
Setelah membereskan semua komplotan mafia yang sudah tumbang, ketua mafia itu dibawa anak buah Leo untuk menjadi sandera sementara. Namun kejadian yang begitu singkat membuat semua orang membelalak kaget...
Dor... Dor...
Seorang penembak jarak jauh tumbang di balik pohon karena terkena dua tembakan yang mengenai dadanya. Sandra seketika berbalik setelah mendengar adanya tembakan itu, ternyata yang menembak penembak jarak jauh itu adalah Leo. Tadinya Leo hanya memantau anak buahnya saja di area itu dan akan keluar apabila keadaan sudah genting, namun ternyata salah ketika pertarungan selesai dan semua sedang menghela nafas lega ia melihat seseorang berpakaian hitam dengan membawa pistolnya mengarahkan tembakan itu ke arah papa Luis tanpa ada yang menyadarinya. Maka dari itu Leo menembak orang itu sampai tewas ditempat sebelum ia menembakkan pelurunya ke arah papa Luis.
"Baby" panggil Leo pada Sandra yang tampak shock dan kelelahan terlihat dari wajahnya yang penuh dengan keringat, bahkan terdapat beberapa goresan dan lebam di wajah dan tangannya.
"Aku benar-benar shock kak. Aku nggak tau apa yang akan terjadi nanti apabila kamu tak datang tepat waktu tadi. Terimakasih" ucap Sandra sambil tersenyum kepada Leo, sedangkan Leo hanya menganggukkan kepalanya dengan mengusap keringat di dahi Sandra.
"Tadi dia mengincar papa Luis tapi untunglah aku tak terlambat. Mereka mengincar papa Luis karena papa punya akses lebih di dunia bawah dan juga mengincarmu untuk mendapatkan keberadaan kedua kakakmu" jelas Leo.
"Benarkah mereka juga mengincarku?" tanya Papa Luis yang tiba-tiba datang dari arah belakang Sandra diikuti oleh Erick dan Rafi. Mereka bertiga juga nampak kelelahan dan mendapat beberapa luka terutama Rafi ia banyak sekali mendapatkan luka di tangannya.
"Iya pa. Aku sudah mencari tahu semuanya tadi saat berada di jalan tentang mafia itu. Bukankah jika kita mendapatkan akses di dunia bawah ada kemungkinan usaha ilegal mereka akan lancar tanpa tercium pemerintah" jelas Leo dan diangguki oleh papa Luis.
"Sudah kita bicarakan itu nanti. Lebih baik kita ke rumah sakit dahulu untuk mengobati semua luka-luka kalian, terutama Rafi" lanjutnya. Leo sudah mengenal papa Luis dan Rafi ketika mereka di luar negeri dulu, apalagi papa Luis dan Leo sama-sama orang dunia bawah jadi mereka pasti akan saling kenal atau paling tidak, saling tahu.
"Tak perlu ke rumah sakit. Aku tak suka badanku di pegang oleh orang tak dikenal, kita obati saja di rumah kak Sandra" tolak Rafi tiba-tiba yang sedari tadi diam.
"Iya benar. Lebih baik kita obati saja dirumah" ucap Papa Luis.
"Baiklah. Kita satu mobil saja, biar aku yang mengemudi. Mobil kalian biar nanti dibawa anak buahku" ucap Leo dan diangguki semuanya.
__ADS_1
Leo, Sandra, Erick, papa Luis, dan Rafi masuk ke dalam mobil Leo. Leo pun melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata dan membiarkan suasana hening menyelimuti mobil karena Sandra, Erick, papa Luis, dan Rafi memejamkan matanya.
***
Mobil Leo akhirnya sampai di depan mansion Sandra setelah 1 jam perjalanan karena macet. Beberapa pengawal yang ada disana mendekat ke arah mobil dan membukakan pintu untuk tuan dan nona nya.
"Tolong angkat Rafi. Bantu papah papa Luis dan kak Erick masuk" titah Leo kepada pengawalnya. Leo menggendong Sandra yang ketiduran dan beberapa pengawal membantu ketiga orang lainnya.
Sesampainya di dalam mansion mereka sudah disambut oleh semua anggota keluarga dengan membawa tulisan "Welcome home papa Luis dan Rafi" sambil mengucap kalimat itu dengan berseru saat mereka melihat Leon masuk dengan membawa Sandra di gendongannya. Mereka pikir Sandra sedang ingin bermanja-manja pada Leon jadinya di gendong karena mereka tak melihat wajah Sandra yang terluka.
Setelah mendengar seruan penyambutan itu, yang disambut semuanya hanya diam saja karena posisinya mereka sedang kelelahan. Willy yang melihat keanehan dimulai dari Erick dan papa Luis masuk dengan di papah pengawal pun segera menanyakan tentang mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa papa Luis dan kak Erick masuk dengan di papah? Lalu adek Rafi? Tertidurkah dia?" tanya Willy beruntun.
"Astaga" seru Willy terkejut.
"Sudah nanti saja tanya-tanyanya, biarkan mereka istirahat dulu dan diobati luka-lukanya" sela Leo pada semua saudara Sandra.
Mereka yang ada disanapun membantu menyiapkan sebuah kamar untuk mereka berempat agar memudahkan mereka untuk mengobatinya. Beberapa pengawal juga sudah menghubungi dokter pribadi Leo. Bu Ratmi segera membantu mengganti pakaian Sandra dan mengelap tubuhnya dengan handuk basah tanpa mengenai luka-lukanya di kamar mandi, begitupun Pak Rohman dan Willy membantu Rafi, Papa Luis, dan Erick.
Tak butuh waktu lama dokter pribadi Leo sudah datang dengan 3 perawat yang membantunya. Sandra dan Rafi harus di infus karena mengalami dehidrasi akibat kelelahan melawan komplotan mafia itu tanpa henti. Sedangkan papa Luis dan Erick hanya butuh istirahat saja.
***
__ADS_1
Hari berganti malam setelah kejadian tadi, benar-benar penyambutan anggota keluarga baru yang gagal. Bagaimana tidak? Yang disambut tumbang. Kondisi Sandra dan Rafi sudah lumayan stabil dan tidak menggunakan infus lagi. Mereka kini sedang berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam bersama.
"Maafkan papa semuanya, sudah membuat acara penyambutan untuk papa dan Rafi jadi gagal karena insiden terlukanya kami" ucap papa Luis tak enak hati.
"Tidak apa-apa pa. Yang penting kalian sampai rumah ini dengan selamat. Bolehkan kita juga memanggil papa seperti Sandra?" tanya Willy mewakili semuanya.
"Boleh dong. Sekarang kalian juga anak papa dan Rafi adalah adik juga kakak kalian" jawab papa Luis dengan senyum tipisnya namun masih terlihat sebuah ketulusan disana.
"Maafkan Rafi jika dia sedikit dingin, dia memang seperti itu dengan orang yang belum terlalu kenal. Nanti kalau dia sudah nyaman dengan kalian pasti akan bersikap manja hahaha" lanjutnya dengan sedikit tertawa karena mengejek anaknya itu.
"Aku kan keturunan papa, jadi wajarlah kalau aku dingin seperti papa" elak Rafi tak terima dengan apa yang dikatakan oleh papanya.
"Tak apa pa. Kami akan selalu berusaha menerima sifat dari masing-masing saudara kami asalkan itu bukan sifat tercela" ucap Sandra sambil tersenyum manis pada papa Luis dan Rafi.
"Terimakasih sudah menerima kami yang bukan siapa-siapa kalian. Tapi karena kita sudah menjadi keluarga saat ini, aku berharap kita akan saling menjaga dan melindungi serta tidak akan meninggalkan satu sama lain saat salah satunya sedang terjatuh" ucap Rafi dengan dewasanya dan diangguko setuju oleh semuanya.
"Aduh... Anak papa udah gede rupanya" goda papa Luis pada Rafi.
"Apa sih pa" malu Rafi dengan menyembunyikan wajahnya di lengan Willy yang berada disampingnya.
Hahaha
Semua tertawa hanya dengan sebuah candaan receh seperti itu. Ternyata benar kata orang, bahagia itu sederhana.
__ADS_1