SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Teror


__ADS_3

Sandra dan Leo segera saja masuk ke dalam kamar setelah menerima teror dari seseorang yang pastinya mengenali Sandra. Kekacauan kaca pecah akibat teror tersebut langsung dibereskan oleh bodyguard Sandra setelah selesai menelusuri semua area villa yang terlihat aman. Sedari tadi Sandra termenung memikirkan siapa yang akhir-akhir ini berbuat masalah dengannya hingga dia sampai meneror dirinya seperti ini.


"Tak usah dipikirkan, sayang. Semuanya akan baik-baik saja. Kita akan menyelesaikan semua masalah ini bersama, jadi kau jangan khawatir. Orang yang berani meneror kita itu biasanya orang yang tak paham dengan identitas kita sebenarnya" ucap Leo mencoba menenangkan Sandra yang sedari tadi terdiam.


"Aku hanya menduga-duga saja siapa kira-kira orang yang tengah bermasalah denganku. Pasalnya dia tahu mengenai namaku juga" ucap Sandra dengan senyum tipisnya.


"Maaf ya kak, honeymoon kita jadi gagal kaya gini gara-gara teror itu" lanjutnya merasa bersalah sambil menundukkan kepalanya.


"Hey... It's okay. Tak perlu dipikirkan, yang penting kita masih bisa bersama-sama untuk menyelesaikan masalah ini. Lagi pula dengan adanya masalah ini, aku yakin kalau cinta kita akan semakin kuat" ucap Leo yang kemudian memeluk Sandra dengan eratnya seperti memeluk guling.


"Kak Leo, berat" seru Sandra mencoba untuk melepaskan pelukan Leo.


Namun bukannya melepaskan, Leo semakin mengeratkan pelukannya kemudian mengubah posisinya menjadi berada di atas Sandra seperti menindihnya.


"Apa?" tanya Sandra saat melihat senyuman misterius yang tercipta di bibir Leo.


"Daripada mikirin sesuatu yang bikin pusing dan nggak jelas, mending mikirin malam panas kita malam ini. Kita bisa melakukan malam pertama kita yang tertunda kemarin" ucap Leo dengan seringaian tipisnya membuat Sandra sedikit bergidik ngeri.


Pasalnya Leo kini seperti singa yang sedang ingin menerkam mangsanya, namun akhirnya ia pasrah juga dengan semua perlakuan lembut Leo. Malam itu di kamar villa dengan suasana yang dingin karena bertepatan dengan turunnya hujan, Leo dan Sandra melakukan kegiatan panas mereka untuk yang pertama kalinya.


Hanya erangan dan desah-an saja yang terdengar dari dalam kamar dua pengantin baru itu. Mereka saling memuja dan mengejar kenikmatan bersama di tengah derasnya hujan sampai akhirnya mereka kelelahan karena terlalu lelah merasakan kenikmatan dunia.


***


Sedangkan di tempat yang lain...


Ada seorang gadis yang sedang merokok sambil berdiri memandang pemandangan malam dari atas balkon ruang kerjanya bersama dengan anak buahnya sedang membahas sesuatu yang telah mereka lakukan.


"Bagaimana pekerjaan kalian yang ku tugaskan?" tanya seorang gadis yang tak lain adalah orang yang melakukan teror terhadap Sandra.

__ADS_1


"Aman, nona. Kami juga berhasil melarikan diri dari kejaran para bodyguard mereka" lapor anak buahnya.


"Bagus" ucap seorang gadis dengan senyum manisnya.


"Kita akan bertemu lagi, Sandra. Kita akan bernostalgia dengan masa lalu yang sangat-sangat indah itu hahaha" gumam sang bos yang kemudian tertawa mengerikan seakan tawa itu mengandung banyak sekali rencana-rencana yang entah itu rencana baik atau buruk.


"Besok aku akan melakukan panggilan ke Sandra, kalian persiapkan simcard yang bisa ku gunakan sementara. Jangan lupa daftarkan dengan identitas palsu" titah gadis itu pada anak buahnya.


"Baik nona" jawab sang anak buah dengan patuh.


Gadis itu segera melanjutkan acara melamunnya di balkon ruang kerjanya setelah anak buahnya pergi meninggalkan dirinya.


"Kau bisa bahagia, maka aku juga bisa. Aku menderita, kau juga harus merasakan menderita sama sepertiku" gumamnya dengan senyuman sinisnya kemudian mematikan sebatang rokok yang hampir habis dan berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya.


***


Sandra terbangun terlebih dahulu sebelum Leo. Pagi ini ia merasa sangat bahagia karena telah memberikan harta berharga yang selama ini ia jaga kepada laki-laki yang sangat ia cintai. Mengingat kejadian semalam membuatnya tersenyum malu dengan sikap agresif yang ia tunjukkan di depan suaminya itu.


Menghapus pikiran tentang kejadian semalam, Sandra bergegas untuk bangun dan segera mandi karena badannya yang sudah terasa sangat lengket. Ia sedikit menahan rasa perih di bagian sana saat melangkahkan kakinya walaupun sangat perlahan. Setelah berhasil masuk kamar mandi, ia segera mandi dan bersiap-siap untuk membuat sarapan pagi.


"Selamat pagi, sayang" ucap Leo yang memeluk Sandra dari belakang ketika melihat istrinya itu sedang sibuk memasak di dapur.


Saat tadi ia terbangun, ia segera saja mencari istrinya itu karena tak berada disampingnya. Mendengar adanya suara di dapur, sudah dapat ia pastikan kalau Sandra berada disana karena tak mungkin ada orang yang berani memasuki villa ini tanpa persetujuan darinya.


"Pagi juga" jawab Sandra sambil membalikkan badannya sebentar lalu mengecup pipi Leo.


"Mandilah, setelah itu kita sarapan bersama" lanjutnya yang kemudian diangguki oleh Leo.


Setelah Leo beranjak pergi dari dapur, Sandra segera melanjutkan acara memasaknya. Namun tak lama saat melanjutkan kegiatannya itu, ia mendapatkan sebuah telefon dari nomor yang tak dikenal.

__ADS_1


"Ya, halo?" ucap Sandra sambil mengernyit heran pasalnya yang menghubunginya adalah nomor yang tak dikenal.


"Halo Sandra" ucap seseorang dari seberang sana.


"Siapa?" tanya Sandra karena tak tahu siapa yang sedang berbicara dengannya.


Namun dapat dipastikan dari suaranya kalau yang menghubungi Sandra adalah seorang perempuan.


"Aku akan segera menemuimu. Jadi persiapkan dirimu dengan baik, Sandra" ucap seseorang di seberang sana.


Tuttt...


Setelah mengatakan hal itu, seseorang yang menghubungi Sandra itu segera saja mematikan panggilannya. Dengan gerak cepat, Sandra segera melacak identitas dan lokasi dari nomor yang tadi menghubunginya.


"Gotcha..." seru Sandra saat mendapatkan apa yang dia mau.


Betapa cerobohnya orang yang menghubunginya tadi karena tak langsung mematikan semua data dan merusak sim card yang ia gunakan.


"Kenapa, sayang? kok kayanya kamu keliatan lagi seneng banget" tanya Leo yang baru saja datang dan melihat Sandra tersenyum lebar dengan memegang handphonenya.


"Tadi ada seseorang yang menghubungiku dengan nomor yang tak dikenal, saat aku mengangkatnya orang itu mengucapkan kalimat yang hampir sama dengan tulisan di kertas teror kemarin. Dan aku yakin kalau yang menghubungiku tadi adalah dalang dari teror yang kita dapatkan kemarin" ucap Sandra dengan antusias.


"Lalu apa yang membuatmu senang? Bukankah dia menghubungimu juga dengan bertujuan untuk menerormu?" tanya Leo dengan mengernyit heran.


"Saat dia mematikan panggilannya, aku langsung saja meretas data simcard dan lokasi dia saat menghubungiku dan aku mendapatkannya. Ya walaupun kita belum tahu dia mendaftarkan simcard itu dengan identitas asli atau bukan namun dengan mengetahui lokasinya berarti kita bisa dengan mudah menemukannya" ucap Sandra dengan tersenyum lebar.


"Kau sangat cerdas, sayang. Setelah ini kita koordinasi dengan bodyguard kita untuk menyusun rencana penangkapan peneror itu" ucap Leo dan diangguki oleh Sandra.


Sandra segera menyiapkan sarapan untuk suami dan dirinya sendiri lalu mereka makan dengan tenang. Setelah sarapan mereka segera saja menemui bodyguard mereka yang telah berkumpul di ruang tamu villa.

__ADS_1


__ADS_2