
Keesokan harinya, Sandra dan Leo kembali ke Indonesia menggunakan pesawat pribadi Leo. Tepat pukul 2 siang, mereka sudah sampai di bandara Indonesia. Mereka dijemput oleh Erick yang sudah sembuh dari sakitnya.
"Selamat datang kembali Sandra, tuan Leo" sapa Erick dengan sedikit menundukkan kepalanya di hadapan Leo.
"Terimakasih kak, sudah meluangkan waktu untuk menjemput kami" jawab Erick.
"Tak usah panggil aku dengan panggilan formal. Panggil saja aku Leo, kau boleh memanggilku tuan apabila kita sedang dalam urusan pekerjaan saja" ucap Leo dan dibalas anggukan oleh Erick.
"Ayo kita pulang. Semua sudah menunggu kalian di rumah" ajak Erick kepada keduanya dan berlalu keluar bandara diikuti Sandra juga Leo.
Sekitar 1 jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di mansion Sandra. Semua masuk ke dalam mansion tak terkecuali Erick.
"Kakak, kami kangen" seru Alin, Damar, Yusuf, Akbar, dan Deno yang berlarian ke arah pintu utama mansion untuk menyambut Sandra datang.
Sandra yang melihat itu pun merentangkan kedua tangannya lebar untuk menyambut mereka.
"Ugh... Kakak juga kangen sama kalian semua" ucap Sandra setelah mereka berlima sudah berada di pelukannya.
"Kakak lama sekali kerjanya" protes Alin pada Sandra sedangkan keempat saudaranya yang melihat itu menganggukkan kepalanya setuju.
"Yah gimana dong, kak Sandra nya banyak banget nih kerjaannya. Jadi lama" elak Sandra.
"Kak Sandra beneran kerja kan? Bukan pergi pacaran sama kak Leo?" ucap Damar dengan memicingkan matanya curiga.
"Sudah-sudah, biarkan kak Sandra, kak Leo, dan kak Erick masuk dulu dan istirahat. Tidak baik jika kalian bicara di depan pintu masuk" tegur Willy yang melihat semua adiknya mengerubungi Sandra.
Semua yang mendengar teguran itu pun segera mengikuti perintah sang kakak untuk segera masuk ke dalam. Sandra dan Leo memasuki kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri. Setelah selesai, mereka menuju ruang makan untuk mengisi perutnya yang sudah lapar.
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka segera berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang-bincang. Disana juga ada Pak Rohman dan Bu Ratmi.
"Maaf nak Sandra kami lancang ikut duduk disini" ucap Bu Ratmi dengan tak enak hati. Ia hanya menuruti keinginan anaknya Akbar dan Deno yang ingin berkumpul dengan Alin, Damar, dan Fatah. Akbar dan Deno merasa sangat senang ketika bermain dengan ketiga saudara itu karena selama ini tak ada yang mau berteman dengannya.
"Tak apa bu. Lagi pula kan dari awal aku udah bilang kalau kita keluarga, bapak dan ibu juga bisa memakai semua fasilitas disini. Bapak dan ibu memang bekerja disini tapi hanya membantu saja apabila para pekerja kuwalahan" ucap Sandra menenangkan Bu Ratmi.
Semua disana berbaur saling bercanda ria seakan tak pernah ada masalah yang kini mereka hadapi.
***
Hari ini tepat hari Sabtu, semua penghuni mansion Sandra libur dari aktivitasnya masing-masing. Kini semua berkumpul di meja makan setelah menyelesaikan sarapan paginya.
"Bu, pak, kak, dek. Semuanya aku mau memberitahukan satu hal" ucap Sandra menjeda pada semua orang yang ada di meja makan termasuk Leo dan Erick yang semalam menginap di mansion Sandra.
"Hari ini papa angkat dan adik angkat aku yang dari luar negeri akan ke sini dan menetap di Indonesia. Apa kalian mengijinkan kalau mereka tinggal di mansion ini bersama kita dan menjadi bagian dari keluarga kita?" lanjutnya meminta ijin pada semuanya.
"Aku hanya tak ingin nanti ada salah paham, salah sangka, atau rasa tidak nyaman dari kalian jika menambah orang baru makanya aku minta ijin dulu sama kalian. Lagi pula ini juga rumah kalian, kita sama-sama berhak atas rumah ini" ucap Sandra.
"Kalau Alin sih boleh aja kak, asalkan papa dan adik kakak itu nggak jahat" ucap Alin.
"Iya, benar apa yang dikatakan Alin. Dan aku ingin orang yang akan tinggal di mansion ini bisa saling membantu antar saudara dan tidak mengusir kami dari sini yang juga statusnya sebagai saudara angkat" ucap Damar.
"Kakak setuju-setuju saja. Asal mereka menganggap kami juga keluarganya" ucap Willy dan diangguki yang lainnya.
"Baiklah, terimakasih semuanya. Kalian tenang aja papa dan Rafi orangnya baik kok, beliau juga yang membuat aku jadi sukses seperti saat ini" ucap Sandra dengan senyum senangnya.
***
__ADS_1
Sandra dan Erick kini sedang berada di bandara untuk menjemput kedatangan papa dan adiknya. Mereka hanya menjemput berdua karena Leo dan saudaranya yang lain memilih di rumah saja menunggu kedatangan mereka. Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya dua orang yang berharga di hidup Sandra dan Erick menampakkan wujudnya.
"Papa, Rafi" seru Sandra saat melihat keduanya berjalan dengan raut wajah datar dan dinginnya, namun terlihat sangat gagah.
"Kakak" seru balik Rafi, remaja tampan yang sangat manja kepada kakaknya namun akan sangat dingin pada orang yang tak dikenalnya.
Sandra dan Rafi berpelukan sangat erat, padahal mereka setiap hari selalu komunikasi via video call namun tetaplah rasa rindu bertemu tetap ada. Setelah melepas pelukan dari Rafi, Sandra berjalan ke arah sang papa dan memeluknya erat. Erick juga sudah melakukan hal yang sama seperti Sandra.
"Papa, aku rindu" ucap Sandra sambil memeluk papa nya erat.
"Duh anak papa ini benar-benar manja sekali" jawabnya dengan membalas pelukan Sandra tak kalah eratnya.
"Ayo kita pulang. Kalian pasti lelah karena perjalanan yang sangat lama" ajak Sandra setelah melepaskan pelukannya.
"Baiklah. Apa mereka akan menerima kami untuk tinggal bersama kalian?" tanya sang Papa, Luis. Luis sudah mengetahui bahwa mereka akan tinggal di mansion Sandra bersama semua saudaranya.
"Iya pa. Kalian tenang saja, semua saudaraku orangnya baik-baik, kaya Sandra ini lho orangnya selalu baik dan nggak pernah jahat sama orang" narsis Sandra dengan menepukkan tangan ke dadanya pelan ketika mereka berjalan keluar bandara.
"Ya ya ya... Kami percaya padamu, kakak narsis" sindir Rafi dengan memutar bola matanya malas karena mendengar tingkat kepercayaan diri kakaknya ini.
Sandra tak menanggapi ucapan Rafi karena mereka sudah sampai di halaman depan area bandara dengan satu mobil yang sudah menunggunya. Erick membantu memasukkan koper keduanya ke dalam mobil dan masuk mobil untuk mengemudikan mobilnya. Sandra duduk di belakang bersama Rafi sedangkan papa Luis di depan bersama Erick. Mereka juga tak membawa pengawal sama sekali kali ini, entahlah mereka merasa kali ini akan aman.
"Dasar ceroboh" gumam seseorang yang melihat Sandra dan rombongannya pergi dengan mobil keluar Bandara.
Special Double Update !!!!
Terimakasih semua untuk dukungannya
__ADS_1