SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
LA Company 2


__ADS_3

"Mulai sekarang papa akan di dampingi David sebagai sekretaris yang selalu mendampingi papa ketika ada proyek maupun meeting di kuar. Untuk Audi dia akan ku tugaskan sebagai sekretaris yang mengurus dokumen kerja sama di dalam perusahaan" ucap Leo pada papa nya saat mereka berdua sudah sampai di dalam ruang CEO. Audi dan David pun juga ada di dalam ruangan itu dan mendengar pembicaraan keduanya.


"David, kau urus segala keperluan papa ku. Dampingi dia kemanapun untuk urusan perusahaan dan kamu Audi tetap stay di kantor. Jika ada kejanggalan apapun itu kalian berdua harus segera melaporkan pada papaku dan aku" titah Leo pada kedua sekretarisnya itu.


"Baik tuan" jawab Audi dan David serentak.


Audi dan David segera menjelaskan semua pekerjaan Leo yang belum di selesaikan karena mulai hari ini juga Leo sudah akan jarang berada di perusahaan. Leo sudah sangat mempercayai David dan Audi, mereka berdua sudah terbukti akan keloyalitasannya. Dulu waktu mereka berdua baru bekerja 1 tahun, Leo memberikan tes kepada mereka namun hasilnya mereka berdua memang bekerja dengan tulus. Bahkan ketika perusahaan Leo hampir bangkrut, kedua orang itu lah yang membantu Leo mengatasi semua permasalahan perusahaan tanpa meminta gaji padahal hampir semua karyawannya mengajukan pengunduran diri ketika perusahaannya tengah dilanda masalah. Leo beruntung dengan adanya kedua orang itu, ia mampu bangkit dan melihat siapa-siapa saja orang yang ternyata bekerja hanya ketika perusahaan itu berada di masa puncaknya.


Leo segera pergi dari ruangannya ketika Audi dan David sudah mulai menjelaskan semuanya kepada papanya dan ia juga telah berpamitan untuk pulang tadi kepada ketiganya.


***


Leo mengendarai mobilnya menuju ke sebuah cafe yang dekat dengan perusahaan milik kekasihnya. Ia sengaja menunggu di sana setelah membuat janji dengan Sandra.


Tring...


Bunyi pintu cafe terbuka, Leo masuk ke dalam cafe itu dan duduk di kursi kosong yang berada di pojok.


"Selamat siang kak, ada yang mau di pesan?" tanya seorang pelayan laki-laki dengan sopan mendekat ke arah Leo.


"Orange juice dan red velvet" jawab Leo dengan nada datarnya.

__ADS_1


"Baik kak, mohon di tunggu sebentar" pamit pelayan itu dan mengundurkan diri dari sana setelah mendapatkan anggukan kepala dari Leo.


Leo menyibukkan dirinya dengan hp nya melihat ada beberapa email atau laporan yang masih di kirimkan kepadanya. Ini adalah laporan daftar perusahaan mana saja yang akan menjalin kerjasama dengan perusahaannya, bagaimanapun juga Leo mempunyai musuh bisnis yang banyak saat ini jadi ia juga masih memeriksa mana saja perusahaannya yang tak pantas menjalin kerjasama dengan perusahaannya. Namun, tiba-tiba saja konsentrasinya terganggu akibat oleh seseorang yang datang tak di undang ke meja nya.


"Wah... Tuan Leonard ada disini? Saya sangat beruntung bisa bertemu dengan CEO tampan seperti anda" ucap seorang gadis yang tiba-tiba datang di meja Leo dan duduk tanpa permisi.


Ingatkan kalau Leo setiap di perusahaan tidak memakai topeng untuk menutupi identitasnya dan beberapa orang yang masuk jajaran dewan direksi saham juga sudah melihat secara langsung wajahnya walaupun saat di luar Leo jarang terlihat dan belum go public. Termasuk seorang gadis yang baru saja duduk tanpa permisi di depannya, ia adalah anak dari salah satu dewan direksi saham. Leo sama sekali tak menanggapi ucapan dari gadis itu membuat gadis itu menahan kekesalannya.


"Maaf permisi kak, ini pesanannya" sela seorang pelayan yang datang mengantarkan minuman dan makanan yang di pesan Leo.


"Terimakasih" jawab Leo tanpa mengalihkan pandangannya dari hp.


"Baik kak" ucap pelayan itu yang kemudian pergi dari meja Leo.


"Bisakah anda pergi ke meja anda sendiri? Saya tidak suka ada orang yang tidak saya kenal duduk di meja yang sama dengan saya" ucap Leo dengan nada datarnya tanpa mengalihkan pandangannya dari hp.


"Aku sendirian ke sini Tuan Leonard, bisakah saya tetap duduk di sini saja? Lagipula Tuan Leonard juga disini hanya sendiri, saya bisa menemani anda agar anda tak kesepian" ucap gadis itu dengan nada menggoda. Tapi lagi dan lagi, Leo hanya diam tak menanggapi.


"Ish... Cuek amat sih, apa dia nggak tergoda dengan kecantikan wajahku. Apa hp itu lebih menggoda ya? Kalau nggak tampan dan kaya, aku juga malas mendekatinya" batin gadis itu menggerutu.


"Hmm... Tuan Leo, sepertinya anda nyaman sekali ya duduk di sini dengan seorang wanita yang tak anda kenal" dehem dan sindir seseorang yang baru saja datang ke arah meja Leo. Seseorang itu adalah Sandra, namun Sandra belum mengetahui siapa gadis yang sedang bersama Leo itu karena posisinya membelakangi Sandra.

__ADS_1


Seketika ucapan sindiran Sandra itu langsung mengalihkan pandangan Leo dan gadis itu ke arah sumber suara.


"Kau?" seru Sandra dan gadis itu setelah melihat wajah mereka satu sama lain.


"Ada apa baby? Apa kau mengenalnya?" tanya Leo yang kemudian berdiri dan memegang lembut tangannya untuk duduk di sebelahnya.


"Hanya orang yang tidak penting yang ingin memiliki barang yang sama dengan kita tapi tak punya cukup otak bagaimana cara mendapatkan barang itu tanpa merebut milik orang lain" sindir Sandra pada seorang gadis yang ternyata adalah Aurora, gadis yang pernah ingin mengambil jam tangan milik keluarganya.


"Kau lagi? Demi Tuhan, mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan orang ini lagi. Dan apa kau tak mengenalku? Aku adalah anak dari salah satu direksi saham di perusahaan Tuan Leonard, investor di mall yang kemarin, dan juga pengusaha hotel" ucap Aurora dengan sombongnya.


"Nggak tanya dan saya nggak peduli" ucap Sandra sinis.


"Kau... Kau benar-benar..." Ucapan Aurora terpotong oleh ucapan Leo dengan nada datar penuh ancaman.


"Benar-benar apa? Kau sudah mengganggu ketenangan kekasihku disini dengan ucapan tak berfaedahmu itu, Aurora Fradella Tim" ucap Leo dengan penuh tekanan.


"Apa? Kekasih? Kau tak salah memilih kekasih seperti dia, Tuan Leonard? Dari kecantikannya saja jelas lebih cantik saya" ucap Aurora dengan angkuhnya sambil mengangkat dagunya sedikit. Awalnya ia sedikit takut dengan ucapan Leo, namun ia mengesampingkan hal itu demi mendapatkan hati Leo.


"Tidak perlu cantik wajah untuk menjadi kekasihku, tapi cantik hati yang saya butuhkan. Bukan yang mendekati saya karena ketampanan dan kekayaan saya" ucap Leo dengan menatap tajam Aurora. Hal itu membuat nyali Aurora menciut melihat tatapan tajam itu, sedangkan ketika melihat Sandra yang berada di sampinh Leo terlihat kalau di sedang mengejek Aurora.


"Awas saja kau, takkan ku biarkan kau memiliki semua yang aku inginkan" batin Aurora menatap Sandra benci kemudian berdiri dari kursinya dan melenggang pergi dari sana tanpa pamit.

__ADS_1


__ADS_2