SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Fakta Tersembunyi Leo


__ADS_3

Tet... Tet...


Bunyi bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa siswi Arva International High School bergegas keluar dari lingkungan sekolah, tak terkecuali Yusuf dan Sandro. Yusuf dan Sandro keluar kelas dan segera menuju ke parkir sekolah untuk mengambil mobilnya. Yap, hari ini keduanya membawa salah satu mobil Sandra yang sederhana menurut Sandra padahal bagi Yusuf dan Sandro itu adalah mobil yang sangat mewah dan mahal.


Yusuf dan Sandro memasuki mobil itu dengan Sandro di bagian kemudi dan Yusuf disampingnya.


"Jadi?" tanya Sandro pada Yusuf mengenai rencana mereka setelah ini dan diangguki yakin oleh Yusuf.


Mereka berdua masih duduk di dalam mobil seperti sedang menunggu seseorang keluar dari sekolah. Tak lama menunggu, orang yang ditunggu oleh keduanya muncul dengan berjalan ke arah gerbang sekolah.


"Itu kak Ayu" seru Yusuf pada Sandro yang kemudian ia menyalakan mobilnya untuk mengikuti Ayu. Ya, rencananya Yusuf dan Sandro hari ini akan mengikuti Ayu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum memberikan informasi itu kepada seseorang.


Ayu terlihat berjalan kaki kemudian berhenti di halte bus, sepertinya ia juga tak menyadari bahwa ada yang mengikutinya. Tak lama terlihat bus datang kemudian Ayu menaiki bus itu, Sandro dan Yuusf yang melihat itu pun terus mengikutinya dengan jarak yang lumayan jauh agar tak disadari oleh Ayu.


Sekitar 15 menit, bus yang dinaiki Ayu berhenti di dekat kawasan perkampungan para pemulung barang bekas. Ayu pun terlihat turun dan memasuki perkampungan itu dengan berjalan kaki.


"Ini kita mau ngikut sampai kesana atau sampai disini aja?" tanya Sandro yang sudah menghentikan mobilnya di area parkir sebuah supermarker di dekat sana.


"Kita ikutin aja kak, aku masih penasaran tentang kak Ayu" jawab Yusuf yang kemudian turun dari mobil dan berjalan mengikuti Ayu diikuti oleh Sandro.


Terlihat Ayu yang memasuki sebuah rumah, lebih tepatnya sebuah gubuk yang terbuat dari kardus. Di sekitar sana juga banyak sekali rumah-rumah yang terbuat dari kardus dan plastik terpal untuk atapnya. Disana hanya terdapat satu kamar mandi umum untuk warga sekitar.


"Lebih baik kita pulang kak, kita kan udah tahu tempat tinggalnya kak Ayu" ajak Yusuf pada Sandro dan diangguki olehnya.


Yusuf dan Sandro pun berlalu dari area perkampungan itu. Sesampainya di depan supermarket, mereka memasuki mobilnya dan melajukannya ke mansion keluarga mereka.


***

__ADS_1


Yusuf dan Sandro sampai di mansion menjelang waktu sore hari, sehingga semua penghuni mansion sudah berada di mansion. Mereka berdua segera membersihkan diri dan bersiap-siap untuk makan malam.


Tepat waktu makan malam, semua keluarga sudah berkumpul di meja makan. Disana juga ada Leo yang malam ini sepertinya akan menginap kembali di mansion Sandra.


"Emm... Kak Leo, Kak Sandra, papa, Kak Willy setelah makan malam aku dan kak Sandro mau ada yang ingin kami bicarakan pada kalian. Bisa kan?" tanya Yusuf sebelum mereka memulai makan malamnya.


"Iya, kita bicarakan ini di ruang kerja aku ya nanti" jawab Sandra yang sepertinya melihat keduanya akan membicarakan sesuatu yang sangat penting dan serius. Yang hanya dijawab anggukan setuju oleh yang lainnya.


"Ayo kita makan malam dulu" ajak papa Luis pada semuanya.


Mereka makan malam dengan hening, hanya ada bunyi dentingan sendok, garpu dengan piring saja.


***


Setelah makan malam, Sandra mengajak orang-orang yang tadi diminta untuk berbicara segera masuk ke ruang kerjanya. Sedangkan yang lainnya berlalu ke ruang keluarga karena sepertinya itu pembicaraan khusus orang dewasa saja.


"Hmm... Sebenarnya ini tentang kak Leo sih" jawab Sandro dengan ragu-ragu membuat sang empu nama mengernyitkan dahinya pertanda bingung.


"Ada apa dengan Leo?" tanya papa Luis.


"Maaf kak, bolehkah aku bertanya tentang keluarga kakak?" tanya Yusuf dengan hati-hati. Bagaimanapun itu ia pernah tahu bahwa keluarga Leo tak peduli dengan Leo sehingga Leo memutuskan untuk pergi ke rumah kakek dan neneknya.


"Emm... Maksudku tentang ayah dan ibu kakak, bukan kakek dan nenek" lanjutnya. Leo terlihat diam sebenatr untuk menimbang-nimbang.


"Silahkan tapi kalau aku nggak mau jawab, tolong jangan dipaksa" jawab Leo mempersilahkan kedua orang yang sudah dianggap adiknya itu untuk bertanya.


"Apa kakak punya seorang adik perempuan?" tanya Sandro memulai.

__ADS_1


"Ya" jawab Leo setelah terdiam cukup lama.


"Apa namanya Ayudia Prahastiwi?" tanya Yusuf kali ini.


"Bagaimana kalian bisa tahu? Lebih tepatnya Ayudia Prahastiwi Subrata" jawab dan tanya Leo mengernyitkan dahinya bingung.


"Huft... Tadi di sekolah kami bertemu dengan seorang perempuan yang ternyata kakak kelas kami di taman belakang sekolah. Pertama kami melihatnya, wajahnya begitu familiar dan kami memprediksi bahwa itu saudara dari kak Leo karena wajahnya sangat mirip. Ini aku kasih lihat fotonya, tadi aku diam-diam mengambilnya" jelas Yusuf yang kemudian menyodorkan ponselnya kepada Leo yang termenung mendengar hal itu.


Leo, Sandra, Papa Luis, dan Willy pun segera melihat foto yang berada di hp itu. Memang benar wajah perempuan itu sangat mirip dengan Leo.


"Aku sudah lama tak bertemu dengannya, apalagi kedua orangtuaku semenjak aku pergi ke tempat nenek dan kakekku. Aku dan dia berjarak 1 tahun umurnya. Bukannya aku tak peduli dengan dia, namun karena sudah terlanjur kecewa dengan kedua orangtuaku, aku mencoba memutus semua akses dengan siapapun apalagi itu yang berhubungan dengan keluarga itu. Aku yakin adikku bahagia dan aman berada di lingkungan mereka karena disana ada pengasuh dan bodyguard yang menjaga" cerita Leo dengan menerawang kejadian saat dia masih berada di keluarganya.


"Aku nggak yakin kalau kak Ayu baik-baik saja sekarang kak" ucap Sandro membuat semua dibuat bingung kecuali Yusuf.


"Maksudnya?" tanya Leo.


"Kalau dia baik-baik saja, dia tidak akan kelaparan disekolah. Tadi aja dia waktu istirahat tidur di atas pohon mangga, kita tahu kalau dia lapar karena perutnya bunyi sampai terdengar kita yang ada dibawahnya. Bahkan tadi dia bilang kalau bekal yang kita bawa tadi adalah makanan terenak pertama kali yang ia makan" jelas Sandro membuat Leo membelalak kaget.


"Kalian jangan bercanda ya sama kakak, itu nggak mungkin. Kedua orangtua kakak dulu berkecukupan, masa untuk membeli makanan yang seperti kita tidak bisa. Lalu dia makan apa selama ini?" tanya Leo dengan nada yang sedikit membentak.


"Kita tadi juga tanya kak sama dia tapi nggak dijawab. Kami juga tadi mengikuti dia saat pulang, makanya kita terlambat sampai rumah. Tahu nggak kak, kak Ayu tinggal dimana? Di perkampungan tempat pemulung barang-barang bekas. Bahkan rumahnya aja dari kardus, atapnya dari plastik terpal" cerita Yusuf kali ini.


"Apa? Nggak mungkin. Aku harus cari tahu ini, apa doa bukan Ayu adikku? Atau gimana?" tanya Leo yang panik membuatnya tak bisa berpikir.


"Lebih baik besok kita pastikan kesana kak mumpung besok hari Sabtu kita libur. Kalau kakak belum yakin itu adik kakak, kakak bisa lakukan test DNA atau kasih pertanyaan tentang keluarga kakak" saran Sandra dengan mengelus lengan Leo agar ia tenang.


"Benar apa yang dikatakan Sandra, Leo. Papa juga akan menyuruh anak buah papa untuk mencari informasi detailnya malam ini juga" ucap papa Luis dengan menepuk bahu Leo dan diangguki tipis oleh Leo.

__ADS_1


"Kalau itu memang kamu dek, kakak harap kamu bisa memaafkan kakak ketika kita bertemu nanti karena selama ini tak pernah mencarimu. Kakak kira kamu bahagia tinggal bersama mereka, makanya kakak meninggalkanmu" batin Leo dengan pikiran berkecamuk.


__ADS_2