SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Pertemuan Leo dan Orangtuanya


__ADS_3

Leo mengedarkan pandangannya ke seluruh karyawan baru dan menghentikan pandangannya saat ada sesuatu yang membuatnya membeku.


"Kalian ngapain disini" gumam Leo pelan sehingga tak ada satu orangpun yang mendengarnya walaupun saat ini ruangan dalam keadaan hening karena merasakan aura dingin dan berkuasanya sang CEO.


Leo menatap tajam dua orang karyawan baru yang mengenakan seragam khas Office Boy dan Office Girl itu setelah tersadar dari keterkejutannya. Leo membisikkan sesuatu pada sekretarisnya, Audi.


"Tolong panggil mereka suruh menghadap saya setelah acara ini selesai" bisik Leo pada Audi sambil melirik ke arah dua orang yang dia maksud.


"Yang dua orang seragam OB atau OG yang berdiri di barisan paling belakang itu, tuan?" tanya Audi untuk memastikan orangnya, Leo hanya menganggukkan kepala membenarkan ucapan Audi.


"Demikian informasi dan pemberitahuan yang kami sampaikan, silahkan nikmati acara yang ada. Terimakasih" ucap Audi mengakhiri acara sang atasannya.


Leo bergegas pergi dari aula lalu menuju ke arah ruang CEO menunggu Audi membawa dua orang yang ia maksud tadi. Sedangkan Audi mendatangi dua orang yang dimaksud Leo untuk mengahadapnya.


"Maaf bapak, ibu mengganggu. Bisa ikut saya sebentar? Bapak Leonard ingin kalian menghadap beliau di ruangannya" ucap Audi setelah sampai di depan dua pegawai kebersihan kantor itu.


"Baik nona" ucap keduanya dan segera mengikuti Audi tanpa banyak bertanya.


"Mas, bagaimana ini?" bisik seorang wanita salah satu dari petugas kebersihan yang dipanggil Leo.


"Sudah tak apa, mungkin ini sudah waktunya kita bertemu dengannya. Kita juga harus meminta maaf padanya atas perbuatan kita dulu" jawab seorang laki-laki yang menjadi petugas kebersihan.


Tok... Tok... Tok...


"Tuan, ini saya. Saya sudah membawa mereka kemari" uap Audi di depan pintu ruang CEO.


"Masuk" ucap sang CEO di seberang pintu.


Ceklek...


Kedua petugas kebersihan itu pun segera masuk ke dalam ruang CEO tanpa Audi.

__ADS_1


"Duduk" titah Leo pada kedua orang itu di sofa yang juga ia sudah duduki.


"Ada tujuan apa kalian muncul di hadapan saya?" tanya Leo dengan nada dinginnya pada kedua orang itu setelah keduanya duduk.


"Apa maksudnya, nak?" tanya seorang pria paruh baya salah seorang petugas kebersihan itu.


"Siapa yang kau panggil nak disini? Hei... Saya atasan kalian" tanya Leo dengan nada sinis sambil menatap keduanya tajam.


"Maaf tuan atas kelancangan saya" mohon pria paruh baya itu sambil menundukkan kepalanya.


"Apa tujuan kalian? Setelah menelantarkan anak-anaknya sekarang muncul di hadapan saya" seru Leo to the point.


"Maaf... Maaf... Maaf nak" ucap seorang ibu paruh baya yang juga petugas kebersihan satunya sambil berlutut di depan kaki Leo yang sedang duduk.


"Hei... Apa-apaan ini? Anda... Suruh istri anda ini menjauh dari saya" seru Leo dengan marahnya.


Pria paruh baya yang disuruh itu pun segera mendekati istrinya untuk segera menjauh dari atasannya itu.


"Ayo bu, berdiri" pinta sang pria paruh baya pada sang istri yang masih terus menggumamkan kata maaf pada Leo.


"Jangan seperti ini kalau kau tak ingin anak kita semakin marah sama kita" bujuk suaminya.


"Hentikan drama kalian dihadapanku? Siapa yang kalian masuk anak kalian Tuan Adam Subrata an Nyonya Mia Subrata?" tanya Leo dengan nada datarnya. Yap, kedua orang karyawan baru petugas kebersihan itu adalah kedua orangtua kandung Leo dan Ayu. Entah apa yang terjadi dengan keduanya sehingga mereka bekerja sebagai petugas kebersihan.


"Hiks... Nak, jangan seperti ini. Mama dan Papa minta maaf atas semuanya, kami melakukan ini semua ada alasannya hiks" ucap ibu Mia.


"Mama? Papa? Hahaha Mama dan Papa ya? Mama dan Papa mana yang tidak pernah peduli dengan anaknya? Kalian berlindung di balik sebuah alasan tanpa tahu bahwa ada anak yang tersakiti akibat perbuatan kalian" seru Leo dengan emosinya sambil tertawa miris. Untung saja ruangan Leo kedap suara, kalau tidak bisa-bisa seluruh orang di kantornya bisa mendengar semua.


"Maaf... Maafkan mama dan papa nak, kami tahu kami salah. Tapi kami juga tak mungkin melibatkan kalian dalam masalah kami, kami takut kalau kalian terluka apalagi kehilangan kalian. Hanya membayangkannya saja kami takut, apalagi harus kehilangan kalian beneran" ucap ibu Mia dengan nada putus asanya. Leo yang mendengar hal itu merasa sedikit luluh namun ia harus menahannya karena ia akan mencari banyak informasi dari kedua orangtuanya itu.


"Bangun" titah Leo pada ibunya itu tanpa menanggapi apa yang tadi di ceritakan.

__ADS_1


"Enggak... Mama akan terus seperti ini jika kamu belum memaafkan mama" tolak ibu Mia dengan terus bersimpuh di depan Leo.


"Apa karena saya sudah kaya dan seorang CEO dari pemilik perusahaan besar sampai kalian berdua mau menurunkan harga diri kalian dengan bersimpuh di depan kaki saya?" tanya Leo dengan nada datarnya.


"Enggak sama sekali nak, enggak" elak Pak Adam dengan menggelengkan kepalanya cepat dengan posisi Pak Adam saat ini juga bersimpuh di depan Leo namun di belakang sang istri.


"Kami hanya ingin mendapatkan maaf darimu dan Ayu yang sampai saat ini masih kami cari, nak. Setelah mendapatkan maaf itu kami takkan mengganggu kalian lagi. Kami juga tak butuh harta dan jabatan yang kamu miliki saat ini karena itu bukan punya kami" lanjutnya.


Leo terdiam sejenak mendengar apa yang diucapkan kedua orangtuanya itu.


"Berdiri" titah Leo pada kedua orangtuanya namun ditolak dengan gelengan kepala keduanya.


"Berdiri atau saya takkan pernah memaafkan kalian" lanjutnya. Mendengar hal itu kedua orangtua Leo segera berdiri dan memeluk erat Leo yang masih duduk. Perlahan Leo juga membalas pelukan keduanya, ya Leo telah memaafkan kedua orangtuanya karena ia sudah sadar bahwa ini semuanya bukan sepenuhnya salah mereka.


"Terimakasih nak, terimakasih" ucap kedua orangtua Leo. Kedua orangtua Leo segera melepas pelukannya dengan Leo setelah cukup lama mereka berpelukan.


Leo pun berdiri dari duduknya dan menuju ke arah kulkas di ruangannya.


"Ini, minumlah" ucap Leo dengan nada bicara yang masih canggung sambil menyerahkan dua botol minuman.


"Terimakasih" ucap kedua orangtua Leo.


"Kalian tak perlu mencari Ayu, Ayu sudah bersamaku" ucap Leo.


"Benarkah? Apa dia baik-baik saja?" tanya Pak Adam.


"Ya, dia baik-baik saja" jawab Leo apa adanya dan kedua orangtua Leo hanya menganggukkan kepalanya.


"Bisakah kami menemuinya?" tanya Pak Adam.


"Ya dan jelaskan padaku dan dia apa yang sebenarnya terjadi selama ini" ucap Leo dan diangguki Pak Adam.

__ADS_1


"Baiklah. Sekarang kalian tinggal dimana? Biar nanti kami kesana untuk menemuimu dan dia" tanya Pak Adam berbicara dengan santai.


"Kami tinggal...."


__ADS_2