SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Kecurigaan


__ADS_3

"Dokter sedang melakukan rontgen bagian punggungnya" ucap Leo sambil mengelus pipi Sandra agar Sandra sadar.


Tok... Tok... Tok..


Sandra dan Leo yang sedang berbincang pun tersentak kaget dengan adanya ketukan pintu ruang rawat Sandra.


"Masuk" seru Leo sedikit berteriak


Ceklek


Seorang pria paruh baya masuk dengan dahi yang sudah diperban dan berjalan dengan kaki sedikit tertatih-tatih.


"Maaf tuan, nona. Saya kesini ingin meminta maaf atas kejadian ini, sebelumnya saya sudah cek mobil secara keseluruhan bahkan sudah saya masukkan ke bengkel untuk service tapi entah bagaimana bisa rem bisa blong karena tadi sewaktu saya bawa ke resort juga rem masih berfungsi" ucap orang itu yang tak lain adalah sopir dari mobil tadi, Pak Seto dengan menjelaskan kronologinya sedangkan Sandra dan Leo hanya diam sambil menerka-nerka.


"Apa sebelumnya bapak pergi atau meninggalkan mobil itu sebelum dipakai?" tanya Sandra.


"Saya tadi pergi ke kamar mandi sebentar lalu ada kejadian ada yang harus dibawa ke rumah sakit tadi dan oleh rekan saya, saya disuruh untuk membantu yang mengantar ke rumah sakit karena teman saya akan mengantarkan tamu lain" jelas Pak Seto.


"Sepertinya aku curiga dengan beberapa pegawai resort, dari jatuhnya batu batako dari lantai 2 itu sepertinya disengaja karena bisa kita lihat tadi di lantai 2 sudah bersih dari bahan-bahan bangunan seperti itu. Lalu rem mobil blong, ini seperti sudah direncanakan" ucap Sandra mengeluarkan apa yang dipikirkannya.


"Emm maaf tuan, nona. Apa boleh saya mengutarakan sesuatu?" tanya Pak Seto yang sepertinya ragu-ragu.


"Silahkan jika itu membantu kami untuk mengungkapkan hal yang terjadi sebenarnya" jawab Leo.

__ADS_1


"Saya curiga dengan Pak Ridwan yang mengurus proyek resort itu. Sebelum tuan dan nona datang ke resort itu, Pak Ridwan sama sekali tidak pernah yang namanya berkata sopan atau hormat kepada oranglain tak seperti tadi ketika berhadapan dengan dengan nona dan tuan" cerita Pak Seto.


"Bukan maksud saya yang cuma karyawan kecil ingin di hormati namun kami juga bekerja untuk beliau setidaknya ia bisa lebih sopan ketika berbicara kepada kami. Tadi saya juga melihat saat semua fokus pada tuan yang kena musibah, Pak Ridwan melihat ke atas lantai 2 dan disana ada seorang berbapakaian hitam semua lengkap dengan maskernya sedang mengedipkan mata ke Pak Ridwan seperti memberikan kode" lanjutnya yang membuat Leo dan Sandra semakin yakin kalau ada yang tidak beres. Ternyata yang melihat kejadian itu adalah Pak Seto. Saat semua orang sedang panik dan pak Seto yang waktu itu kembali dari kamar mandi menuju mobil yang akan digunakan untuk mengantar tamu ia tak sengaja melihat ke arah lantai 2. Beruntungnya Pak Ridwan dan orang yang ada dilantai 2 itu tak menyadari kehadirannya.


"Terimakasih pak sudah memberikan kami petunjuk tentang kejadian ini. Bapak boleh pulang dan istirahat, biar masalah ini kami yang handle" ucap Sandra sambil tersenyum tipis.


Pak Seto pun segera keluar dari ruang rawat Sandra dan pulang ke rumahnya dengan taksi yang sudah disiapkan oleh anak buah Leo.


***


Hasil pemeriksaan dari punggung Erick sudah keluar, terdapat cidera pada tulang punggung Erick yang lumayan parah membuat ia tak bisa menegakkan badannya terlalu lama. Terpaksa Erick akan dirawat di rumah sakit, ia akan dipindahkan ke rumah sakit di Jakarta agar mudah mendapat perawatan karena disana ada beberapa orang kepercayaannya. Sedangkan Leo dan Sandra masih menetap di kota B untuk ikut menyelidiki kejadian di resort dan sabotase mobil kemarin bersama beberapa anak buah Leo.


"Kita mulai penyelidikan darimana?" tanya Sandra pada Leo, sepertinya Sandra masih belum bisa berfikiran jernih mengenai kejadian kemarin. Mereka kini sedang dalam perjalanan menuju resort.


"Kalau kamu capek kamu bisa istirahat saja di hotel. Nggak perlu ikut kesana, lagipula aku dan anak buahku bisa menyelesaikan ini" lanjutnya karena melihat Sandra masih seperti orang linglung.


"Kejadian ini juga menyangkut aku, jadi aku tak mungkin lepas tangan gitu aja" ucap Sandra.


"Ya udah tapi kamu harus selalu ada disampingku" ucap Leo dan diangguki Sandra.


***


"Kita sudah sampai tuan, nona" ucap seorang anak buah Leo yang menjadi sopir mereka. Mobil mereka berhenti di area tak jauh sebelum resort untuk memantau keadaan sekitar apa ada yang mencurigakan atau tidak.

__ADS_1


"Kita disini dulu" titah Leo dan diangguki sopir itu.


Terlihat dari penglihatan Sandra dan Leo bahwa di depan area resort Pak Ridwan sedang mengumpulkan beberapa karyawan, ia seperti sedang memberi perintah pada bawahannya itu dengan marah-marah. Terlihat dari wajah tegang pak Ridwan dan juga wajah ketakutan dari beberapa karyawan itu. Semua anak buah Leo juga sudah menyebar ke area resort tanpa sepengetahuan pak Ridwan untuk mengantisipasi kejadian yang berulang.


"Sepertinya apa yang dibilang pak Seto kemarin benar" ucap Sandra melihat bagaimana pak Ridwan memperlakukan karyawannya tak seperti ketika ia menyambut Sandra dan Leo, ia menyambut dengan baik bahkan pada karyawannya saat itu.


"Apa disitu ada cctv yang sudah terpasang?" tanya Leo pada anak buahnya diseberang earpiece sana yang sedang menyusuri area resort.


"Sudah ada 2 cctv terpasang disini tuan. Di lantai 1 yang mengarah ke luar resort dan dilantai 2 yang mengarah ke samping resort"


"Coba kamu cek ke ruangan pak Ridwan. Kamu cek apa ada sesuatu yang mencurigakan disana. Biar aku saja yang meretas cctv disana" titah Leo.


"Baik tuan"


Leo pun membuka iPad nya dan mencoba meretas cctv yang ada disana. Tak butuh waktu lama, ia berhasil meretas cctv di resort itu.


Terlihat di cctv lantai 2 sebelum kedatangan Sandra, pak Ridwan sedang berbincang dengan seseorang berpakaian tertutup seperti tengah merencanakan sesuatu. Karena tak adanya penyadap suara yang terpasang disana, jadinya mereka tak bisa mengetahui apa yang tengah mereka bicarakan. Dan di beberapa menit selanjutnya, benar saja bahwa ada orang itu gang menjatuhkan batu batako ke lantai 1 saat Sandra dan yang lainnya lewat. Disitu terlihat jelas bahwa yang diincar adalah Sandra.


"Berarti pak Ridwan tahu siapa orang ini. Kita bisa menekan pak Ridwan untuk mengaku dengan bukti cctv ini" ucap Leo setelah menganalisa cctv tersebut.


"Kita cari hal lain yang bisa menekan pak Ridwan untuk mengaku" ucap Sandra sembari berfikir.


"Keluarganya" seru Leo dan Sandra bersamaan kemudian saling tatap dengan tersenyum misterius.

__ADS_1


"Mereka benar-benar pasangan yang cocok. Sama-sama menakutkan" batin sopir yang berada dibelakang kemudi mobil yang ditumpangi Sandra dan Leo.


__ADS_2