasyad. Namun saya hanya berniat mencelakai bukan membunuh mereka. Soal pembunuhan itu saya memang tidak tahu menahu karena itu ada oranglain yang mengaturnya sendiri" ucap Reno yang membuat Sandra benar-benar shock.


"Siapa yang bekerja sama dengan anda?" tanya Erick karena melihat Sandra hanya diam saja.


"Mafia Red Dragon. Tentang pembunuhan keluarga itu saya tidak tahu pasti siapa, dia orangnya sangat tertutup identitasnya. Tapi beberapa bulan minggu yang lalu saya mendengar bahwa anaknya seorang perempuan dan berkuliah di Universitas Arva, pemilik perusahaan nomor 1 di dunia" ucap Rino membeberkan beberapa petunjuk.


"Apa kau yakin dengan pengakuanmu itu dan tak mengada-ada?" tanya Erick.


"Ya, saya yakin. Tapi saya benar-benar tidak tahu siapa nama atau identitasnya lebih lanjut karena saat kita bekerjasama dengan Red Dragon dia selalu menggunakan topengnya dan tak memperkenalkan diri, kami hanya disuruh memanggilnya "tuan"" ucap Rino.


"Gimana, nona? Kita apakan orang ini? Sepertinya dia sudah mengatakan jujur tentang apa yang dia ketahui" tanya Erick setelah menganalisa apa orang ini jujur atau tidak.


"Lepaskan keluarganya, asingkan orang ini di pulau negara X dan jangan sampai lepas" ucap Sandra dengan nada datarnya.


"Baik nona" jawab Erick yang langsung dilaksanakan olehnya dengan memanggil beberapa orang disana.


Sandra dan Leo pun pergi dari ruangan itu untuk merencanakan apa yang selanjutnya mereka lakukan.


***Sandra dan Erick sebagai apa ya di keanggotaan mafia?


Siapa pendiri mafia tersebut?


Apa nama mafia Leo?

__ADS_1


See you next part 🙏***


__ADS_2