SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Kecelakaan Kerja?


__ADS_3

"Kami pertimbangkan dahulu. Karena kalau seperti itu yang sudah membayar lebih untuk memesan kamar dengan pemandangan pantai atau gunung seperti tidak ada bedanya dengan kamar yang biasa" ucap Sandra dan diangguki pak Ridwan.


Mereka pun berkeliling area resort, namun kejadian tak terduga terjadi...


Entah darimana datangnya sebuah batu bata, tiba-tiba saja batu batako itu terjatuh dari lantai 2 resort yang kebetulan Sandra dan yang lainnya sedang lewat di bawahnya.


"Awas" teriak beberapa pekerja yang melihat kejadian itu.


Erick yang berada tepat di belakang Sandra dengan sigap mendorong Sandra dan Leo karena arah batu batako itu tepat di atas mereka berdua. Namun naas, Leo dan Sandra selamat karena terdorong oleh Erick sedangkan Erick yang menolong tertimpa batu bata tepat di punggungnya.


"Kak Erick" teriak Sandra melihat Erick tertimpa 2 buah batu bata di punggungnya.


"Tuan" teriak pak Ridwan yang langsung melihat ke arah lantai 2 apakah masih ada batu batako lainnya atau tidak yang akan jatuh. Namun ia melihat sessorang berpakaian serba hitam dengan masker yang menutupi wajahnya mengedipkan matanya sebelah kepada pak Ridwan. Wah ada apa nih?


Pak Ridwan pun segera mengalihkan pandangannya ke arah Erick, Sandra, dan juga Leo. Ia yakin tak ada seorangpun yang menyadari adanya seseorang di lantai 2 itu karena semua panik dan fokus pada Erick. Namun jangan salah sangka, salah satu seseorang disana melihat semua kejadian itu.


"Nona, sebaiknya tuan segera dibawa ke rumah sakit" saran Pak Ridwan.


"Iya. Ayo kak kita bawa kak Erick ke rumah sakit" ajak Sandra pada Leo.


Tanpa basa-basi Leo segera memapah Erick untuk berjalan keluar dari resort yang mereka tinjau. Leo memapah Erick sesuai apa yang diarahkan Erick "tolong bantu saja aku berjalan tegak karena punggungku ketika ku buat berjalan tegak terasa sangat nyeri" itulah kata Erick ketika Leo akan mencoba mengangkatnya dengan dibantu yang lain.


"Anda tidak perlu ikut, biar kami saja yang mengantar ke rumah sakit" ucap Sandra dengan nada datarnya pada Pak Ridwan yang terlihat akan mengikuti mereka masuk ke dalam mobil yang sudah standby di depan resort.


"Baik Nona Arva" jawab Pak Ridwan dengan menundukkan badannya sedikit.


"Siapa juga yang mau ikut kalian, bisa-bisa nyawaku ikut melayang" batin Pak Ridwan sambil tersenyum misterius ketika ketiganya sudah masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Setelah melihat mobil ketiga orang itu menjauh, Pak Ridwan segera mengambil ponselnya di dalam saku dan menghubungi seseorang diseberang sana.


"Semua berjalan mulus sesuai rencana" ucap Pak Ridwan pada orang diseberang sana kemudian mematikan telfonnya tanpa menunggu jawaban dari seseorang di seberang sana.


Tut


***


Sedangkan di dalam mobil yang di tumpangi Sandra, Leo, dan Erick serta satu sopir sedang dilanda kepanikan karena Erick yang tiba-tiba tak sadarkan diri. Erick tidak kuat menahan rasa sakit di punggungnya mengakibatkan ia pingsan.


"Kak Erick, ku mohon bertahan" ucap Sandra sambil mengusap-usap punggung Leo yang tadi terkena jatuhan batu batako.


"Pak, tolong di percepat mobilnya" titah Leo yang diangguki oleh sopir pria paruh baya itu.


Tanpa babibu, sopir itu segera menambah laju kecepatan mobilnya agar cepat sampai ke rumah sakit. Setelah tak berapa lama, gedung rumah sakit itu telah terlihat dan sang sopir pun memelankan laju kecepatan mobil. Namun seperti sudah direncanakan, ternyata rem mobil itu blong yang membuat sopir itu seketika panik.


"Tuan, nona bagaimana ini? Rem mobil ini blong" ucap sopir itu dengan panik.


"Sepertinya ini sudah direncanakan" curiga Leo.


"Itu nanti saja pikirkan kak, ini kita harus berfikir gimana caranya agar kita selamat" ucap Sandra mencoba untuk tenang. Leo dan Sandra benar-benar berputar otak, salahnya mereka juga mengapa tak membawa pengawal selama mereka menjalankan tugas luar kota ini. Padahal jelas-jelas musuh mereka ada dimana-mana.


"Belokkan stir ke arah taman yang sepi itu pak. Eratkan sabuk pengaman, Sandra pakai sabuk pengamanmu dan kita dekap erat kak Erick. Tabrakkan saja di pohon itu pak, semoga saja kita semua selamat dan bapak jangan menghadap ke depan saat mobil akan menabrak pohon agar wajah bapak tidak terkena pecahan kaca" perintah Leo.


"Baik tuan" ucap sopir itu seraya berdoa dalam hati agar ia selamat karena masih ada anak istri di rumah yang harus ia nafkahi.


Tak berselang lama...

__ADS_1


Brakkkkk


Bunyi tabrakan mobil dengan benda keras terdengar sangat mengerikan, membuat beberapa orang yang lewat dan menyaksikan kejadian itu segera mendatangi mobil untuk menolong orang yang ada di dalam mobil.


"Cepat bantu mereka, ada 4 orang didalam mobil" seru salah seorang warga yang sudah melihat ke dalam mobil itu.


Berbondong-bondong warga menyelamatkan orang yang ada di dalam mobil. Mobil yang ringsek di bagian depan dengan asap mengepul yang keluar dari bagian depan mobil itu seketika menarik perhatian banyak orang. Ada yang langsung membantu, ada juga yang langsung menghubungi pihak kepolisian.


Orang pertama yang diselamatkan adalah sopir karena dilihat dari kerusakan mobil yang berada di depan. Bersyukurnya pak sopir hanya terluka di bagian dahinya karena terkena pecahan kaca.


"Tolong bantu kakak saya yang pingsan itu dan hati-hati karena punggungnya tadi kejatuhan benda keras" mohon Sandra pada warga disana setelah para warga berhasil membantu Sandra keluar dari mobil. Beruntungnya ia memakai sabuk pengaman jadi dia hanya terkatuk sedikit pada bagian kursi di depannya.


Beberapa warga pun mulai membantu Erick dan Leo untuk keluar dari mobil. Leo berhasil keluar namun kakinya sedikit memar karena tadi menahan Erick agar tak terjatuh atau terbentur kursi mobil depannya.


Setelah semua berhasil keluar, beberapa polisi dan ambulans datang kemudian langsung membantu membawa mereka ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Tak berapa lama, mereka sudah sampai di rumah sakit. Sandra yang juga masih shock pun hanya diam saat dibawa masuk rumah sakit dan ikut di periksa.


"Nona tidak apa-apa hanya sedikit memar di dahinya. Lebih baik nona istirahat disini dulu sampai keadaannya stabil" ucap seorang perawat disana dan hanya diangguki tipis oleh Sandra.


Ceklek


"Baby" panggil seseorang yang masuk ke dalam ruangan Sandra dirawat dengan langkah yang tertatih, yang tak lain adalah Leo. Namun Sandra tak meresponnya.


"Hei... Baby" panggil Leo lagi setelah ia sampai di samping brankar yang ditempati Sandra.


"Kak Erick bagaimana keadaannya kak?" tanya Sandra tiba-tiba namun tatapannya masih kosong.

__ADS_1


"Dokter sedang melakukan rontgen bagian punggungnya" ucap Leo sambil mengelus pipi Sandra agar Sandra sadar.


Tok... Tok... Tok..


__ADS_2