SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Part 26


__ADS_3

Tepat hari ini satu bulan sudah Perusahaan pusat Sandra berpindah ke Indonesia. Semua proyek kerjasama berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Bahkan perusahaannya kini merambah ke dunia digital, pembuatan aplikasi dan alat pendeteksi kecurangan atau korupsi yang di pasang pada komputer para karyawannya. Aplikasi dan alat yang sudah dipasang itu akan terhubung langsung dengan laptop atau hp pemilik perusahaan. Bahkan proyek ini banyak sekali menarik para investor untuk menanamkan modalnya.


Para pengusaha jelas tertarik karena kegunaan alat itu sangat penting untuk menghindari korupsi di perusahaannya. Padahal harga yang ditawarkan untuk peluncuran perdana alat ini cukup fantastis, sebesar 100 juta untuk paket 3 alat yang dipasang pada komputer karyawan dan 1 alat untuk pemilik perusahaan. Aplikasi ini berbentuk aplikasi biasa pada umumnya sehingga orang yang diincar mungkin takkan menyadarinya dan untuk alatnya sendiri berbentuk seperti lalat kecil yang akan menempel di belakang cpu.


Ide ini berasal dari Sandra yang sebenarnya mencurigai beberapa karyawan barunya. Namun ia masih menunggu semua bukti terkumpul dan ia akan menggunakan aplikasi juga alat yang ia ciptakan sebagai uji cobanya.


"Bagaimana kak perkembangan tentang aplikasi dan alat yang Sandra ciptakan?" tanya Sandra pada orang kepercayaannya, Erick.


"Para pengusaha sangat antusias untuk membeli sewaktu peluncuran perdana nanti, dek. Sudah ada beberapa pengusaha yang menghubungi saya pribadi untuk membooking alat itu agar tidak kehabisan" jelas Erick dengan santai.


"Tapi saya sudah bilang kalau pembelian hanya bisa dilakukan saat peluncuran perdana nanti" lanjutnya.


"Wow... Sepertinya korupsi menjadi momok yang begitu menakutkan bagi pengusaha, kak" ucap Sandra sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Aku harap aplikasi dan alat ini akan menyasar ke pasar luar negeri dan pemerintah kak setelah meluas di kalangan pengusaha" lanjutnya dengan antusias.


"Tentu, aku harap juga begitu dek. Gunakan otak geniusmu itu untuk membuat inovasi-inovasi baru yang bisa membuat perusahaan kita semakin mendunia" ucap Erick menyarankan dan diangguki Sandra.


"Bagaimana dengan para korupsi di perusahaan kita?" tanya Sandra membahas yang lainnya.


"Coba cek saja melalui kehebatan aplikasi dan alat yang kamu ciptakan itu" ucap Erick.


Tanpa basa-basi Sandra membuka iPad nya dan membuka aplikasi yang diciptakannya.


"Wow amazing" ucap Sandra terkagum.


"Aku tak menyangka semuanya bisa terdeteksi seperti ini. Ini akan aku gunakan sebagai bukti kehebatan dari aplikasi dan alat yang aku ciptakan nanti di peluncuran perdananya" lanjutnya dengan semangat.


Erick yang melihat Sandra antusias dan semangat menyunggingkan senyum tipisnya.


***


"Aku juga ada kabar mengenai pembunuhan kedua orangtuamu" ucap Erick tiba-tiba di tengah keantusiasan Sandra.

__ADS_1


Sandra yang mendengar hal itu pun seketika menghentikan kegiatannya yang melihat iPad dengan antusias.


"Kakak sudah menemukannya?" tanya Sandra tak sabar.


"Belum. Untuk dalang utamanya masih proses tapi aku sudah menemukan keberadaan orang kepercayaan dan sekretaris dari papamu dulu. Bukankah ia juga terlibat? Namun karena kurangnya bukti polisi menghentikan penyelidikan dan pencariannya" jelas Erick.


"Tentu dia tahu siapa dalang di balik semua itu kan karena mereka pasti saling bekerjasama" lanjutnya.


"Kau benar kak, kenapa aku sampai tak berpikiran ke arah sana ya. Dulu aku karena terlalu memikirkan keadaan kedua kakakku jadi lupa mengenai hal itu" ucap Sandra.


"Lalu dimana dia sekarang? Aku tak sabar untuk bermain dengannya" lanjutnya sambil tersenyum smirk.


"Dia ada di kota S, ah lebih tepatnya di pinggiran kota S yang jarang sekali di huni oleh warga" jawab Erick dan diangguki oleh Sandra.


"Kita biarkan dulu sampai 2 hari ke depan untuk bersenang-senang. Pantau terus orang itu jangan sampai kita kehilangan petunjuk" titah Sandra yang langsung diangguki Erick.


"Setelah dua hari kedepan, jangan harap hidupmu akan tenang. Kau yang ikut menghancurkan keluargaku harus bertanggungjawab dan membayarnya setimpal dengan apa yang menimpa keluargaku" batin Sandra dengan seringaian tajamnya.


Erick yang melihat itu hanya diam karena sebenarnya ia juga takut jika melihat Sandra seperti itu.


***


Tak sampai 30 menit, Sandra sudah sampai dirumah itu.


"Hello... Cewek cantik datang" teriak Sandra dari luar pintu rumah itu.


"Alin, Fatah, Damar... yuhuu, pada kangen sama kakak nggak" teriaknya lagi.


Ceklek


"Jangan teriak-teriak dek, ganggu tetangga" tegur Willy yang membuka pintu dan yang ditegur hanya cengengesan dan langsung menerobos masuk rumah.


"Udah ijin Leo?" tanya Willy dan duduk disamping Sandra.

__ADS_1


"Udah. Kak Sandro dan Yusuf kemana?" tanya Sandra yang tak melihat kedua saudaranya itu.


"Latihan basket buat kompetisi" jawab Willy.


"Tumben mau ikut" ucap Sandra heran.


"Tantangan dari orang yang suka hina dia dek" ucap Willy.


"Bagus deh kalau mereka sekarang berani melawan" ucap Sandra.


Alin, Damar, dan Fatah sibuk makan cemilan dan kue yang tadi di bawa oleh Sandra.


"Kalian makan yang banyak biar cepet besar" ucap Sandra yang melihat ketiga adiknya makan dengan lahap.


"Pasti kak. Biar bisa jagain kakak-kakak semua" ucap Fatah dengan semangat.


Ucapan Fatah benar-benar membuat Willy dan Sandra terharu, ia tak menyangka bahwa Fatah punya pemikiran seperti itu di usianya yang masih kecil.


"Kamu nggak usah terlalu memikirkan itu, yang penting kalian sukses itu udah bisa bikin kakak seneng dan tugas kakak-kakak juga yang akan menjaga kalian" ucap Willy sambil mengelus kepala Damar dan diangguki oleh ketiganya.


Sandra tak ingin ketiga adik kecilnya itu terlalu memikirkan hal-hal yang belum waktunya agar mereka bisa menikmati perannya sebagai anak kecil seusianya.


"Oh ya dek ini tentang cafe dan restorant kamu yang kakak pegang itu. Kamu mau mengelolanya lagi atau bagaimana? Kan kamu sudah kembali" tanya Willy.


"Itu juga punya kakak kali. Itu aku serahkan semuanya sama kakak, bahkan nanti kepemilikannya akan aku alihkan ke kakak" ucap Sandra santai tapi membuat Willy terkejut.


"Tapi itu kan milik kamu dek" protes Willy.


"Milik aku milik kakak-kakak dan adek-adekku juga. Lagian aku juga sudah punya pekerjaan lain yang harus aku urusi" jelas Sandra.


"Memang kamu kerja apa lagi dek?" tanya Willy penasaran.


"Ada deh. Yang penting ini pekerjaan halal, suatu saat nanti aku akan beritahu kakak dan yang lainnya jika waktunya sudah tepat. Percaya sama Sandra ya kak apapun nanti yang akan terjadi kedepannya" ucap Sandra misterius.

__ADS_1


"Pasti dan kakak akan selalu menunggu untuk waktu itu" ucap Willy sambil merangkul bahu Sandra dan tersenyum manis.


__ADS_2