SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Part 22


__ADS_3

Setelah 1 jam menempuh perjalanan ke rumahnya, lebih tepatnya di rumah kedua kakak dan adiknya mereka akhirnya sampai juga di depan halaman rumah itu. Terlihat rumah sederhana itu begitu sepi mungkin karena waktu sudah hampir maghrib jadi penghuninya di dalam semua.


Sandra dan ketiga anak kecil itu pun turun dari mobil sambil membawa semua barang belanjaan mereka tadi di mall.


Tok... tok... tok...


"Iya sebentar" ucap seseorang di dalam rumah itu


Ceklek


"Sandra" seru pemilik rumah itu yang tak lain adalah Sandro saat pintu itu terbuka


"Iya kak ini aku" jawab Sandra sambil membuka masker wajahnya


"Eh... mereka siapa?" tanya Sandro yang melihat tiga anak kecil di belakang Sandra


"Nanti aku jelaskan didalam. Ayok masuk dulu" jawab Sandra diikuti keempatnya


Mereka semua duduk di ruang keluarga kecuali Sandro yang memanggil Willy dan Yusuf.


"Nggak usah takut, mereka baik kok. Yang tadi itu kembaran kakak, namanya kak Sandro" ucap Sandra pada Alin, Fatah, dan Damar yang sedari tadi menundukkan kepalanya


"Iya kak. Kalau mereka nanti nggak menerima kami, kembalikan kami ke Pantiasuhan ya kak tapi Pantiasuhan yang lain" pinta Alin dengan mata berkaca-kaca. Sepertinya gadis ini trauma dengan Pantiasuhan itu, pikirnya.


"Kalau saudara-saudara kakak nggak nerima kalian, kakak akan bawa kalian ke rumah kakak yang lain" ucap Sandra menenangkan ketiganya dengan senyumannya


"Terimakasih kak" ucap ketiganya sambil membalas Sandra dengan senyuman manis juga


***


Sandro, Willy, dan Yusuf sudah duduk di ruang keluarga bersama Sandra dan ketiga anak kecil itu.


"Jadi?" tanya Willy to the point yang membuat ketiga anak kecil itu saling berpegang tangan untuk menguatkan


"Ketiga anak kecil ini adik angkatku kak, dek" ucap Sandra menjeda ucapannya

__ADS_1


"Aku menemukan mereka di taman. Aku nggak tega ngeliat mereka, mereka ingetin aku dulu waktu keluar dari mansion kita kak. Kelaparan dan bingung mau melakukan apa. Bedanya aku dulu masih punya simpanan uang, sedangkan mereka? Harus bekerja dulu agar dapat uang. Mereka memang tinggal di Pantiasuhan tapi mereka harus tetap bekerja agar mendapat makanan. Mereka diperlakukan berbeda oleh pengasuh disana, jarang diberi makanan dan harus bekerja. Makanya aku ingin mengangkat mereka menjadi adik, apa kalian keberatan?" jelas dan tanya Sandra pada ketiga saudaranya


"Aku juga sudah mencari tahu kebenarannya dan memang apa yang mereka katakan itu benar" lanjutnya dengan tatapan memohon kepada saudaranya yang hanya diam sedari tadi


"Kalau kakak-kakak tidak setuju pada kak Sandra untuk menerima kami sebagai adik angkatnya, kami tidak papa kok kak" ucap Alin dengan tersenyum sendu pada ketiga saudara Sandra


Willy, Sandro, dan Yusuf yang mendengar cerita Sandra pun menatap iba kepada ketiga anak kecil itu. Mereka bertiga saling menatap seakan saling berdiskusi lewat tatapan mata.


Setelah terdiam beberapa saat, Willy sebagai yang paling tua diantara mereka akhirnya memutuskan sesuatu.


"Kalian bertiga nggak boleh jadi adik angkatnya Sandra" ucap Willy tegas yang membuat Sandra dan ketiga anak kecil itu seketika terkejut dan sedih


"Iya kak, nggak papa kok kami ngerti. Kak Sandra ayo antarkan kami cari Pantiasuhan yang baru" ucap Alin sambil menatap Sandra yang menatapnya berkaca-kaca


"Eh... Eh... Kakak belum selesai bicara lho ini" lanjut Willy yang tidak enak hati melihat kesalahpahaman ini


"Maksud kakak, kalian bertiga nggak boleh jadi adik angkatnya Sandra aja tapi juga harus jadi adik angkat kami. Eh bukan adik angkat, tapi saudara kami" lanjutnya sambil tersenyum kepada ketiga adik barunya


"Hiks ini beneran kak? Kami boleh hiks jadi adik kalian? hiks" tanya Alin sambil menangis di pelukan Sandra yang juga menangis


"Iya kalian adik kak Sandra, kak Willy, kak Sandro dan kak Yusuf mulai dari sekarang. Jadi jangan sungkan lagi sama kita ya" ucap Yusuf yang juga tersenyum sangat manis


"Kalian nggak ingin peluk kita juga?" tanya Willy dengan wajah yang di sedih-sedihkan


"Kita dilupain nih" ucap Sandro dengan muka yang dicemberut-cemberutkan


"Kita nggak disayang, cuma kak Sandra aja nih yang disayang" ucap Yusuf mendramatisir


Sandra, Alin, Damar, dan Fatah yang mendengar itu pun segera melepaskan pelukan mereka dan saling menatap satu sama lain. Dengan tiba-tiba mereka berdiri dan langsung menghambur ke pelukan Willy, Sandro, dan Yusuf.


"Kami juga sayang kalian" seru Sandra, Alin, Damar, dan Fatah


***


Tak terasa setelah adegan peluk-pelukan tadi, mereka segera membersihkan diri dan makan malam bersama. Setelah makan mereka duduk kembali di ruang keluarga.

__ADS_1


"Jadi Alin, Damar, dan Fatah akan tinggal dimana? Ikut kamu atau kami?" tanya Willy


"Mereka bertiga ikut tinggal bersama kalian ya kak, kalian pasti tahu alasannya. Aku tak ingin mereka dalam bahaya kalau ikut bersamaku, aku juga akan menambah penjagaan kalian dan mereka juga" jawab Sandra sambil menunjuk ke arah ketiga anak kecil itu


"Kalian tinggal sama kak Willy, kak Sandro, dan kak Yusuf nggak papa kan?" tanya Sandra pada ketiganya


"Kita tinggal dimana aja nggak papa, kak. Yang penting kami tidak tinggal lagi di Pantiasuhan itu" jawab Fatah


"Iya kak, kami terserah kakak aja. Dimana pun itu asal kita bisa terus sam-sama" lanjut Damar dan diangguki Alin serta Fatah


"Terimakasih kak sudah menerima kami sebagai adik kakak-kakak semua dan terimakasih juga sudah menampung kami" ucap Alin dengan senyuman tulusnya


Semua (-Alin) tersenyum membalas ucapan dari Alin yang sangat tulus.


"Sama-sama, sayang. Kalian nurut sama kakak-kakak yang lain ya selama disini. Kalian juga akan kakak daftarin ke sekolah, kalian harus sekolah biar tambah pintar dan kelak bisa sukses" ucap Sandra sambil mengelus kepala Alin dengan lembut


"Wah... kita beneran sekolah kak?" antusias Alin dan diangguki Sandra


"Tapi sekolah kan mahal kak" ucap Fatah dan diangguki Damar tak enak hati


"Tadi kakak udah bilang kan, jangan sungkan sama kita. Kalian sudah kami anggap sebagai saudara, jadi menyekolahkan kalian sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab kami. Kalian tinggal belajar yang rajin" ucap Willy


"Terimakasih sekali lagi kak. Tanpa kalian kita nggak akan pernah tahu rasanya makan setiap hari, nonton tv, sekolah, dan punya teman. Terimakasih" ucap Alin yang langsung menghambur ke pelukan Sandra sambil menangis


Fatah dan Damar yang melihat saudaranya mengucapkan seperti itu juga merasa sedih karena memang selama ini mereka tak pernah mendapatkan itu semua.


"Udah, kalian nggak boleh sedih-sedih lagi. Ya udah, kalian sekarang istirahat ya biar minggu depan kalau udah masuk sekolah, badannya fit. Untuk perlengkapan sekolah besok kita akan belanja lagi, jangan lupa bersyukur dengan apa yang kita dapatkan hari ini" ucap Sandra dan diangguki ketiganya


"Oh ya kak, aku pulang dulu ya. Aku belum pamit pada kak Leo, pasti dia khawatir" lanjutnya


"Tanpa kamu pamit, Leo pasti juga udah tau dek apa yang kamu lakuin dan dimana kamu sekarang hahaha" jawab Willy


"Iya juga ya hahaha" ucap Sandra sambil tertawa


Sandra pun berpamitan kepada keenam saudaranya dan segera pulang ke apartemen Leo.

__ADS_1


*Makasih semua udah mau baca dan dukung cerita ini


Maaf kalau masih ada kalimat yang kurang tepat 🙏😊*


__ADS_2