SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Kilasan Masa Lalu Leo


__ADS_3

Leo kini tengah menuju ke perusahaannya sendiri yang tak diketahui oleh orang-orang disekitarnya termasuk Sandra. Pikirannya menerawang ke kejadian-kejadian sebelum ia sukses seperti ini.


Dimulai dari ia ke tempat tinggal kakek dan neneknya yang berada di kota. Kakek dan neneknya bukanlah orang dari kalangan berada walaupun kedua orangtua Leo adalah pengusaha. Selama ini kakek dan neneknya hanya bekerja serabutan di sebuah pabrik di kota itu dengan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Saat sudah di kota, Leo bersekolah dengan bantuan beasiswa karena kecerdasannya. Saat sekolah bullyan dan cacian selalu dilayangkan padanya karena berasal dari kalangan biasa, namun dia hanya diam saja. Pikirannya saat itu hanya tertuju cepat lulus dan bekerja, ia pun selalu mengikuti lomba dalam bidang akademik dan non akademik yang hadiahnya berupa uang.


Usaha pertama Leo dari uang lomba itu ia gunakan untuk membuat warung makan atau warteg di area sekitar pasar dan stasiun dengan sang nenek yang memasak. Nenek dan kakeknya waktu itu memutuskan untuk menjalankan ide usaha Leo dan keluar dari pekerjaannya di pabrik. Usahanya itu pun tak selalu berjalan lancar, kadang ada preman yang selalu meminta uang setoran di warteg nya, ada juga pedagang warteg lain yang iri sehingga melakukan fitnah pada usahanya itu. Namun, Leo beserta kakek dan neneknya tak berhenti berusaha. Mereka selalu bersyukur dengan apa yang mereka dapatkan setiap harinya.


Setelah usaha warung makannya cukup berhasil, ia mulai membuka usahanya lagi berupa cafe dan restorant dengan hasil balap liar yang ia ikuti tanpa sepengetahuan kakek dan neneknya. Usaha itu pun tak berjalan lancar, bahkan dulu cafe nya sempat akan digusur karena ia tak mampu membayar uang sewa tempat. Akhirnya ia memberanikan diri untuk pinjam di bank dengan menjaminkan rumah dari kakek dan neneknya yang tentunya atas persetujuan mereka.


Setelah beberapa bulan mengalami kesulitan, ditahun ke 2 cafe dan restorant itu berdiri akhirnya ia menemukan titik kesuksesannya. Ia mampu menjaring beberapa investor untuk ikut dalam membantu mengembangkan cafe dan restorantnya. Kemampuan Leo dalam berbicara dan bernegosiasi itu lah yang menjadi modal utamanya. Setelah cafe dan restorant sukses, ia sedikit demi sedikit menabung untuk membangun perusahaan.


Ia belajar membangun sebuah perusahaan dari guru dan dosen tempat ia sekolah. Ia belajar mengenai manajemen dan keuangan tentang perusahaan agar menjadi sukses dibantu oleh mereka. Guru dan dosen semasa ia sekolah dan kuliah waktu itu sudah mengetahui potensi dari anak didiknya itu jadi mereka mencoba mengembangkan lagi karena mereka tak bisa membantu dalam hal materi namun dalam hal ilmu saja.


Di saat Leo berusia 16 tahun, ia sudah lulus kuliah S1 nya di bidang akuntansi. Kemudian ia fokus untuk membangun perusahaannya sedikit demi sedikit sampai ia sukses seperti sekarang. Kerugian dan hampir bangkrut sudah menjadi makanan sehari-harinya, namun ia tak pantang menyerah karena itu semua akan berguna demi masa depannya kelak bersama orang-orang tercintanya. Kini perusahaan besar LA Company terpampang nyata di depan matanya, bukti perjuangannya selama ini. Ia bangga dengan dirinya sendiri, bisa sukses di usia muda.


***


Leo telah sampai di perusahaan LA Company. Setelah tersadar dari lamunannya tadi, ia keluar dari mobil yang telah terparkir sempurna di parkiran. Tenang saja, Leo tidak menyetir sambil melamun kok tapi ada sopir yang membawa mobil Leo.


Leo berjalan dengan langkah tegas dan berwibawanya, semua karyawan yang berpapasan pun segera menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanda hormat. Leo tidak memakai topeng seperti Sandra dan Erick ketika di perusahaan. Namun jika berada di meeting dengan perusahaan lain maka ia akan memakai topengnya. Para karyawan juga sudah di sumpah untuk tak membeberkan wajah sang CEO, jika ketahuan membeberkan akan di beri hukuman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


"Selamat siang tuan" sapa sekretaris Leo, Audi Feriant. Gadis cantik, sederhana, pintar, dan juga loyal pada perusahaan Leo. Leo hanya menganggukkan kepalanya pelan saat Audi menyapanya.

__ADS_1


"Audi, segera ke ruangan saya" titah Leo pada Audi sesaat setelah ia akan membuka pintu ruang kerjanya.


"Baik tuan" jawab Audi dengan sigap. Audi segera membawa beberapa dokumen yang ia perlukan untuk diberikan kepada atasannya itu.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk" suruh orang di baliknya.


Ceklek...


Audi segera mendekat ke arah meja kebesaran Leo dan memberikan dokumen yang dibawanya kepada Leo.


"Satu hal lagi tuan, ada perkenalan dengan karyawan baru di aula sore nanti. Apakah tuan akan hadir?" tanya Audi.


"Ya" jawab Leo singkat.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan" pamit Audi yang sudah tidak ada yang perlu ia kerjakan di ruang kerja Leo dan diangguki pelan oleh Leo.


Leo pun dengan serius mengerjakan semua pekerjaannya sampai ia hampir saja melupakan acara di perusahaannya. Perekrutan karyawan di perusahaan Leo dilakukan secara rutin setiap tahun sekali jadi sekali rekrut pasti akan banyak karyawan baru. Maka dari itu Leo harus memperkenalkan dirinya dan mengingatkan kembali tentang beberapa aturan yang berada di perusahaannya walaupun pasti bagian HRD sudah memberitahu mereka. Acara perkenalan karyawan baru ini juga dihadiri oleh karyawan senior dengan disuguhi beraneka makanan mewah tentunya.


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


"Maaf tuan mengganggu, acara perkenalan dengan karyawan baru akan segera dimulai" ucap Audi setelah membuka pintu ruang CEO.


Leo pun mengangguk pelan, kemudian berdiri dari kursi kebesarannya dan berlalu menuju ke ruang aula diikuti Audi di belakangnya.


"Punya bos dingin amat ya perasaan, untung si bos orangnya baik kalau tentang kesejahteraan karyawannya" batin Audi yang melihat bos nya selama perjalanan ke aula hanya diam dengan raut wajah yang dingin.


Tak... Tak... Tak...


Bunyi suara ketukan sepatu dengan lantai menggema di ruang aula yang telah ramai oleh semua karyawan LA Company. Semua orang mengalihkan pandangannya ke arah suara itu. Laki-laki tinggi, putih, rahang tegas, muka datar, dingin namun berwibawa muncul dari arah pintu samping panggung. Semua menatap kagum pemuda itu, tak terkecuali dua orang karyawan baru disana.


"Selamat sore semua, maaf mengganggu acara makan dan istirahat kalian. Saya disini sebagai sekretaris tuan Leo akan memperkenalkan CEO kita yang harus diketahui oleh karyawan baru di perusahaan ini" seru Audi dengan lantang.


"Dengan bangga saya perkenalkan tuan Leonard pemilik LA Company" lanjutnya dengan berteriak, semua yang ada disana pun memberikan tepuk tangannya meriah.


"Terimakasih atas sambutannya. Saya disini hanya memperingatkan bagi kalian semua yang bekerja si perusahaan ini untuk selalu setia terhadap perusahaan, tidak membocorkan rahasia perusahaan terutama wajah saya" seru Leo dengan nada dinginnya.


"Jika kalian dengan berani mempublikasikan wajah saya, kepala kalian taruhannya" lanjutnya.


Sontak ucapan itu membuat semua karyawan takut dan berjanji takkan mengkhianati perusahaan Leo. Leo mengedarkan pandangannya ke seluruh karyawan baru dan menghentikan pandangannya saat ada sesuatu yang membuatnya membeku.


"Kalian..."

__ADS_1


__ADS_2