
Setelah kejadian tentang divisi keuangan, ruang rapat seketika mengeluarkan aura tegang. Semua karyawan yang ada disana bergidik ngeri melihat kelicikan sang CEO ketika memalukan bawahannya yang telah korupsi.
"Ada yang mau seperti mereka lagi?" tanya Sandra yang melihat keterdiaman para anggota rapat. Semua karyawan yang masih disana hanya menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
"Bekerjalah dengan baik jika tak ingin seperti mereka. Jangan jadi orang serakah hanya untuk menaikkan jabatan dan kekuasaan, saya sangat tidak suka akan hal itu. Belajarlah lebih banyak ilmu dari pekerjaan kalian agar bisa menentukan kualitas kalian dalam pekerjaan itu" nasehat Sandra pada semuanya.
"Baik nona" jawab semuanya serentak.
"Untuk divisi pemasaran terutama bagian design" panggil Sandra membuat orang yang menjadi perwakilan divisi itu sudah gugup setengah mati.
"Maaf nona kalau saya menyela" ucap perwakilan divisi pemasaran sambil mengangkat tangannya.
"Ya, silahkan kalau ada yang ingin disampaikan" ucap Sandra mempersilahkan.
"Saya perwakilan dari divisi pemasaran terutama bagian design mau menyampaikan permintaan maaf kami. Kami tahu kesalahan kami terutama tentang design produk yang jauh dari baik. Tapi saya bisa menjelaskan mengapa semua ini bisa terjadi. Sebenarnya karyawan bagian design bukanlah orang dengan pendidikan lulusan design. Mereka dulunya adalah karyawan bagian keuangan yang dipindahkan ke bagian design entah karena alasan apa kami tidak tahu. Padahal beberapa dari mereka sudah menolak, namun diancam akan di pecat. Karena tak ingin kehilangan pekerjaan maka mereka menerima pemindahan itu" ucap orang itu.
"Mereka di suruh belajar sendiri selama 1 minggu tanpa diajari oleh senior yang bisa design akhirnya ya seperti itu jadinya ketika atasan meminta langsung mendesign produk. Yang biasanya melihat angka tetapi harus berkreativitas dengan gambar, tulisan, dan warna. Tuan Liam tak pernah yang namanya memberi saran atau memberi gambaran seperti apa dan ketika hasil dari design itu keluar ia juga langsung menerima tanpa memberi saran ini gambar harus bagaimana. Itu yang membuat produk kami benar-benar penjualannya merosot karena kurang tertariknya konsumen. Ketika kami mengeluh pada atasan juga kami hanya kena marah, jadi kami bingung harus bekerja seperti apa" lanjutnya.
Sandra dan Leo sudah mengetahui permasalahan ini sebelumnya jadi mereka sudah menyiapkan beberapa strategi untuk membangun perusahaan ini kembali.
"Ya saya sudah tahu. Terimakasih atas penjelasannya, saya apresiasi kejujurannya. Untuk kalian semua, apabila ada keluhan tentang pekerjaan kalian, kalian bisa cerita ke atasan kalian agar mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut. Saya sangat menerima semua keluhan dan saran kalian yang bertujuan untuk memajukan perusahaan ini" ucap Sandra.
"Untuk bagian design yang seharusnya bagian keuangan, mulai besok mereka akan saya pindahkan kembali ke bagian keuangan. Dan untuk bagian design nanti akan ada beberapa orang dari perusahaan pusat yang mengisi. Untuk selebihnya kita sambil jalan untuk mencari orang-orang yang berkompeten dalam bidang itu" lanjutnya dan diangguki semua.
"Oh ya untuk bagian HRD, tolong atur tentang absensi karyawan. Beri peringatan pertama bagi mereka yang sering terlambat atau ijin tanpa keterangan, kalau memang sudah tak bisa ditolerir kamu bisa diskusikan pada pak Agus untuk pemecatannya. Dan saya minta daftar list semua karyawan yang disiplin dan bagus kerjanya agar bisa saya berikan bonus pada mereka. Laporkan setiap bulannya" titahnya pada HRD dan pak Agus.
"Baik nona" Semua yang mendengar hal itu tentu merasa senang karena jerih payah mereka benar-benar dihargai oleh atasannya yang sekarang.
__ADS_1
"Rapat ini saya akhiri sampai disini. Saya titip perusahaan ini pada kalian semua karena saya tak mungkin berada disini setiap hari. Jadikan perusahaan ini seperti milik kalian sendiri, saya pasti akan memberikan harga yang setimpal untuk kerja keras kalian. Saya permisi" pamit Sandra dengan nada datarnya namun masih terkesan lembut.
Setelah Sandra dan Leo keluar semua yang berada disana bersorak bahagia karena kerja keras mereka benar-benar akan dihargai sebagaimana mestinya. Dan kabar mengenai hal itu sudah terdengar sampai semua anggota divisi membuat perusahaan yang sebelumnya di penuhi aura tertekan seketika berubah menjadi santai namun serius.
***
Sandra dan Leo sudah kembali ke hotel setelah menyelesaikan pekerjaannya di cabang perusahaan itu. Esok hari rencananya mereka akan kembali ke Indonesia. Kabar bahagianya juga, asisten Erick sudah sembuh jadi mulai besok ia juga sudah bisa kembali bekerja.
Kring... Kring...
Bunyi ponsel menggema di mamar hotel yang dihuni oleh Sandra. Ini Sandra dan Leo pisah kamar hotel ya, walaupun masih ada pintu penghubung antar kamar mereka.
"Halo... Kak Erick" sapa Sandra pada orang yang menghubunginya, ternyata adalah Erick, sang asisten kepercayaan sekaligus kakaknya.
"Ya halo Sandra. Aku akan menyampaikan kalau papa akan ke Indonesia lusa. Bisakah kau sudah pulang ke Indonesia sebelum lusa?" tanya Erick diseberang sana.
"Iya Sandra, papa akan tinggal di Indonesia bersama kita".
"Akhirnya papa menuruti apa yang aku inginkan".
"Hahaha dasar kau ini. Oh ya satu lagi, papa sudah tahu siapa orang yang membunuh kedua orangtuamu. Sekarang dia juga ada di Indonesia bersama keluarganya, itu sebenarnya tujuan papa pindah kesini. Untuk menjaga anak kesayangannya".
"Apa? Kak Erick nggak bercanda kan?" tanya Sandra dengan mata yang sudah memerah ingin menangis.
"Kakak tidak pernah bercanda untuk masalah serius seperti ini. Jadi berhati-hatilah kamu ketika pulang ke Indonesia nanti, sebentar lagi rasa sakitmu akan terbalaskan".
"Iya kak, aku akan membalaskan rasa sakit keluargaku. Aku juga akan memusnahkan mereka yang telah menyakiti keluargaku. Terimakasih kak atas informasinya".
__ADS_1
"Sama-sama"
Tut...
"Akhirnya... Sebentar lagi ma, pa aku akan membalaskan setiap rasa sakit yang kalian terima ketika kalian tiada pada orang itu. Aku bahkan akan mengambil semua yang sudah seharusnya menjadi milikku dan kakak-kakakku. Nyawa harus dibalas dengan nyawa" gumam Sandra dengan mata yang mengisyaratkan kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan kebencian yang menjadi satu walaupun ia belum tahu bagaimana wajah musuhnya itu.
Tok... tok... Tok...
Bunyi ketukan pintu penghubung menyadarkan Sandra dari dunianya.
"Masuk kak" seru Sandra karena sudah mengetahui yang mengetuk adalah Leo.
Ceklek...
"Aku hanya memberitahu bahwa besok kita berangkat pagi. Jangan lupa segera istirahat, jangan sampai terlambat agar kita sampai di Indonesia masih siang hari" ucapnya dengan hanya berdiri di depan pintu penghubung itu tanpa mendekati Sandra yang masih duduk di sofa kamar hotelnya.
"Siap kak. Aku sangat bersemangat untum kembali esok" jawab Sandra dengan ceria.
"Sepertinya kamu sangat bahagia untuk kepulanganmu esok" ucap Leo.
"Ya aku sangat bahagia. Karena sebentar lagi permainan sesungguhnya akan segera dimulai" ucap Sandra dengan seringaiannya.
"Aku tahu maksudmu. Sekarang istirahatlah agar kamu punya banyak tenaga untuk memulai permainanmu nanti" titah Leo.
"Good night, baby" lanjutnya.
"Good night, kak Leo" jawab Sandra sambil tersenyum manis.
__ADS_1