SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Peringatan Kecil


__ADS_3

Di dalam mobil terjadi keheningan antara Sandra, Leo, dan juga sang sopir. Sopir yang bertugas untuk mengawasi sekitar, Sandra yang kini bergelut dengan iPad nya untuk mencari informasi detail tentang proyek resort yang sedang berlangsung, dan Leo yang tengah mencari informasi tentang targetnya.


"Akhirnya selesai" gumam Leo sambil mengalihkan pandangannya ke arah Sandra yang masih terlihat serius menatap iPad nya.


"Apa ada masalah?" tanya Leo pada Sandra dengan lembut.


"Sepertinya ada hal ganjil dalam kerjasama ini" ucap Sandra tanpa mengalihkan pandangannya dari iPad nya.


"Ini yang masuk ke emailku bukan proposal kerjasama yang waktu itu aku baca dan tandatangani" lanjutnya.


"Coba kamu ingat-ingat lagi" saran Leo.


"Iya kak, aku masih mengingatnya. Coba sebentar aku cek dokumen kerjasama yang dikirimkan kak Erick" Sandra segera mengotak-atik iPad nya dengan sangat serius.


"Iya kan ini bukan dokumen kerjasama yang dulu aku tandatangani. Yang aku setujui yang dikirimkan kak Erick dan yang ini dokumen lama yang dikirimkan dari pihak sana sebelum aku menyetujuinya. Padahal ini email dokumen baru 1 minggu yang lalu dikirimkan pihak sana, apa pihak sana sengaja melakukan kecurangan?" gumam Sandra pelan namun masih terdengar oleh Leo.


"Apa nama perusahaan itu?" tanya Leo yang mendengar gumaman Sandra.


"Araxious Company, perusahaan terbesar ke 2 di Rusia" jawab Sandra.


"Apa?" tanya Leo yang terkejut mendengar jawaban Sandra.


"Iya, kenapa kamu begitu kaget mendengar nama perusahaan itu?" tanya Sandra heran.


"Apa kamu tak mencari informasi mengenai track record perusahaan itu?" tanya Leo tanpa menjawab pertanyaan Sandra.


"Aku tak mencari informasinya karena setahuku kak Erick pasti sudah mencari informasi dari perusahaan yang akan kerjasama dengan perusahaan kita" jawab Sandra.


"Eh sebentar..." Sepertinya Sandra mengingat sesuatu yang terlewat.

__ADS_1


"Aku baru ingat kalau waktu itu kak Erick sedang ijin lalu ada sekretaris pengganti yang menggantikan tugas kak Erick dan saat itu aku hanya tinggal cek dokumen tanpa mencari informasi perusahaan itu karena sudah terbiasa jika dokumen yang di atas mejaku pasti sudah lolos seleksi perusahaan" lanjutnya.


"Astaga, baby. Ini kesalahan sangat fatal. Kamu tahu, perusahaan itu pemimpinnya sangat licik dan gila harta. Dulu pernah perusahaanku yang masih kecil hampir bangkrut karena kecurangan mereka yang memang perusahaannya sudah besar. Perusahaan itu juga bekerjasama dengan salah satu mafia di Rusia yang sangat licik, kita harus berhati-hati untuk melakukan sesuatu. Aku yakin sabotase mobil dan kejadian jatuhnya batu batako kemarin memang direncanakan dari pihak mereka" jelas Leo.


"Astaga... Kenapa aku begitu teledor" gumam Sandra sambil menepuk jidatnya pelan.


"Apa sekretaris pengganti yang waktu itu juga ikut terlibat ya?" tanya Sandra pada dirinya sendiri.


"Bisa jadi" ucap Leo.


"Coba kamu minta orang kepercayaanmu yang lain di perusahaan selain kak Erick untuk mengirimkan dokumen kerjasama yang kamu setujui waktu itu. Itu bisa jadi akan menjadi bukti untuk melemahkan dan membatalkan kerjasama antara kamu dan mereka. Untuk sementara kita stop dulu pembangunan resort itu. Lebih baik kita berhentu dulu dan rugi tak seberapa daripada dilanjutkan akan semakin membuat kerugian bertambah besar" saran Leo.


"Makasih kak, aku beruntung memiliki kamu yang selalu ada disaat senang dan susahku" ucap Sandra dengan tersenyum tulus.


"Sama-sama, baby" jawab Leo.


"Oh ya kak, aku juga akan membuat perusahaan itu sedikit goyah sebagai peringatan kecil karena telah macam-macam dengan perusahaanku" ucap Sandra dengan nada datarnya.


Tenang saja, sang sopir merupakan orang kepercayaan Leo yang tak akan membocorkan apa yang dibicarakan Sandra dan Leo. Karena sudah dipastikan eh Leo, semua rahasia sopir itu juga ada ditangannya jadi ia takkan bisa macam-macam.


"Lakukan apapun yang menurutmu baik. Apa kamu membutuhkan bantuanku?" tanya Leo.


"Tidak perlu. Untuk kali ini aku yang akan bermain langsung, sepertinya aku sudah lama tidak menggunakan otak cerdasku dan sesuatu disana" ucap Sandra sambil tersenyum misterius.


Leo yang mendengar hal itu pun menghadap ke arah Sandra kemudian menatapnya dan tiba-tiba mereka berdua tertawa bersama seakan tahu apa yang akan terajadi.


Hahahaha


***

__ADS_1


Sandra dan Leo keluar dari dalam mobil menuju ke arah resort dengan ekspresi wajah yang terlihat biasa saja seperti di awal mereka berkunjung. Kali ini mereka datang dengan 4 orang pengawal di belakangnya, sedangkan sopir tadi tetap menunggu di dalam mobil untuk mengawasi agar tak terjadi penyabotasean mobil kembali.


"Selamat siang nona, tuan" sapa Pak Ridwan dengan ramah. Tapi entah itu terdengar tidak tulus di telinga Sandra dan Leo.


"Siang" jawab Sandra dan Leo dengan datar.


"Kumpulkan semua pekerja di resort ini. Semua tanpa ada terkecuali" titah Sandra dengan tegasnya.


"Memang ada apa nona? Kenapa harus mengumpulkan semua karyawan disini?" tanya Pak Ridwan heran.


"Tak usah banyak bertanya, cepat laksanakan perintahnya" ucap Leo dengan nada tak kalah tegasnya.


Pak Ridwan yang mendengar nada tegas keluar dari Leo pun segera melaksanakan tugasnya. Sekitar 15 menit menunggu, akhirnya semua karyawan sudah berkumpul di halaman depan resort.


"Hmm... Saya nona Arva, disini sebagai pemilik saham terbesar dalam proyek pembangunan resort ini. Disini saya akan mengumumkan bahwa pembangunan resort ini saya hentikan sampai jangka waktu yang belum kami tentukan" seru Sandra dengan nada tegasnya.


Seketika halaman resort tersebut ricuh akibat pengumuman itu, ada beberapa orang yang kecewa karena harus memikirkan mencari pekerjaan lain, ada juga yang sedih, dan marah karena rencana mereka terhenti.


"Ini maksudnya apa nona? Nona tak bisa menghentikan pembangunan resort yang sudah berjalan 60% ini" seru pak Ridwan dengan nada marahnya.


"Lalu siapa yang berhak menghentikan proyek pembangunan ini? Atasan anda yang ada di Rusia itu?" tanya Sandra dengan nada dinginnya membuat Pak Ridwan terkejut namun segera mengubah mimik mukanya menjadi biasa saja.


"Maksud nona apa? Atasan saya itu anda, nona" jawab Pak Ridwan dengan gugup.


"Dasar penjilat" gumam Sandra pelan sehingga hanya didengar oleh Leo dan beberapa pengawal yang ada di belakangnya.


"Cih... Saya sudah memutuskan untuk memberhentikan pembangunan ini karena ada masalah intern perusahaan yang harus kami selesaikan dahulu. Saya minta kepada semua karyawan untuk menuliskan nama, nomor hp yang bisa dihubungi, alamat, dan nomor rekening agar kami bisa menghubungi kalian apabila pembangunan ini akan dilanjutkan. Kami juga akan mentransfer gaji kalian selama bekerja disini yang akan langsung saya urus tanpa ada pihak ketiga" ucap Sandra.


Kenapa Sandra akan mengurus langsung pembayaran gaji tanpa ada pihak ketiga? Hmmmm

__ADS_1


Next?


__ADS_2