
"Tuan Vito, saya mau menginformasikan kalau tuan Alfonso saat ini merencanakan untuk menargetkan keluarga anda. Saat ini tuan Alfonso sudah mengetahui dimana kediaman keluarga anda, namun mereka belum bisa menembus keamanan di kawasan perumahan itu karena pengamanan dari nona Sandra sangatlah ketat" lapor anak buah Vito yang tak sengaja mendengar pembicaraan anak buah Alfonso dengan tuannya.
"Terimakasih atas informasinya dan kau juga masih loyal terhadapku tak seperti yang lainnya yang malah berbalik menyerangku" ucap Vito dengan tersenyum tipis. Ya memang benar anak buah Vito yang dulunya dibawa Vito untuk bekerja bersamanya hampir sebagian dari mereka mengikuti Tuan Alfonso. Bahkan anak buah Vito sekarang jumlahnya lebih sedikit dari anak buah Tuan Alfonso yang dulu adalah anak buahnya karena iming-iming gaji besar. Sekarang mereka berbalik menyerangnya dari belakang dengan tetap baik seperti waktu menjadi anak buah Vito hanya demi mendapatkan informaso tentang apa yang dilakukannya. Dan beruntungnya Vito mengetahui semua itu.
"Iya tuan. Saya lebih memilih tetap bersama anda karena saya lebih merasa aman di pihak kebenaran dan anda juga sudah selalu membantu saya ketika saya sedang ada musibah" ucap anak buah Vito dengan tersenyum tulus.
Anak buah Vito itupun segera berlalu dari ruangan kerja Vito yang berada di perusahaan Alfonso setelah selesai menyampaikan informasi keoada Vito. Di ruangan Vito tak ada cctv atau penyadap suara jadi aman kalau ingin membicarakan apapun.
Tut... Tut... Tut...
"Halo nona Sandra" ucap Vito yang menghubungi Sandra mengenai informasi yang ia dapatkan.
"Ya, ada apa?" tanya orang diseberang sana yang tak lain adalah Sandra.
"Maaf nona, saya mendapat informasi dari anak buah saya kalau Alfonso sudah mengetahui keberadaan orangtua saya saat ini. Saya merasa khawatir dengan keselamatan mereka karena sekarang dia menargetkan keluargaku untuk menekan saya" ucap Vito mengungkapkan segala kerisauannya.
Setelah di rawat beberapa hari di rumah sakit, keluarga Vito langsung dibawa oleh oleh Sandra dan anak buah Leo. Bahkan Vito hanya diberitahu alamat keluarganya saja dan tidak boleh mengunjungi mereka selama keadaan masih belum aman. Untuk pengamanan di sana pun semua sudah diatur oleh Sandra dan Leo karena perumahan itu sendiri merupakan salah satu property milik perusahaan Sandra.
"Saya bicarakan dulu dengan Leo untuk ke depannya apakah rencana akan sesuai seperti awal atau kita ganti rencana lain. Untuk keluargamu untuk sementara ini masih aman, mereka takkan mudah bisa masuk ke area tempat tinggal mereka" ucap Sandra menenangkan Vito.
"Baik, terimakasih nona" ucap Vito
Tut...
__ADS_1
"Semoga saja nona Sandra menepati janjinya untuk melindungi keluargaku dari tuan biadab itu" gumam Vito pelan kemudian mengerjakan beberapa file kerjasama perusahaan tuannya itu.
***
Sedangkan disisi lain...
Anak buah Alfonso sedang mencoba mencari celah agar bisa masuk ke dalam area perumahan yang di tempati keluarga Vito. Sekilas dari luar memang penjagaan disana biasa saja karena hanya terlihat beberapa satpam yang bergantian jaga. Namun jika ketika mendekati gerbang perumahan itu, pintu disana bisa langsung mendeteksi apakah ia penghuni atau bukan. Sandra juga sudah mengingatkan satpam yang berjaga disana bahwa tidak ada orang lain selain pemilik rumah yang bisa masuk area perumahan apapun alasannya. Kalau memang tamu, mereka hanya bisa bertemu dengan orang itu diluar.
"Bagaimana kalau kita lewat belakang?" tanya orang 1.
"Coba kalian pindai lagi lewat laptop mengenai area di sekitar perumahan itu siapa tahu ada celah untuk kita masuk. Sepertinya bagian belakang bisa kita manfaatkan kalau bagian depan sulit kita taklukkan" ucap orang 2.
Orang 3 yang membawa laptop pun segera mengeluarkan laptopnya dan mencoba meretas setiap sisi sistem keamanan disana.
"Disini ada sedikit celah tapi hanya setengah meter di belakang, sedangkan kalian tahu ketika kita naik lewat pagar tubuh kita jarang bisa bergerak hanya pada satu titik saja. Ini sangat sulit, ku rasa yang membuat sistem keamanan ini adalah orang penting" jelas orang 3.
"Aku juga berpikir seperti itu. Sepertinya kali ini tuan Alfonso menghadapi lawan yang susah dikalahkan" ucap orang 1.
"Ya, kita juga harus berhati-hati. Jangan sampai kita kena ikut getahnya" ucap orang 3.
Tok... Tok... Tok...
Tiba-tiba kaca mobil yang dinaiki anak buah Vito di ketuk oleh beberapa orang. Salah satu dari mereka pun menurunkan kaca mobilnya.
__ADS_1
"Maaf ada apa ya pak?" tanya orang 1 yang melihat beberapa satpam yang menjaga area perumahan mendatangi mereka.
"Kalian kenapa sedari tadi parkir mobil disini? Kalian mau memata-matai perumahan ini ya?" tanya satpam 1 dengan tatapan curiga. Satpam-satpam yang disana tadi sudah curiga saat ada mobil yang terparkir di seberang perumahan yang ia jaga sangat lama disana.
"Eh enggak pak, kami hanya istirahat sebentar disini karena kami sedikit mengantuk untuk melanjutkan perjalanan" elak orang 1 mencoba untuk tidak gugup. Bagaimana tidak gugup? Orang satpam yang bekerja disana itu bukan seperti satpam biasa, lebih mirip ke bodyguard atau pengawal pengusaha-pengusaha terkenal yang terlihat garang dan menyeramkan.
"Jangan coba-coba mencari alasan kalian. Jelas-jelas di depan anda ada papan peringatan dilarang parkir" ucap satpam 1 sambil menunjuk ke arah papan itu.
"Maaf pak, kita tidak lihat tadi karena asyik mengobrol" elak orang 2 mencari alasan. Satpam 2 pun memicingkan matanya melihat ke arah layar laptop yang dipangku orang 3 menampilkan sistem keamanan perumahan yang mereka jaga. Satpam 1 dan 2 pun saling menatap untuk saling memberi kode.
Tanpa anak buah Alfonso sadari, kedua satpam itu mengeluarkan sebuah botol dari kantong celananya dan langsung menyemprotkan cairan dari botol itu ke dalam mobil.
"Arghh... Apa ini?" teriak orang 1.
"Aku terasa pusing" gumam orang 2.
Sedangkan orang 3 sudah pingsan karena terlalu lama menghirup cairan yang disemprotkan satpam itu. Akhirnya dua orang yang sebelumnya pusing, menyusul orang 3 pingsan.
"Ayo kita bawa mereka ke ruangan biasa" ajak satpam 1 pada satpam 2 yang sedang menghubungi anggota yang lain.
Beberapa orang pun datang bersamaan dengan seragam satpam mereka, kemudian menggotong anak buah Alfonso untuk dibawa ke ruangan yang biasa mereka gunakan untuk menyiksa musuh.
"Lapor nona... Target sudah mengirimkan orang-orangnya untuk memantau keadaan tempat tinggal keluarga Vito. Kami sudah menangkap 3 orang anak buahnya dan kami sekap di tempat biasa" lapor satpam 1 pada bos nya diseberang sana.
__ADS_1
Tut...
"Kalian salah berurusan dengan bos kami" gumam satpam 1 yang kemudian menyusul yang lainnya untuk kembali ke pos satpam.