SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Petunjuk


__ADS_3

"Saya tak pernah mengenal anda" elak Sandra dengan penuh penekanan pada kalimatnya tetapi pada faktanya memang Sandra tak pernah mengenal bahkan bertemu dengan orang yang mencekiknya ini.


"Tapi saya mengenal anda karena anda adalah orang yang telah menghancurkan semua rencana saya demi mendapatkan semua hak saya" ucap laki-laki paruh baya itu dengan mata menyorot tajam ke arah Sandra.


Setelah mendengar ucapan dari laki-laki paruh baya itu, seketika saja Sandra dan Leo berpikir keras berusaha menebak-nebak siapa orang ini. Namun tetap saja tak ada ingatan apapun mengenai siapa laki-laki paruh baya ini.


"Luis" ucapnya dengan memberikan satu petunjuk yang membuat Leo dan Sandra kaget.


"Anda ayah dari papa Luis?" tebak Leo dengan tatapan menyelidik karena tak mungkin juga yang muncul adalah orang yang ada dibalik ayah papa Luis.


"Ya, tebakan anda sangat benar anak muda. Saya ingin membalas dendam pada perempuan ini, perempuan yang sudah menggagalkan rencana saya" seru laki-laki paruh baya itu yang tak lain adalah ayah dari Papa Luis dan Paman Harry sembari mengeratkan cekikannya.


Leo tak menyangka kalau akhirnya ayah dari Papa Luis berhasil menemukan identitas Sandra, sepertinya kali ini ia benar-benar kecolongan. Memang benar keputusannya saat itu adalah keputusan yang salah dan ia kini benar-benar merasa sangat bersalah pada Sandra.


Bugh...

__ADS_1


Bunyi pukulan seketika menggema diikuti suara pekikan kesakitan dari seseorang yaitu ayah dari Papa Luis. Tak dikira olehnya bahwa Sandra menggunakan teknik menekan titik saraf pada pergelangan tangan lawan saat lawannya itu tengah fokus berdebat dengan Leo hingga tangannya melemah dan Sandra seketika saja menendang perut lawan dengan kakinya. Setelah terlepas dari cekikan lawan, Sandra segera saja meraup udara sebanyak-banyaknya untuk menetralkan nafasnya.


Arrghhhh...


"Hei kau, jangan kau pukul orangtua dari papa angkatmu. Kau tak ingat kalau kau tak diangkat oleh anakku tentunya kau akan jadi gelandangan dan tak bisa sesukses ini" seru Ayah dari Papa Luis yang bernama Rizal.


"Tuan pikir jika anda adalah ayah dari seseorang yang saya hormati dan mengangkat saya menjadi anaknya, saya nggak akan tega untuk melukai anda? Anda saja tak menganggap papa saya ada bahkan anda menekan papa saya untuk menjauhi adik dan ibunya lalu apa ada alasan saya untuk menghormati anda?" seru Sandra dengan kesal karena menyangkut-nyangkutkan dirinya dengan kebaikan Papa Luis padanya.


"Sok tahu kamu, saya tak pernah menekannya seperti itu. Justru saya ingin membuat anak-anak saya mandiri tanpa harus bergantung pada orangtuanya terutama Luis yang memang anak paling tua. Tetapi dengan teganya Luis menelantarkan Harry dan ibunya setelah sukses, sungguh saya merasa gagal menjadi orangtua. Jadi disini yang slaah itu jelas adalah Luis" elak Rizal dengan membela diri.


"Cih... Jangan membela diri di depan saya karena saya sudah mengetahui semuanya. Bahkan saya punya bukti yang diberikan Papa Luis tentang anda" seru Sandra dengan menunjuk ke arah wajah Rizal.


"Kenapa anda kembali kesini Tuan Rizal? Anda ingin menguasai semua kekuasaan yang dimiliki oleh kakak saya?" ucap seseorang dari belakang tubuh Rizal yang baru saja datang, tak lain adalah Paman Harry.


Paman Harry sebenarnya sudah datang sedari tadi, namun ia mengurungkan niatnya untuk mendekat agar ia bisa mendengar semua perkataan dari ayahnya. Ia bisa mengetahui bahwa ayahnya ada disini karena Leo yang memberitahunya melalui sinyal yang diberikan lewat sebuah alat yang diberikan oleh Sandra.

__ADS_1


"Anda itu tak malu. Anda menggunakan saya sebagai alat untuk menghabisi kak Luis sedangkan anda sekarang juga ingin saya menghabisi Rafi lalu nanti kau akan mengklaim dirimu sebagai ahli waris dari segala kekuasaan kak Luis karena jika masih ada orangtua yang hidup maka kekuasaan seluruhnya akan jatuh pada orangtua itu. Bukankah begitu rencanamu tuan?" lanjutnya dengan tersenyum sinis.


"Apa maksudmu Harry? Ayah benar-benar tak paham dengan ucapanmu. Ayah hanya ingin kamu mendapatkan haknya setelah kakakmu itu menelantarkan ibu dan kamu" elak Rizal mencoba berkilah.


"Ayah? Hak? Hahaha anda sungguh lucu, tuan. Setelah anda meninggalkan saya dan ibu dulu maka sebutan ayah untuk anda sudah hilang. Dan maksudnya apa dengan kata hak? Yang berhak atas kekuasaan dan harta kak Luis hanya Rafi. Kak Luis masih mempunyai kewajiban untuk masa depan Rafi, jangan pernah anda memakan harta anak yatim piatu" seru Paman Harry marah.


"Jangan bodoh Harry, kau sudah terpengaruh oleh mereka. Makanya ayah memintamu untuk menyingkirkan anak dari Luis agar dia bisa bertemu dengan orangtuanya dan kamu bisa mengambil hakmu" ucap Rizal mencoba mempengaruhi Paman Harry.


Leo dan Sandra yang sedari tadi mendengarkan perdebatan ayah dan anak itu hanaya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya. Rizal benar-benar tipe orang yang melakukan segala cara demi mendapatkan apa yang ia mau, bahkan ia merelakan anaknya sendiri untuk menyingkirkan saudaranya.


"Sepertinya disini yang bodoh adalah anda, Tuan Rizal. Anda itu telah diperalat oleh istri dan orang yang ada dibelakang anda. Pada faktanya adalah anda yang dijadikan alat atau tumbal mereka demi ambisi mereka mengambil kekuasaan Papa Luis di dunia mafia agar mereka bisa dihormati. Bahkan dengan bodohnya anda percaya pada mereka, padahal setelah mereka mencapai keinginannya itu pasti anda akan di tendang dari kehidupan mereka. Dan saat itu terjadi anda akan menyesal karena telah menyingkirkan anak-anak dan cucu anda" ucap Leo yang sedari tadi diam mencoba untuk menyadarkan Rizal.


"Bohong, anda bohong. Jangan berbicara omong kosong. Istri saya sangat mencintai saya, bahkan ia rela mengorbankan dirinya hanya untuk bersamaku. Dan yang anda maksud orang itu adalah sahabat istriku, dia yang membantu kami" elak Rizal mencoba untuk tak percaya pada fakta yang diutarakan oleh Leo.


"Kau benar-benar buta, tuan Rizal. Mereka saja bermain dibelakangmu, tetapi dengan bodohnya anda selalu menutup mata ckckckck" ucap Leo dengan geleng-geleng kepala tak habis pikir.

__ADS_1


"Selamat menikmati kebodohan anda, kalau begitu Tuan Rizal" lanjutnya dengan setengah mengejek.


Sebenarnya saat Leo mengutarakan beberapa fakta, Rizal seketika saja flashback ke beberapa tahun terakhir ini. Istrinya dan sahabatnya itu sering bertemu tanpa sepengetahuan dirinya, bahkan ketika mereka ketahuan olehnya sedang berada di dalam kamar hotel maka mereka mengelak dengan alasan membicarakan mengenai pekerjaan yang memang butuh privacy. Namun segera saja ia mengenyahkan pikiran-pikiran negatifnya terhadap istri dan sahabatnya itu.


__ADS_2