SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Serangan Dadakan


__ADS_3

Sandra tak menanggapi ucapan Rafi karena mereka sudah sampai di halaman depan area bandara dengan satu mobil yang sudah menunggunya. Erick membantu memasukkan koper keduanya ke dalam mobil dan masuk mobil untuk mengemudikan mobilnya. Sandra duduk di belakang bersama Rafi sedangkan papa Luis di depan bersama Erick. Mereka juga tak membawa pengawal sama sekali kali ini, entahlah mereka merasa kali ini akan aman.


"Dasar ceroboh" gumam seseorang yang melihat Sandra dan rombongannya pergi dengan mobil keluar Bandara.


Selama perjalanan, Sandra dan Rafi terus bercanda ria melupakan kedua orang di bagian depan mobil yang kini tengah berancang-ancang untuk melesatkan mobilnya lebih cepat.


"Pakai sabuk pengamannya" seru papa Luis pada kedua anaknya yang berada di bagian belakang.


Sandra dan Rafi yang tadinya asyik bercanda pun seketika menghentikan aksinya dan tanpa bertanya mereka langsung melakukan apa yang sudah di perintahkan papa nya. Karena mereka tahu papa nya melakukan ini pasti untuk kebaikan mereka. Dan benar saja, ketika menengok ke arah belakang mobil ternyata ada beberapa mobil hitam dan motor besar yang mengikuti mobil mereka.


"Sandra, hubungi Leo untuk mengirimkan anak buahnya yang dekat dengan area ini. Karena anak buah papa posisinya masih sangat jauh dengan kita, jadi kalau kita terdesak akan sulit untuk membantu kita" titah papa Luis.


Tanpa basa-basi, Sandra segera menghubungi Leo dan tak lama kemudian panggilan itu do angkat oleh sang empu.


"Halo baby, sudah sampai mana" sapa dan tanya Leo dari seberang sana.


"Kak, tolong kirimkan beberapa anak buah kakak ke lokasi kami. Kami diikuti oleh beberapa orang tak dikenal. Kami hanya khawatir apabila melawan akan kuwalahan karena sepertinya kelompok mereka bertambah banyak yang mengikuti saat ini" ucap Sandra to the point.


"Oke, kalian tenang. Aku akan mengirimkan anak buah kakak yang ada di sekitar lokasi kamu".


*Tut...


Citttt*....


Setelah mengatakan hal itu, Sandra langsung mematikan panggilannya karena tiba-tiba saja Erick mengerem mobil mendadak.


"Kak Erick hati-hati" seru Sandra. Bagaimana pun juga Erick baru saja sembuh kemarin. Tak mungkin juga ia akan melawan banyak orang dengan tenaga yang seperti biasanya.

__ADS_1


"Maaf, tapi di depan kita di hadang oleh beberapa mobil. Sepertinya ini sudah di rencanakan, kita terkepung" ucap Erick dengan nada tenangnya, walaupun di dalam hati ia khawatir akan keselamatan papa dan kedua adiknya.


Sandra dan Rafi seketika memfokuskan pandangannya ke arah depan mobil. Semua orang yang ada di mobil hitam dan motor besar itu turun dengan pakaian serba hitam.


"Black Revo Mafia" gumam Sandra pelan namun masih bisa di dengar oleh semua yang ada di dalam mobil.


"Apa? Black Revo Mafia? Mafia ini kan terkenal dengan kelicikannya. Pantas saja, ini sudah di rencanakan. Yang pasti targetnya adalah kamu Sandra" ucap papa Luis.


"Aku?" tanya Sandra sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya. Black Revo Mafia adalah mafia yang dulu bekerja sama dengan pembunuh orangtuamu. Paham kan sekarang kalau mereka mengincarmu, karena pembunuh itu sudah tahu akan keberadaanmu" jelas papa Luis.


"Apa? Ini tidak bisa dibiarkan. Mereka telah membunuh kedua orangtuaku, sekarang saatnya aku yang akan menghabisi mereka dengan tanganku sendiri" ucap Sandra dengan mata yang berkilat emosi.


Tok... Tok... Tok...


"Keluar kalian" teriak salah satu komplotan mafia itu dengan menggedor kaca mobil milik Sandra.


"Hahaha santai saja" ucap Papa Luis masih bisa santai dan tertawa padahal nyawanya juga sedang diujung tanduk. Bagaimana tidak 700 orang melawan 4 orang? Astaga tak bisa dibayangkan.


"Black Car, lakukan tugasmu" seru Sandra yang membuat Erick, papa Luis, dan Rafi bingung. Sandra memanggil siapa, pikir mereka.


Setelah mengucapkan hal itu, tanpa di duga mobil yang ditumpangi Sandra mengeluarkan sejumlah senjata yang menonjol keluar seperti gas air mata, pistol, belati, dan pengaktif bom. Seketika orang yang tadi menggedor kaca mobil karena tidak tahu akan kejadian ini, tewas ditempat dengan luka tusuk belati yang ada di mobil Sandra.


"Wow... keren" kagum Rafi saat melihatnya.


"Sejak kapan mobil kamu ada seperti ini?" tanya Papa Luis.

__ADS_1


"Sejak aku mengenal dunia mafia, papa. Ini hanya untuk berjaga-jaga saja apabila terlalu banyak musuh yang menyerang, agar kita juga tak kehabisan tenaga. Ya setidaknya mengurangi orang yang kita akan lawan lah" ucap Sandra.


"Mundur" seru salah satu orang yang sepertinya pemimpin kelompok itu.


"Black Car, Gas air mata" perintah Sandra.


Mobil mengeluarkan gas air mata dari segala sisi membuat rombongan yang mengepung mereka semakin mundur.


"Lalu untuk apa kau mengikuti perintahku untuk menghubungi Leo, Sandra? Kalau ada teknologi ini" tanya Papa Luis dengan gemas.


"Lupa papa" cengir Sandra dengan wajah tak merasa bersalahnya. Semua yang ada disana (-Sandra) menepuk keningnya pelan.


Para komplotan itu mundur perlahan karena gas air mata yanh di semprotkan benar-benar sangat banyak membuat mata mereka panas dan pedih. Tak berapa lama, anak buah Leo datang terbukti dari seragam yang terdapat pin huruf L yang dipakai pada setiap orang yang datang.


"Itu anak buah kak Leo" seru Sandra dengan menujuk ke arah depan, samping, dan belakangnya.


"Baiklah, apa kalian sudah siap olahraga hari ini?" tanya papa Luis.


"Siap papa" jawab Sandra, Erick, dan Rafi serentak.


Rafi walaupun masih berumur 12 tahun namun jangan menganggapnya remeh. Kekuatannya untuk menumbangkan musuh bahkan sudah hampir setara dengan Sandra. Mode mobil sudah dikembalikan normal oleh Sandra, mereka berempat turun dari mobil dengan muka santainya.


"Kalian tak apa nona, tuan?" teriak salah satu anak buah Leo dan dibalas acungan jempol oleh keempatnya pertanda mereka baik-baik saja.


Tanpa basa-basi, anak buah Leo menyerang anggota komplotan mafia itu dengan brutal padahal kelompok mereka masih dalam keadaan shock dan lemah penglihatan. Sandra pun sudah maju untuk menghadapi ketua dari komplotan mafia itu yang kini masih membersihkan matanya namun tetap bisa menangkis serangan Sandra. Benar-benar diluar dugaan, kekuatan mereka sangat tidak bisa diremehkan.


Namun, bukan Sandra namanya jika menyerah begitu saja. Sandra terus melawan hingga lawannya benar-benar tumbang dan benar saja, butuh waktu sekitar 1 jam untuk menumbangkan lawannya itu. Namun Sandra tak sampai membunuhnya, karena ia kunci utama dari dalang sebenarnya pembunuhan kedua orangtuanya dan alasan apa sampai mengincar Sandra.

__ADS_1


Setelah membereskan semua komplotan mafia yang sudah tumbang, ketua mafia itu dibawa anak buah Leo untuk menjadi sandera sementara. Namun kejadian yang begitu singkat membuat semua orang membelalak kaget...


Dor... Dor...


__ADS_2