SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Darah Tinggi


__ADS_3

Satu tahun berlalu sejak kejadian Rafi diculik oleh Paman Harry. Hubungan Sandra dan Leo hingga kini tetap menggantung tanpa ada kepastian, terlebih kini Leo benar-benar menghilang tanpa jejak. Semua saudara-saudara Sandra juga menanyakan keberadaan Leo yang tak terlihat di kampus maupun di mansion. Akibat dari Leo yang tak ada kabar, Sandra pun kini berubah menjadi sangat cuek dan acuh ketika diluar mansion. Bahkan jika di perusahaan, Sandra akan berubah menjadi singa betina yang akan menerkam siapa saja yang berbuat kesalahan, entah sekecil apapun kesalahan itu. Seperti saat ini, Sandra sedang memarahi salah satu karyawan barunya yang berbuat kesalahan dalam bekerja, padahal biasanya Sandra hanya akan menegur jika kesalahan itu masih bisa ditolerir.


"Bagaimana bisa hanya membuat proposal begini saja tidak becus seperti ini? Kau ini lulusan kampus terkenal bahkan nilaimu juga paling tinggi, mengapa hanya membuat proposal begini saja isinya seperti membuat komik? Kau ini kalau tidak bisa bekerja dengan benar lebih baik urus surat resignmu sekarang juga" seru Sandra dengan membentak sekretaris barunya.


Sandra benar-benar dibuat kesal oleh karyawannya sejak tadi, semua pekerjaan mereka menurut Sandra tak ada yang benar-benar memenuhi kriterianya. Terlebih ini urusan proposal kerja sama, pasti akan sangat fatal jika tidak dibuat sesempurna mungkin.


"Percuma saja saya memberikan kalian gaji yang tinggi dan banyaknya fasilitas mewah yang ditanggung oleh perusahaan tapi kinerja kalian semuanya menurun" gerutu Sandra sedangkan sang sekretaris baru hanya diam saja mendengarkan gerutuan dan bentakan Sandra yang ada didepannya dengan tangan yang gemetaran.


Sungguh ini baru pertama kalinya sejak ia bekerja dua bulan yang lalu, sang sekretaris mendapatkan bentakan dari sang atasan. Selama ini hanya berupa teguran dan saran-saran untuk memperbaiki kinerjanya saja yang ia dapatkan setiap kali membuat proposal pengajuan kerjasama, tetapi sekarang ia melihat secara langsung kemarahan bosnya. Ia benar-benar ketakutan melihat Sandra sehingga selalu menundukkan kepalanya.


"Perbaiki proposal ini, saya beri kamu waktu 2 hari untuk menyelesaikan proposal ini. Jika kamu tidak menyelesaikannya dengan baik, lebih baik ajukan surat pengunduran diri dari perusahaan ini karena perusahaan ini tak membutuhkan karyawan yang tak berkompeten" ucap Sandra dengan nada dinginnya.


"Baik nona" patuh sang sekretaris itu kemudian pamit pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.


Setelah sekretarisnya itu pergi, segera saja Sandra merebahkan kepalanya di meja kerja miliknya bahkan tak lupa dengan tangannya yang memijat-mijat pelipisnya karena merasa sangat pusing.


"Astaga... Sepertinya aku akan kena darah tinggi jika marah-marah seperti ini terus menerus. Semua ini gara-gara kak Leo" geram Sandra menyalahkan Leo.


"Awas saja kau kak kalau kembali kesini, aku takkan pernah mau untuk memaafkanmu" ucapnya dengan mengepalkan kedua tangannya karena emosi.


***

__ADS_1


Di suatu negara lain...


Disebuah restorant cepat saji, terdapat dua orang laki-laki yang kini tengah bertemu untuk membahas sesuatu yang sangat penting demi keselamatan orang-orang yang mereka sayangi. Dua orang laki-laki itu tampak sangat serius dalam membicarakan satu hal di sebuah ruangan VVIP. Dua orang itu tak lain adalah Leo dan Paman Harry.


Wait? Leo dan Paman Harry? Sejak kapan mereka saling mengenal? Lalu apa yang mereka bicarakan? Bukankah Leo sangat sulit untuk dilacak keberadaannya? Lalu bagaimana caranya Paman Harry bisa bertemu dengannya?


Flashback on


Paman Harry saat itu tengah pergi keluar negeri untuk mengurus surat-surat pemindahan perusahaan pusatnya ke Indonesia bersama Jack. Saat ia tengah pulang dari perusahan ke rumahnya, ternyata mobil yang dikendarai miliknya mengalami masalah pada mesinnya sehingga mogok ditengah jalan. Ditengah jalanan yang sepi dan sendirian karena Jack telah pulang menggunakan mobilnya sendiri, akhirnya ada seseorang yang sedang melewati jalanan itu dengan sepeda ontelnya. Laki-laki itu tak lain adalah Leo yang baru saja pulang dari tempat gurunya.


Leo yang melihat ada orang yang sedang kebingungan dan butuh bantuan pun akhirnya mendekat dan mencoba membantu Paman Harry, walaupun sebelumnya ia tak pernah mengenal ataupun melihatnya namun tak ada keraguan di hati Leo untuk membantu sesama.


"Selamat malam tuan, maaf ada yang bisa saya bantu mungkin?" tanya Leo bertanya kepada seseorang yang diperkirakan seusia dengan ayahnya karena ia berdiri membelakangi Leo.


"Lho Paman Harry" seru Leo dengan mengerutkan keningnya seperti tak percaya.


"Maaf... Apa kita sebelumnya pernah bertemu dan saling mengenal?" tanya Paman Harry yang memang tak mengenal Leo.


"Memang kita belum pernah mengenal bahkan bertemu, paman. Namun saya mengetahui semua tentang paman dan keluarga paman. Bahkan saya mengenal dekat Sandra dan Rafi karena saya adalah kekasih Sandra" ucap Leo dengan bangga memperkenalkan diri sebagai kekasih Sandra.


"Apa? Jadi kamu yang membuat Sandra beberapa bulan ini jadi galau dan kacau? Punya apa kau sampai dengan beraninya meninggalkan anakku dan membuatnya kecewa?" geram Paman Harry dengan menaikkan intonasi suaranya.

__ADS_1


Paman Harry tahu dengan kegalauan Sandra karena diberitahu oleh Willy dan Sandro, kedua kakak Sandra.


"Yang jelas aku punya segalanya paman, bahkan aku punya sesuatu yang bisa membuat paman mengikuti semua ucapanku" ucap Leo dengan mengandung kalimat misterius dan ancaman.


"Maksudmu apa anak muda? Jangan main-main kamu sama saya" geram Paman Harry yang merasa dipermainkan.


"Huh... Lebih baik minggu depan kita bertemu saja paman, aku akan menjelaskan semuanya. Kita urus dulu saja mobilmu itu, tak mungkin kan kita berdebat di jalanan sepi seperti ini" ucap Leo mengalah dengan mengalihkan pembicaraan mereka.


"Baiklah, cepat bantu aku membereskan mobil ini karena hari sudah hampir menjelang pagi atau kau mau bermalam disini bersamaku" jahil Paman Harry.


"Astaga kenapa jadi aku yang disuruh-suruh, kalau bukan paman dari Rafi udah gue dorrr nih orang. Lagian ogah juga bermalam sama orangtua satu ini" gerutu Leo dengan pelan namun masih bisa terdengar oleh Paman Harry.


"Jangan menggerutu anak muda, aku masih bisa mendengarnya"ucap Paman Harry namun tak digubris oleh Leo.


Leo segera membantu Paman Harry untuk memperbaiki mobilnya dengan peralatan sederhana yang ada dalam mobil. Setelah mobil itu selesai diperbaiki dan bisa berjalan, Leo dan Paman Harry bertukar nomor handphone untuk membuat janji temu.


Flashback off


****


Sebenarnya nih kemarin malam aku update, tapi nggak tau kenapa masih review sampai tadi pagi dan baru siang tadi review berhasil.

__ADS_1


Dukung terus cerita author ya semua...


__ADS_2