SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Leo dan Paman Harry


__ADS_3

Setelah saling berdiam dengan pikirannya masing-masing, akhirnya Leo yang sudah tak ingin basa-basi lagi memecahkan keheningan diantara mereka dengan memulai bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Bagaimana kabar Sandra dan lainnya?" tanya Leo dengan nada datar khas andalannya.


"Baik kecuali Sandra. Badannya memang sehat, tetapi hati dan mentalnya tertekan, terutama akhir-akhir ini banyak sekali masalah-masalah kecil yang menjadi besar karena Sandra yang sedang tidak fokus dalam menyelesaikannya. Mau tak mau paman dan yang lainnya membantu menyelesaikan permasalahan itu. Tetapi yang sekarang jadi masalah adalah Sandra sangat susah untuk diberitahu, ia mengambil keputusan sepihak yang menurut dirinya benar saja. Tak mau mendengarkan apa saran dari kami" jelas Paman Harry dengan mata yang menerawang mengingat kejadian-kejadian yang terjadi beberapa bulan ini.


"Aku hanya kasihan dengan Willy dan Sandro yang harus memperbaiki setiap permasalahan yang muncul karena paman sendiri tidak bisa standby di Indonesia untuk saat-saat ini" lanjutnya dengan sendu.


Mendengar hal itu, Leo teramat merasa bersalah. Ia sebenarnya juga tak ingin meninggalkan Sandra dengan cara seperti ini, namun apa boleh buat jika ini memanglah cara satu-satunya demi menyelamatkan keluarganya karena pihak musuh sudah mengetahui tentang jati dirinya.


"Biasanya Sandra tak pernah bertindak seperti itu walaupun sedang patah hati. Dia selalu bersikap profesional dalam bekerja, lalu apa yang membuatnya jadi seperti ini sekarang? Apa karena aku selalu meminta dia untuk menggantungkan segalanya padaku selama ini hingga membuatnya menjadi rapuh jika tanpa aku?" ucap Leo dengan pandangan bertanya-tanya.


"Entahlah paman juga tidak tahu, lagipula paman juga tak mengenal pribadi Sandra yang dulu. Kami kan hanya mengenal dekat selama setahun terakhir ini dan buktinya dia sekarang begini tak seperti kata-katamu yang kamu ucapkan tadi" ucap Paman Harry dengan acuh tak acuh.


"Paman awalnya juga mengira kalau Sandra itu pribadi yang tegas dan kuat saat awal bertemu ketika Rafi ku culik. Dia datang sendiri dengan beraninya menghadapi kami yang jumlahnya melebihi 20 orang dan berusaha menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi. Namun melihatnya seperti saat ini membuat pemikiranku sedikit berubah tentangnya. Menurut paman sekuat apapun seorang perempuan, ia akan rapuh juga jika kehilangan orang yang sangat disayangi dan dicintainya" lanjutnya.


Leo mengangguk-anggukkan kepalanya setuju dengan pernyataan Paman Harry, bahkan ia sempat tertegun dengan ucapannya yang bijak dan dewasa.


"Sepertinya paman telah berubah jadi baik dan bijak setelah bergabung di keluarga Sandra dan Rafi" goda Leo yang seperti sebuah ejekan di mata Paman Harry.

__ADS_1


"Yayaya memang benar karena sekarang saya sudah jadi orangtua dari banyak anak jadi apapun yang saya lakukan nantinya akan jadi contoh bagi anak-anak saya kedepannya. Sudah, cepat sekarang kau ceritakan mengenai kepergianmu dan maksud dari ucapanmu malam itu" ucap Paman Harry mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah, sebenarnya satu hari sebelum kejadian penculikan Rafi yang dilakukan oleh paman itu aku sudah mengetahui tentang rencana paman dan waktu itu aku sudah berada diluar negeri karena ada pekerjaan. Aku sengaja tak memberitahukan Sandra karena berpikir sudah ada banyak anak buahku yang ku tugaskan untuk itu" jelas Leo yang membuat Paman Harry terheran-heran.


"Tetapi saat aku membawa Rafi, tak ada penjagaan apa-apa disisinya" heran Paman Harry saat mendengar apa yang diceritakan oleh Leo.


"Nah itu inti permasalahannya, paman. Orang-orangku disabotase oleh orang yang juga mengincar Rafi, ah lebih tepatnya dendam kepada paman. Jadi jika nanti paman memusnahkan Rafi, maka yang akan dicari dan disalahkan adalah paman lalu dengan mudahnya orang itu akan menyingkirkan paman dan mengambil semua yang dimiliki oleh Papa Luis karena pasti paman sendiri akan diincar oleh orang-orangku dan Sandra" jelas Leo dan diangguki oleh Paman Harry.


"Apa orang yang dendam terhadapku itu adalah si tua bangka yang disebut sebagian orang sebagai ayah?" tanya Paman Harry dengan serius.


"Iya benar, tapi ayah Paman Harry itu kekuatannya tidak ada apa-apanya kalau tanpa orang dibelakangnya. Yang perlu kita waspadai bukan ayah paman tetapi orang dibaliknya karena dia sebenarnya hanya dijadikan sebagai umpan akibat dari kebodohan dan keserakahannya saja" ucap Leo.


"Hampir sama juga kan dengan paman, harta kakak sendiri diincar" ejek Leo menirukan ucapan Paman Harry sebelumnya.


"Sialan kau" gerutu Paman Harry dan dibalas kekehan oleh Leo.


"Aku nggak tahu kalau anak buahku disabotase waktu itu. Sewaktu kejadian setelah penculikan Rafi, aku mendapatkan notifikasi peringatan bahaya dari salah satu anak buahku yang bisa kabur dari sekapan mereka. Saat Sandra menyelamatkan Rafi sendiri itu pun aku mengetahuinya tapi aku tak bisa berbuat apa-apa karena sebagian besar anak buahku sedang disandera dan aku menyuruh sebagian anak buahku yang lain untuk fokus membebaskan teman-temannya yang lain dulu. Untuk urusan Rafi, aku percaya kalau Sandra bisa menyelesaikannya, bahkan anak buah Sandra pun pasti juga ikut bergerak walaupun tak dilihat oleh lawan" lanjut Leo bercerita.


"Aku juga memerintahkan mereka semua untuk tidak terlihat di depan Sandra dan yang lainnya sementara waktu karena mereka pasti sudah mengidentifikasi anak buahku dan berupaya untuk memusnahkannya. Apalagi semua anak buahku berhasil kabur dari mereka" lanjutnya.

__ADS_1


"Ternyata anak ini tidak hanya memikirkan orang-orang yang dicintainya saja, bahkan anak buahnya yang bukan anggota keluarganya pun berusaha ia lindungi" batin Paman Harry menatap kagum Leo.


"Lalu kenapa kau bersembunyi disini dan tidak memberi kabar pada Sandra sama sekali?" tanya Paman Harry setelah lepas dari kekagumannya.


"Aku tak ingin identitas Sandra diketahui oleh mereka, kalau mereka bisa mendapatkan identitas Sandra maka sudah dipastikan mereka akan berusaha mencelakainya. Apalagi Sandra adalah orang yang punya kekuatan dan kekuasaan besar di Perusahaan Papa Luis yang tentunya itu akan menghalangi rencana mereka" jelas Leo dan diangguki oleh Paman Harry.


"Berarti mereka hanya tahu kalau pemegang dari seluruh harta Luis itu adalah Rafi? Mereka belum mengetahui yang menjadi pewaris sementara itu adalah Sandra, maksud kamu begitukan?" tanya Paman Harry.


"Nah paman benar, seperti itu. Makanya aku berusaha untuk menjauh dari Sandra dulu dengan tidak memberi kabar padanya karena identitasku sudah diketahui oleh mereka. Yang aku khawatirkan nanti ketika mereka mensabotase handphoneku tentu akan terungkap juga identitas Sandra" ucap Leo dengan sejelas-jelasnya.


"Ah... Maafkan aku karena telah melibatkan kalian semua dalam masalah keluargaku hingga nyawa kalian jadi terancam" ucap Paman Harry yang sedikit menyesal.


"Sudah terlanjur juga paman, tak ada yang perlu disesali" ucap Leo menenangkan.


"Lalu apa yang kau lakukan di negara ini Leo?" tanya Paman Harry penasaran.


****


Update siang...

__ADS_1


Masih penasaran nggak? Hehehe


__ADS_2