SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Kejutan


__ADS_3

"Kami sudah membayar biaya periksa nona jadi kami bisa sampai di sini" ucap Sandra dengan ketus.


"Halah... Situ nggak mungkin bisa bayar lah" seru suster itu dengan angkuh membuat beberapa orang disana melihat ke arah mereka berlima.


Sandra segera menyodorkan bukti kuitansi dan pembayaran yang tadi di berikan oleh resepsionis di depan.


"Jadi bisakah anda menyingkir? Kami sudah terlalu lama berdiri di sini tanpa pelayanan yang memuaskan dari rumah sakit ini. Kalau saja saya tak membutuhkan dokter, saya juga takkan pernah menginjakkan kaki saya di rumah sakit ini. Semua tak bekerja secara profesional dari awal kedatangan pasien" ucap Sandra ketus kemudian berjalan masuk dengan menyenggol bahu suster itu membuat sang suster badannya sedikit terhuyung.


Leo memapah Nenek Ima dan Radit menyusul Sandra yang sudah lebih dahulu masuk tanpa menghiraukan suster itu yang masih terpaku dengan kuitansi di genggamannya.


"Selamat sore dok, kami mau memeriksakan keadaan nenek kami. Kakinya sepertinya terkilir" ucap Sandra yang sudah duduk di depan dokter dan langsung mengucapkan tujuannya.


Dokter dengan name tag "Rindang" itu tersenyum ramah dan menganggukkan kepalanya paham.


"Silahkan bisa baringkan neneknya di brankar sebelah sana" ucap dokter Rindang sambil menunjuk ke arah brankar yang terletak di sebelah ruang konsultasi.


Leo segera memapah Nenek Ima menuju brankar dan membantu membaringkannya di sana.


"Suster Rena, tolong bantu saya mempersiapkan perlengkapan saya" perintah Dokter Rindang pada asistennya, suster Rena.


Suster Rena yang sedari tadi masih terpaku di depan pintu pun segera menyadarkan dirinya dan bergegas mempersiapkan semua peralatan yang di butuhkan. Suster Rena berjalan melewati Sandra, Leo, dan Radit masih dengan gaya angkuhnya, seakan-akan dia adalah orang yang sangat di butuhkan di situ.


"Sudah siap dok" ucap Suster Rena dan diangguki oleh Dokter Rindang.


Dokter Rindang segera memeriksa secara keseluruhan di bantu dengan Suster Rena yang bekerja ogah-ogahan.


"Yang serius, sus" tegur Dokter Rindang pada Suster Rena yang terkesan lamban menangani pasien.


"Pecat aja deh dok suster kaya gitu, mending cari asisten yang lain. Yang lebih profesional kalau bekerja, nggak menilai pasien dari penampilan dan kantongnya saja" sindir Sandra membuat Sustet Rena emosi.


"Dasar tidak ada sopan santunnya... Kau pikir kau siapa menyuruh dokter Rindang memecatku" teriak Suster Rena.

__ADS_1


"Sus, sopan lah pada pasien" tegur Dokter Rindang membuat Suster Rena menahan kekesalannya.


Setelah di periksa selama 1 jam lebih, akhirnya pemeriksaan itu selesai.


"Kakinya hanya terkilir saja, saya akan memberikan resep obat salep dan juga pereda nyeri untuk neneknya. Tidak ada yang perlu di khawatirkan untuk tulangnya, semua baik-baik saja" jelas Dokter Rindang.


"Terimakasih dok atas penjelasannya" ucap Sandra berterimakasih pada Dokter Rindang dan di balas dengan anggukan kepala.


Sandra segera mengambil resep yang di berikan Dokter Rindang dan menggandeng Radit untuk keluar dari ruangan itu, sedangkan Leo segera menggendong Nenek Ima.


"Ingat ya sus, urusan kita belum selesai. Siap-siap aja untuk cari pekerjaan yang baru" bisik Sandra pada Suster Rena saat ia berjalan melewatinya.


"Halah... Sok-sok an nyuruh saya cari pekerjaan baru. Emang situ siapa? Saya juga nggak takut sama anda" seru Suater Rena tak terima.


"Sus, jangan seperti itu sama pasien. Jangan membeda-bedakan pasien dari segi status sosial, agama, atau ras. Kita sebagai tenaga kesehatan harus membantu masyarakat yang memang membutuhkan" nasehat Dokter Rindang pada Suster Rena saat Sandra dan lainnya sudah keluar dari ruangan dokter.


"Tapi dok, kebijakan rumah sakit aja mengharuskan seperti itu. Saya bekerja sudah sesuai dengan prosedur rumah sakit" ucap Suster Rena tak terima.


***


"Kak, kita langsung ke tempat yang tadi ku bilang ya" ucap Sandra setelah duduk di samping Nenek Ima, sedangkan Radit berada di samping Leo.


"Iya" jawab Leo singkat.


Saat ini mereka sudah berada di mobil setelah Sandra mengambil obat di apotek rumah sakit. Dan saat ini mereka akan menuju suatu tempat. Di dalam mobil suasananya begitu hening saat ini, Radit dan Nenek Ima sedang tertidur sedangkan Sandra sendiri fokus pada hp nya.


"Baby, sudah sampai" ucap Leo menghentikan laju mobilnya.


Sandra yang mendengar ucapan Leo pun segera menyimpan hp nya ke dalam saku blazer nya.


"Nek, ayo bangun. Kita udah sampai" ucap Sandra membangunkan Nenek Ima dengan sedikit menggoyang-goyangkan lengannya.

__ADS_1


Eunghhh...


"Udah sampai ya, nak. Maaf nenek ketiduran" ucap Nenek Ima tak enak hati.


"Tak apa nek" jawab Sandra dengan senyum ramahnya.


Radit pun juga sudah bangun karena di bangunkan oleh Leo. Nenek Ima dan Radit mengernyit bingung saat melihat ke arah luar jendela mobil.


"Nak, ini dimana? Kok kita nggak pulang ke rumah" tanya Nenek Ima bingung.


"Iya kak, ini dimana? Lumah di sini bagus-bagus banget ya" ucap Radit kagum dengan bangunan-bangunan rumah mewah di depannya.


"Mulai sekarang... Nenek dan Radit akan tinggal di sini" ucap Sandra membuat Nenek Ima dan Radit terkejut.


"Ha?" Nenek Ima dan Radit terkejut bahkan sangat terkejut, mimpi apa semalam sampai mereka akan tinggal di rumah mewah seperti ini.


"Jangan bercanda, nak. Udah ayo kita pulang ke rumah nenek" ajak Nenek Ima yang tak mau turun dari mobip sedangkan Leo sudah keluar lebih dulu.


"Ini rumah nenek dan Radit. Sebagai ucapan terimakasih karena sudah menyelamatkan nyawa Sandra dan ini kejutan dari kami untuk Radit. Agar ia bisa tumbuh di lingkungan yang lebih sehat" ucap Sandra hati-hati takut menyinggung Nenek Ima.


"Ini benelan kak? Buat Ladit dan nenek?" tanya Radit dengan mata berbinar-binar.


"Benar Radit, ini untuk kalian. Mulai sekarang kalian tinggal di sini. Oh ya... Rumah kakak ada di sebelah rumah kalian, jadi kalian nggak perlu khawatir atau takut" ucap Sandra meyakinkan.


Memang benar rumah yang di beli oleh Sandra untuk Nenek Ima dan Radit adalah sebuah mansion di sebelah mansion Sandra. Namun ukurannya lebih kecil sedikit, bahkan Sandra juga sudah menyiapkan maid dan beberapa bodyguard untuk menjaga Nenek Ima dan Radit. Semua keperluan berupa baju dan kebutuhan mereka berdua juga akan di tanggung sepenuhnya oleh Sandra.


"Alhamdulillah Ya Allah" seru Radit kemudian keluar dari mobil dan memeluk Leo yang sudah ada di luar mobil.


"Terimakasih nak... Terimakasih" ucap Nenek Ima memeluk Sandra dengan terus mengucapkan terimakasih.


"Harusnya aku yang berterimakasih karena nenek pula aku masih ada di sini dengan keadaan sehat" jawab Sandra membalas pelukan Nenek Ima.

__ADS_1


Sandra membantu Nenek Ima keluar dari mobil dan memapahnya untuk masuk ke dalan mansion baru itu.


__ADS_2