
Ceklek
"Darimana kamu?" tanya seorang laki-laki dengan nada dinginnya yang kini sedang duduk di depan tv tanpa mengalihkan pandangannya dari tv, yang tak lain adalah Leo.
"Eh..." terkejut seorang gadis yang baru saja masuk apartemen itu karena mendengar suara dengan nada dingin.
Seorang gadis yang tak lain adalah Sandra, berjalan pelan menuju ke sofa depan tv tempat Leo sedang duduk dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Kak Leo ..." panggil Sandra pada Leo dengan menoel-noel lengan sang kekasih dengan jari telunjuknya.
"Kak" panggilnya lagi.
"Jangan marah hiks" Sandra yang sudah kesal karena panggilannya tak di jawab oleh sang kekasih akhirnya mengeluarkan jurus jitunya yaitu menangis untuk meluluhkan Leo.
Leo yang mendengar isakan tangis Sandra, mengusap wajahnya kasar kemudian memeluk Sandra dengan erat.
"Jangan nangis, baby" bisik Leo sambil mengusap punggung Sandra dengan lembut.
"Maaf hiks nggak ngabarin hiks kakak kalau hari ini hiks pergi dulu hiks" ucap Sandra di pelukan Leo.
"Kamu tahu kan kalau kamu salah?" tanya Leo yang dijawab anggukan oleh Sandra.
"Aku khawatir kamu nggak ada kabar seharian, walaupun aku dapat kabar dari anak buahku tapi itu nggak cukup buat aku nggak khawatirin kamu. Aku tahu kamu rindu bebas kemanapun kamu mau, tapi kamu harus sabar. Musuh-musuhmu banyak, baby. Aku takut anak buahku dan kamu lengah, kamu akan terluka karena terlalu fokus dengan orang yang bersamamu yang harus kamu jaga" ucap Leo panjang lebar menasehati Sandra.
"Maaf hiks aku nggak akan gitu lagi. Kalau aku mau pergi pasti aku akan pergi bersamamu" jawabnya.
"Aku maafin, tapi jangan pernah diulangi lagi" ucap Leo dengan tegas dan diangguki Sandra.
"Ya udah sekarang kamu istirahat" lanjutnya.
Sandra pun segera masuk ke dalam kamarnya sendiri, membersihkan diri, kemudian istirahat.
"Huft... Aku tau kamu bisa jaga diri Sandra, aku hanya takut kamu lengah karena harus menjaga oranglain yang bersama kamu saat itu" gumam Leo saat melihat pintu kamar Sandra yang tertutup.
***
__ADS_1
Sudah 3 hari setelah kejadian itu, sudah 3 hari pula adik angkat Sandra tinggal bersama ketiga saudaranya yang lain.
Saat ini, Sandra sedang dalam perjalanan menuju sekolah untuk mendaftarkan Alin, Damar, dan Fatah. Sebuah SD Internasional menjadi pilihan Sandra untuk ketiganya bersekolah, Arva International Elementary School.
Alin, Damar, dan Fatah juga sudah berada di sana dengan diantar oleh anak buah Leo. Semua dokumen yang dibutuhkan untuk pendaftaran sekolah juga sudah diurus anak buah Leo, Sandra hanya tinggal datang sebagai wali dari ketiga anak itu dan registrasi ulang.
"Selamat pagi cantik dan ganteng" sapa Sandra pada ketiga anak itu.
"Pagi juga kak Sandra yang cantik" sapa ketiganya kembali kepada Sandra.
"Ayo kita masuk" ajak Sandra yang diangguki ketiganya.
"Kak Sandra yakin mau sekolahin kita disini? Ini sekolahnya bagus banget lho kak, pasti mahal biayanya" ucap Fatah yang memang dari awal sampai dan melihat sekolah ini ragu.
"Murah kok, uang kakak masih cukup kalau nanti buat beliin kalian permen hahaha" jawab Sandra sambil tertawa.
"Ish... Kakak kita serius ini malah bercanda" kesal Fatah.
"Dengarin kakak ya semuanya, kalian ini adik kakak. Kakak akan berikan kalian semua hal yang terbaik untuk ketiga adik kakak ini, apalagi ini untuk kalian. Tugas kalian hanya belajar dan bermain, biar kakak yang kerja buat kalian. Oke" jelas Sandra sambil memandang ketiganya dengan senyum lembut.
"Makasih kak" ucap ketiganya dengan mata berkaca-kaca.
Tak berapa lama, mereka sampai di depan ruang kepala sekolah.
Tok... tok... tok...
"Masuk" ucap seseorang dari dalam ruangan itu.
Sandra dan ketiga adiknya masuk ke dalam ruang kepala sekolah.
"Apa ini nyonya Sandra? Yang akan mendaftarkan adiknya untuk bersekolah disini" tanya kepala sekolah itu setelah Sandra dan ketiga adiknya duduk di sofa ruangan itu.
"Ya" jawab Sandra singkat. Balik lagi deh sifat jawab seperlunya aja jika di luar lingkungan keluarga.
"Ini ada beberapa dokumen yang perlu anda tandatangani sebagai kesediaan nyonya Sandra sebagai wali siswa dan ini total biaya keseluruhan per semester nya. Dan maaf nyonya, saya mau menanyakan disini sekolah menyediakan layanan bus sekolah dan catering makan siang, apa ketiga siswa ini akan menggunakannya? Kalau iya, nanti ada biaya tambahannya" jelas dan tanya sang kepala sekolah sambil memberikan beberapa dokumen kepada Sandra.
__ADS_1
"Kalau bus sekolah, tidak karena sudah ada yang antar jemput mereka" jawab Sandra to the point.
"Bagaimana Alin, Damar, Fatah apa kalian mau makan dari sekolah atau bawa bekal dari rumah?" tanya Sandra pada ketiga adiknya dengan lembut.
"Astaga... Bicara denganku singkat, padat, dan jelas. Kalau sama adiknya bisa lembut gitu ya" batin kepala sekolah yang melihat dan mendengar adegan antara adik dan kakak itu.
"Tidak kak. Kami bawa dari rumah aja, lagipula kata kak Willy selalu memasak untuk kita" jawab Alin dan disetujui oleh yang lainnya.
"Baiklah. Kami tidak menggunakan catering juga" jawab Sandra pada kepala sekolah itu.
"Baik, untuk data siswa sudah lengkap ya nyonya. Untuk pembayaran silahkan bisa langsung ke ruang administrasi dan mulai besok senin kalian bertiga sudah bisa masuk sekolah" jelas kepala sekolah yang sudah mendapat tandatangan dari Sandra.
"Dan selamat bergabung di sekolah kami untuk kalian bertiga" lanjutnya dan diangguki oleh ketiganya dengan semangat.
Sandra dan ketiga adiknya segera menuju ruang administrasi setelah berpamitan dengan kepala sekolah.
"Permisi Bu" sapa Sandra dengan senyum tipis.
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya ibu-ibu yang berada di ruang administrasi.
"Saya ingin menyelesaikan administrasi masuk untuk siswa baru atas nama Alin, Damar, dan Fatah" ucap Sandra sambil memberikan rincian biaya dari kepala sekolah.
"Baik bu, total ketiganya 90 juta untuk 1 semester ya Bu. Mau pembayaran lunas sekalian atau di cicil 2 kali ya Bu?" tanya ibu itu.
"Saya langsung membayarnya lunas" jawab Sandra dan mengeluarkan Platinum Card.
"Baik bu" ucap ibu itu sambil menerima kartu itu dari Sandra.
"Astaga... Kartunya aja yang Platinum, apalah dayaku yang hanya punya kartu yang Silver" batin ibu itu saat menerima kartu itu.
Setelah beberapa menit, Sandra dan ketiga adiknya selesai menyelesaikan administrasi sekolah. Mereka sudah ditunggu oleh anak buah Leo yang akan mengantarkan mereka kembali ke rumah. Sandra yang akan ke kantor dan ketiga adiknya yang pulang ke rumah Willy.
"Jaga ketiga adik saya, antar mereka pulang dengan selamat" ucap Sandra dengan tatapan mata tajamnya.
"Baik nyonya" jawab mereka bersama.
__ADS_1
Sandra dan ketiga adiknya saling memberikan pelukan perpisahan di halaman sekolah itu kemudian masuk mobil dan melajukan mobil mereka ke arah yang berbeda.
Mohon like, vote, dan comment nya ❤️