SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Ini Baru Permulaan


__ADS_3

"Lalu saat ini saya sedang berada di pabrik, pabrik mengalami kebakaran namun saat ini sudah padam. Sekarang polisi sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakarannya" lanjutnya.


"Apa? Bagaimana bisa itu terjadi? Ha?" tanya tuan Alfonso dengan nada tingginya.


"Bisa-bisa tuli nih telinga kalau gini terus" batin Vito saat mendengar suara tinggi dari orang diseberang sana.


"Kamu itu bisa bekerja apa tidak? Sampai pabrik saya terbakar dan disabotase seperti itu. Cepat bereskan siapa saja orang yang telah menyabotase bahan baku di pabrik dan cari penyebab kebakaran pabrik. Kalau sampai kau gagal, keluargamu akan jadi jaminannya" ancam tuan Alfonso pada Vito.


Tuan Alfonso belum tahu kalau keluarga Vito sudah berhasil bebas dari sekapannya karena semua anak buah Vito yang berjaga di area itu sudah tak bersisa.


"Baik tuan"


Tut...


"Hah... Bagaimana dia bisa mengancamku dengan keluargaku, orang ibu, istri dan anak-anakku sekarang masih berada di rumah sakit" gumam Vito geleng-geleng kepala. Vito juga tak tahu mengenai anak buah tuan Alfonso yang sudah dibabat habis oleh Sandra, Leo, dan Willy. Vito pikir keluarganya langsung dibawa begitu saja dari tempat penyekapan dan untuk anak buah Alfonso mungkin sedang berpencar untuk mencari keberadaan keluarga Vito.


Vito pun segera mendekati pihak kepolisian yang sedang melakukan investigasi di tempat kejadian.


"Bagaimana pak?" tanya Vito pada salah satu polisi yang ada disana.


"Dugaan sementara karena puntung rokok yang masih menyala, tuan. Dilihat adanya beberapa puntung rokok di sekiar tempat kejadian" ucap polisi itu dan Vito hanya menganggukkan kepalanya pelan.


Vito segera berlalu pergi dari area kejadian mengingat saat ini banyaknya wartawan yang berada disana. Ia sedang malas untuk berbicara karena ingin segera mengistirahatkan tubuhnya.

__ADS_1


***


Keesokan harinya, dunia bisnis gempar dengan adanya kejadian kebakaran di sebuah pabrik produksi perhiasan yang merupakan salah satu bisnis yang digeluti salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.


"Breaking News...


Telah terjadi kebakaran di sebuah pabrik perhiasan pada kemarin malam sekitar pukul 10 malam. Kebakaran tersebut membumihanguskan satu buah pabrik tanpa meninggalkan sisa. Diduga kejadian ini terjadi akibat adanya seseorang yang tak sengaja membuang puntung rokok di area sekitar pabrik. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi kerugian diperkirakan mencapai ratusan milyar rupiah"


"Wow... Vito memang luar biasa" ucap Sandra puas setelah melihat berita di tv pagi ini.


"Ya, tapi ingatlah ini baru permulaan" sahut Leo yang berada di samping Sandra sambil tersenyum smirk seakan sudah banyak rencana yang berada di otaknya.


"Jelas kak, kita takkan pernah membiarkan orang yang telah menghancurkan keluarga kita bebas begitu saja. Oh ya... Apa kau tak mau mencari dimana keberadaan orangtuamu kak?" tanya Sandra mengalihkan pembicaraan.


"Entahlah... Aku masih ada sedikit rasa kecewa terhadap mereka, walaupun sebenarnya ini bukan salah mereka seutuhnya" jawab Leo dengan santai.


"Aku tahu, baby. Secepatnya aku akan menyelesaikan semua yang terjadi di antara aku dan keluargaku" ucap Leo dengan tersenyum manis.


Kemarin Papa Luis memberikan informasi bahwa kedua orangtua Leo dan Ayu masih hidup namun Papa Luis kehilangan jejak mereka.


***


Sedangkan di sebuah ruang kerja di sebuah rumah mewah, seorang pria paruh baya sedang sibuk dengan pekerjaannya. Di rumah itu, ia hanya tinggal sendiri. Bahkan hanya orang kepercayaannya, Vito yang mengetahui letak rumah itu. Lebih tepatnya rumah itu adalah tempat persembunyiannya. Yap, dia adalah bos di perusahaan Vito, Tuan Alfonso.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang aneh dengan kejadian kebakaran dan sabotase di pabrikku. Seperto sudah direncanakan, tak mungkin kejadian seperti itu bisa terjadi bersamaan" gumamnya setelah menyelesaikan pekerjaannya.


"Ini juga anak buahku yang menjaga rumah yang ditempati keluarga Vito juga tidak bisa dihubungi. Apa ada pengkhianat di perusahaanku?" tanyanya pada dirinya sendiri.


"Jika memang ada pengkhianat di perusahaanku, aku jamin orang itu takkan pernah aku lepaskan. Keluarga sekelas keluarga Arvasyad dan Subrata saja bisa aku hancurkan dengan mudah, apalagi orang-orang kecil seperti hanya sabotase seperti ini" ucapnya dengan percaya diri.


Ia pun berdiri dari kursi kebesarannya dan segera keluar rumah untuk kembali ke mansion keluarganya. Setelah sekitar 1 jam ia berkendara dengan mobilnya, ia kini telah sampai di sebuah mansion yang mewah.


Ceklek...


Suara pintu terbuka membuat beberapa orang yang tengah berada di ruang tamu mengalihkan perhatiannya ke pintu utama mansion itu. Tampak istri dan anak-anaknya berada disana sedang menonton tv.


"Mas" sapa sang istri sambil tersenyum manis di hadapan suaminya.


"Hmm" Hanya dibalas deheman saja oleh suaminya yang tak lain adalah tuan Alfonso.


"Daripada kalian hanya santai menonton tv seperti itu, lebih baik kalian belajar. Biar jadi orang yang berguna dan sukses. Kalian harusnya juga ikut berpikir tentang kebakaran pabrikku, bukannya duduk santai seperti ratu dan raja" ucap sarkas tuan Alfonso dengan menatap semua keluarganya dengan tajam. Istri dan anak-anak tuan Alfonso hanya menundukkan kepalanya diam, mereka takut jika melawan maka Tuan Alfonso tak akan segan-segan melakukan kekerasan terhadap mereka.


"Maaf mas" ucap istrinya pelan namun masih bisa di dengar oleh tuan Alfonso. Tuan Alfonso pun bergegas pergi dari ruang tamu dan menuju ke kamarnya.


"Papa tuh aneh, ma. Tadi bilang suruh kami ikut berpikir tentang pabrik yang kebakaran, tapi saat kita akan membantu masuk ke perusahaan sama sekali kita tak pernah diijinkan" ucap sang anak sulung laki-laki yang sudah lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan kecil.


Anak laki-laki tuan Alfonso itu sangat cerdas, bahkan perusahaan kecil yang di tempati ia bekerja sudah lebih maju sekarang berkat ide-ide briliantnya namun ayahnya tak pernah meliriknya. Bahkan ayahnya itu tak mengijinkan ia untuk masuk ke perusahaan keluarga walaupun hanya sebagai karyawan bisa, entahlah apa alasannya. *Masih misteri.

__ADS_1


"Sttt*... Sudah-sudah jangan seperti itu, nanti kalau papa kalian dengar bisa marah. Mama nggak mau kalau kalian di hukum karena membicarakan papa kalian. Yang penting sekarang kita cukup diam saja, biarkan terserah apa yang akan beliau lakukan. Kita tak usah ikut campur. Mama hanya minta Ryan dan Rachel harus belajar yang lain agar kalian bisa sukses sendiri dan bisa memenuhi kebutuhan kalian. Kalian tahu sendirikan, mama hanya mampu bekerja sampingan dan gajinya hanya cukup untuk makan dan biaya kuliah Rachel" nasihat mama dari Ryan dan Rachel.


Ryan dan Rachel hanya bisa menatap mamanya dengan tersenyum sendu, mereka tahu bagaimana mamanya berjuang sendiri untuk membiayai kehidupan mereka berdua. Papanya tidak pernah memberikan uang untuk ketiganya, ia hanya memberikan tempat tinggal untuk ketiganya. Ketika mamanya akan meminta pisah, tuan Alfonso mengancam akan membunuh keluarga dari istrinya itu. Sehingga mamanya hanya bisa pasrah demi melindungi keluarganya.


__ADS_2