SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Pesan


__ADS_3

"Apa? Enggak ada ya waris-wariskan ke aku. Selamanya itu perusahaan dan mafia akan jadi milik papa dan Rafi, Sandra hanya akan membantu saja" protes Sandra.


"Tapi sebelum Rafi mendapatkan itu semua, kamu harus janji sama papa kalau kamu akan terus bersama dan menjaga Rafi seperti adik kandungmu sendiri. Bantu dia untuk mengurus dan meneruskan perusahaan papa kelak. Papa titip Rafi sama kalian semua, anggap dia saudara kalian ya" ucap Papa Luis.


"Papa apa-apaan sih kaya gitu ngomongnya, kaya mau kemana aja. Dan yang akan mengajari Rafi tentang bisnis adalah papa karena papa adalah pebisnis terhebat di dunia. Dan papa tenang aja, tanpa papa kasih tahu tentang hal itu pasti kami akan selalu bersama untuk menjaga Rafi seperti saudara kami sendiri. Iya kan kak Leo, kak Willy?" tanya Sandra pada kakak dan kekasihnya itu.


"Iya benar apa yang di katakan Sandra, pa. Sekarang sudah saatnya kita bersama menikmati hari entah itu dalam suasana susah atau senang. Yang pasti, papa akan selalu menjadi orangtua bagi kita. Kami juga akan menjaga papa sepenuhnya" ucap Willy dan diangguki setuju oleh Leo.


"Terimakasih nak. Papa lega sekarang karena papa dan Rafi yang bukan saudara sedarah tapi kalian mau menyayangi kami dengan tulusnya. Bahkan di umur papa yang sudah tua ini, ada juga yang mau mengurusnya hehehe" ucap Papa Luis dengan sedikit kekehan.


"Apaan sih pa ngomongnya gitu? Dulu waktu Sandra masih remaja aja papa mau nampung dan ngerawat Sandra, sekarang giliran Sandra yang merawat papa" ucap Sandra yang kemudian menghambur ke pelukan Papa Luis.


"Sandra sayang papa" lanjutnya lirih di pelukan Papa Luis. Papa Luis pun dengan senang hati membalas pelukan Sandra erat.


"Papa juga sangat sayang sama Sandra" balas Papa Luis dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kami juga sayang papa" seru Leo dan Willy bersamaan kemudian memeluk dua orang yang sudah berpelukan lebih dulu itu.


"Hahahaha walaupun kalian sudah dewasa seperti ini, tapi bagi papa kalian semua adalah bayi-bayi papa" ucapnya sambil tertawa melihat ketiganya memeluknya erat.


"Biarlah kita jadi bayi nya papa, yang penting papa harus selalu ada sama kita terus" ucap Sandra dengan manjanya.


"Hahaha semoga saja" ucap Papa Luis sambil tertawa renyah.

__ADS_1


"Semoga saja papa masih bisa mendampingi kalian semua hingga kalian menemukan pendamping hidup masing-masing" batin Papa Luis dengan mengelus punggung Leo, Willy, dan Sandra bergantian.


***


Sedangkan di sisi lain...


Di sebuah taman kota terdapat seorang anak laki-laki yang sudah remaja tengah termenung sendirian disana. Tadi ia berangkat sekolah namun sekolah pulang cepat karena ada acara di sekolah. Seharusnya ia menunggu kedua kakaknya yang bersekolah di satu komplek yang sama hanya beda jenjang saja sampai kedua kakaknya itu pulang, namun entah apa yang di pikirkannya hingga ia berjalan ke taman kota sendirian.


"Kenapa mama terlalu cepat pergi? Walaupun ada papa tapi rasanya masih ada yang kurang. Mama, kak Sandra udah ketemu keluarganya lho. Kira-kira kak Sandra bakalan masih anggap aku adiknya enggak ya? Soalnya sekarang kak Sandra sibuk banget terus adiknya sekarang banyak jadi dia agak jarang ada waktu buat Rafi" gumam seorang remaja laki-laki itu yang tak lain adalah Rafi yang sedang menengadahkan kepalanya melihat langit yang begitu cerahnya saat ini.


"Rafi kesepian mama, boleh nggak kalau Rafi ikut mama aja? Tapi nanti papa sama siapa kalau Rafi ikut mama hiks" lanjutnya dan pecahlah tangis yang sedari tadi ia tahan.


"Rafi juga nggak punya temen di sekolah ma, mereka pada jauhin Rafi karena udah nggak punya mama hiks Rafi cuma punya temen di rumah aja itu pun kita jarang bersama karena tugas sekolah yang banyak hiks" Curahan hati seorang remaja SMP yang selama ini memendam semua rasa sakitnya sendiri karena takut membebani keluarganya.


"Rafi nggak boleh nyusul mama, Rafi di sini aja sama kak Sandra, papa, dan yang lainnya" seru seseorang yang mendengar semua curhatan Rafi dari arah belakang Rafi.


Sontak saja Rafi terkejut dan membalikkan badannya.


Deggg...


"Kak Sandra..." seru Rafi yang melihat kakaknya ada di taman ini juga.


"Maaf... Maafin kakak udah jarang ada waktu buat kamu dan yang lainnya. Kakak janji akan mengurangi pekerjaan kakak" ucap Sandra dengan memeluk Rafi erat.

__ADS_1


"Maafin Rafi juga kak yang nggak mengerti keadaan kakak yang sibuk" ucap Rafi membalas pelukan Sandra.


"Jangan bilang hal kaya tadi lagi ya Rafi, kakak nggak suka" rajuk Sandra dan diangguki oleh Rafi.


"Kok kakak bisa tahu kalau aku ada disini?" tanya Rafi setelah melepaskan pelukannya.


"Liat tuh, tuh, tuh" ucap Sandra dengan menunjuk ke arah pengawal yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon-pohon besar di taman.


"Aish... Kakak curang. Nggak pernah bilang-bilang kalau ada pengawal yang selalu ikutun aku. Pantesan aja kakak tahu aku ada disini, pasti dari mereka kan?" gerutu Rafi.


"Hahaha duh aduh adik kakak yang ganteng ini pakai merajuk segala lagi. Dengar ya, kakak ngelakuin ini demi melindungi kamu di manapun kamu berada. Kakak nggak mau kehilangan kamu, Rafi. Tau nggak tadi kakak khawatir banget pas pengawal yang kakak suruh awasin kamu lapor kalau adik kakak ini pergi dari sekolah tanpa menunggu Yusuf dan Sandro, mana perginya dengan muka lesu lagi" jelas Sandra membuat Rafi merasa bersalah.


"Maafin Rafi ya kak udah buat khawatir kakak. Rafi janji nggak akan kaya gitu lagi" janji Rafi dengan tersenyum manis di depan Sandra.


"Di maafkan... Asal kamu juga janji satu hal sama kakak, jangan pernah bilang kalau kakak tak menganggapmu saudara. Sampai kapanpun kakak adalah kakak kamu, kakak akan menjaga kamu walaupun nyawa kakak taruhannya. Nggak ada yang boleh nyakitin adik kakak yang satu ini" ucap Sandra dengan serius dan diangguki oleh Rafi juga.


"Jadi bisa beritahukan kakak, siapa yang mengganggu dan menghina kamu di sekolah?" tanya Sandra dengan santainya.


"Sudahlah kak biarkan saja mereka, lagi pula mereka hanya mengejekku dan tidak melukai fisikku. Selagi mereka tak melukai fisikku, aku akan biarkan tapi kalau mereka pakai cara kekerasan aku takkan tinggal diam" ucap Rafi dengan serius sambil mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.


"Baiklah... Tapi janji sama kakak kalau ada apa-apa harus cerita sama kakak dan yang lainnya" ucap Sandra.


"Iya kak" jawab Rafi kemudian memeluk Sandra kembali dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2