
Mobil yang dikendarai oleh keluarga Leo kini telah sampai di sebuah mansion mewah yang terletak di sebuah perumahan elit.
Mengapa Leo tak tinggal di area perumahan Sandra yang memang disana khusus untuk pengusaha-pengusaha besar? Karena di perumahan itu sudah full huni, memang disana hanya ada 10 unit kavling saja yang tersedia. Leo sudah terlalu lama tinggal di luar negeri jadi di Indonesia ia hanya membeli rumah untuk nenek dan kakeknya saja dan mereka meminta rumah yang sederhana serta lebih suka tinggal di apartemen. Namun mansion Leo sekarang lebih dekat dengan mansion Sandra dibandingkan dengan apartemen ke mansion Sandra.
"Itu nenek dan kakek" ucap Leo yang melihat kakek dan neneknya menunggu di depan pintu utama mansion padahal neneknya itu sudah memegang kunci duplikat dari Leo namun mereka sepertinya ingin menunggu cucu dan anaknya datang.
"Iya, ayo turun" ajak Ayu antusias karena ini pertama kalinya ia bertemu nenek dan kakeknya.
Ibu Mia dan Pak Adam bergegas keluar dari mobil kemudian menghambur ke pelukan ayah dan ibu dari pihak Pak Adam disertai isak tangis dan gumaman kata maaf.
"Maaf bu, pak... Maafkan kami hiks Maafkan kami yang melupakan keberadaan kalian hiks. Maafkan kami yang terlena dengan harta dan kekuasaan hiks" ucap Ibu Mia sambil terus menangis di pelukan mertuanya. Sedangkan Pak Adam hanya menangis di pelukan ayahnya dan Leo serta Ayu mereka berpelukan erat berdua.
"Sudah nak, sudah tak apa. Kami sudah memaafkan kalian. Sekarang kita masuk dulu, kalian dari perjalanan jauh jadi lebih baik kita istirahat" ajak kakek dan diangguki semuanya namun tetap Ibu Mia dan Pak Adam bergelayutan manja di tangan kakek dan nenek.
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah dengan berdampingan dan duduk ke ruang keluarga, sedangkan koper mereka sudah dibawa oleh maid dan bodyguard ke kamar mereka masing-masing.
"Wah ini Ayu kan? Kamu cantik sekali sayang" puji nenek pada Ayu yang kini tengah duduk di samping Leo di ruang keluarga.
"Iya nek, kek. Terimakasih" ucap Ayu malu-malu lalu mendekat ke arah kakek dan neneknya untuk mencium tangan kedua orang itu.
"Kekasihmu mana Leo? Bukannya selama ini kalian tinggal disana? Kenapa tak dibawa kemari?" tanya nenek beruntun.
"Sandra mah sibuk nek, selama aku di mansion aja dia jarang ada di rumah" Bukan Leo yang menjawat tapi Ayu, adiknya.
"Oh ya? Emang Sandra sudah bekerja? Emang dia umurnya berapa? Terus kerja apa?" tanya Ibu Mia beruntun.
__ADS_1
"Aku nggak tau sih ma dia kerja apa. Tapi kalau dari pakaian setiap mau berangkat kerja terlihat kalau dia pekerja kantoran. Umur Sandra itu masih 16 tahun tahu jadi aku nggak panggil dia kak Sandra soalnya umurnya aja lebih muda dari aku" cerita Ayu dengan antusias. Ayu memang belum tahu kalau Sandra seorang CEO karena menurut Sandra lebih baik yang tahu hanya sedikit orang dulu, sebelum nanti ia akan go public.
"Wah... Umur 16 tahun sudah kerja? Padahal dia masih muda lho kok bisa udah kerja? Memang dia nggak sekolah" tanya Ibu Mia penasaran. Pak Adam, nenek, dan kakek pun juga penasaran kecuali Leo yang hanya diam saja mendengarkan.
"Iya, Sandra itu dulu ikut kelas akselerasi kalau nggak salah dia udah lulus S2" jawab Ayu.
"Pasti orangtuanya bangga sekali punya anak hebat, mandiri, dan cerdas seperti Sandra" tanggap Ibu Mia dengan antusiasnya.
"Ya, tapi sayang kedua orangtuanya sudah meninggal karena di bunuh oleh saingan bisnisnya" ucap Ayu dengan tersenyum sendu.
"Astaga..." ucap Ibu Mia, Pak Adam, kakek, dan nenek bersamaan sambil menutup mulutnya terkejut.
"Dan yang membunuh orangtua Sandra adalah orang yang sama dengan yang menyebabkan mama dan papa tak peduli dengan kami" kali ini Leo yang menjawab dengan tangan yang mengepal.
"Ya benar maka dari itu aku meminta mama dan papa untuk mau bekerjasama denganku dan Sandra untuk menghancurkan dia" ucap Leo dengan tatapan mata tajamnya.
"Ya, mama dan papa pasti akan membantu kalian berdua. Apapun itu" ucap Pak Adam dengan yakin.
"Makasih ma, pa" ucap Leo dengan tatapan yang sudah terlihat biasa.
"Tak perlu berterimakasih, mama dan papa melakukan ini untuk menebus semua rasa bersalah kami pada kalian. Apa Sandra punya saudara lain setelah kejadian keluarganya di bunuh itu? Dan siapa Papa Luis yang tadi bersama Sandra? Papa kira itu adalah orangtuanya" ucap Pak Adam yang semakin antusias untuk mengenal Sandra.
"Papa Luis adalah papa angkatnya Sandra. Dia masih punya dua kakak yang tinggal disana tapi kedua kakaknya dulu terpisah dengan Sandra karena dipisahkan oleh suruhan Alfonso. Saat ini kedua kakaknya sedang di kampus dan sekolah, itu juga Sandra yang menanggung. Ia ingin kedua kakaknya bisa fokus sekolah saja biar Sandra yang bekerja, saat dulu kakaknya ingin menggantikan Sandra bekerja" cerita Leo.
"Kejam sekali Alfonso itu, anak kecil yang tak tahu apa-apa di pisahkan dengan keluarganya yang lain" ucap Ibu Mia yang merasa iba dengan kehidupan Sandra.
__ADS_1
"Iya makanya secepatnya kita harus menghancurkan dia karena saat ini ia sedang mengincar kedua kakak Sandra untuk mendapatkan akses harta dari keluarga Sandra yang masih tersimpan" ucap Leo dan diangguki setuju oleh Ibu Mia dan Pak Adam.
Nenek, Kakek, dan Ayu hanya diam saja mendengarkan karena mereka tak terlalu tahu dan paham mengenai orang yang di maksud.
"Sudah ayo kita istirahat, nanti kita turun untuk makan malam bersama" ajak Leo pada semuanya dan diangguki setuju.
***
"Brengs*k... Si*lan... Kenapa semua jadi kacau begini? Vito nggak boleh tahu kalau keluarganya sudah bebas. Aku harus segera menekan Vito untuk menyelesaikan tugasnya mencari dua anak itu" teriak tuan Alfonso yang berada di sebuah ruang kerja di rumah mewah miliknya.
Beberapa hari ini Tuan Alfonso mendapatkan informasi dari anak buahnya bahwa gerak-gerik Vito terlihat mencurigakan. Vito juga sudah jarang berada di perusahaan, ia lebih sering meeting di luar. Bahkan kemarin Vito bertemu salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan Alfonso tanpa diketahui olehnya. Dan hari ini indeks sahamnya merosot tajam tanpa diketahui penyebabnya.
"Vito, lihat saja kau apa yang akan aku lakukan jika kau benar-benar dalang di balik semua ini" geram Tuan Alfonso dengan meninju kepalan tangannya ke tembok.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk" ucap Tuan Alfonso.
"Maaf tuan mengganggu. Saya ingin memberitahu informasi penting mengenai keluarga Vito" ucap salah satu anak buahnya yang sebenarnya sedang gugup melihat ruangan tuannya sudah berantakan.
"Keluarga Vito sekarang tinggal di sebuah perumahan elit untuk beberapa pengusaha property. Namun kami belum tahu mereka tinggal di sebelah mana karena akses kesana sangat susah" lanjutnya.
"Cari cara agar kita bisa menangkap keluarga itu dan jangan sampai Vito tahu" titah tuan Alfonso dan diangguki oleh anak buahnya.
"*Sebentar lagi Vito... Keluargamu dan kamu akan hancur ditanganku karena telah berani-beraninya bermain dengan*ku" batin Tuan Alfonso sambil tersenyum menyeringai.
__ADS_1