
Setelah seharian melakukan kegiatannya memberantas kecurangan tuan Liam, Sandra dan Leo kembali ke hotel untuk mempersiapkan hari esok yang tentu akan terasa sangat melelahkan.
***
Keesokan harinya, Leo dan Sandra kembali ke perusahaan Araxious Company ah lebih tepatnya cabang perusahaan Arva Company sekarang. Ketika memasuki lobby perusahaan, beberapa karyawan yang melewati seketika menundukkan kepala hormat pada CEO baru mereka.
Sandra dan Leo memasuki ruangan CEO yang sudah ia suruh renovasi kemarin pada pak Agus.
"Not bad" komentarnya saat memasuki ruangannya.
Sandra segera duduk di kursi kebesarannya dan membuka beberapa dokumen laporan dari semua divisi yang tadi kemarin ia minta pada pak Agus. Leo hanya menyibukkan dirinya di sofa dengan iPad nya, sedangkan pak Agus berada di ruangannya sendiri.
Brakkk
"Laporan apa ini?" gerutu Sandra sambil melemparkan dokumen itu di atas mejanya.
"Kenapa sih baby?" tanya Leo yang kemudian menghampiri Sandra.
"Lihat ini? Apa tuan Liam itu begitu b*doh sampai laporan keuangan selama 3 bulan yang hasilnya rancu seperti ini dibiarkan begitu saja" kesal Sandra.
"Mungkin dia hanya tinggal suruh-suruh dan tanda tangan saja tanpa mengecek laporan. Pikiran dia sudah rusak akan ****, narkoba, dan uang" lanjutnya.
"Kalau begini aku harus merombak semua divisi disana, ku kira perusahaan ini sudah sukses seperti yang dirumorkan tapi didalamnya ternyata kosong" Sandra terus menggerutu, sedangkan Leo hanya diam saja mendengarkan.
"Ini juga mana bisa design produk seperti ini, ini jelas-jelas takkan menarik bagi konsumen. Siapa yang tertarik coba, warnanya kurang elegan bahkan tabrak sana tabrak sini warnanya".
Sandra benar-benar dibuat kesal, dia hanya berfikir apa ini tak ada rapat atau presentasi dulu mengenai design yang bagus seperti apa atau memang dari pegawainya yang asal. Leo yang mendengarkan hanya menggelengkan kepalanya. Ia segera mengambil laptop yang dibawanya dan mencari sesuatu disana, yang jelas untuk membantu Sandra.
***
"Coba kamu lihat ini" tunjuk Leo pada layar laptopnya pada Sandra.
__ADS_1
"Lihatlah ini karyawanmu" ucap Leo yang seperti nada sindiran.
"Baru 1 hari jadi karyawanku kali" seru Sandra tak terima.
Tanpa basa-basi, Sandra segera menghubungi pak Agus untuk mengadakan rapat darurat.
***
Semua karyawan dari beberapa divisi telah berkumpul di ruang rapat, mereka bertanya-tnya mengapa diadakan rapat seperti ini karena biasanya rapat akan dilaksanakan untuk para pemegang saham saja. Selama mereka bekerja di perusahaan, baru kali ini diadakan rapat untuk para perwakilan divisi.
Ceklek...
Sandra dan Leo diikuti Pak Agus masuk ke dalam ruang rapat membuat semua yang ada disana berdiri dan sedikit menundukkan kepalanya. Setelah dipersilahkan duduk, mereka duduk dan memulai rapat.
"Saya mengumpulkan semua perwakilan dari berbagai divisi untuk menanyakan tentang beberapa laporan yang sudah saya terima dan pelajari" seru Sandra to the point.
"Yang pertama, perwakilan divisi keuangan. Bagaimana bisa laporan yang anda buat tidak sesuai dengan fakta di lapangan? Bisa anda jelaskan mengapa laporan yang dibuat oleh tuan Liam dan tuan Tom sebelumnya juga tak sama dengan laporan yang anda buat?" tanya Sandra dengan nada santai, sedangkan yang ditanya sudah gemetaran.
"Yang be benar yang saya buat, nona" jawabnya gugup.
"Begitukah?" tanya Sandra yang malah seperti orang yang sedang mengejek karena sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Clak...
Entah dapat dari mana, Sandra menjetikkan karet gelang dari tangannya ke arah mata dari perwakilan divisi keuangan itu.
"Apa yang anda lakukan nona?" seru divisi keuangan itu sambil mengusap matanya yang terasa perih karena terkena sentilan karet gelang.
"Bukan apa-apa. Hanya peringatan saja, tolong matanya jangan lari kemana-mana kalau sedang rapat" jawab Sandra dengan acuh tak acuh.
Clak...
__ADS_1
"Apa lagi ini? Ini namanya kekerasan nona. Jangan seenaknya disini, mentang-mentang anda CEO baru disini" serunya lagi tak terima karena Sandra menjentikkan karet gelang dan mengenai tepat di bibirnya.
"Pak Agus, blacklist orang ini dan semua orang di divisi keuangan. Blacklist agar tak bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan cabang maupun pusat saya, serta perusahaan yang ada di negara ini. Ah jangan lupa sita semua fadilitas yang sudah diberikan perusahan ini, serta ambil uang yang sudah mereka korupsi. Totalnya nanti akan saya beritahu" titah Sandra pada pak Agus.
"Jangan sembarangan anda. Anda tak bisa menuduh divisi keuangan begitu saja karena laporan bermasalah dan mana buktinya kalau kami terlibat korupsi?" seru orang itu sambil berdiri dan menunjukkan jarinya ke arah Sandra.
"Yang sopan..." Seruan Leo terpotong oleh Sandra yang lebih dulu berucap.
"Biarkan saja. Toh sebentar lagi mereka jadi gelandangan" ucap Sandra mengejek.
"Sialan... Ternyata CEO yang baru lebih teliti dibandingkan tuan Liam yang bisa kami bodohi" batin orang itu.
"Sudahlah... Tak perlu kami tunjukkan bukti, bukankah anda sudah menyadarinya. Dari jawaban anda yang terlihat ketakutan pun sudah membuktikan" lanjutnya.
"Saya tidak terima atas tuduhan dan penghinaan ini" teriak orang itu.
Dor... Dor...
Tanpa diduga orang itu mengeluarkan pistolnya dan menembak ke arah Sandra, namun karena tingkat kepekaan Leo yang tinggi maka ia menarik Sandra ke atas pangkuannya sehingga tak mengenai Sandra melainkan mengenai papan presentasi yang berada di belakang Sandra. Ruang rapat pun semakin ricuh karena tembakan itu dan yang membuat mereka tambah takut karena ada beberapa orang berbaju hitam masuk ke dalam ruang rapat. Mereka adalah pengawal Leo dan Sandra yang langsung masuk ke ruang rapat karena mendengar tembakan.
"Bawa dia dan semua anggota divisi keuangan yang masih ada di ruangan untuk keluar dari perusahaan ini. Pastikan mereka juga keluar dari rumah mereka tanpa sepeserpun harta yang mereka ambil dari perusahaan" titah Leo pada pengawalnya.
"Baik tuan".
Para pengawal pun langsung bergegas mengamankan satu orang divisi keuangan yang membawa pistol dan beberapa pengawal lainnya menuju ke ruang admistrasi untuk mengamankan semua pegawai yang terlibat dalam kasus ini.
Jadi yang ditunjukkan Leo pada Sandra di laptopnya tadi adalah video cctv ruangan administrasi yang semua karyawannya tengah bersantai-santai ria. Didalam komputer para karyawan juga terdapat rincian bagi hasil keuangan yang mereka korupsi.
Kejadian hari ini membuat perusahaan menjadi geger. Para anggota divisi keuangan yang terlibat hanya bisa pasrah karena image mereka yang sudah tercoreng akibat perbuatan mereka yang sudah diketahui. Ditambah wajah-wajah korupsi mereka terpampang di billboard besar yang berdiri di depan kantor perusahaan. Ide siapa itu? Jelas ide Sandra yang terkenal licik ketika harus mempermalukan orang yang sudah menyalahgunakan kekuasaannya.
Makasih semua untuk dukungannya, semisal alur cerita ada yang kurang pas bisa kasih saran ke aku dengan bahasa yang baik dan sopan ya...
__ADS_1
Terimakasih